Anda di halaman 1dari 12

HUKUM I TERMODINAMIKA

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi


Tugas Mata Kuliah Termodinamika
Kelompok 3
Di susun oleh :
Novita Dwi Andayani
Bagaskara Denny
Nuswa Rhona Nawangara
Mulia Wati Rahayu
Cahyadi Candra
Yoan Ayu Puspita

21030113060071
21030113060082
21030113060089
21030113060099
21030113060108
21030113060117

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan') adalah
fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat
dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal. Pada sistem di
mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak
berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Karena alasan
ini, penggunaan istilah "termodinamika" biasanya merujuk pada termodinamika setimbang.
Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik, yang
diidealkan, proses "super pelan".
Termodinamika adalah kajian tentang kalor (panas) yang berpindah. Kumpulan bendabenda yang sedang ditinjau disebut sistem, sedangkan semua yang berada di sekeliling (di luar)
sistem disebut lingkungan.
Termodinamika merupakan satu cabang fisika teoritik yang berkaitan dengan hukumhukum pergerakan panas, dan perubahan dari panas menjadi bentuk-bentuk energi yang lain.
Prinsip pertama adalah hukum kekekalan energi, yang mengambil bentuk hukum kesetaraan
panas dan kerja. Prinsip yang kedua menyatakan bahwa panas itu sendiri tidak dapat mengalir
dari benda yang lebih dingin ke benda yang lebih panas tanpa adanya perubahan dikedua benda
tersebut.
Prinsip-prinsip Termodinamika dapat dirangkum dalam 2 Hukum yaitu :
Hukum Termodinamika I :
-berkenaan dengan kesetimbangan termal atau Konsep Temperatur.
- konsep energi dalam dan menghasilkan prinsip kekekalan energi.
- menegaskan ke ekivalenan perpindahan kalor dan perpindahan kerja.
Hukum Termodinamika II :
memperlihatkan arah perubahan alami distribusi energi dan memperkenalkan prinsip
peningkatan entropi.
Hukum termodinamika pertama menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan
dimusnahkan tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Prinsip tersebut
juga di kenal dengan istilah konservasi energi. Hukum pertama dapat dinyatakan secara

sederhana ;selama interaksi antara sistem dan lingkungan, jumlah energi yang diperoleh sistem
harus sama dengan energi yang dilepaskan oleh lingkungan.
Enegi dapat melintasi batas dari suatu sistem tertutup dalam dua bentuk yang berbeda : panas
(heat) dan kerja (work).
Dalam perkembangannya, termodinamika tidak hanya membahas hubungan antara kalor
dengan usaha mekanik, tetapi membahas juga pengetahuan dasar tentang suhu dan kalor,
pengaruh suhu dan kalor terhadap sifat-sifat zat, serta teori kinetik gas.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem dan Lingkungan

Dalam termodinamika dikenal istilah sistem dan lingkungan. Sistem adalah benda atau
sekumpulan apa saja yang akan diteliti atau diamati dan menjadi pusat perhatian. Sedangkan
lingkungan adalah benda-benda yang berada diluar dari sistem tersebut. Sistem bersama dengan
lingkungannya disebut dengan semesta atau universal. Batas adalah perantara dari sistem dan
lingkungan. Contohnya adalah pada saat mengamati sebuah bejana yang berisi gas, yang
dimaksud dengan sistem dari peninjauan itu adalah gas tersebut sedangkan lingkungannya adalah
bejana itu sendiri.
Sistem
Lingkungan

2.2 Jenis-Jenis Sistem


Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan
lingkungannya, yaitu :
a. Sistem Terbuka

Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) dan
benda (materi) dengan lingkungannya. Sistem terbuka ini meliputi peralatan yang melibatkan
adanya aliran massa kedalam atau keluar sistem seperti pada kompresor, turbin, nozel dan
motor bakar. Pada sistem terbuka ini, baik massa maupun energi dapat melintasi batas sistem
yang bersifat permeabel. Dengan demikian, pada sistem ini volume dari sistem tidak berubah
sehingga disebut juga dengan contol volume.
b. Sistem Tertutup
Sistem tertutup yaitu terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi
pertukaran benda dengan lingkungan. Dalam sistem tertutup masa dari sistem yang dianalisis
tetap dan tidak ada masa keluar dari sistem atau masuk kedalam sistem, tetapi volumenya bisa
berubah. Yang dapat keluar masuk sistem tertutup adalah energi dalam bentuk panas atau kerja.
Contoh sistem tertutup adalah suatu balon udara yang dipanaskan, dimana masa udara didalam
balon tetap, tetapi volumenya berubah, dan energi panas masuk kedalam masa udara didalam
balon.

c. Sistem Terisolasi

Sistem yang mengakibatkan tidak terjadinya pertukaran panas, zat atau kerja dengan
lingkungannya. Contohnya : air yang disimpan dalam termos dan tabung gas yang terisolasi.
Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena
pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan
gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi
yang keluar dari sistem.
2.3 Hukum Pertama Termodinamika
Energi Dalam
Suatu gas yang berada dalam suhu tertentu dikatakan memiliki energi dalam. Energi
dalam gas berkaitan dengan suhu gas tersebut dan merupakan sifat mikroskopik gas tersebut.
Meskipun gas tidak melakukan atau menerima usaha, gas tersebut dapat memiliki energi yang
tidak tampak tetapi terkandung dalam gas tersebut yang hanya dapat ditinjau secara
mikroskopik.Berdasarkan teori kinetik gas, gas terdiri atas partikel-partikel yang berada dalam
keadaan gerak yang acak. Gerakan partikel ini disebabkan energi kinetik rata-rata dari seluruh
partikel yang bergerak. Energi kinetik ini berkaitan dengan suhu mutlak gas. Jadi, energi dalam
dapat ditinjau sebagai jumlah keseluruhan energi kinetik dan potensial yang terkandung dan
dimiliki oleh partikel-partikel di dalam gas tersebut dalam skala mikroskopik. Dan energi dalam
gas sebanding dengan suhu mutlak gas. Oleh karena itu, perubahan suhu gas akan menyebabkan
perubahan energi dalam gas. Secara matematis, perubahan energi dalam gas dinyatakan sebagai
untuk gas monoatomik

untuk gas diatomik

Dimana U adalah perubahan energi dalam gas, n adalah jumlah mol gas,R adalah konstanta
umum gas (R = 8,31 J mol1 K1, dan T adalah perubahan suhu gas (dalam kelvin).

Usaha Luar
Usaha luar dilakukan oleh sistem, jika kalor ditambahkan (dipanaskan) atau kalor dikurangi
(didinginkan) terhadap sistem. Jika kalor diterapkan kepada gas yang menyebabkan perubahan
volume gas, usaha luar akan dilakukan oleh gas tersebut. Usaha yang dilakukan oleh gas ketika
volume berubah dari volume awal V1 menjadi volume akhir V2 pada tekanan p konstan
dinyatakan sebagai hasil kali tekanan dengan perubahan volumenya.
W = pV= p(V2 V1)
Secara umum, usaha dapat dinyatakan sebagai integral tekanan terhadap perubahan volume yang
ditulis sebagai

Tekanan dan volume dapat diplot dalam grafik p V. jika perubahan tekanan dan volume
gas dinyatakan dalam bentuk grafik p V, usaha yang dilakukan gas merupakan luas daerah di
bawah grafik p V. hal ini sesuai dengan operasi integral yang ekuivalen dengan luas daerah di
bawah grafik.

Gas dikatakan melakukan usaha apabila volume gas bertambah besar (atau mengembang)
dan V2 > V1. sebaliknya, gas dikatakan menerima usaha (atau usaha dilakukan terhadap gas)
apabila volume gas mengecil atau V2 < V1 dan usaha gas bernilai negatif.

Apabila suatu sistem dikerjakan sebuah usaha luar, maka suhu sistem akan naik. Hal ini
terjadi karena sistem menerima energi dari lingkungan. Kenaikan suhu ini berhubungan dengan
bertambahnya energi dalam.
Apabila pada suatu gas ideal dikerjakan usaha luar (W) dalam proses adiabatik, maka
usaha luar tersebut seluruhnya akan menjadi pertambahan energy dalam. Dengan kata lain, usaha
luar yang dikerjakan pada gas ideal akan sama dengan perubahan energy dalam gas ideal.
W=

atau

W - U = 0

dengan :
W = Usaha Luar (J)
U = Perubahan Energi Dalam (J)
Apabila suatu gas ideal dikerjakan usaha luar dengan proses non adiabatik, maka gas
tersebut disamping menerima usaha luar juga menerima kalor. Sehingga pada proses non
adiabatik berlaku persamaan sebagai berikut.
Q = U + W

atau

U = Q -

dengan :
Q = Kalor (J)
Persamaan di atas tersebut disebut sebagai hukum I Termodinamika. Hukum ini
merupakan perluasan dari hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa :
Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi dapat dikonversi dari
suatu bentuk ke bentuk yang lain
Apabila sistem menerima(menyerap) kalor dari lingkungan dan sistem melakukan usaha
luar, maka Q bertanda positif dan W bertanda positif. Sehingga hokum termodinamika dapat
dinyatakan sebagai berikut.
Q = U + (+W) = U

Apabila sistem menerima kalor dari lingkungan dan pada sistem dikerjakan usaha luar,
maka Q bertanda positif dan W bertanda negative. Sehingga hukum I termodinamika depat
dinyatakan sebagai berikut.
Q = U + (-W) = U - W
Dalam bentuk skema, ketentuan persamaan hukum I Termodinamika :

W bertanda positif jika sistem melakukan usaha terhadap lingkungan


W bertanda negatif jika sistem menerima usaha dari lingkungan
Q bertanda positif jika sistem menerima kalor dari lingkungan
-Q
Q bertanda negatif jika sistem melepas kalor pada lingkungan

+Q

sistem

-W

Lingkungan

+W
2.3.1. Hukum I Termodinamika dalam proses isothermal
Dalam proses isothermal (suhu tetap), perubahan energi dalam U = 0 , sebab perubahan
suhu T=0 . Sehingga hukum I termodinamika menjadi:

U = Q - W
0 =QW
Atau
Q = W = nRT
ln
V2
V1

2.3.2 Hukum I Termodinamika dalam proses Isokhorik


Dalam proses Isokhorik ( volume tetap), usaha yang dilakukan gas W=0 sebab perubahan
volume U=0 . Sehingga hukum I Termodinamika menjadi

U = Q W
U = Q - 0
U = Q

2.3.3 Hukum I Termodinamika dalam proses Isobarik


Dalam proses isobarik (tekanan tetap), usaha yang dilakukan gas W = p V= p (V1-V2).
Sehingga hukum I termodinamika menjadi

U = Q - W
U = Q p (V1-

2.2.4 Hukum I Termodinamika dalam proses adiabatik


Dalam proses adiabatic, sistem tidak menerima kalor atau melepas kalor sehingga Q=0.
Dengan demikian, hukum I termodinamika menjadi

U = Q W
U = 0 - W
U = -W

2.4 Aplikasi Hukum I Termodinamika dalam Kehidupan


Penerapan hukum I termodinamika juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari,
misal:
1. Termos
Pada alat rumah tangga tersebut terdapat aplikasi hukum I termodinamika dengan
sistem terisolasi. Dimana tabung bagian dalam termos yang digunakan sebagai wadah
air, terisolasi dari lingkungan luar karena adanya ruang hampa udara di antara tabung
bagian dalam dan luar. Maka dari itu, pada termos tidak terjadi perpindahan kalor
maupun benda dari sistem menuju lingkungan maupun sebaliknya.
2. Mesin kendaraan bermotor
Pada mesin kendaraan bermotor terdapat aplikasi termodinamika dengan sistem
terbuka. Dimana ruang didalam silinder mesin merupakan sistem, kemudian campuran
bahan bakar dan udara masuk ke dalam silinder, dan gas buang keluar sistem melalui
knalpot.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada makalah di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Suatu sistem termodinamika adalah suatu masa atau daerah yang dipilih untuk
dijadikan obyek analisis, dan daerah sekitar sistem tersebut disebut sebagai
lingkungan.
2. Ada tiga jenis sistem termodinamika berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara
sistem dan lingkungan, antara lain sistem terbuka, sistem tertutup, dan sistem
terisolasi.
3. Hukum pertama adalah prinsip kekekalan energi yang memasukan kalor sebagai
model perpindahan energi.
4. Hukum pertama termodinamika dilakukan dalam empat proses, yaitu: proses
isotermal, proses isokhorik, proses isobarik, dan proses adiabatik.
5. Aplikasi hukum termodinamika pada kehidupan sehari-hari dapat dijumpai pada
sistem kendaraan bermotor dan termos.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2009. Hukum I Termodinamika. https://docs.google.com diakses pada 2 April


2014

Anonim.2013.Sistem Termodinamika.http: http://ardhaphys.blogspot.com/2013/10/sistem-

termodinamika.html diakases tanggal 3 April 2014


Hidayat, Adha Nur.2012.Sistem Terbuka dan Tertutup Pada Termodinamika. http:
http://selaluadha.blogspot.com/2012/03/sistem-tertutup-dan-sistem-terbuka- pada.html

Diakses pada 3 April 2014


Sunardi, Etsa.2007.Fisika Bilingual.Bandung:Yrama Widya
Anonim.2012.Panas Dan Hukum Pertama
Termodinamika.http://nopput.blogspot.com/2012/10/panas-dan-hukum-pertamatermodinamika.html

Purnomo Sidik.2008.Termodinamika. http://sidikpurnomo.net/termodinamika.html