Anda di halaman 1dari 19

PENERIMA VHF FM

1.1 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum in i adalah
(1) untuk dapat mengatahui sifat - sifat penguat radio frekuensi dan penala
1.2 Teori Dasar
Penerima FM pada umumnya menggunakan prinsip superheterodyne
seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 1. Penerima FM Superheterodyne


Prinsip kerja :
-

Sinyal input dari radio diterima oleh antena diperkuat oleh penguat

RF.
Hasilnya diteruskan ke bagian pencampur/mixer.
-

Osilator lokal sinyal dengan frekuensi tertentu yang bila dicampur


dengan sinyal
frekuensi

radio

tertentu

oleh

yang

mixer

akan

dinamakan

memperoleh

frekuensi

sinyal

antara

dengan

(Intermediate

Frequency = IF). Pada tingkat IF ini sinyal memiliki sifat modulasi yang
sama dengan sinyal radio yang
diterima oleh antena. Jadi seolah olah IF merupakan sinyal radio yang
telah diturunkan frekuensinya.
-

Setelah

melalui

penguat

IF,

sinyal

ini

dideteksi

oleh

detektor,

hasilnya merupakan sinyal informasi.


-

Sinyal

informasi

ini

diperkuat

oleh

penguat

frekuensi

audio

dan

dikeluarkan melalui sebuah tansduser yang disebut loudspeaker.


Pada blok diagram VD-01 terdapat sedikit perbedaan atau dapat disebutkan
sedikit modifikasi dari blok diagram di atas. Perbedaan-perbedaan tersebut

adalah sebagai berikut :


-

Dalam pemilihan IF ada beberapa hal yang dipertimbangkan, yaitu jika


IF terlalu tinggi akan diperoleh selektifitas yang buruk, sedangkan jika IF
terlalu rendah, kestabilan frekuensi dari lokal osilator haruslah tinggi (hal ini
dapat diatasi dengan pemakaian osilator kristal) karena pergeseran
frekuensi akan akan lebih besar untuk IF rendah dibandingkan IF tinggi.
Pada VD-01 ini digunakan dua buah osilator kristal sebagai osilator lokal,
jadi terdapat dua buah mixer, akibatnya ada dua buah IF, yaitu pada
frekuensi 10,7 MHz dan
455 kHz. Pemilihan dua buah IF tersebut dengan pertimbangan selektivitas
terhadap saluran yang berbatasan cukup sempit.

Detektor yang digunakan adalah diskriminator yang dinamakan ratio

detector.
Diskriminator

ini

digunakan

untuk

mengubah

kembali

sinyal

termodulasi
FM pada frekuensi IF menjadi perubahan tegangan (demodulator).

Gambar 2 a) Rangkaian ratio detector

Gambar 2 b) Respon dari ratio detector

yang

Penambahan rangkaian squelch control sebelum penguat akhir audio. Cara


kerja bagian ini dapat dijelaskan sebagai berikut : ketika tidak ada sinyal
pembawa di dalam IF 455 kHz maka noise frekuensi tinggi pada keluaran
diskriminator akan diperkuat lalu dideteksi oleh detektor, keluaran dari
detektor ini berupa tegangan DC yang akan mengakibatkan penguat sebelum
tingkat akhir akan tidak bekerja. Apabila sinyal pembawa muncul didalam IF
455 kHz, maka noise akan hilang dari keluaran diskriminator dan penguat
akan

bekerja

normal.

potensiometer squelch

Dengan

membuka

akan mengakibatkan penguat bekerja terus

sehingga lampu BUSY akan terus hidup. Blok diagram dari penerima FM model
VD-01, seperti gambar berikut :

Gambar 3. VHF-FM RECEIVER DEMONSTRATOR


MODEL : VD - 01
1.3 Alat yang digunakan
Alat alat yang digunakan pada praktikum ini adalah
1) Panel Demonstrator VD-01
: 1 Buah
2) Osiloskop 150 MHz
: 1 Buah
3) Kabel BNC to BNC
: 1 Buah
4) RF Syntheziser Signal Generator
: 1 Buah

1.4 Skema rangkaian

Gambar 4. Skema rangkaian penerima VHF FM


1.5 Langkah percobaan
Prosedur percobaan pada praktikum ini adalah
(1) Menyiiapkan demonstrator untuk posisi sebagai penerima (untuk tidak
memasang microphone agar terhindar dari kerusakan pada RF signal
generator).
(2) Mengatur RF Signal Generator untuk FM dengan frekuensi informasi 1
kHz, pada frekuensi 134 MHz, RF output 20 dBm dan f = 0 kHz di TP 6.
(3) Mengubungkan osiloskop pada TP 7 dengan kabel BNC to BNC.

(4)
(5)
(6)
(7)

Menyalakan Panel Demonstrator, osiloskop dan RF signal generator.


Mengamati bentuk gelombang yang dihasilkan pada osiloskop.
Menggambar dan mencatat besarnya level tegangan dan frekuensinya.
Untuk mengetahui penekanan bayangan atur frekuensi RF signal generator

pada frekuensi 112,6 MHz dengan level +15 dBm pada TP 6.


(8) Mengamati, menggambar dan mencatat level tegangan di TP 7 dan TP
6

dengan osiloskop kemudian bandingkan hasilnya untuk menentukan

penekanan frekuensi bayangan, yaitu Ar(dB) = 20 log (VTP6/VTP7).


1.6 Hasil percobaan
Keluaran gelombang
TP6

TP7

Mixer Pertama (IF=10,7 MHz)


1.1 Tujuan
Adapun tujuan pada praktikum ini adalah
1) Mengamati bentuk gelombang setelah sinyal yang diterima oleh antena
dicampur dengan osilator lokal.
2) Menyelidiki cara kerja dari rangkaian mixer.
1.2 Alat yang digunakan
Alat alat yang digunakan pada percobaan ini adalah
5) Panel Demonstrator VD-01
: 1 Buah
6) Osiloskop 150 MHz
: 1 Buah
7) Kabel BNC to BNC
: 1 Buah
8) RF Syntheziser Signal Generator : 1 Buah
1.3 Skema rangkaian

Gambar 1. Skema rangkaian Mixer Pertama


1.4 Langkah percobaan
Langkah percobaan pada praktikum ini adalah
1) Menyiiapkan demonstrator untuk posisi sebagai penerima (untuk tidak
memasang microphone agar terhindar dari kerusakan pada RF signal
generator).
2) Mengatur RF Signal Generator untuk FM dengan frekuensi informasi 1
kHz, pada frekuensi 134 MHz, RF output 20 dBm dan f = 0 kHz di TP 6.
3) Menghubungkan osiloskop pada TP 8 dengan kabel BNC to BNC.

4)
5)
6)
7)

Menyalakan Panel Demonstrator, osiloskop dan RF signal generator.


Mengamati bentuk gelombang yang dihasilkan pada osiloskop.
Menggambar dan catatlah besarnya level tegangan dan frekuensinya.
Memindahkan pengukuran/pengamatan pada TP 9.

8) Mengulangi langkah 5 dan 6


9) Mengulangi langkah 5 dan 6 untuk TP 10.

10) Membandingkan hasil di TP 10 dengan TP 8 dan TP 9.

1.5 Hasil Percobaan


Keluaran gelombang
TP6

TP8

TP9

TP10

IF Pertama (10,7 MHz)


1.1 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
1) Menyelidiki besarnya IF pertama pada penerima VHF.
2) Menyelidiki proses-proses yang terjadi pada IF pertama.
1.2 Alat yang digunakan
Alat alat yang digunakan pada percobaan ini adalah
1) Panel Demonstrator VD-01
: 1 Buah
2) Osiloskop 150 MHz
: 1 Buah
3) Kabel BNC to BNC
: 1 Buah
4) RF Syntheziser Signal Generator : 1 Buah
1.3 Skema rangkaian
Gambar 1. Skema rangkaian IF Pertama

1.4 Langkah percobaan


Langkah percobaan dari praktikum ini adalah
(1) Menyiiapkan demonstrator untuk posisi sebagai penerima (untuk tidak
memasang microphone agar terhindar dari kerusakan pada RF signal
generator).
(2) Mengatur RF Signal Generator untuk FM dengan frekuensi informasi 1 kHz,
pada frekuensi 134 MHz, RF output 20 dBm dan f = 0 kHz di TP 6.
(3) Menghubungkan osiloskop pada TP 11 dengan kabel BNC to BNC.
(4) Menyalakan Panel Demonstrator, osiloskop dan RF signal generator.
(5) Mengamati bentuk gelombang yang dihasilkan pada osiloskop.
(6) Menggambar dan mecatat besarnya level tegangan dan frekuensinya.
(7) Pindahkan pengukuran/pengamatan pada TP 12.
(8) Mengulangi langkah 5 dan 6
(9) Membandingkan hasil dari TP12 dengan TP 11 dan TP 10.
(10) Mengubah f dari RF generator menjadi 3 kHz.
(11) Mengulangi langkah 3 sampai 8.
(12) Membandingkan hasil sesudah dan sebelum RF generator diubah.
1.5 Hasil Percobaan

Keluaran gelombang
TP6

TP12

TP11

TP10

Mixer Kedua (IF=455 kHz)


1.1 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
1) Mengamati bentuk gelombang setelah sinyal yang diterima dari IF Pertama
dicampur dengan osilator lokal kedua (10,245 MHz).
2) Menyelidiki proses-proses yang terjadi pada mixer kedua.
1.2 Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah
1) Panel Demonstrator VD-01
2) Osiloskop 150 MHz
3) Kabel BNC to BNC
4) RF Syntheziser Signal Generator
1.3 Skema rangkaian

Gambar 1. Skema Rangkaian Mixer Kedua


1.4 Langkah percobaan
Langkah percobaan pada praktikum ini adalah
1) Menyiiapkan demonstrator untuk posisi sebagai penerima (untuk tidak
memasang microphone agar terhindar dari kerusakan pada RF signal
generator).
2) Atur RF Signal Generator untuk FM dengan frekuensi informasi 1 kHz,
pada frekuensi 134 MHz, RF output 20 dBm dan f = 0 kHz di TP 6.
3) Menghubungkan osiloskop pada TP 13 dengan kabel BNC to BNC.

4)
5)
6)
7)

Menyalakan Panel Demonstrator, osiloskop dan RF signal generator.


Mengamati bentuk gelombang yang dihasilkan pada osiloskop.
Menggambar dan mencatat besarnya level tegangan dan frekuensinya.
Memindahkan pengukuran/pengamatan pada TP 14.

8) Mengulangi langkah 5 dan 6


9) Membandingkan hasil dari TP14 dengan TP 13 dan TP 12.

1.5 Hasil Percobaan


Keluaran gelombang
TP6

TP14

TP12

TP13

IF Kedua (455 kHz)


1.1 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
1) Menyelediki besarnya IF kedua pada penerima VHF.
2) Menyelidiki proses-proses yang terjadi pada IF kedua.
1.2 Alat yang digunakan
Alat alat yang digunakan pada praktikum ini adalah
1) Panel Demonstrator VD-01
: 1 Buah
2) Osiloskop 150 MHz
: 1 Buah
3) Kabel BNC to BNC
: 1 Buah
4) RF Syntheziser Signal Generator
: 1 Buah
1.3 Skema rangkaian

Gambar 1. Skema rangkaian IF kedua (455KHz)


1.4 Langkah percobaan
Langkah percobaan pada praktikum ini adalah
1) Menyiiapkan demonstrator untuk posisi sebagai penerima (untuk tidak
memasang microphone agar terhindar dari kerusakan pada RF signal
generator).
2) Atur RF Signal Generator untuk FM dengan frekuensi informasi 1 kHz,
pada frekuensi 134 MHz, RF output 20 dBm dan f = 0 kHz di TP 6.
3) Hubungkan osiloskop pada TP 15 dengan kabel BNC to BNC.

4) Menyalakan Panel Demonstrator, osiloskop dan RF signal generator.


5) Mengamati bentuk gelombang yang dihasilkan pada osiloskop.

6) Menggambar dan catatlah besarnya level tegangan dan frekuensinya.


7) Membandingkan hasil dari TP 15 dengan TP 14.
8) Mengubah f dari RF generator menjadi 3 kHz.
9) Mengulangi langkah 3 sampai langkah 5.
10) Membandingkan hasil sesudah dengan sebelum RF generator diubah.
1.5 Hasil percobaan
Keluaran gelombang
TP6

TP13

TP15

Discriminator
1.1 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
1) Mengamati bentuk gelombang keluaran dari discriminator.
1.2 Alat yang digunakan
Alat alat yang digunakan pada praktikum ini adalah
1) Panel Demonstrator VD-01
: 1 Buah
2) Osiloskop 150 MHz
: 1 Buah
3) Kabel BNC to BNC
: 1 Buah
4) RF Syntheziser Signal Generator
: 1 Buah
1.3 Skema rangkaian

Gambar 1. Skema rangkaian Discriminator


1.4 Langkah percobaan
Langkah langkah dalam percobaan ini adalah
1) Menyiiapkan demonstrator untuk posisi sebagai penerima (untuk tidak
memasang microphone agar terhindar dari kerusakan pada RF signal
generator).
2) Mengatur RF Signal Generator untuk FM dengan frekuensi informasi 1 kHz,
pada frekuensi 134 MHz, RF output 20 dBm dan f = 3 kHz di TP 6.
3) Menghubungkan osiloskop pada TP 16 dengan kabel BNC to BNC.

4)
5)
6)
7)
8)
9)

Menyalakan Panel Demonstrator, osiloskop dan RF signal generator.


Mengamati bentuk gelombang yang dihasilkan pada osiloskop.
Menggambar dan catatlah besarnya level tegangan dan frekuensinya.
Menurunkan f pada RF generator menjadi 2 kHz.
Mengulangi langkah 3 dan 6
Membandingkan hasil sebelum dan sesudah f diubah.

1.5 Hasil percobaan


Keluaran gelombang
TP6

TP16

TP15

Operasi Squelch
1.1 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
(1) Mengamati pengaruh yang terjadi antara TP 16 dan TP 17 bila squelch
diubah/diatur.
1.2 Alat yang digunakan
Alat alat yang digunakan pada percobaan ini adalah
1) Panel Demonstrator VD-01 : 1 Buah
2) Osiloskop 150 MHz
: 1 Buah
3) Kabel BNC to BNC
: 2 Buah
1.3 Skema rangkaian

Gambar 1.Skema rangkaian Operasi Squelch


1.4 Langkah percobaan
Langkah langkah dalam melakukan percobaan ini adalah
(1) Menyiiapkan demonstrator untuk posisi sebagai penerima (untuk tidak
memasang microphone agar terhindar dari kerusakan pada RF signal
generator).
(2) Menghubungkan osiloskop dengan CH1 pada TP 16 dan CH2 pada TP 17.

(3) Menyalakan Panel Demonstrator, osiloskop.

(4) Mengubah tombol squelch ke arah maksimum dan minimum secara bolak-balik.
(5) Mengamati perubahan yang terjadi saat perubahan minimum dan
maksimum pada osiloskop.
1.5 Hasil percobaan
Keluaran gelombang
TP6

TP16

TP17