Anda di halaman 1dari 10

LABORATORIUM SATUAN PROSES

SEMESTER GANJILTAHUN AJARAN 2013/2014

Pembimbing : Rintis Manfaati, ST.,MT


Praktikum

: 20 Maret 2014

Penyerahan Laporan : 03 April 2014

Oleh
Kelompok

: 1

Nama

: 1. Ambrianto Ghenatya

( 13142402003)

2. Anindya Dwi Kusuma Marista (131424004)


3. Annisa Novita Nurisma (131424005)
Kelas

: 1 A TKPB

PROGRAM STUDI D IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014

Judul Praktikum

: PEMBUATAN LARUTAN HCl

Dosen Pembimbing

: Rintis Manfaati, ST.,MT

Nama Praktikan

: 1. Ambrianto Ghenatya

(131424003)

2. Anindya Dwi Kusuma Marista

(131424004)

3. Annisa Novita Nurisma

(131424005)

Tanggal Praktikum

: Kamis, 20 Maret 2014

Tanggal Laporan

: Kamis, 27 Maret 2014

Tujuan Percobaan

: 1. Mampu memahami persamaan reaksi, fasa reaksi, jenis reaksi dan


kondisi operasi pembentukan Asam Klorida dengan bahan baku
yang tersedia di Laboratorium
2. Mampu merangkai reaktor sederhana untuk pembentukksan Asam
Klorida
3. Mampu menghitung konsentrasi, massa, mol dan efisiensi proses
pembentukan Asam Klorida

1. Landasan Teori
Asam klorida (HCl) mempunyai sifat yang sangat korosif dan berbahaya bagi kesehatan
manusia bila terkontak atau terserap ke dalam tubuh manusia. Asam klorida (HCl)
mempunyai sifat sebagai berikut :

HCl adalah gas tak berwarna, berbau merangsang menyerang hidung dan tenggorokan
HCl sangat larut terhadap air
Mempunyai densitas 1,181 g/mL. bersuhu kritis 51,45oC dan tekanan kritis 81,51 atm
Bila gas HCl dilakukan dalam udara cair, gas Hcl menjadi beku pada -111,4oC
Gas HCl mudah larut dalam air
Asam HCl teknis mengandung 39% berat dan kerapatannya 1,2 gr/mL

Pada skala besar, HCl diproduksi dengan pembakaran klor dalam hidrogen
H2+Cl2

2HCl + 184 kJ
Proses ini sangat isotermis (suhu nyala > 2000oC) dengan konstruksi reactor quartz

atau grafit. Dan HCl yang dihasilkan dari pembakaran tersebut adalah HCl yang berstandar
foof grade, yang biasanya digunalan pada industri makanan untuk menghidrolisis
polisakarida menjadi monosakarida yang digunakan sebagai gula / pemanis.
HCl dapat dihasilkan sebagai produk samping dari reaksi antara natrium klorida
dengan asam sulfat dan membentuk Natrium Sulfat + HCL gas, sehinga proses ini dapat
dibuat pada skala laboratorium. pembuatan HCl di laboratorium, dengan mereaksikan asam
sulfat pekat dengan natrium klorida.
2NaCl + H2SO4 = Na2SO4 +2 HCl
Garam dapur atau natrium klorida (NaCl) dengan asam sulfat 98% dimasukan dalam lemari
asam yang dilengkapi dengan hotplate dan magnetic strirer.
Pada suhu kamar terjadi reaksi:
NaCl + H2SO4

NaHSO4 + HCl

Pada suhu panas terjadi reaksi:


2NaCl + H2SO4

Na2SO4 + 2HCl

Garam natrium sulfat (Na2SO4) ditampung di bawah dapur dan gas hidrogen klorida
didinginkan dan direaksikan dengan air, maka terjadilah asam klorida cair Sejumlah pendapat

mengemukakan bahwa HCl merupakan hasil samping proses klorinasi senyawa organik. Di
Industri, asam klorida dibuat berdasarkan bahan baku garam dapur, asam sulfat pekat, dan
batubara sebagai bahan bakar. Pada industry alifatik dan aromatic klorohidrokarbon. HCl
yang dihasilkan sebagai produk samping proses ini memenuhi sekitar 90% kebutuhan HCl
untuk industri.

Pada industri HCl sering digunakan sebagai :


1. Asamkloridadigunakanpadaindustrilogamuntukmenghilangkankaratataukerak
besioksidadaribesiataubaja.
2.

sebagai reaktan pada industri metal klorida,

3. dan juga sebagai treatment asam pada sumur minyak


4. Sebagai bahan baku pembuatan vinyl klorida, yaitu monomer untuk pembuatan
plastikpolyvinylchlorideatauPVC.
5. HCl merupakan bahan baku pembuatan besi (III) klorida (FeCl3) dan
polyalumuniumchloride (PAC),yaitubahankimiayangdigunakansebagaibahan
bakukoagulandanflokulan.Koagulandanflokulandigunakanpadapengolahanair.
6. Asam klorida dimanfaatkan pula untuk mengatur pH (keasaman) air limbah cair
industri,sebelumdibuangkebadanairpenerima.
7. HCldigunakanpuladalamprosesregenerasiresinpenukarkation(cationexchange
resin).
8. Dilaboratorium,asamkloridabiasadigunakanuntuktitrasipenentuankadarbasa
dalamsebuahlarutan.
9. Asamkloridajugabergunasebagaibahanpembuatancairanpembersihporselen.
10. HCldigunakanpadaprosesproduksigelatindanbahanaditifpadamakanan.

Pada percobaan ini akan dilakukan pembentukan HCl sebagai produk samping dari reaksi
NaCl (Natrium Klorida) dan H2SO4 (Asam Sulfat)

Tabel Pengamatan
Dari hasil praktikum diperoleh data sebagai berikut:
No Komponen
1
NaCl

Keterangan
Berat
= 50,05 g

Volume
= 30 mL
Konsentrasi = 37 %
Berat jenis = 1,84 gr/ml

H2SO4 pekat

Dari hasil pengamatan diperoleh tabel data titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH 0,1 M

Skala akhir
(mL)
Skala awal
(mL)
Volume pemakaian (mL)
Rata-rata

Scrubber 1
Titasi ke-1
3,20
0,00
3,20
3,15

Titrasi ke-2
3,10
0,00
3,10

Scrubber 2
Titrasi ke-1
0,30
0,00
0,30
0,30

Titrasi ke-2
0,30
0,00
0,30

Dari hasil pengamatan diperoleh data titrasi larutan Na2SO4 dengan larutan NaOH 0,1M
Skala akhir
(mL)
Skala awal
(mL)
Volume pemakaian (mL)
Rata-rata

Titasi ke-1

Titrasi ke-2

9,50
0,00
9,50
9,50

9,50
0,00
9,50

Pengolahan data
A. HCl yang terbentuk secara teoritis
2 NaCl (s) + H2SO4 (aq)
Na2SO4 (s) + 2 HCl (aq)

Mol NaCl =

massa NaCl( g)
BM NaCl

50,05 g
g
58,5
mol

= 0,863247863 mol

Mol HCl =

2
2

x 0,863247863 mol

= 0,863247863 mol

HCl yang terbentuk = mol HCl x BM HCl


= 0,86325 mol x 36,5 g/mol
= 31,5085 g

B. HCl yang terbentuk pada Scrubber 1 (pengenceran 100x)


2 NaCl (s) + H2SO4 (aq)
Na2SO4 (s) + 2 HCl (aq)

[HCl] =

MolxHCl
= Mol NaOH
V NaOH
N NaOH
x V pengenceran
V HCl
3,15 mL x 0,1028 N
10 mL

x 100

= 3,2382 M
Berat HCl yang terbentuk = [HCl] x V pipet x BM HCl
= 3,2382 M x 0,05 L x 36,5 g/mol
= 5,9097 g
C. HCl yang terbentuk pada Scrubber 2
2 NaCl (s) + H2SO4 (aq)
Na2SO4 (s) + 2 HCl (aq)
Mol HCl = Mol NaOH
[HCl] =

V NaOH x N NaOH
V HCl

0,30 mL x 0,1028 N
10 mL

= 0,003084 M
Berat HCl yang terbentuk = [HCl] x V pipet x BM HCl
= 0,003084 M x 0,05 L x 36,5 g/mol
= 0,00563 g
Berat HCl total = 5,9097 g + 0,00563 g
= 5,9153 g
berat aktual
Yield HCl = berat teoritis x 100%
=

5,9153
31,5085

x 100%

= 18,77 %
D. Perhitungan H2SO4 sisa

Mol H2SO4 = Mol


NaOH

Mol H2SO4

= mol NaOH
= 0,1 M x 0,0095
= 0,00095 mol

Masaa H2SO4 sisa

= mol H2SO4 x BM H2SO4


0,00095 mol x 98 g/mol
= 0,0931 g

Pembahasan (Annisa Novita Nurisma 131424005)


Pembuatan HCl pada praktikum kali ini dihasilkan dari produk samping dari reaksi
antara natrium klorida dengan asam sulfat dan membentuk Natrium Sulfat + HCL gas,

sehinga proses ini dapat dibuat pada skala laboratorium. pembuatan HCl di
laboratorium, dengan mereaksikan asam sulfat pekat dengan natrium klorida.
2NaCl + H2SO4

Na2SO4 +2 HCl

Garam dapur atau natrium klorida (NaCl) dengan asam sulfat 98% dimasukan dalam
lemari asam yang dilengkapi dengan hotplate dan magnetic strirer.
Pada suhu kamar terjadi reaksi:
NaCl + H2SO4

NaHSO4 + HCl

Pada suhu panas terjadi reaksi:


2NaCl + H2SO4

Na2SO4 + 2HCl

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan diperoleh massa HCl sebanyak 5,9153
gram lebih rendah dibandingkan dengan massa HCl teoritis, yaitu sebanyak 31,5085
gram. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah :

Suhu pemanasan yang kurang tepat dapat memperlambat proses terbentuknya gas

klorin.
Pengadukan yang dibantu oleh magnetic stirrer sehingga pengadukan tidak
berlangsung secara homogen. Akibatnya gas klorin yang dihasilkan sangat
sedikit.

Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang dilakukan pada tanggal 20 Maret 2014 diperoleh data
sebagai berikut :
Massa HCl yang di dapat = 5,9153 gram

Yield HCl
Masaa H2SO4 sisa

= 18,77 %
= 0,0931 g

Dafar Pustaka
Ghozali, Mukhtar.2013. Bahan Ajar Satuan Proses-1: Bandung.
Manfaati, Rintis, dkk. 2012. Buku Bahan Ajar Praktikum Satuan Proses I :
Bandung.
Suminar Achmadi,PhD(Perucci,Ralph), (1987), Kimia dasar Prinsip dan Terapan
Modern, jilid 3, Jakarta : Penerbit Erlangga