Anda di halaman 1dari 27

JENIS-JENIS

PERIKATAN (2)
RAHAYU FERY ANITASARI, SH., MKn

PERIKATAN BERSYARAT
Perikatan bersyarat
a/ perikatan yg pemenuhn prestasiny dikaitkan
pd syarat tertentu.
Apa yg dimaksud dgn syarat?
A/ peristiwa yg akan datang dan blm pasti
terjadi (Ps.1253)

Syarat dibedakan atas 2 macam:


Syarat yang menangguhkan
Artinya apabila syarat tsb dipenuhi, maka
perikatanny menjadi berlaku

Syarat yang memutuskan/membatalkan


Artinya apabila syarat tersebut dipenuhi,
maka perikatannya menjadi putus atau
batal.

Perikatan yg bertujuan melakukan sesuatu


yg tdk mungkin dilaksanakan, bertentangan
dgn kesusilaan dan dilarang UU a/ batal
hukumny.
Dgn demikian perikatan yg dikaitkan dgn
syarat-syarat tertentu di atas jadi batal.
Syarat yg tdk mungkin terlaksana, artinya
scara obyektif syarat itu tdk mungkin
dipenuhi.
A akan memberikan hadiah senilai 1 juta rupiah
kepada B, dgn syarat B dpt menempuh
perjalanan darat dari Semarang ke Jakarta dlm
waktu 3 jam.

Ukuran bertentangan dgn kesusilaan ato


UU?
UU sendiri tidak mengatur lebih lanjut.
Ukuran yg dipakai biasanya a/ manusia
bebas utk mengambil keputusan
mengenai dirinya sendiri, tapi apabila ada
paksaan ato tekanan batin sehingga ia
tidak bebas lg, maka ini dianggap
bertentangan dgn kesusilaan.

A akan memberi B hadiah sebuah mobil dgn


syarat, B tdk blh menikah dgn C. Di sini
hibahnya akan batal.
Demikian jg halnya ketika A akan menaikkan
upah B, jika B mau menikah dgn C. Ini
bertentangan dgn kesusilaan.

Syarat dibedakan menurut isinya:


Syarat potestatif
Syarat kebetulan
Syarat campuran

Syarat potestatif
A/ syarat yg pemenuhannya tergantung dari
kekuasaan salah satu pihak
Syarat kebetulan
A/ syarat yg pemenuhannya tdk tergantung dari
kekuasaan kedua belah pihak
Syarat campuran
A/ syarat yg pemenuhanny tergantung dari
kemauan salah satu pihak jg bergantung dari
kemauan pihak ketiga bersama-sama.
A akan memberi rumah kpd B, jika B mau
menikah dgn keponakanny. Jadi syarat ini
tergantung dari B dan jg keponakanny.

Dalam perikatan yang bersyarat, debitur


tdk berkewajiban utk berprestasi sbelum
syarat itu dipenuhi.
Jika debitur tlh berprestasi sbelum syarat
itu dipenuhi, maka debitur dpt minta
kembali prestasiny sampai syarat itu
dipenuhi. Jadi merupakan pembayaran tdk
terutang.

PERIKATAN DENGAN
KETETAPAN WAKTU

Perikatan dgn ketetapan waktu


a/ perikatan yg pemenuhn prestasinya
dikaitkan pd waktu yg tertentu ato dg peristiwa
tertentu yg pasti terjadi.

Ketetapan waktu dibedakn atas dua:


Ketetapan waktu yang menangguhkan
(Ps.1268-1271)
Ketetapan waktu yg menangguhkan tdk
menangguhkan perikatannya tapi menangguhkan
pelaksanaanya.

Ketetapn waktu yg memutuskan ato


membatalkn
Perjanjian kerja utk waktu satu tahun, atau sampai
meninggalny buruh

Perikatan dpt sekaligus ditentukan mulainy


dan berakhirny, yaitu sewa menyewa
dimulai desember yg akan datang sampai
satu tahn lamany. Jika tdk ditentukn
mulainy kapan, maka perikatn sgera
berlaku dan kreditur sgera minta
pemenuhanny.

Ketetapan waktu dapat tetap.


penyerahan barang dilakukan tanggal
20 April yg akan akan datang atau 4
hari lg.
Ketetapan waktu dapat tidak tetap.
A akan memberikan rumah kpd B
kalo A mati. Kematian A a/ pasti, tapi
kapan itu terjadi a/ tdk dpt ditetapkn.

Akibat hukum dari perikatan ini bermacammacam. UU menentukan bahwa ketetapan


waktu a/ utk keuntungan dari debitur,
kecuali ditentukan lain (P.1270).
Pada umumnya, pembayaran sbelum
waktunya dari debitur tdk dpt dituntut o/
kreditur jg tdk akan ditolak o/ kreditur.
Tapi apabila ketentuan waktu itu utk
keuntungan kreditur, maka pembayaran
sbelum waktunya akan merugikan kreditur.

Kehilangan hak untuk


memanfaatkan ketetapan waktu.

Debitur tidak lg dpt menarik manfaat dari suatu


ketetapan waktu jika ia telah dinyatakan pailit
(dinyatakan tidak mampu lagi) ato krn
kesalahan debitur jaminan yg diberikn kpd
kreditur tlah berkurang ato merosot nilainy.
Artinya, meskipun batas ketetapan waktu yg ditentukn itu belum
tiba, namun kreditur sdh dpt menagih krn debitur dinyatakan pailit
ato krn kesalahan debitur jaminan yg diberikn kpd kreditur tlah
berkurang ato merosot nilainy.

Terme de droit dan


terme de grace
Pasal 1266
Terme de droit yaitu menangguhkan
pelaksanaan pemenuhan prestasi.
Terme de grace yaitu debitur minta
penangguhan pemenuhan prestasi karena
telah ditagih oleh kreditur.

Perbedaan antara perikatan


bersyarat dengan ketentuan waktu
Perikatan Bersyarat
Debitur yang belum
waktunya tiba telah
memenuhi prestasi
- prestasinya dapat diminta
kembali dan merupakan
pembayaran yang tidak
terutang.
Berlakunya pemenuhan
prestasi
- pemenuhan prestasi itu
berlaku surut, sejak
perjanjian itu dibuat. Karena
syaratnya belum pasti terjadi.

Perikatan dengan ketentuan


waktu
Debitur yang belum waktunya
tiba telah memenuhi prestasi
- prestasinya tidak dapat
diminta kembali, karena waktu
itu akan pasti tiba.
Berlakunya pemenuhan
prestasi
- pemenuhan prestasi itu tidak
berlaku surut, pasal 1268 BW.
Ketentuan waktu tidak
menangguhkan perikatan,
melainkan hanya
menangguhkan
pelaksanaannya.

PERIKATAN TANGGUNG
RENTENG
Perikatan tanggung menanggung atau tanggung renteng
terjadi bila salah satu pihak atau kedua belah pihak terdiri
dari lebih dari satu orang, berdasarkan kehendak para
pihak atau ketentuan UU
Jika A dan B bersama-sama mempunyai piutang
Rp.1000,00 utk X. Artinya, A dan B masing-masing
dapat menuntut kepada X Rp.500,00.
Sebaliknya, X dan Y hutang kepada A, sehingga A
dpt menuntut kpd X dan Y masing-masing
setengah bagian dari hutang itu.

Perikatan tanggung renteng dapat terjadi


karena: Perjanjian/pernyataan kehendak dan
Ketentuan UU
Dibedakan menjadi 2 :
Tanggung renteng aktif
Tanggung renteng pasif

Tanggung renteng pasif lebih sering dijumpai


karena tanggung renteng aktif mengandung
kelemahan

Tanggung renteng aktif


Setiap K dari dua ato lebih K2 dpt menuntut
keseluruhan prestasi dari D, dmn
pemenuhan terhadap seorang K
membebaskan D dari K2 lainnya.

Tanggung renteng pasif


Setiap D dari dua ato lebih D2 berkewajiban
thd K atas keseluruhan prestasi, dmn
dipenuhinya prestasi salah satu D mk
membebaskan D2 lainnya

Akibat perikatan tanggung


renteng
Pelunasan oleh D (ps. 1280)
Pemilihan D oleh K untuk memenuhi
prestasi (ps. 1283)
Musnahnya barang (ps 1444, 1237, 1285)

PERIKATAN YG DPT DIBAGI


Perikatan yg dpt dibagi a/ perikatan yg
prestasiny dpt dibagi-bagi
Jika terdapat satu kreditur dan satu debitur,
maka perikatan yg dpt dibagi harus dilaksanakn
seperti perikatan yg tdk dpt dibagi.
Jika terdapat lebih dari satu kreditur dan lebih
dari satu debitur, maka tiap-tiap kreditur tdk blh
menagih lebih dari bagiannya. Demikian pula
tiap-tiap debitur tdk perlu memenuhi prestasi
lebih dari bagiannya

PERIKATAN YG TDK DPT


DIBAGI
Perikatan yg tdk dpt dibagi a/ perikatan yg
prestasiny tdk dpt dibagi-bagi
Menurut UU tak dpt dibagi mempunyai
akibat:
Kalo debiturnya banyak, tiap-tiap debitur dpt dipertanggung
gugatkn sluruh prestasinya (berlakunya tak dpt dibagi yg
pasif)
Kalo krediturnya banyak, tiap-tiap kreditur dpt menagih
prestasi (berlakunya tak dpt dibagi yg aktif)

Pembayaran o/ seorang debitur ato kpd


salah seorang kreditur melenyapkn
perikatan.
Pd umumny,debitur yg tlah melunasi
hutangny mempunyai hak utk menagih kpd
sesama debitur yg lain, jg kalo kreditur yg
tlah menerima hutang seluruhny dari
debitur berkewajibn utk memperhitungkn
dgn kreditur-kreditur lain.

Tak dpt dibagi di sini hanya mengenai hubungn dari


kreditur kpd debitur dan tdk antara para kreditur
sendiri ato antara debitur sendiri
Prestasi tdk dapat dibagi dibedakan mnr :
Sifat
Maksud para pihak

Menurut assers
Hkm suatu benda dpt dibagi jika benda tsb tanpa
mengubah hakekat dan tdk mengurangi secara
menyolok nilai harganya dpt dibagi dlm bagianbagianny
Tanaman, binatang dan kursi tdk dpt dibagi
Gula, tanah dpt dibagi

Perikatan utk berbuat sesuatu tdk dpt dibagi,


jika prestasiny bersifat artistik dan dpt dibagi
jika prestasiny bersifat materiil.
Perikatan utk tdk berbuat sesuatu tdk dpt dibagi
Kewajiban utk tdk main musik slama 1 minggu tlah dilanggar jika
dlm tenggang waktu tsb yg bersangkutn tlah main piano walau
hanya 1 jam

Berdasarkn maksud, perikatan tdk dpt dibagi


jika maksud para pihak bahwa prestasinya hrs
dilaksanakn sepenuhny sekalipun perikatan tsb
dpt dibagi-bagi
Penyerahan hak milik suatu benda menurut tujuannya tdk dapt
dibagi sekalipun menurut sifatnya prestasi tsb dpt dibagi

Perbedaan antara tanggung renteng dan


perikatan tak dapat dibagi:
Tanggung renteng a/ akibat perjanjian ato
akibat dari ketentuan UU
Tak dpt dibagi a/ berdasarkan atas sifat ato
maksud dari perikatan.
Tak dpt dibagi a/ mengenai prestasinya,
Jadi terletak pd obyeknya/prestasiny
Tanggung renteng terletak pd subyekny
.

SEKIAN DAN
TERIMAKASIH.