Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN PENUNJANG

a. Pemeriksaan glukosa darah


Glukosa darah sewaktu adalah hasil pengukuran yang dilakukan seketika itu,
tanpa ada puasa terlebih dahulu. Sedangkan pemeriksaan glukosa darah puasa dilakukan
setelah melakukan puasa selama 10-12 jam. Normalnya kadar glukosa dalam darah
setelah puasa adalah 70-110 mg/dl
Tabel interpretasi kadar gula darah (mg/dl)

b. Test Toleransi Glukosa Oral (TTGO)


Test ini telah digunakan untuk mendiagnosis diabetes awal secara pasti, namun
tidak sebaiknya dilakukan pada pasien dengan manifestasi klinis diabetes dan
hiperglikemia.
Prosedur penatalaksanaannya :
1. 3 hari sebelum pemeriksaan, pasien makan seperti biasa

dan melakukan

kegiatan jasmani seperti biasa.


2. Pasien puasa selama 8-12 jam
3. Periksa kadar glukosa darah puasa
4. Berikan glukosa 75 gram (dewasa) yang dilarutkan dalam air 250 ml, lalu
minum dalam waktu 5 menit
5. Periksa kadar glukosa darah saat , 1 dan 2 jam setelah diberi glukosa
6. Saat pemeriksaan, pasien harus istirahat dan tidak boleh merokok
Pada keadaan sehat, kadar glukosa puasa individu yang dirawat jalan dengan
toleransi glukosa normal adalah 70-110 mg/dl. Setelah pemberian glukosa, kadar

glukosa akan meningkat, namun akan kembali ke keadaan semula dalam waktu 2 jam.
Kadar glukosa serum yang <200 mg/dl setelah , 1 dan 1 jam setelah pemberian
glukosa, dan <140 mg/dl setelah 2 jam setelah pemberian glukosa, ditetapkan sebagai
nilai TTGO normal.
c. Pemeriksaan HbA1C (hemoglobin glukosilat)
Pemeriksaan hemoglobin glukosilat dapat memberikan informasi lebih efektif
tentang keadaan pasien dan seberapa efektifnya terapi atau pengobatan yang dilakukan.
Prosedur :
Hemoglobin glikosilat atau HbA1c dapat diukur dengan beberapa metode, seperti
kromatografi afinitas, elektroforesis, immunoassay, atau metode afinitas boronat.
Spesimen yang digunakan untuk pengukuran HbA1c adalah : darah kapiler atau vena
dengan antikoagulan (EDTA, sitrat, atau heparin).Hindari terjadinya hemolisis selama
pengumpulan sampel. Batasan asupan karbohidrat sebelum dilakukan uji laboratorium
sifatnya dianjurkan.
Nilai rujukan :
Orang normal : 4,0 6,0 %
DM terkontrol baik (baik): kurang dari 7%
DM terkontrol lumayan (sedang): 7,0 8,0 %
DM tidak terkontrol (buruk): > 8,0 %
Nilai Hasil rujukan dapat berlainan Pada setiap laboratorium tergantung dari
metode yang digunakan.
Pada kasus hiperglikemia yang berkepanjangan, dapat meningkatkan kadar
hemoglobin A1c hingga 18-20%. Glikosilasi tidak mengganggu kemampuan hemoglobin
dalam hal mengangkut oksigen, akan tetapi kadar hemoglobin A1c yang tinggi
mencerminkan kurangnya pengendalian diabetes selama 3-5 minggu sebelumnya. Setelah
jumlah kadar normoglikemik menjadi stabil maka kadar hemoglobin A1c kembali normal
dalam waktu sekitar 3 minggu.

Karena HbA1c terkandung dalam eritrosit yang hidup sekitar 3 4 bulan, maka
HbA1c dapat mencerminkan pengendalian metabolisme glukosa selama 100 120 hri
sebelumnya. Hal ini lebih menguntungkan secara klinis karena memberikan informasi
yang lebih jelas tentang keadaan penderita dan seberapa efektif terapi diabetik yang
diberikan. Peningkatan kadar HbA1c > 8% mengindikasikan diabetes mellitus yang tidak
terkendali sehingga menyebabkan penderita berisiko tinggi dapat mengalami berbagai
macam komplikasi jangka panjang seperti nefropati, neuropati, retinopati, dan/atau
kardiopati.

Anda mungkin juga menyukai