Anda di halaman 1dari 15

LAMPIRAN 5 (LKS Problem Based Learning)

LEMBAR KERJA SISWA


(PROBLEM BASED LEARNING)
NAMA
NO. ABSEN
KELAS
KELOMPOK

: ________________
: ________________
: ________________
: ________________

Kompetensi Dasar :
3.11 Mengevaluasi pemahaman diri tentang bahaya penggunaan senyawa psikotropika dan
dampaknya terhadap kesehatan diri, lingkungan dan masyarakat.
4.12 Melakukan kampanye anti-narkoba melalui berbagai bentuk media komunikasi baik di
lingkungan sekolah maupun masyarakat.
A. Judul Permasalahan
:
Meningkatnya jumlah penyalahgunaan narkoba di Indonesia dari tahun ke tahun,
terutama di kalangan kaum remaja.
B. Tujuan :
1. Memberikan solusi yang tepat dan dapat digunakan untuk mencegah, mengurangi dan
menanggulangi tindakan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, terutama di kalangan
kaum remaja;
2. Menjelaskan cara yang efektif untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan
masyarakat, serta cara menanggulangi tindakan penyalahgunaan narkoba;
C. Latar Belakang Permasalahan :
Pada umumnya narkoba merupakan ancaman bagi kaum remaja. Karena remaja
berusia 14-17 tahun sedang mengalami perkembangan fisik, psikologi maupun sosial yang
pesat yang dapat merupakan pencetus remaja mencoba, menggunakan bahkan kecanduan
narkoba. Pertumbuhan fisik yang cepat membentuk ciri utama yaitu mereka merasa sudah
bukan anak kecil lagi namun sesungguhnya mereka belum dewasa baik secara mental,
emosional maupun spiritual. Mereka sangat ingin tampil layaknya orang dewasa bahkan
ingin memperoleh identitas pribadi. Namun pada kenyataannya mereka mudah ikut trend dan
terbawa teman dalam pergaulan sehari-hari. Apalagi bila orangtua terlalu menuntut tanggung
jawabnya sebagai orang yang dewasa maka dapat menimbulkan kecemasan dan kebingungan

dalam diri mereka. Kemampuan intelektual yang berkembang pesat menimbulkan rasa ingin
tahu mereka yang besar sekali termasuk ingin mencoba-coba narkoba. Misalnya merokok
dan menghisap ganja. Pada umumnya merokok dan minum alkohol dipandang sebagai
lambang kedewasaan. Keinginan mengurangi ikatan secara emosional dengan orang tua
membuat remaja sering berbohong terutama jika sedang menghadapi kesulitan (personal
fable). Bila faktor pengawasan orang tua amat berkurang maka gerak-gerik mereka kurang
Penyalahgunaan Narkoba 2013 Capai 32.470 Kasus
terawasi dengan baik.
Created on Friday,
December perubahan
2013 21:31sosial khususnya dalam upaya melonggarkan ikatan
Dalam 27
menghadapi
orang tua, remaja kerap membutuhkan teman sebaya, termasuk lawan jenisnya. Remaja
Jakarta, GATRAnews - Kasus penyalahgunaan atau tindak kejahatan narkotika dan obat-obatat
sangat bangga jika berkelompok walaupun ada aturan atau norma yang tidak baik yang sulit
terlarang (narkoba) meningkat 22,25% atau sebanyak 5.909 kasus dari total 26.561 kasus di tahun
2012,ditolaknya.
menjadi 32.470
kasus
di tahunberkelompok
2013.
Namun,
walaupun
mereka belum memiliki mental yang kuat untuk
menghadapi tekanan persaingan dan monotonnya kehidupan sehari-hari. Narkoba terlihat
"Terjadi kenaikan sebanyak 5.909 kasus atau 22,25%," ungkan Kapolri Jenderal Pol Sutarman, saat
merilis
hasilmenarik,
capaian kinerja
Polri tahun
2013
di Jakarta,menjadi
Jumat (27/12)
sangat
menyenangkan
dan
seolah-olah
jalan pintas untuk melarikan diri
dari keadaan stress dan kebosanan sehari-hari. Alkohol dan ganja tidak hanya digunakan
Sutarman mengatakan, jumlah kasus tersebut terdiri dari beberapa kategori. Untuk jenis narkotika,
tahununtuk
ini mencapai
kasusnamun
atau meningkat
sebanyak
1.660pekan.
kasus Begitu
dibanding
2012
yang
rekreasi 19.362
akhir pekan
juga dipakai
sepanjang
pulatahun
dengan
shabu
hanya sebanyak 17.702 kasus.
atau metamphetamine dan heroin sudah jadi akrab dan terkenal di kalangan remaja. Remaja
Kemudian,
imbuh mengonsumsi
dia, untuk jenisnarkoba
psikotropika,
sejumlah 1.485
tahun ini.masa
Jenis
yang banyak
sangat tercatat
memprihatinkan
karenakasus
selaindi merusak
bahan berbahaya sebanyak 11.623 kasus naik dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 7.254
depan, juga berdampak pada proses belajar dan tidak fokus dalam belajar di sekolah.
kasus saja.
Berikanlah solusi yang tepat dan dapat digunakan untuk mencegah, mengurangi dan
"Jumlah
menanggulangi
tersangka kasus
tindakan
narkoba
penyalahgunaan
pada tahun narkoba
2013, sebanyak
di Indonesia,
40.057
terutama
orang. diJika
kalangan
dibandingkan
kaum
tahun 2012 sebanyak 32.892 orang, maka mengalami kenaikan sebesar 7.165 orang atau 21,78%,"
remaja berlandaskan faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan penyalahgunaan
paparnya.
narkoba. Berikut ini terdapat artikel yang dapat menambah informasi Anda untuk
Barang bukti yang disita, yakni narkotika jenis ganja sebanyak 16.157.127,34 gram, heroin
menemukan solusi yang tepat terhadap permasalah tersebut.
sebanyak 10.993,93 gram, hasish sebanyak 153,68 gram, kokain sebanyak 2.035,00 gram, ekstasi
sebanyak 1.031.465,25 tablet, serta sabu-sabu sebanyak 370.198,35 gram.
Jenis psikotropika, Daftar G (obat keras) sebanyak 5.786.600,5 gram dan Ketamin sebanyak
11.702,39 gram. Adapun bahan berbahaya seperti minum keras yang berhasil disita sepanjang
2013, sebanyak 138.721 botol, obat palsu sebanyak 290.176,5 botol, serta kosmetik berbahaya
sebanyak 1.757 pcs.

Sumber :
http://www.gatra.com/hukum-1/44555-penyalahgunaan-narkoba-2013-capai-32-470-kasus.html

Pengguna Narkoba di Kalangan Remaja Meningkat


Kamis, 7 Maret 2013 | 03:18 WIB
JAKARTA, KOMPAS - Jumlah pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif di kalangan
remaja cenderung meningkat. Bahaya kehilangan generasi produktif terbayang di depan mata.
Pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) diperkirakan sekitar 5 juta orang atau 2,8
persen dari total penduduk Indonesia. Angka ini lebih tinggi daripada jumlah penduduk Nusa
Tenggara Timur yang mencapai 4,6 juta jiwa. Pengguna remaja yang berusia 12-21 tahun ditaksir
sekitar 14.000 orang dari jumlah remaja di Indonesia sekitar 70 juta orang.
Di DKI Jakarta, berdasarkan catatan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, jumlah
pengguna napza di kalangan remaja dalam tiga tahun terakhir terus naik.
Pada tahun 2011, siswa SMP pengguna napza berjumlah 1.345 orang. Tahun 2012 naik menjadi
1.424 orang, sedangkan pengguna baru pada Januari-Februari 2013 tercatat 262 orang. Di kalangan
SMA, pada 2011 tercatat 3.187 orang, tahun berikutnya menjadi 3.410 orang. Adapun kasus baru
tahun 2013 tercatat 519 orang.
Kepala Bagian Pengawasan dan Pengendalian Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun
Komisaris Besar Sri Hastuti mengatakan, kerentanan remaja dipengaruhi faktor lingkungan.
Kondisi mental remaja yang biasanya ingin tahu dan labil, jika ditambah pergaulan yang tidak
sehat, bisa menjerumuskan mereka ke praktik penyalahgunaan napza.
Situasinya lebih parah kalau keluarga tidak memperhatikan anak-anak, ujar Sri.
Konsultan dari Rumah Pencandu Badan Narkotika Nasional (BNN), Benny Ardjil, mengatakan,
untuk menangani masalah penyalahgunaan napza, koordinasi lintas sektor sangat diperlukan.
Minimal lima pemangku kepentingan, yaitu BNN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial,
Kementerian Hukum dan HAM, serta masyarakat.

Sumber :
http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/03184385/Pengguna.Narkoba.di.Kalangan.Remaja.M
eningkat

Bagaimana Anda menganalisis permasalahan;


(1) Rumuskan masalah secara teliti :

(2) Eksplorasi (kaji) beberapa alternatif solusi :

..

(3) Persempit solusi yang dipilih (sortif, pilih yang terbaik & berikan prioritas) :

(4) Uji ide terhadap solusi (cari informasi, fakta melalui literatur, ekperimen/observasi) :

..

Kesimpulan :

Intrumen Penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS)


GRADE

SKOR

INDIKATOR KINERJA

Sangat kurang

< 20

Tidak ada ide yang jelas untuk menyelesaikan masalah

Kurang

21 - 40

Ada ide yang dikemukakan, namun kurang sesuai dengan


permasalahan

Cukup

41 - 60

Ide yang dikemukakan jelas dan sesuai, namun kurang


inovatif

Baik

61 - 80

Ide yang dikemukakan jelas, mampu menyelesaikan


masalah, inovatif, cakupan tidak terlalu luas

Sangat Baik

> 81

Ide, jelas, inovatif, dan mampu menyelesaikan masalah


dengan cakupan luas

LEMBAR KERJA SISWA


(PROBLEM BASED LEARNING)
NAMA
NO. ABSEN
KELAS
KELOMPOK

: ________________
: ________________
: ________________
: ________________

Kompetensi Dasar :
3.11 Mengevaluasi pemahaman diri tentang bahaya penggunaan senyawa psikotropika dan
dampaknya terhadap kesehatan diri, lingkungan dan masyarakat.

4.12 Melakukan kampanye anti-narkoba melalui berbagai bentuk media komunikasi baik di
lingkungan sekolah maupun masyarakat.
A. Tujuan :
1. Menjelaskan mengenai bahaya penyalahgunaan psikotropika dan dampak fisik,
psikologis dan sosial yang akan ditimbulkannya melalui analisis pengalaman para
pengguna dan pengedar;
2. Menjelaskan faktor-faktor

yang

menyebabkan

terjadinya

penyalahgunaan

psikotropika melalui analisis pengalaman para pengguna dan pengedar.


3. Mensosialisasikan kepada warga lingkungan sekolah dan masyarakat luas untuk
memahami bahaya dan dampak buruk penyalahgunaan psikotropika melalui berbagai
media komunikasi.
4. Membuat berbagai media komunikasi (poster/stiker/narasi populer) untuk mengajak
warga lingkungan sekolah dan masyarakat luas agar menjauhi penyalahgunaan
psiotropika.

B. Latar Belakang :
Penyalahgunaan psikotropika telah menjadi issu yang mengglobal di mana hal ini
telah tercatat dalam sidang umum ICPO (International Criminal Police Organization) yang
ke-66 pada Tahun 1997 di India yang diikuti seluruh anggota yang berjumlah 177 negara
dari benua Amerika, Asia, Eropa, Afrika, dan Australia. Di samping itu peredaran
psikotropika jenis lain pun semakin besar dan dilengkapi teknologi canggih serta
melibatkan orang-orang yang justru harusnya menjadi aparat pemberantas tindak pidana
psikotropika ini selain itu dengan modus yang beragam dan saat ini Indonesia telah
termasuk dalam daftar tertinggi sebagai Negara yang menjadi sasaran peredaran yang bisa
di sejajarkan dengan negara-negara seperti Jepang, Thailand, Malaysia, Philiphina, dan
Hongkong. Kemudian seiring dengan perkembangannya memasuki tahun 2000 Indonesia
tidak lagi menjadi sekedar wilayah transit atau wilayah pemasaran barang-barang tersebut
tetapi telah menjadi produsen dan eksportir obat-obatan terlarang tersebut. Hal ini
terungkap dari penggerebekan pabrik shabu-shabu terbesar di dunia tepatnya di Bogor pada

Tahun 2004, kemudian pada Tahun 2005 di Surabaya dan yang pada bulan April 2007 juga
di Surabaya serta di daerah-daerah lain yang telah digrebek.
Dengan kenyataan yang demikian peredaran narkoba di Indonesia semakin mudah
dan murah untuk mendapatkannya oleh setiap kalangan masyarakat mulai dari anak-anak,
pejabat, artis, mahasiswa bahkan oleh aparat penegak hukum, hal ini di sebabkan oleh
keuntungan besar yang di janjikan dalam waktu yang singkat di balik bisnis haram ini.
Walaupun melanggar hukum dengan resiko sanksi yang berat seperti pidana mati, akan
tetapi masih banyak orang yang bersedia menerima resiko ini demi keuntungan dari bisnis
ini, sehingga pasokan barang-barang ini tidak hanya pada kota-kota besar di Indonesia,
namun peredarannya juga sudah sampai ke kota-kota kecil bahkan sudah sampai di
Informan
Pertamadan
: desa-desa terpencil yang pendistribusiannya melalui jalur-jalur baik darat,
kecamatan
laut maupun
udaraadalah
yang terorganisasi
rapiAF
danlahir
rahasia,
yangRappang,
tanpa memperhatikan
Informan
pertama
seorang priasangat
berinisial
di kota
10 Desember
1987. AF
adalah seorang
di salah
satu hotel
di Kota
Makassar.
AF tergolong
kepentingan
moral,karyawan
agama dan
nasional.
Karena
kebutuhan
akanKeluarga
kepentingan
manusia
keluarga yang mampu dalam memenuhi kebutuhan Ekonominya. AF yang biasa di panggil A
semakin bertambah. Hal ini tentu membawa dampak negatif. Semua manusia mempunyai
telah mengenal narkotika dan psikotropika sejak duduk di bangku SMA di Kota Rappang
keinginan
sama sudah
yaitu keinginan
secara
layakkali
danmengkonsumsi
mampu memberikan
Kabupaten
Sidrap.yang
AF yang
hampir 10untuk
tahunhidup
ini telah
sering
barang
haram tersebut
dan
mengaku
psikotropika
dari teman sekolahnya sewaktu SMA dan
kehidupan
untuk
dirinyamengenal
sendiri maupun
untuk keluarganya.
pertama kali mengkonsumsi ganja. AF menggunakan psikotropika jenis shabu-shabu karena
C. Bahan
Diskusi
: dijalaninya setiap malam. AF merasa dituntut untuk selalu tampil lebih
tuntutan
kerja yang
harus
Berikut
ini adalah kisah
pengalaman
pelaku
penyalahgunaan
prima dan dengan
mengkonsumsi
psikotropika
jenis beberapa
shabu-shabu,
AF (informan)
pun dapat tampil
prima dan
percayasenyawa
diri karena
merasa malu.
psikotropika,
gunakan kisah pengalaman tersebut untuk menjawab pertanyaanpertanyaan
yang tersedia.
Dalam
lingkungan
kejahatan psikotropika, AF tidak hanya sebagai pemakai, AF juga
berperan sebagai pengedar sekaligus perantara. AF yang awalnya mengenal narkotika jenis ganja
kemudian beralih ke psikotropika jenis shabu-shabu mengaku tidak merasa ketagihan sejak
menggunakan barang tersebut. AF hanya menggunakan barang tersebut agar bisa tampil prima
tanpa mengetahui bahaya narkotika atau psikotropika jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang
lama. Pengakuan AF menjelaskan bahwa AF tidak lagi merasa mengalami ketergantungan terhadap
psikotropika karena dia telah tahu betul nikmat dari psikotropika jenis shau-shabu tersebut. AF
mengaku belum pernah tertangkap oleh aparat kepolisian, walaupun sudah tahu hukumannya AF
masih tetap saja melakukan kejahatan tersebut.

Sumber :
http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/408/BAB%20I,II,III,%26%20IV.docx?
sequence=1.

Informan Kedua :
Informan kedua adalah seorang pria bujang berinisial FS kelahiran Maros, 18 februari 1987
dan sekarang berumur 23 tahun. FS merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara, dan ketiga
kakaknya telah berkeluarga. Keluarga FS tergolong keluarga yang mampu dalam memenuhi
kebutuhan ekonominya. FS yang biasa di panggil P telah mengenal narkotika dan psikotropika
sejak duduk di bangku SMA. Ternyata dilihat dari pengakuan FS bahwa dia belum tahu betul apa
itu psikotropika. FS pertama kali mengenal dan mengkonsumsi psikotropika dari teman bergaul
semasa SMA. FS sejak kelas 2 SMA sudah mengenal narkotika jenis ganja. FS dalam kehidupan
sehari-harinya sangat bergantung kepada psikotropika. Ia pertama kali mengkonsumsi narkotika
dan psikotropika karena rasa kecewa karena merasa kurang mendapatkan perhatian dari orang
tuanya. Karena itulah maka FS mengkonsumsi shabu-shabu seperti yang diungkapkannya.
Berdasarkan penuturan FS, hubungan buruk yang disebabkan oleh kegagalan berkomunikasi antara
FS dengan ayahnya menyebabkan FS merasa kesal. Hal ini menjadi faktor pemicu pemakaian
narkotika dan psikotropika oleh FS.
Saat ini FS dalam lingkungan kejahatan psikotropika berperan sebagai pengedar dan
pengguna. Karena kesibukannya, ayah FS terkadang tidak punya waktu untuk berkomunikasi
dengan FS. FS yang telah mengkonsumsi psikotropika kurang lebih 7 tahun, mengaku perasaannya
biasa-biasa saja apabila tidak mengkonsumsi shabu-shabu. Perasaan lelah, lapar dan mengantuk FS
rasakan setelah efek dari shabu-shabu itu sudah hilang, seperti yang diungkapkannya. Shabu-shabu
sebagaimana diketahui umum dapat mengakibatkan efek yang sangat kuat pada sistem syaraf.
Pemakai shabu-shabu secara mental akan bergantung pada zat ini dan penggunaan yang terus
menerus dapat merusakan otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian. FS yang belum tahu
efek buruk dari mengkonsumsi psikotropika dalam jangka waktu yang panjang, mengaku masih
juga sering mengkonsumsinya.

Sumber :
http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/408/BAB%20I,II,III,%26%20IV.docx?
sequence=1.

Informan Ketiga :
Informan ketiga adalah seorang laki-laki bujang berinisial RR kelahiran Bone 23 agustus
1986 dan sekarang berumur 25 tahun, Dia merupakan anak tunggal dan bekerja sebagai karyawan
musiman pabrik gula di kabupaten Takalar. Keluarga RR tergolong keluarga yang mampu dalam
memenuhi kebutuhan ekonominya. RR yang biasa di panggil W telah mengenal narkotika dan
psikotropika sejak duduk di bangku SMA di Kota Bone. RR pertama kali mengenal dan
mengkonsumsi psikotropika dari teman bergaul semasa SMA. RR sendiri dalam kehidupan sehariharinya tidak begitu bergantung kepada psikotropika. Ia pertama kali mengkonsumsi psiktropika
jenis shabu-shabu karena rasa keingintahuannya. RR dalam lingkungan penyalahguna psikotropika
tidak terlibat sebagai pengedar tetapi hanya sebagai pengguna. RR mengaku tidak begitu
bergantung terhadap barang tersebut, ia hanya mengkonsumsi psikotropika apabila ada teman yang
mengajaknya.
RRKeempat
telah mengkonsumsi
psikotropika kurang lebih 9 tahun, mengaku perasaannya biasaInforman
:
biasa saja apabila tidak mengkonsumsi shabu-shabu. RR yang belum tahu efek buruk dari
Informanpsikotropika
keempat adalah
seorang
priawaktu
bujangyang
berinisial
AR dan
berusia masih
23 tahun.
lahir
mengkonsumsi
dalam
jangka
panjang,
mengaku
jugaARsering
di
Makassar, tanggal
2 oktober
1987.
Makassar
AF tinggal keluarganya
Kelurahan
mengkonsumsi
barang tersebut
apabila
adaDiteman
yang mengajaknya.
RR yang saatdipertama
kali
Tamalanrea
Jaya,
AR
sendiri
merupakan
anak
ke-3
dari
4
bersaudara.
AR
mengaku
tidak
tahu
apa
mengenal dan mengkonsumsi psikotropika semasa SMA karena rasa keingintahuannya mengaku
itu
psikotropika,
seperti
yangmengkonsumsi
diungkapkannya.
AR yang awal
mengenal
narkotika
jenis
tidak
tahu hukuman
apabila
psikotropika.
Darimulanya
pengakuan
RR, terlihat
bahwa
ia
ganja
dari
temannya
sejak
kelas
1
SMA.
AR
yang
mengalami
ketergantungan
karena
pengaruh
dari
belum tahu jelas hukuman bila menyalahgunakan narkotika dan psikotropika, RR tidak tahu berapa
teman,
terjadi
lingkungan
yang kurang
sehat, dan
dimana
banyak teman
denda yang
harusakibat
dibayarnya
apabila pergaulannya
kedapatan mengkonsumsi
narkotika
psikotropika.
sepergaulan yang mengkonsumsi narkotika dan psikotropika agar tidak diasingkan dari lingkungan
pergaulannya, ia mulai terpengaruh untuk mengkonsumsi barang haram tersebut, misalnya : sesama
teman sepermainan, teman sekolah, teman kuliah, teman bekerja ataupun teman bisnis, seperti
Sumber :
halnya yang dialami AR.
http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/408/BAB%20I,II,III,%26%20IV.docx?
AR yang sudah cukup lama mengenal narkotika dan psikotropika, mengaku sudah banyak
sequence=1.
jenis yang telah dikonsumsinya. AR yang saat pertama kali mengonsumsi psikotropika pernah
mengalaminya. Selain yang diungkapkan AR, efek eforia (Perasaan gembira berlebih) dan paranoia
(suka berkhayal) yang menyertainya tidak jarang menyebabkan penggunanya celaka. Banyak yang
tidak mampu lagi mengendalikan diri setelah mamakai shabu-shabu. Kerusakan otak yang menetap
akibat pemakaian jangka panjang, terjadi akibat degenerasi system saraf pusat. Akibatnya banyak
pecandu yang mengalami penyakit gangguan daya ingat, motorik dan bicara.

Sumber :
http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/408/BAB%20I,II,III,%26%20IV.docx?
sequence=1.

1. Apa yang melatarbelakangi para informan sehingga mereka melakukan


penyalahgunaan senyawa psikotropika bahkan sampai menjadi pengedarnya pula?
Jawab :
...
2. Apa saja gangguan fisik dan psikologis yang akan dialami oleh para informan
sebagai pengguna senyawa psikotropika?
Jawab :
...
3. Apa saja dampak negatif yang akan timbul pada para informan sebagai pengedar
senyawa psikotropika?
Jawab :
...
4. Apa saja dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh para informan sebagai
pengguna dan pengedar senyawa psikotropika bagi kehidupan sosial dan ekonomi
masyarakat, serta bagaimana cara mencegah agar masyarakat sekitar mereka tidak
ikut terjerumus?
Jawab :
...
5. Bagaimana cara melakukan penanggulangan kepada para informan yang telah
menjadi pengguna senyawa psikotropika bertahun-tahun agar mereka dapat
menghentikan kebiasaannya tersebut?
Jawab :
...

Intrumen Penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS)


Berilah tanda check list (V) pada pilihan 1, 2, 3 atau 4 berdasarkan pekerjaan siswa dalam LKS!
No Soal

NAMA
SISWA

1
2
3
4
5
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Skor

1.
2.
Dst.

Keterangan :
GRADE

SKOR

INDIKATOR KINERJA

Sangat kurang

Tidak ada ide yang jelas untuk menyelesaikan masalah

Kurang

Ada ide yang dikemukakan, namun kurang sesuai dengan


permasalahan

Cukup

Ide yang dikemukakan jelas dan sesuai, namun kurang


inovatif

Baik

Ide yang dikemukakan jelas, mampu menyelesaikan


masalah, inovatif, cakupan tidak terlalu luas

Sangat Baik

Ide, jelas, inovatif, dan mampu menyelesaikan masalah


dengan cakupan luas

Total Skor Perolehan


NILAI =

X 100
Total Skor Maksimal

LEMBAR KERJA SISWA


Membuat Kampanye Anti Narkoba

**Buatlah sebuah poster/stiker/narasi populer mengenai pelarangan penggunaan narkoba yang


ditujukan pada warga di lingkungan sekolah dan masyarakat umum**
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat poster dan stiker adalah :
a. Tentukan isi yang akan disampaikan dalam poster tersebut;
b. Pilihlah kata-kata yang singkat, padat dan komunikatif.
c. Tulislah isi dalam poster tersebut dengan ukuran yang besar sehingga akan mudah untuk
terbaca oleh masyarakat;
d. Usahakan poster yang dibuat tersebut menarik dan menimbulkan motivasi;
e. Gunakan variasi warna dan bentuk huruf yang baik agar pesan dapat menarik perhatian
orang banyak;
f. Berikan ilustrasi berupa gambar agar poster lebih menarik.
g. Untuk stiker pilihlah bahan baku yang terbaik, sehingga stiker yang Anda buat akan awet,
tahan terhadap air maupun panas matahari.
#Contoh poster dan stiker :

Hal-hal

yang

harus

diperhatikan

dalam

membuat narasi populer adalah :


a. Tentukan isi yang akan disampaikan
dalam narasi populer tersebut;
b. Penjelasan-penjelasannya
dapat
menggunakan bahasa yang santai
atau bahasa yang populer, tetapi tidak
meninggalkan aspek berpikir kritis
dan kreatif.
c. Isi dalam narasi populer tersebut berisi fakta yang disimpulkan subjektif
dan bersifat persuasif.
#Contoh narasi populer :

________________Selamat Mengerjakan__________________

Anda mungkin juga menyukai