Anda di halaman 1dari 4

1

NAMA: Ariani Gandasari


NRP: 123.12.0013
Perumahan dan Permukiman
Tipologi perumahan dan permukiman
Tipologi adalah klasifikasi rumah yang berupa rumah tapak atau rumah susun
berdasarkan bentuk permukaan tanah, tempat rumah berdiri meliputi rumah di atas
tanah keras, rumah di atas tanah lunak, rumah di garis pantai/pasang surut, rumah di
atas air/terapung (menetap), rumah di atas air/terapung (berpindah-pindah).
Tipologi Perumahan di Perkotaan

Perumahan yang direncanakan sepenuhnya (real estate, perumnas)


Perumahan di rencanakan sebagian (site and services)
Perumahan tumbuh spontan & incremental
Perumahan kampung yang mengalami pemadatan dan pertumbuhan.

Tipologi perumahan berdasarkan pola jalan yang digunakan :

Pola Linear
Pola Curva Linear
Pola Grid Iron / Papan Catur
Pola Radial
Grid Radial

Tipologi perumahan dalam kavling :

Rumah tunggal : Bangunan Tunggal adalah bangunan yang harus memiliki jarak
bebas dengan batas perpetakan atau batas pekarangan pada sisi samping dan

belakang/
Rumah kopel : Rumah Kopel adalah rumah yang berpasangan (berhimpitan),

biasanya satu atap, terdiri atas lebih dari satu rumah; rumah petak.
Rumah deret : Bangunan Deret/Rapat adalah bangunan yang diperbolehkan
rapat dengan batas perpetakan atau batas pekarangan pada sisi samping.

Perkembangan tipe-tipe perumahan dewasa ini :

Row House

PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN

Town House
Flat
Patio House
Maisonette
Terrace House

Dari segi kualitas fisikal, perumahan di perkotaan dapat digolongkan menjadi:


a. Rumah

mewah

baik

yang

berada

di

tengah kota

maupun

kawasan realestate,biasanya berukuran besar, konstruksi bangunan baik dan


disertai aksesori menarik serta fasilitas lengkap
b. Perumahan sederhana
c. Perumahan sangat sederhana, dengan kualitas bangunan pada umumnya tidak
begitu baik, ukuran sedang atau kecil, aksesori dan fasilititas terbatasjsangat
terbatas.
Dilihat dari aspek kesehatan rumah dapat dibedakan menjadi :
a. tipe rumah sehat, kurang sehat
b. tidak sehat.
Biasanya tipe rumah mewah, sederhana ataupun sangat sederhana pembangunannya
telah mempertimbangkan aspek kesehatan, baik pengaturan pencahayaan maupun
sirkulasi udara.
Dilihat dari ijin bangunan dapat dibedakan menjadi:
rumah yang memiliki IMB dan tidak memiliki ijin IMB biasaya disebut perumahan
spontan. Tipologi rumah yang lain adalah berdasarkan kapasitasnya dibedakan menjadi
condomminium yaitu perumahan susun yang mewah, sedangkan rumah susun yang
lebih sederhana. misalnya flat.
Dilihat dari status pemilikan rumah, dibedakan menjadi rumah milik pribadi, Hak
Guna Bangunan (HGB) dan rumah sewa.
Dilihat dari Elemen-elemen permukiman adalah sebagai berikut:
A. Alam Lingkungan (nature)
PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN

Keadaan geologi, kondisi topografi, kondisi tanah, hidrografi, flora dan fauna serta
iklim.
B. Manusia (man)
Kebutuhan biologi, ruang, udara dan suhu, perasaan dan penglihatan, kebutuhan
emosi (hubungan sosial,keamanan dan keindahan), nilai moral.
C. Masyarakat (society)
Komposisi jumlah dan kepadatan penduduk, strata sosial, pola-pola kebudayaan,
pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan kesejahtraan,
hukum dan administrasi.
D. Sarana (shells)
Perumahan, pelayanan masyarakat (sekolah, rumah sakit), pertokoan dan pasar,
fasilitas rekreasi (teater,museum,stadion), pusat pemerintahan,pusat pelayanan
informasi.
E. Jaringan Prasarana (Networks)
Air bersih, listrik, jaringan transportasi (jalan, jalur kereta api), sistem komunikasi,
saluran air kotor, lay out lingkungan (pola lingkungan).
Perumahan di perkotaan dapat dilihat dari bermacam-macam aspek. Setiap aspek ini
memperlihatkan tipe-tipe perumahan yang umum ditemui di perkotaan besar seperti
Jakarta. Permukiman sehat di perkotaan dapat berupa tipe rumah mewah, sederhana
ataupun sangat sederhana. Oleh karena umumnya pembangunan rumah jenis ini
terencana sehingga telah mempertimbangkan aspek kesehatan, baik pengaturan
pencahayaan maupun sirkulasi udara. Contohnya rumah yang tidak sehat adalah
permukiman liar/squatter di kawasan kumuh. Karena permukiman jenis ini tidak
terencana (permukiman spontan). Dilihat dari kualitas bahan bangunan, penataan,
maupun lokasi dan lingkungannya, perumahan ini sangat tidak memenuhi tuntutan
kesehatan sebuah tempat tinggal
permukiman-permukiman tersebut ada yang dibangun secara legal maupun illegal,
bahkan terkadang ditemukan permukiman yang menempati tanah Negara. Bangunan
yang tidak memiliki IMB sering disebut sebagai perumahan spontan. Perumahan
spontan ini merupakan salah satu manifestasi dari mahalnya harga tanah maupun
pengurusan ijin mendirikan bangunan. Berdasarkan uraian diatas, diketahui mengenai
tipologi penataan permukiman di lingkungan perkotaan yang berlandaskan pada
PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN

beberapa aspek. Kesemua aspek ini menyangkut lokasi serta lingkungan dimana
permukiman tersebut dibangun. Lokasi merupakan poin utama dalam menentukan
apakah permukiman tersebut sehat atau tidak.

PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN