Anda di halaman 1dari 3

TERAPI NON FARMAKOLOGI

Perawatan untuk gangguan kepribadian paranoid akan sangat efektif untuk


mengendalikan paranoia (perasaan curiga berlebih) penderita, namun hal itu akan
selalu menjadi sulit dikarenakan penderita akan selalu memiliki kecurigaan kepada
dokter atau terapis yang merawatnya. Jika dibiarkan saja maka keadaan penderita
akan menjadi lebih kronis. Perawatan yang dilakukan, meliputi sistem perawatan
utama dan juga perawatan yang berada di luar perawatan utama, seperti program
untuk mengembangkan diri, dukungan dari keluarga, ceramah, perawatan di rumah,
membangun sikap jujur kepada diri sendiri. Semuanya akan menyempurnakan dan
membantu proses penyembuhan penderita. Sehingga diharapkan konsekuensi sosial
terburuk yang biasa terjadi dari gangguan ini, seperti perpecahan keluarga, kehilangan
pekerjaan dan juga tempat tinggal dapat dihindari untuk dialami oleh si penderita.
Psikoterapi adalah pengobatan yang terpilih. Terapis harus langsung dalam
menghadapi pasien. Terapis harus mengingat bahwa kejujuran dan toleransi keintiman
adalah bidang yang sulit bagi pasien dengan gangguan ini. Dengan demikian
psikoterapi individual memerlukan gaya yang professional dan tidak terlalu hangat
dari terapis.
Pada suatu waktu, perilaku pasien dengan gangguan kepribadian paranoid
menjadi sangat mengancam sehingga terapis harus mengendalikannya atau
menentukan batas dalam hal tersebut.
Psikoterapi
Psikoterapi adalah cara utama untuk mengobati gangguan kepribadian.
Psikoterapi adalah istilah umum untuk proses mengobati gangguan kepribadian
dengan berbicara tentang kondisi dan isu-isu terkait dengan penyedia kesehatan
mental. Selama psikoterapi, pasien belajar tentang kondisi dan suasana hati, perasaan,
pikiran dan perilaku dengan menggunakan wawasan dan pengetahuan yang pasien
peroleh dalam psikoterapi, pasien dapat mempelajari cara-cara sehat untuk mengelola
gejala.
Jenis psikoterapi yang digunakan untuk mengobati gangguan kepribadian dapat
meliputi:

Terapi perilaku kognitif.


Terapi perilaku dialektis CBT (Cognitive Behavior Therapy) adalah terapi
berdasarkan keterampilan (dikembangkan oleh Marsha Linehan, Ph.D) yang dapat

digunakan pada format perorangan dan format kelompok. Ini adalah jenis terapi
perilaku kognitif yang mengajarkan keterampilan perilaku untuk membantu pasien
menoleransi stres, mengatur emosi dan meningkatkan hubungan dengan orang lain.
Penekanan terapi berbasis pada pengembangan keterampilan untuk meningkatkan
stabilitas afektif dan pengendalian impuls dan mengurangi diri perilaku berbahaya.
Terapi kognitif (CBT) didasarkan pada gagasan bahwa kesalahan kognitif
didasarkan pada keyakinan lama yang mempengaruhi makna yang dilekatkan pada
peristiwa interpersonal. Ini berkaitan dengan bagaimana orang berpikir tentang dunia
mereka dan persepsi mereka itu. Bentuk sangat aktif dari terapi ini mengidentifikasi
distorsi dan melibatkan pasien dalam upaya untuk merumuskan persepsi dan
perilaku. Terapi

ini

biasanya

terbatas

pada

episode

6-20

minggu,

sekali

seminggu. Dalam kasus gangguan kepribadian, episode terapi sering diulang selama
bertahun-tahun.

Psikoterapi psikodinamik.
Psikoterapi psikodinamik menelaah cara-cara bahwa pasien memahami
peristiwa, didasarkan pada asumsi bahwa persepsi dibentuk oleh pengalaman hidup
awal. Psikoterapi ini bertujuan untuk mengidentifikasi distorsi persepsi dan sumbersumber riwayat mereka dan untuk memfasilitasi pengembangan lebih adaptif dari
model persepsi dan respon. Terapi ini berfokus pada peningkatan kesadaran pikiran
bawah sadar pasien dan perilaku, mengembangkan wawasan baru ke dalam motivasi
pasien, dan menyelesaikan konflik untuk hidup lebih bahagia.

Psikoedukasi
Terapi ini mengajarkan pasien - dan kadang-kadang keluarga dan teman tentang penyakit pasien, termasuk perawatan, dan kemampuan memecahkan masalah.
Psikoterapi dapat diberikan dalam sesi individu, dalam terapi kelompok atau dalam
sesi yang mencakup keluarga atau bahkan teman-teman. Jenis psikoterapi yang tepat
untuk pasien tergantung pada situasi individu pasien.
Faramkoterapi
Tidak ada obat khusus yang disetujui oleh Badan Administrasi Makanan dan
Obat untuk mengobati gangguan kepribadian. Namun, beberapa jenis obat-obatan
psikiatri dapat membantu dengan gejala berbagai gangguan kepribadian.
Farmakoterapi berguna untuk mengatasi agitasi dan kecemasan. Pada sebagian
besar kasus, suatu obat anti ansietas seperti diazepam (Valium) adalah memadai. Akan

tetapi, mungkin perlu untuk menggunakan suatu anti psikotik, seperti haloperidol
(Haldol), dalam dosis kecil dan dalam periode singkat untuk menangani agitasi parah
atau pikiran yang sngat delusional. Obat antipsikotik, pimozide (Orap), telah
digunakan secara berhasil untuk menurunkan gagasan paranoid pada beberapa pasien.

Obat anti depresan.


Antidepresan mungkin berguna jika pasien memiliki mood depresi, mudah
marah atau putus asa, yang mungkin berhubungan dengan gangguan kepribadian.

Obat yang menstabilkan suasana hati.


Seperti namanya, penstabil mood dapat membantu perubahan suasana hati
atau mengurangi perasaan marah, impulsif, dan agresi. Seperti : Depakote dan
Carbamazepin (CBZ).

Obat anti cemas.


Ini dapat membantu jika pasien memiliki kecemasan, agitasi atau
insomnia. Namun dalam beberapa kasus, mereka dapat meningkatkan perilaku
impulsif.

Obat anti psikotik.


Juga disebut neuroleptik, ini mungkin membantu jika gejala pasien termasuk
kehilangan penilaian realitas (psikosis) atau dalam beberapa kasus jika pasien
memiliki kecemasan atau masalah kemarahan.(8)