Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi
termal untuk melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi
kimia dari bahan bakar menjadi energi panas, dan menggunakan energi
tersebut untuk melakukan kerja mekanik. Energi termal diperoleh dari
pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri.

Selaras dengan

berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dan seiring dengan


perkembangan serta kemajuan di bidang industri terutama dalam bidang
permesinan, berbagai alat diciptakan untuk mempermudah dan menambah
kenyamanan manusia dalam mencukupi kebutuhannya. Salah satunya adalah
di bidang otomotif, perkembangan dari bidang otomotif sendiri sangat pesat
khususnya pada mesin motor 4 tak.
Dalam motor 4 tak ada sebuah komponen Piston atau torak yaitu
komponen mesin yang membentuk ruang bakar bersama-sama dengan silinder
blok dan silinder head. Piston jugalah yang melakukan gerakan naik turun
untuk melakukan siklus kerja mesin, serta piston harus mampu meneruskan
tenaga hasil pembakaran ke crankshaft. Jadi dapat kita lihat bahwa piston
memiliki fungsi yang sangat penting dalam melakukan siklus kerja mesin dan
dalam menghasilkan tenaga pembakaran.
1.2 Pembatasan Masalah
Dalam makalah ini, pembahasan masalah dibatasi seputar
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan motor 4 tak?
1.2.2 Bagaimana cara kerja torak di dalam motor 4 tak?
1.2.3 Bagaimana cara pemeriksaan, perawatan motor 4 tak?
1.3 Prosedur Pemecahan Masalah
Untuk memperoleh data-data serta mengetahui kinerja dari mesin
dibutuhkan komponen yang baik, tetapi karena kondisi mesin yang sudah tua

maka data yang di peroleh tidak begitu akurat. Disamping itu alat pengukuran
yang tersedia kurang sehingga data yang di peroleh merupakan harga
toleransi. Dalam penyususnan laporan tugas akhir penulisan banyak mencari
literatur yang berhubungan dengan motor 4 tak dan karena kurangnya
pengetahuan tentang mesin 4 tak maka penulis banyak bertanya pada orang
yang lebih mengerti.
1.4 Tujuan Penulisan Makalah
Maksud dalam pembuatan laporan ini adalah sebagai laporan bahwa
para siswa telah selesai melaksanakan prakerin. Adapun penulisan laporan ini
mempunyai beberapa tujuan yaitu :
1. Untuk memenuhi salah satu tugas Prakerin yang terdapat dalam kurikulum
pendidikan di SMK Negeri 1 Pagelaran
2. Memberikan gambaran secara tertulis mengenai lokasi Prakerin dan
kegiatan yang dilakukan selama Prakerin
3. Untuk dapat melatih penulisan di dalam membuat suatu karangan ilmiah
4. Untuk melati penulis sebagaimana caranya meyakinkan orang lain
terhadap argumentasi yang didapatkan dari hasil Prakerin
5. Untuk memupuk rasa tanggung jawab penulis akan hasil dari suatu
pekerjaan yang telah dilaksanakannya dari hasil Prakerin.
6. Sebagai bukti melaksanakan Prakerin
7. Sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam member penilaian setelah
Prakerin
8. Sebagai dokumentasi tertulis dan sebagai bahan laporan untuk Prakerin di
masa yang akan datang.

BAB II
ISI

2.1 Mesin 4 Tak


2.1.1 Pengertian

Maksud dari langkah pada suatu mesin 4 tak yaitu untuk


melakukan kerja diperlukan 4 langkah, dan hal itu memerlukan proses
empat kali naik turun piston, dua kali rotasi (720 derajat) kruk as atau
crankshaft dan satu putaran (360 derajat) noken as atau chamshaft. Motor
bakar 4 langkah (4 Tak) adalah motor yang menyelesaikan satu siklus dalam
empat langkah torak atau dua kali putaran poros engkol. Jadi dalam empat
langkah itu telah mengadakan proses pengisian, kompresi dan penyalaan,
ekspansi serta pembuangan. Dibandingkan motor 2 tak, motor 4 tak ini lebih
sulit dalam pemeliharaannya mengingat lebih banyaknya onderdil atau
bagian mesinnya.

Gambar 1. Cara Kerja Motor 4 Tak

2.1.2 Komponen Kepala Silinder Mesin 4 Langkah


a.

Kepala Silinder (Cylinder Head)


Tempat kedudukan mekanisme katup, ruang bakar, busi dan sebagai
tutup blok silinder.

b.

Torak (Piston)

Untuk memindahkan tenaga yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan


bakar ke poros engkol (crank shaft) melalui batang torak (connecting
road).
c.

Cincin Torak (Ring piston)


Mencegah kebocoran gas bahan bakar saat langkah kompresi dan usaha.
- Mencegah masuknya oli pelumas ke ruang bakar.
- Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder.

d.

Poros Engkol (crank shaft)


Mengubah gerak naik turun torak menjadi gerak berputar yang akhirnya
menggerakkan roda-roda.

e.

Poros Bubungan / Poros Nok (chamshaft)


Membuka dan menutup katup sesuai dengan waktu (Timming) yang
telah ditentukan.

2.1.3 Prinsip Kerja Motor 4 Langkah


Berdasarkan konstruksi dan mekanisme mengatasi gesekan, bantalan
dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu bantalan luncur (sliding bearing)
dan bantalan gelinding (rolling bearing).
a.

Langkah isap
Piston bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati
bawah). Gerakan piston ini menyebabkan kehampaan di ruang bakar.
Dalam langkah ini, campuran udara dan bahan bakar diisap ke dalam
silinder. Katup isap terbuka sedangkan katup buang tertutup. Waktu
piston bergerak ke bawah, menyebabkan ruang silinder menjadi vakum,
masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder disebabkan
adanya tekanan udara luar (atmospheric pressure). Kruk as berputar 180
derajat dan Camshaft berputar 90 derajat.

b.

Langkah kompresi
Klep masukan dan klep keluaran ditutup. Piston terdorong ke atas
dari TMB menuju TMA karena ada momentum dariflywheel. Dorongan

piston ini mendesak campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang
bakar yang tadi masuk ketika langkah hisap. Karena tekanannya sangat
tinggi, campuran udara dan bahan bakar akan sangat mudah terbakar.
Piston naik ke atas berarti sudah gerakan piston kedua, Kruk as berputar
180 derajat, berarti sampai langkah kompresi, kruk as sudah berputar satu
kali putaran atau 360 derajat. Camshaft berputar 90 derajat, berarti
camshaft sudah berputar 180 derajat. Ketika campuran bahan bakar dan
udara selesai dikompresi yang mengakibatkan mereka berdua menjadi
sangat mudah terbakar, busi menghasilkan percikan api dan terjadi
ledakan.
c.

Langkah usaha
Piston terdorong dari TMA ke TMB, dalam hal ini piston
melakukan usaha, maka dinamakan langkah usaha. Piston bergerak ke
bawah (gerakan ketiga). Gerakan usaha yang linier ini diteruskan ke kruk
as agar menjadi gerakan rotasi atau putaran. Energi putaran ini disalurkan
ke flywheel yang berfungsi menyimpan tenaga dan momentum. Flywheel
bertugas memberikan energi ketika piston sedang tidak melakukan
langkah usaha. Jadi pada langkah hisap, kompresi dan buang,
flywheellah yang membuat mesin tetap berputar. Kedua katup masih
menutup, Camshaft berputar lagi 90 derajat, maka total sudah berputar
270 derajat. Kruk as berputar lagi 180 derajat, maka total sudah berputar
540 derajat.

d. Langkah buang
Piston bergerak ke atas (gerakan keempat), piston bergerak dari
TMB ke TMA. Dalam langkah ini, gas yang terbakar dibuang dari dalam
silinder. Katup buang terbuka, piston bergerak dari TMB ke TMA
mendorong gas bekas pembakaran ke luar dari silinder. Klep keluaran
dibuka, Kruk as berputar 180 derajat, maka total putaran hingga langkah
buang ini adalah 720 derajat atau dua kali rotasi. Camshaft berputar 90
derajat, maka total putaran adalah 1 putaran (360 derajat). Ketika torak

mencapai TMA, akan mulai bergerak lagi untuk persiapan berikutnya,


yaitu langkah isap.

2.2 Piston/Torak
2.2.1 Pengertian Piston/Torak
Piston adalah komponen mesin yang membentuk ruang bakar
bersama- sama dengan silinder blok dan silinder head. Piston jugalah yang
melakukan gerakan naik turun untuk melakukan siklus kerja mesin, serta
piston harus mampu meneruskan tenaga hasil pembakaran ke crankshaft.
Jadi dapat kita lihat bahwa piston memiliki fungsi yang sangat penting
dalam melakukan siklus kerja mesin dan dalam menghasilkan tenaga
pembakaran. Untuknya maka piston harus memiliki syarat-syarat sebagai
berikut:

Ringan, agar mudah bagi mesin dalam mencapai putaran tinggi. Jika
konstruksi piston terlalu berat , maka sulit bagi mesin untuk mencapai
putaran tinggi, sehingga akselerasi sepeda motor atau mobil menjadi
sangat lambat.. Atau bahasa mudahnya, sepeda motor atau mobil lambat
untuk cepat mencapai kecepatan tinggi walau gas sudah ditarik.

Tahan terhadap tekanan ledakan karena hasil pembakaran. Pada saat


langkah usaha , bensin dan udara terbakar oleh percikan bunga api
listrik dari busi. Hasil pembakaran ini akan menimbulkan ledakan dan
tekanan yang sangat kuat di dalam ruang bakar, tak terkecuali piston
menerima ledakan dan tekanan dari hasil pembakaran tersebut..
Karenanya selain piston harus ringan tapi piston juga harus kuat dalam
menahan ledakan dan tekanan hasil pembakaran untuk diteruskan
menggerakkan poros engkol.

Tahan terhadap pemuaian. Pembakaran campuran bensin dan udara


dalam ruang bakar akan menimbulkan panas, suhu di daerah ruang
bakar akan naik sangat tinggi. Seperti telah kita ketahui bahwa dengan
naiknya suhu , maka logam akan mengalami perubahan bentuk atau
6

memuai. Piston yang terbuat dari logam-logam khusus pun akan


mengalami pemuiaan yang tidak sedikit. Jika pemuaian yang dialami
piston berlebihan maka akan membuat piston terkunci atau ngancing ke
dinding silinder blok, sehingga piston akan berhenti bekerja naik turun
dalam silinder , sehingga bisa dikatakan bahwa mesin telah mati dengan
berhentinya piston dalam melakukan gerakan naik turun.
Ciri-ciri piston motor 4 tak dari bentuk fisik ada beberapa ciri
sebagai berikut:
1. Mempunyai 3 lubang rumah ring
2. Pada permukaan kepala piston terdapat tanda coakan / lekukan besar
dan kecil.

Gambar 2. Piston motor 4 tak

2.1.2

Cara Kerja Piston


Piston harus terpasang dengan rapat dalam silinder. Satu atau
beberapa ring (cincin) dipasang pada piston agar sangat rapat dengan
silinder. Pada silinder dengan temperatur kerja menengah ke atas, bahan
ring terbuat dari logam, disebut dengan ring piston (piston ring).
Sedangkan pada silinder dengan temperatur kerja rendah, umumnya bahan

ring terbuat dari karet, disebut dengan ring sil (seal ring). Agar
menghasilkan tenaga gerak, pada mesin bensin diiakukan tahapan proses
berikut :
1)

Pengisapan gas (campuran bensin dan udara) ke dalam silinder ketika


piston bergerak turun.

2)

Kompresi di dalam ruang bakar ketika piston bergerak naik. Di akhir


kompresi ini dilakukan penyalaan oleh busi, agar gas terbakar.

3)

Kerja yaitu bergeraknya pinton ke bawah karena terdesak oleh gas hasil
pembakaran yang bersuhu dan bertekanan tinggi.

4)

Pembungan, yaitu membuang gas sisa pembakaran ke luar silinder.

Gambar 3. Cara Kerja Piston


Proses pengisapan gas ke dalam silinder. mengkompresikan,
membakarnya, kerja, dan membuang gas bekas pembakaran ke luar
silinder disebut satu siklus. untuk melaksanakan satu siklus dapat
dilakukan dua cara, yaitu satu siklus dilakukan dalam empat langkah torak.
Cara ini ada pada mesin bensin empat langkah (mesin 4 tak), dan satu
siklus dilaksanakan dalam dua langkah torak. Cara ini ada pada motor
bensin dua langkah (mesin 2 tak).

1. Langkah isap
Pada langkah ini, torak bergerak dari TMA ke TMB, katup isap terbuka
sehingga gas (campuran bensin dan udara) terisap masuk ke silinder.
Katup isap kemudian tertutup ketika torak mencapai TMB.

Gambar 4. Langkah Isap

2. Langkah kompresi
Pada langkah ini, torak bergerak dari TMB ke TMA, katup isap dan katup
buang tertutup, sehingga gas termampatkan (terkompresikan). Akibat
kompresi ini, suhu dan tekanan gas naik, sehingga akan terbakar. Sesaat
sebelum terak mencapai TMA, busi memberi loncatan bunga api dan
terjadilah pembakaran.

Gambar 5. Langkah Kompresi

3. Langkah kerja
Pada Iangkah ini, torak terdorong dari TMA ke TMB oleh kekuatan
tekanan gas hasil pembakaran. Gerakan torak pada langkah ini disebut
melakukan kerja, yang selanjutnya dijadikan sebagai tenaga gerak dari
mesin.

10

Gambar 5. Langkah Kerja

4. Langkah buang
Pada langkah ini, torak bergerak dari TMB ke TMA, katup buang
terbuka, sehingga gas sisa pembakaran terdorong keluar silinder melalui
lubang katup buang dan saluran pembuangan. Setelah torak mencapai
TMA, dari sini akan dimulai lagi siklus berikutnya yang diawali dengan
pengisapan gas baru. Gerakan bolak-balik torak diubah oleh poros engkol
menjadi gerak putar. Dalam satu siklus yang terdiri atas 4 langkah torak
(isap, kompresi, usaha, dan buang), poros engkol telah melakukan 2
putaran penuh.

11

Gambar 6. Langkah Buang


Ketika torak bergerak naik saluran pembilas A tertutup torak dan
kompresi dimulai. Sementara itu saluran pemasukan C membuka dan gas
(campuran udara dan bensin) masuk ke ruang engkol. Penyalaan dan
pembakaran terjadi pada waktu torak mulai bergerak turun, saluran buang B
membuka. Ketika saluran pembilas A membuka gas baru yang berada di
ruang engkol terdesak memasuki silinder sambil mendesak gas bekas
pembakaran keluar silinder melalui saluran buang B
Torak (piston) berfungsi untuk memindahkan tenaga yang diperoleh
dari hasil pembakaran ke poros engkol. Pada piston terdapat komponenkomponen pelengkapnya, yaitu :

Batang penghubung (connecting rod untuk menghubungkan piston dengan


poros engkol.

Pena torak (piston pin), untuk mengikat piston dengan batang penghubung
melalui lubang bushing Cincin torak (ring piston), berfungsi membentuk
perapat yang kedap terhadap kebocoran gas antara celah torak dan
silinder,sekaligus mengatur pelumasan torak dan dinding silinder. Cincin
torak terdiri atas cincin kompresi dan cincin pelumas.

12

Poros engkol (crank shaft), berfungsi mengubah gerak bolak-balik torak


menjadi gerak putar yang selanjutnya digunakan untuk memutarkan roda.
Poros engkol dilengkapi bantalan-bantalan yang berfungsi menghindari
gesekan-gesekan yang terjadi antara poros engkol dengan bagian-bagian yang
berputar lainnya. Bagian poros engkol yang menumpu torak disisipi bantalan
luncur yang disebut metal jalan, sedangkan bagian poros engkol yang
menopang pada blok mesin disisipi bantalan luncur yang disebut metal
duduk.
Roda gila atau roda penerus, berfungsi menerima sebagian tenaga yang
diperoleh dari langkah kerja dan memberikan tenaga kepada langkah-langkah
lainnya. Di bagian luar roda gila dipasang roda gigi cincin (ring gear),
Roda gigi ini digunakan untuk berkaitan dengan roda gigi pinion pada motor
starter pada saat mesin akan dihidupkan.

2.3 Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada motor 4 tak


Kerusakan yang terjadi pada piston adalah : aus, tergores, mengecil
sehingga terjadi kocak atau longgar di dalam silinder. Dan apabila piston
motor 4 tak terjadi hal-hal demikian akan berakibat sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

Kompresi motor menjadi bocor,


Motor sukar untuk dihidupkan,
Tenaga motor berkurang,
Suara motor pincang / tidak normal,
Timbul suara klotok - klotok dari arah silinder pada waktu motor hidup,
Ring piston cepat lemah / patah,
Kedudukan gap ring piston cepat berubah / segaris,
Oli di bak perseneling merembes masuk ke dalam ruang bakar,
Oli motor cepat berkurang / habis,
Oli motor cepat kotor,
Oli motor cepat encer,
Ruang bakar cepat kotor dengan arang / karbon,
Kepala piston cepat kotor dengan arang / karbon,
Busi motor cepat kotor dengan arang / hitam / basah,
Busi motor cepat lemah / mati,
Knalpot cepat kotor / tersumbat,

13

17.

Knalpot mengeluarkan asap yang tebal dan hitam.


2.4 Perawatan Mesin Motor 4 tak
2.4.1 Cek Kondisi Oli
Oli mesin ini sangat penting peranannya untuk melumas komponenkomponen mesin, seperti setang seher, seher, dan ring seher, kruk as serta
noken as atau setang klep. Oleh karena itu, jika keberadaan minyak pelumas
sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang,
maka sebaiknya diganti. Gejala Kerusakan : Jumlah Minyak Pelumas
(engine oil) yang tersisa dalam mesin sedikit.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Seal oli atau gasket mesin bocor. Jika seal oli atau gasket mesin bocor,
ganti seal tersebut.
2. Bosh katup atau seal katup bocor. Jika bosh katup atau seal katup katup
bocor, gantilah bosh dan seal tersebut.
3. Pelumas mesn tidak sesuai. Jika pelumas tidak sesuai, gantilah pelumas
sesuai dengan anjuran produk.
Gejala Kerusakan : Minyak Pelumas Kotor / Pekat
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Minyak pelumas jarang diganti. Gantilah pelumas secara rutin dan
berkala.
2. Mutu atau kualitas minyak pelumas rendah. Gantilah minyak pelumas
sesuai standard anjuran produk.
Gejala Kerusakan : Tekanan Minyak Pelumas Rendah
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Pompa oli tidak bekerja dengan baik. Jika pompa oli tidak bekerja
denga baik, maka perbaiki pompa oli tersebut dan bila gantilah dengan
yang baru.

14

2. Gigi-gigi penggerak oli rusak / aus. Jika gigi-gigi penggerak oli rusak /
aus maka harus diganti dengan yang baru.
3. Saluran oli tersumbat kotoran. Saringan oli tersumbat karena adanya
kotoran, bersihkan saringan tersebut dari kotoran yang menempel bila
perlu diganti.
2.4.2. Cek Sistem Bahan Bakar
Melakukan pengecekan system kerja bahan bakar adapun gejala
kerusakan pada sistem bahan bakar yaitu :
Gejala Kerusakan : Mesin Berputar Tetapi Tidak Mau Hidup
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Bahan bakar didalam tangki bahan bakar habis. Jika habis isilah bahan
bakar kedalam tangki.
2. Saringan bahan bakar tersumbat. Jika saringan bahan bakar tersumbat,
bersihkan saringan bahan bakar dan bila saringan tersebut terdapat
kerusakan maka gantilah saringan bahan bakar.
3. Bahan bakar tidak mengalir ke karburator. Jika bahan bakar tidak
mengalir ke karburator perbaiki sistem aliran bahan bakar.
4. Saringan udara tersumbat. Jika saringan udara tersumbat, maka
bersihkanlah saringan udara sesuai prosedur.
5. Cara kerja choke tidak benar. Jika cara kerja tidak benar perbaiki sistem
kerja choce sesuai prosedur.
6. Saluran udara pada tutup tangki tersumbat. Jika saluran udara tersumbat
perbaiki atau ganti tutup tangki dengan yang baru.
Gejala Kerusakan : Susah dihidupkan Saat di starter
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :

15

1. Bahan bakar kotor, jika bensin kotor maka gantilah bensin dan jangan
perlu diperhatikan jangan membeli bahan bakar di pedagang eceren.
2. Cara kerja choke tidak benar. Jika cara kerja tidak benar perbaiki sistem
kerja choke sesuai dengan prosedur.
3. Putaran stasioner terlalu rendah. Setel dan tinggikan putaran stasioner
sesuai putaran mesin.
4. Penyetelan skrup udara pada karburator tidak tepat. Ulangi penyetetelan
skrup udara karburator sampai memdapatkan campuran yang tepat.
5. Insulator karburator bocor. Gantilah insulator.
Gejala Kerusakan : Putaran Stasioner tidak rata
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan
1. Penyetelan skrup udara tidak tepat. Lakukan penyetelan skrup udara
hingga tepat.
2. Karburator tidak berfungsi dengan baik. Karburator tidak dapat
berfungsi maka servis, perbaiki atau gantilah karburator.
3. Insulator retak atau bocor. Gantilah insulator jika keadaannya retak.
4. Letak klip jarum tidak tepat. Lakukan penyetelan klip jarum dan
perbaiki klip jarum tersebut.
Gejala Kerusakan : Campuran Bahan Bakar Miskin
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Penyetelan pelampung tidak tepat. Setelah pelampung karburator
dengan tepat sesuai standard.
2. Katup pelampung tidak bekerja dengan baik. Perbaiki pelampung jika
perlu gantilah.
3. Letak klip jarum tidak tepat. Perbaiki letak klip jarum sesuai standard

16

4. Spuyer karburator tersumbat. Bersihkan spuyer jika dalam keaddaan


tersumbat dengan udara bertekanan.
Gejala Kerusakan : Campuran Bahan Bakar Kaya
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Saringan udara tersumbat / kotor. Jika saringan udara tersumbat / kotor
buka dan bersihkan saringan udara dari kotoran.
2. Sistem kerja pelampung tidak normal. Jika sistem kerja pelampung
tidak nornal, buka karburator dan setel pelampung sesuai prosedur.
3. Choke tertutup terus. Perbaiki choke jika tertutup terus.
4. Letak klip tidak tepat. Perbaiki letak klip.
5. Spuyer sudah aus. Gantilah spuyer dengan yang baru sesuai standard
jika terdapat keausan.
2.4.3 Pengecekan Pada Silinder dan Piston
Ada beberapa Gejala kerusakan pada kepala silinder, silinder dan
piston diantaranya yaitu :
Gejala Kerusakan : Tekanan Kompressi Rendah
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Penyetelan pembukaan pada katup tidak tepat. Buka tutup katup masuk
dan dan katup buang dan stel pembukaan katup sesuai dengan standard.
2. Katup aus / bengkok. Jika katup aus atau bengkok gantilah katup
dengan yang baru sesuai dengan standard.
3. Pegas katup patah. Jika pegas katup patah, gantilah pegas dengan yang
baru.
4. Kepala silinder berubah bentuk atau rusak. Jika terjadi hal demikian
gantilah kepala silinder.
5. Dinding silinder aus. Perbaiki dengan menambah oversize, ganti piston
dan ring piston sesuai oversize yang baru atau ganti dinding silinder.

17

6. Piston dan ring piston aus. Jika terjadi hal demikian ganti piston dan
ring piston.
Gejala Kerusakan : Tekanan Kompressi Terlalu Tinggi.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
Terjadi / terdapat endapan kotoran diruang bakar. Buka kepala silinder dan
bersihkan kepala silinder dari endapan / kotoran.
Gejala Kerusakan : Suara Mesin Berisik.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Penyetelan katup tidak tepat. Buka tutup katup dan katup buang lalu
setel katup dengan benar.
2. Cam shaft dan rocker arm aus. Perbaiki roker arm dan cam shaft atau
ganti dengan yanng baru.
3. Sistem Tensioner rantai mesin rusak / aus. Gantilah tensioner rantai
mesin dengan yang baru.
4. Gigi sprocket aus. Ganti gigi sprocket dengan yang baru.
5. Dudukan cam shaft dan roker arm aus. Gantilah dudukan tersebut
dengan yang baru.
Gejala Kerusakan : Mesin Tidak Dapat stasioner.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Katup menutup tidak duduk atau rapat. Buka sistem katup dan diskir
katup hingga menutup dengan duduk atau rapat.
2. Penyetelan katup tidak tepat. Setel pembukaan katup sesuai dengan
standard.
3. Insulator bocor. Gantilah insulator atau perbaiki jika masih dapat
diperbaiki.
Gejala Kerusakan : Asap Knalpot (gas sisa pembakaran) Banyak.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Silinder, ring dan piston aus. Perbaiki dengan menambah oversize
silinder, ring dan piston ganti yang baru sesuai oversize.
2. Seal katup rusak. Gantilah seal katup jika terdapat kerusakan.

18

3. Gasket kepala silinder bocor. Gatilah gasket dengan yang baru dan
pengencangan baut kepala sillinder sesuai dengan standard.

BAB III
SIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Dalam langkah kerja motor 4 tak, Pertama Bensin dan Udara
dimasukkan melalui lubang Intake, lalu terjadi Kompresi (Piston naik ketitik
mati atas), pada saat Piston posisi di puncak terjadi pengapian (oleh Spark
Plug) terjadi pembakaran/peledakan, Piston tertekan menuju Titik mati
bawah, sisa pembakaran (asap) dikeluarkan melalui lubang Exhaust.. Cara
kerja torak bergerak naik turun di dalam silinder dalam gerakan
reciprocating. Titik tertinggi yang dicapai oleh torak tersebut disebut titik
mati atas (TMA) dan titik terendah disebut titik mati bawah (TMB).
Gerakan dari TMA ke TMB disebut langkah torak (stroke).
Pada gerak hisap, campuran udara bensin dihisap ke dalam silinder.
Bila jarum dilepas dari sebuah alat suntik dan plunyernya ditarik sedikit
sambil menutup bagian ujung yang terbuka dengan jari (alat suntik akan
rusak bila plunyer ditarik dengan tiba-tiba), dengan membebaskan jari akan
menyebabkan udara masuk ke alat suntik ini dan akan terdengar suara
letupan. Hal ini terjadi sebab tekanan di dalam lebih rendah dari tekanan
udara luar. Hal yang sama juga terjadi di mesin, torak dalam gerakan turun
dari TMA ke TMB menyebabkan kehampaan di dalam silinder, dengan
demikian campuran udara bensin dihisap ke dalam. Selama langkah torak ini,
katup hisap akan membuka dan katup buang menutup.
Dalam gerakan kompresi campuran udara bensin yang di dalam
silinder dimampatkan oleh torak yang bergerak ke atas dari TMB ke TMA.
Kedua katup hisap dan katup buang akan menutup selama gerakan tekanan

19

dan suhu campuran udara bensin menjadi naik. Bila tekanan campuran udara
bensin ini ditambah lagi, tekanan serta ledakan yang lebih besar lagi dari
tenaga yang kuat ini akan mendorong torak ke bawah. Sekarang torak sudah
melakukan dua gerakan atau satu putaran, dan poros engkol berputar satu
putaran
Dalam gerakan kerja, campuran udara bensin yang dihisap telah
dibakar dan menyebabkan terbakar dan menghasilkan tenaga yang
mendorong torak ke bawah meneruskan tenaga penggerak yang nyata.
Selama gerak ini katup hisap dan katup buang masih tertutup. Torak telah
melakukan tiga langkah dan poros engkol berputar satu setengah putaran
Dalam gerak buang, torak terdorong ke bawah, ke TMB dan naik
kembali ke TMA untuk mendorong gas-gas yang telah terbakar dari silinder.
Selama gerak ini kerja katup buang saja yang terbuka. Bila torak mencapai
TMA sesudah melakukan pekerjaan seperti di atas, torak akan kembali pada
keadaan untuk memulai gerak hisap. Sekarang motor telah melakukan 4
gerakan penuh, hisap-kompresi-kerja-buang. Poros engkol berputar 2 putaran,
dan telah menghasilkan satu tenaga.

20

DAFTAR PUSTAKA

http://otojava.blogspot.com/2014/02/gejala-kerusakan-penyebab-danperbaikan.html
http://teknik-otomotive.blogspot.com/2015/03/cara-menyetel-menyusun-gap-ringpiston-motor-empat-tak.html
http://motoralap.blogspot.com/2013/06/tips-dan-cara-setel-klep-mesin-4-tak.html
https://www.academia.edu/9435627/Pengertian_Motor_Bakar_Motor
https://www.academia.edu/7079374/DASAR-DASAR_MESIN

21