Anda di halaman 1dari 3

Proses Perencanaan Strategis

Meninjau dan Memperbarui Rencana Strategis


Langkah pertama dalam proses perencanaan strategis tahunan
adalah untuk meninjau dan memperbarui rencana strategis yang
disetujui tahun lalu. Pengalaman aktual untuk beberapa bulan
pertama dari tahun berjalan telah dicerminkan dalam laporan
akuntansi, dan hasil tersebut diekstrapolasikan untuk memperoleh
estimasi terbaik saat ini untuk tahun tersebut secara keseluruhan.
Jika program komputer cukup fleksibel, maka hal tersebut dapat
diperluas ke dampak dari kekuatan-kekuatan saat ini terhadap
tahun-tahun kedepan yaitu tahun-tahun setelah tahun sekarang
jika tidak, estimasi kasar dibuat secara manual. Implikasi dari
keputusan program baru terhadap pendapatan, beban, pengeluaran
modal dan arus kas dimasukkan. Staf perencanaan umumnya yang
melakukan pembaruan tersebut. Manajemen dapat dilibatkan jika
ada ketidakpastian atau ambiguitas dalam keputusan program yang
harus diselesaikan.

Memutuskan Asumsi dan Pedoman


Rencana strategis yang telah diperbarui memasukkan asumsiasumsi luas seperti pertumbuhan dalam PDB, pergerakan musiman,
tarif upah tenaga kerja, harga-harga dari bahan baku penting,
tingkat bunga, harga jual, kondisi pasar seperti tindakan pesaing,
dan dampak dari undang-undang pemerintah di setiap negara
dimana perusahaan beroperasi. Asumsi-asumsi ini diperiksa kembali
dan jika diperlukan diubah untuk dimasukkan informasi paling akhir.
Rencana strategis yang telah diperbarui berisi implikasi terhadap
pendapatan, beban dan arus kas dari fasilitas operasi sekarang dan
perubahan dalam fasilitas-fasilitas ini akibat membuka pabrik baru,
memperluas pabrik yang ada sekarang, menutup pabrik dan
merelokasi fasilitas. Rencana tersebut menunjukkan jumlah modal
baru yang kemungkinan akan tersedia dari laba ditahan dan
pendanaan baru. Kondisi-kondisi ini diperiksa untuk memastikan
bawa kondisi tersebut berlaku saat ini, dan jumlahnya diperpanjang
ke tahun berikutnya.
Pertemuan manajemen
Yaitu pertemuan antara manajer korporat dan unit bisnis untuk
mendiskusikan usulan tujuan dan pedoman. Pertemuan ini
menyediakan kesempatan bagi para manajer di seluruh bagian
korporasi untuk saling mengenal satu sama lain.

Iterasi Pertama dari Rencana Strategis


Menggunakan asumsi, tujuan, dan pedoman tersebut unit bisnis dan
unit operasi membuat rancangan pertama dari rencana strategis,
yang mungkin memasukkan rencana operasi yang berbeda dari
yang dimasukkan dalam rencana sekarang, seperti perubahan
dalam taktik pemasaran. Staf unit bisnis melakukan banyak
pekerjaan analitis, tetapi manajer unit bisnis membuat keputusan
akhir. Bergantung pada hubungan pribadi, karyawan unit bisnis
dapat mencari saran dari staf kantor pusatdalam pengembangan
rencana-rencana ini.

Analisis
Ketika kantor pusat menerima rencana unit bisnis, kantor pusat
mengagregasikannya menjadi satu rencana strategis korporat
secara keseluruhan. Staf perencanaan dan pemasaran, produksi dan
eksekutif fungsional lainnya di kantor pusat menganalisis rencana
ini secara mendalam. Orang-orang kantor pusat memeriksa rencana
unit bisnis juga untuk konsistensi. Jika satu unit bisnis memproduksi
unit lain, apakah rencana pengiriman dari unit penghasil setara
dengan rencana penjualan dari unit penjual? Secara khusus, apakah
rencana pengiriman ke anak perusahaan di luar negeri konsisten
dengan rencana volume penjualan dari anak-anak perusahaan
tersebut?
Orang-orang kantor pusat dan rekannya di unit bisnis
menyelesaikan beberapa dari pertanyaan-pertanyaan ini dengan
diskusi dan melaporkan yang lainnya ke manajer korporat, pada titik
mana hal tersebut merupakan dasar diskusi antara manajer
korporat dengan manajer unit bisnis. Diskusi ini merupakan inti dari
proses perencanaan formal, biasanya memerlukan beberapa jam
dan seringkali sampai satu hari atau lebih di setiap unit bisnis.

Iterasi Kedua dari Rencana Strategis Baru


Analisis dari penyerahan pertama mungkin memerlukan revisi
rencana dari beberapa unit bisnis saja, tetapi dapat juga mengarah
pada perubahan dalam asumsi dan pedoman yang mempengaruhi
semua unit bisnis. Keputusan ini mengarah pada revisi dari rencana.
Secara teknis, revisi tersebut lebih sederhana untuk dibuat
perbandingan dengan penyerahan awal, karena hanya memerlukan
perubahan di beberapa angka saja, tetapi secara organisasional, ini

merupakan bagian yang paling menyakitkan dari proses tersebut


karena memerlukan keputusan yang sulit.

Meninjau dan Menyetujui


Suatu pertemuan dengan pejabat-pejabat senior korporat umumnya
mendiskusikan rencana yang direvisi secara panjang lebar. Rencana
tersebut juga mungkin dipresentasikan pada suatu pertemuan
dengan dewan direksi. CEO memberikan persetujuan akhir.
Persetujuan tersebut sebaiknya dilakukan sebelum awal dari proses
pembuatan anggaran, karena rencana strategis merupakan input
yang penting bagi proses itu.