Anda di halaman 1dari 14

HIMPUNAN

Pengertian Himpunan
Himpunan diperkenalkan oleh George Cantor (1845 1918), seorang ahli
matematika Jerman. Ia menyatakan bahwa himpunan adalah kumpulan atas
objek-objek. Objek tersebut dapat berupa benda abstrak maupun kongkret.
Pada dasarnya benda-benda dalam suatu himpunan tidak harus mempunyai
kesamaan sifat/karakter.
Kumpulan dari sebatang pensil, sebuah kursi dan setangkai bunga
membentuk sebuah himpunan. Ketiga benda tersebut berupa benda
kongkret, namun tidak memiliki kesamaan sifat. Benda-benda dalam suatu
himpunan harus terdefinisi dengan jelas, well defined, artinya dapat
dibedakan apakah suatu benda termasuk ataupun tidak dalam himpunan
tersebut. Sebagai contoh, kumpulan semua bilangan genap membentuk
sebuah himpunan, sebab syarat keanggotaannya terdefinisi dengan jelas.
Kumpulan orang-orang yang pandai tidak merupakan himpunan sebab
sifat pandai tidak dapat didefinisikan dengan tepat. Akibatnya tidak dapat
ditentukan secara pasti apakah seseorang guru matematika termasuk dalam
himpunan tersebut atau tidak. Kumpulan bunga yang harum juga bukan
merupakan himpunan sebab penentuan harum tidaknya suatu bunga
bersifat subjektif, maksudnya bunga yang dikategorikan harum oleh
seseorang belum tentu dianggap harum bagi orang lain. Kumpulan lain
bukan merupakan himpunan, misalnya
a. Kumpulan makanan enak,
b. Kumpulan wanita cantik, dan
c. Kumpulan lukisan indah.
Nama suatu himpunan biasanya menggunakan huruf kapital seperti A,
B, C, dan X. Sedangkan anggota suatu himpunan biasanya dinotasikan
dengan huruf kecil seperti a, b, c, x, dan y. Misalnya H adalah himpunan
semua huruf hidup dalam alfabet Latin maka benda-benda yang termasuk
dalam himpunan H adalah a, i, u, e, dan o. Benda-benda yang masuk dalam
suatu himpunan disebut sebagai anggota himpunan tersebut. Notasi untuk
menyatakan anggota suatu himpunan adalah sedangkan notasi untuk
bukan anggota adalah . Dengan demikian a H, iH, u H, e H, dan o
H sedangkan b H, c H dan d H. Istilah anggota yang digunakan di
atas dapat diganti dengan istilah elemen atau unsur.

Dalam menyatakan suatu himpunan ada tiga cara, yakni dengan


kalimat, dengan cara mendaftar, dan dengan notasi pembentuk himpunan.
Cara mendaftar dilakukan dengan menuliskan anggota-anggotanya di dalam
tanda tabulasi { } dimana antar anggota dibatasi dengan tanda koma.
Sebagai contoh himpunan H = { a, i, u, e, o } menyatakan himpunan semua
huruf hidup dalam alfabet Latin.
Himpunan X yang anggota-anggotanya memenuhi sifat P dinotasikan
sebagai
X = { x x bersifat P }.
Notasi ini disebut notasi pembentuk himpunan. Contoh dari notasi ini adalah
H = { x x adalah satu dari lima huruf hidup dalam alfabet Latin}. Tanda
garis tegak dapat diganti dengan tanda garis miring / , tanda bagi :
atau tanda titik-koma ; . Dalam buku matematika SMP tanda yang
digunakan adalah tanda tegak .
Untuk

memperjelas

tentang

berbagai

cara

menyatakan

himpunan,

perhatikan tiga contoh berikut yang menyatakan himpunan yang sama.


a. Himpunan semua bilangan genap positif.
b. { 2, 4, 6, 8, }
c. { x x = 2 n , n adalah bilangan asli}.
Masing-masing
kelebihan

dan

mendaftar

adalah

cara

kelemahan
apabila

dalam

menyatakan

masing-masing.
digunakan

untuk

himpunan

Misalnya

mempunyai

kelebihan

himpunan

yang

cara
sedikit

anggotanya sedangkan kelemahannya adalah apabila digunakan untuk


menulis himpunan yang anggota-anggotanya tidak berpola dan tidak
mungkin didaftar semuanya. Sebagai contoh himpunan semua Warga Negara
Indonesia tidak efisien bila ditulis dengan cara mendaftar.
Jenis himpunan dapat dibedakan berdasarkan banyaknya anggota
himpunan tersebut. Himpunan dikatakan berhingga apabila mempunyai m
anggota berbeda, dimana m suatu bilangan cacah. Selain itu disebut
himpunan tak berhingga. Himpunan semua huruf dalam alfabet Latin,
himpunan bilangan prima yang genap, dan himpunan semua bilangan asli
kurang dari 1.000.000 adalah tiga contoh himpunan berhingga. Sedangkan
himpunan bilangan ganjil dan himpunan bilangan real termasuk himpunan
tak berhingga. Notasi n(H) digunakan untuk menyatakan bilangan kardinal
himpunan H. Notasi tersebut adakalanya ditulis H. Jadi apabila H = {a, i, u,
e,o} maka n(H) = 5, dan bila K = { 0 } maka n(K) = 1.

Misalkan himpunan I = { x x [0, 1] } dan A adalah himpunan semua


bilangan asli. Keduanya merupakan himpunan tak berhingga. Dalam hal ini
n(I) = dan juga n(A) = . Himpunan A merupakan himpunan terhitung
(countable)

karena

kita

dapat

mengurutkan

satu

persatu

anggota-

anggotanya. Sedangkan himpunan I merupakan himpunan tak terhitung


(uncountable).

Akibatnya

penulisan

lambang

di

atas

mempunyai

kelemahan karena belum membedakan himpunan terhitung dan tak


terhitung. Seorang matematikawan, Cantor, memberikan notasi yang lebih
baik yakni n(A) = 0 (dibaca aleph-nol) sedangkan n(I) = c. Simbol (dibaca
aleph ) merupakan huruf pertama dalam alfabet Hebrew.
Adakalanya suatu himpunan tidak memiliki anggota sama sekali. Himpunan
seperti ini disebut sebagai himpunan kosong yang dinotasikan dengan { }
atau simbol . Tanda merupakan huruf phi dalam alfabet Yunani. Contohcontoh himpunan kosong adalah:
a. Himpunan semua anak Indonesia yang tingginya lebih dari 3 meter.
b. Himpunan semua bilangan ganjil yang habis dibagi 2.
c. { x x2 + 1 = 0, x adalah bilangan bulat}
d. { x x2 9 = 0, 2x 4 = 0}
e. { x x x }
f. H = { x x H}
Sifat Unsur-unsur himpunan
Sifat keterikatan tertentu benda-benda didalam suatu himpunan disebut juga sifat himpunan,
adapun sifat dari himpunan adalah
Objek di dalam suatu himpunan bisa dibedakan antara obyek satu dengan yang lainnya,
misalnya himpunan hewan dalam hutan, dim ana anggotanya bisa harimau, jerapah, gajah dan
sebagainya.
Unsur yang berada di dalam suatu himpunan dapat dibedakan dengan unsur yang tidak berada
didalam ruangan.misalnya himpunan benda dalam aquarium bisa dibedakan dengan benda yang
berada diluar aquarium, misalnya kursi yang ada diluar.
1.

Ciri-ciri Himpunan

a. Adanya benda yang merupakan suatu anggota himpunan


b. Adanya sejumlah unsur pembentuk himpunan
c. Adanya unsur yang bukan termasuk anggota himpunan.

2.

Lambang Himpunan
Suatu himpunan dapat ditulis dengan lambang kurung kurawal pembuka ({ ) dan diakhiri

dengan kurung kurawal penutup( } ). Himpunan selalu di beri nama dengan huruf kapital (huruf
besar). Unsur-unsur yang termasuk dalam objek himpunan ditulis diantara tanda kurung kurawal.
Contohnya : himpunan X adalah himpunan bilangan prima kurang dari 20, ditulis X = {bilangan
prima kurang dari 20}.
3.

Menyatakan Himpunan

Ada tiga cara untuk menyatakan suatu himpunan:


a. Mendaftar adalah suatu metode yang digunakan dengan cara menyebutkan anggotanya atu
persatu. Contohnya X bilangan kurang dari 10.ditulis A = {1,2,3,4,5,6,7,8,9)
b. Menggunakan notasi pembentukan himpunan,yaitu dengan menyatakan suatu himpunan
dengan variabel dan menyatakan sifat-sifatnya. Contohnya B adalah suatu himpunan yang
anggotanya bilangan genap. Ditulis B = {x/x adalah bilangan genap}
c. Dengan menggunakan kata-kata yaitu dengan cara merangkai kata-kata yang mengambarkan
suatu bilangan. Contohnya A adalah himpunan yang anggotanya adalah hewan berkaki empat.
Ditulis A = {hewan kaki empat}
4.

Anggota Himpunan
Anggota himpuna disebut juga elemen himpunan. Anggota atau elemen himpunan adalah

semua unsur yang terdapat di dalam suatu himpunan. Anggota suatu himpunan ditulis dengan
menggunakan simbol E. Sedang kan yang bukan dilambangkan dengan E coret. Contohnya
salah satu anggota atau elemen kurang dari 5 adalah {1,2,3,4}.

B2. JENIS-JENIS HIMPUNAN


1.

himpunan berhingga adalah suatu himpunan yang jumlah anggotanya dapat dihitung.

Contohnya D = {bilangan genap kurang dari 10} atau A = {2,4,6,8}. Himpunan D jumlah
angotanya dapat dihitung yaitu sebanyak 4 buah.
2.

Himpunan tak hingga adalah suatu himpunan yang jumlah anggotanya tidak terbatas atau

tak hingga. Contohnya: A= {bilangan genap}, B= {bilangan ganjil}


3.

Himpunan kosong adalah suatu himpunan yang tidak memiliki anggota sama sekali.

Himpunan kosong dilambangkan dengan tanda {}. Contohnya B = {bilangan genap antara 2 dan
4}. ditulis B={}={0}.
4.

Himpunan

equal/himpunan

sama

adalah

himpunan

yang

anggotanya

sama

contohnya A= {b,c,d} B={d,c,b} A=B


5.

Himpunan ekuivalen adalah himpunan-himpunan yang jumlah anggotanya sama.

Contohnya A= {b,c,d} B={d,c,b} A jumlahnya sama dengan B


6.

Himpunan semesta adalah himpunan dari semua unsur yang sedang dibicarakan. Himpunan

semesta juga disebut himpunan uiversal dan ditulis dengan huruf S.

contohnya:
A = {1,3,5,7,9} himpunan semestanya berupa: S = {bilangan asli} S = {bilangan cacah} S
{bilangan ganjil kurang dari 10}
7.

Himpunan bagian adalah apabila setiap unsur dalam himpunan B termasuk juga anggota A,

maka B merupakan bagian dari himpunan A. contohnya


B = {a,c,e} A = {a,b,c,d,e} jadi B bagian dari A.
8.

Anggota himpunan n adalah suatu unsur dari suatu himpunan.

Contohnya
A = (a,b,c,d,e} maka a elemen A
9.

Himpunan lepas adalah ssuatu himpunan yang tidak mempunyai anggota persekutuan

dengan himpunan lain. Contohnya A = {d,e,f} B = {g,h,i} maka himpunan A tidak mempunyai
anggota persekutuan dengan himpunan B atau A//B
10.

bukan anggota himpunan adalah unsur ini tidak termasuk dalam himpunan tersebut

contohnya
A = {a,b,c,d} e bukan anggota himpunan A.
11. Himpunan biolangan cacah adalah himpunan bilangan yang anggotanya dimulai dari nol
dan seterusnya contoh K = {0,1,2,3,4,5}
12. Himpunan bilangan asli adalah himpunan bilangan yang anggotanya dimulai dari bilangan
satu dan seterusnya. Contohnya D = {1,2,3,4,}
13. himpunan bilangan genap adalah himpunan yang anggotanya dimulai dari angka dua dan
selalu genap atau habis dibagi dua contohnya G = {2,4,6,8,10}
14. himpunan bilangan ganjil adalah himpunan yang anggota bilanganya tidak habis dibagi dua
contohnya
K = {1,3,5,7}
15. himpunan blangan prima adalah himpunan bilangan yang anggotanya semua bilangan yang
memiliki dua factor contohnya Y = {2,3,,5,7}
16.

himpunan kuadrat bilangan cacah adalah himpunan bilangan cacah yang anggotanya

dipangkatkan dua. Contohnya Y = {0^2,1^2,3^2)

3. DIAGRAM VENN
Diagram venn adalah suatu gambar yang digunakan untuk menyatakan suatu himpunan dalam
himpunan semesta. Ciri dari diagram venn adalah adanya bilangan asli dan himpunan semesta.
Contohnya:
Buat diagram venn jika S = { 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 } A = { 1, 4, 6, 7 } B = { 2, 4, 5, 8 }

4. OPERASI pada HIMPUNAN


1.

Irisan

Irisan adalah dua himpunan yang bagian-bagiannya menjadi anggota dari keduanya.
Contohnya: Irisan himpunan A dan B A n B = { x | x A dan B } Jika A = { 2, 7, 9, 11 } Jika B = { 1, 5, 9,
0}
Maka A n B = 9
Atau

2.

Gabungan

Gabungan adalah dua himpunan yang anggotanya hanya bilangan itu saja misalnya anggota bilangan A
saja, anggota bilangan B saja dan anggota A, B keduanya.
Contohnya: A

u B = { x A, atau x B} Jika A = { 5, 7, 9, 11 ) Jika B = { 6, 7, 8, 9, 10 }

A u B = { 5, 6, 7, 8, 9 10, 11 )
3.

Sifat-sifat operasi himpunan

a. Komutatif
1) Irisan,

=>

Berlaku:

AnB=BnA

2) Gabungan,

=>

Berlaku:

AuB=BuA

b. Asosiatif
1) Irisan tiga himpunan,

=>

(A n B) n C = A n ( B n C)

2) Gabungan tiga himpunan,

=>

(A u B) u C = A u ( B u C)

c. Distributif
1) Irisan,

=>

2) Gabungan, =>

A n ( B u C ) = (A n B) u (A n C)
A u (B n C) = (A u B) n (A u C)

Aljabar-Himpunan
HIMPUNAN
Himpnan adalah kumpulan objek-objek yang dianggap sebagai satu kesatuan
Himpunan bilangan pada matematika yaitu terdiri dari :
Contoh Soal Himpunan :

Latihan Soal Himpunan :

Aljabar Boolean
Pengertian Aljabar Boolean
Aljabar Boolean merupakam rumusan matematika untuk menjelaskan sebuah hubungan logika
antara fungsi dan pensaklaran digital. Aljabar Boolean memiliki 2 macam nilai logika. Hanya
bilangan biner yang terdiri atas angka 0 dan 1 maupun pernyataan rendah dan tinggi.
Suatu fungsi logika atau operasi logika yang dimaksud pada Aljabar Boolean merupakan suatu
kombinasi Variabel Biner seperti misalnya yang terdapat pada masukan dan keluaran dari suatu
rangkaian digital yang dapat ditunjukkan bahwa di dalam Aljabar Boolean semua hubungan
logika antar variabel biner dapat dijelaskan oleh 3 operasi logika dasar, yaitu :

1. Operasi NOT
2. Operasi AND
3. Operasi OR
Operasi tersbut dijabarkan dalam 3 bentuk, yaitu :

1. Tabel fungsi (tabel kebenaran) yang menunjukkan keadaan semua variabel masukan dan
keluaran untuk setiap kemungkinan.
2. Simbol rangkaian untuk menjelaskan rangkaian digital.
3. Persamaan fungsi

Operasi Logika Dasar dalam Aljabar Boolean

Operasi Logika NOT. Fungsi NOT adalah untuk membalik sebuah variabel biner, misal
seperti jika masukannya 0, maka keluarannya adalah 1. Operasi NOT juga disebut
sebagai Operasi Invers. Operasi Invers adalah operasi yang mengubah logika 1 menjadi
0.

Operasi Logika AND. Fungsi AND ialah untuk menghubungkan paling sedikit 2
masukan variabel dan dapat lebih variabel masukannya mulai x0, x1 sampai xn dan satu
variabel keluaran y. Variabel keluaran akan berlogika 1 hanya jika semua masukannya x0,
x1 sampai xn dalam keadaan 1.

Operasi Logika OR. Fungsi OR ialah menghubungkan paling sedikit 2 masukan


variabel dan dapat lebih variabel masukannya mulai x0, x1 sampai xn dan satu variabel
keluaran y. Variabel keluaran akan berlogika 0 hanya jika semua masukannya x0, x1
sampai xn dalam keadaan 0.

Aljabar Boole terdiri dari dua yaitu :


Teorema variabel tunggal
Teorema variabel jamak
Aljabar Boolen adalah alajabar yang terdiri atas suatu himpuna B dengan 2 operator biner yang
didefinisikan pada himpunan tersebut yaitu penjumlahan dan perkalian prinsip dualitas.
Dualitas adalah padanan 2 ekspresi boolen yang diperoleh dengan cara:
1.

Mempertukarkan + engan 0 dan 2.

Mempertukarkan 1 dengan 0 P.203.130.205.68/Dosen

/Asih Foundation.com). c). Terdapat 2 jenis teorema dalam alajabar boole yakni teorema variable
tunggala dan jamak, adapun teorema variable jamak terdiri dari teorema komutatif, distributive,
asosiatif, absorsi dan morgan. Sedangkan teorema variable tunggal diperoleh dari hasil
penurunan operasi logika dasar OR, AND, dan NOT yang mana teorema itu meliputi teorema 0
dan 1, identitas idempotent, komplemen dan involusi.

1. Aljabar Boole
2. Aljabar Boolean Misalkan terdapat Dua operator biner: + dan Sebuah operator uner: .
B : himpunan yang didefinisikan pada operator +, , dan 0 dan 1 adalah dua elemen yang
berbeda dari B.
3. Aljabar Boolean Tupel (B, +, , ) disebut aljabar Boolean jika untuk setiap a, b, c B
berlaku aksioma-aksioma atau postulat Huntington berikut:
4. Aljabar Boolean (i) a + b B 1. Closure: (ii) a b B 2. Identitas: (i) a + 0 = a (ii) a 1
= a 3. Komutatif: (i) a + b = b + a (ii) a b = b . a (i) a (b + c) = (a b) + (a c) 4.
Distributif: (ii) a + (b c) = (a + b) (a + c) 5. Komplemen: (i) a + a = 1 (ii) a a = 0
5. Aljabar Boolean Untuk mempunyai sebuah aljabar Boolean, harus diperlihatkan: Elemenelemen himpunan B, Kaidah operasi untuk operator biner dan operator uner, Memenuhi
postulat Huntington.
6. Aljabar Boolean dua nilai Aljabar Boolean dua-nilai: B = {0, 1} operator biner, + dan
operator uner, Kaidah untuk operator biner dan operator uner:
7. Aljabar Boolean dua nilai Cek apakah memenuhi postulat Huntington: 1. Closure : jelas
berlaku 2. Identitas: jelas berlaku karena dari tabel dapat kita lihat bahwa: (i) 0 + 1 = 1 +
0 = 1 (ii) 1 0 = 0 1 = 0 3. Komutatif: jelas berlaku dengan melihat simetri tabel
operator biner.
8. Aljabar Boolean dua nilai 4. Distributif: (i) a (b + c) = (a b) + (a c) dapat ditunjukkan
benar dari tabel operator biner di atas dengan membentuk tabel kebenaran:
9. Aljabar Boolean dua nilai Hukum distributif a + (b c) = (a + b) (a + c) (ii) dapat
ditunjukkan benar dengan membuat tabel kebenaran dengan cara yang sama seperti (i).
Komplemen: jelas berlaku karena Tabel diatas memperlihatkan bahwa: (i) a + a = 1,
karena 0 + 0= 0 + 1 = 1 dan 1 + 1= 1 + 0 = 1 (ii) a a = 0, karena 0 0= 0 1 = 0 dan 1
1 = 1 0 = 0
10. Aljabar Boolean dua nilai Karena kelima postulat Huntington dipenuhi, maka terbukti
bahwa B = {0, 1} bersama- sama dengan operator biner + dan operator komplemen
merupakan aljabar Boolean
11. Ekspresi Boolean Misalkan (B, +, , ) adalah sebuah aljabar Boolean. Suatu ekspresi
Boolean dalam (B, +, , ) adalah: (i) setiap elemen di dalam B, (ii) setiap peubah, (iii)

jika e1 dan e2 adalah ekspresi Boolean, maka e1 + e2, e1 e2, e1 adalah ekspresi
Boolean
12. Ekspresi Boolean Contoh: 0 1 a b c a+b ab a (b + c) a b + a b c + b, dan
sebagainya
13. Mengevaluasi Ekspresi Boolean Contoh: a (b + c) jika a = 0, b = 1, dan c = 0, maka
hasil evaluasi ekspresi: 0 (1 + 0) = 1 1 = 1 Dua ekspresi Boolean dikatakan ekivalen
(dilambangkan dengan =) jika keduanya mempunyai nilai yang sama untuk setiap
pemberian nilai-nilai kepada n peubah. Contoh: a (b + c) = (a . b) + (a c)
14. Mengevaluasi Ekspresi Boolean Contoh. Perlihatkan bahwa a + ab = a + b .
Penyelesaian: Perjanjian: tanda titik () dapat dihilangkan dari penulisan ekspresi
Boolean, kecuali jika ada penekanan: (i) a(b + c) = ab + ac (ii)a + bc = (a + b) (a + c)
(iii)a 0 , bukan a0
15. Prinsip Dualitas Misalkan S adalah kesamaan (identity) di dalam aljabar Boolean yang
melibatkan operator +, , dan komplemen, maka jika pernyataan S* diperoleh dengan
cara mengganti dengan + + dengan 0 dengan 1 1 dengan 0 dan membiarkan operator
komplemen tetap apa adanya, maka kesamaan S* juga benar. S* disebut sebagai dual dari
S.
16. Prinsip Dualitas Contoh. (i) (a 1)(0 + a) = 0 dualnya (a + 0) + (1 a) = 1 (ii) a(a + b)
= ab dualnya a + ab = a + b
17. Hukum-hukum Aljabar Boolean 1. Hukum identitas: (i) a + 0 = a (ii) a 1 = a 2. Hukum
idempoten: (i) a + a = a (ii) a a = a 3. Hukum komplemen: (i) a + a = 1 (ii) aa = 0 4.
Hukum dominansi: (i) a 0 = 0 (ii) a + 1 = 1 5. Hukum involusi: (i) (a) = a
18. Hukum-hukum Aljabar Boolean 6. Hukum penyerapan: (i) a + ab = a (ii) a(a + b) = a 7.
Hukum komutatif: (i) a + b = b + a (ii) ab = ba 8. Hukum asosiatif: (i) a + (b + c) = (a +
b) + c (ii) a (b c) = (a b) c 9. Hukum distributif: (i) a + (b c) = (a + b) (a + c) (ii) a (b + c)
= a b + a c 10.Hukum De Morgan: (i) (a + b) = ab (ii) (ab) = a + b 11.Hukum 0/1 (i)
0 = 1 (ii) 1 = 0
19. Hukum-hukum Aljabar Boolean Contoh Buktikan (i) a + ab = a + b dan (ii) a(a + b) =
ab Penyelesaian: (i) a + ab = (a + ab) + ab (Penyerapan) = a + (ab + ab) (Asosiatif) = a
+ (a + a)b (Distributif) =a+1b (Komplemen) =a+b (Identitas) (ii) adalah dual dari (i)
20. Fungsi Boolean Fungsi Boolean (disebut juga fungsi biner) adalah pemetaan dari Bn ke B
melalui ekspresi Boolean, kita menuliskannya sebagai f : Bn B yang dalam hal ini Bn

adalah himpunan yang beranggotakan pasangan terurut ganda-n (ordered n-tuple) di


dalam daerah asal B. Setiap ekspresi Boolean tidak lain merupakan fungsi Boolean.
21. Fungsi Boolean Misalkan sebuah fungsi Boolean adalah f(x, y, z) = xyz + xy + yz
Fungsi f memetakan nilai-nilai pasangan terurut ganda-3 (x, y, z) ke himpunan {0, 1}.
Contohnya, (1, 0, 1) yang berarti x = 1, y = 0, dan z = 1 sehingga f(1, 0, 1) = 1 0 1 + 1
0 + 0 1 = 0 + 0 + 1 = 1 .
22. Fungsi Boolean Contoh-contoh fungsi Boolean yang lain: f(x) = x f(x, y) = xy + xy+ y
f(x, y) = x y f(x, y) = (x + y) f(x, y, z) = xyz
23. Fungsi Boolean Setiap peubah di dalam fungsi Boolean, termasuk dalam bentuk
komplemennya, disebut literal. Contoh: Fungsi h(x, y, z) = xyz pada contoh di atas
terdiri dari 3 buah literal, yaitu x, y, dan z.
24. Fungsi Boolean Contoh. Diketahui fungsi Booelan f(x, y, z) = xy z, nyatakan h dalam
tabel kebenaran. Penyelesaian:
25. Komplemen Fungsi Cara pertama: menggunakan hukum De Morgan Hukum De Morgan
untuk dua buah peubah, x1 dan x2, adalah Contoh. Misalkan f(x, y, z) = x(yz + yz),
maka f (x, y, z) = (x(yz + yz)) = x + (yz + yz) = x + (yz) (yz) = x + (y + z) (y +
z)
26. Komplemen Fungsi Cara kedua: menggunakan prinsip dualitas. Tentukan dual dari
ekspresi Boolean yang merepresentasikan f, lalu komplemenkan setiap literal di dalam
dual tersebut. Contoh. Misalkan f(x, y, z) = x(yz + yz), maka dual dari f: x + (y + z) (y
+ z) komplemenkan tiap literalnya: x + (y + z) (y + z) = f Jadi, f (x, y, z) = x + (y +
z)(y + z)
27. Bentuk Kanonik Jadi, ada dua macam bentuk kanonik: Penjumlahan dari hasil kali (sumof-product atau SOP) Perkalian dari hasil jumlah (product-of-sum atau POS) Contoh: 1.
f(x, y, z) = xyz + xyz + xyz SOP Setiap suku (term) disebut minterm 2. g(x, y, z) = (x
+ y + z)(x + y + z) (x + y + z)(x + y + z)(x + y + z) POS Setiap suku (term) disebut
maxterm
28. Bentuk Kanonik Setiap minterm/maxterm mengandung literal lengkap
29. Bentuk Kanonik Contoh Nyatakan tabel kebenaran di bawah ini dalam bentuk kanonik
SOP dan POS.

30. Bentuk Kanonik Penyelesaian: SOP Kombinasi nilai-nilai peubah yang menghasilkan
nilai fungsi sama dengan 1 adalah 001, 100, dan 111, maka fungsi Booleannya dalam
bentuk kanonik SOP adalah f(x, y, z) = xyz + xyz + xyz atau (dengan menggunakan
lambang minterm), f(x, y, z) = m1 + m4 + m7 = (1, 4, 7)
31. Bentuk Kanonik POS Kombinasi nilai-nilai peubah yang menghasilkan nilai fungsi sama
dengan 0 adalah 000, 010, 011, 101, dan 110, maka fungsi Booleannya dalam bentuk
kanonik POS adalah f(x, y, z) = (x + y + z)(x + y+ z)(x + y+ z) (x+ y + z)(x+ y+ z)
atau dalam bentuk lain, f(x, y, z) = M0 M2 M3 M5 M6 = (0, 2, 3, 5, 6)
32. Bentuk Kanonik Contoh Nyatakan fungsi Boolean f(x, y, z) = x + yz dalam bentuk
kanonik SOP dan POS.
33. Bentuk Kanonik Penyelesaian: (a) SOP x = x(y + y) = xy + xy = xy (z + z) + xy(z +
z) = xyz + xyz + xyz + xyz yz = yz (x + x) = xyz + xyz Jadi f(x, y, z) = x + yz =
xyz + xyz + xyz + xyz + xyz + xyz = xyz + xyz + xyz + xyz + xyz atau f(x, y,
z) = m1 + m4 + m5 + m6 + m7 = (1,4,5,6,7)
34. Bentuk Kanonik (b) POS f(x, y, z) = x + yz = (x + y)(x + z) x + y = x + y + zz = (x +
y + z)(x + y + z) x + z = x + z + yy = (x + y + z)(x + y + z) Jadi, f(x, y, z) = (x + y +
z)(x + y + z) (x + y + z)(x + y + z) = (x + y + z)(x + y + z)(x + y + z) atau f(x, y, z) =
M0M2M3 = (0, 2, 3)
35. Konversi Antar Bentuk Kanonik Misalkan = (1, 4, 5, 6, 7) f(x, y, z) dan f adalah fungsi
komplemen dari f, f (x, y, z) = (0, 2, 3) = m0+ m2 + m3 Dengan menggunakan hukum
De Morgan, kita dapat memperoleh fungsi f dalam bentuk POS:
36. Konversi Antar Bentuk Kanonik f (x, y, z) = (f (x, y, z)) = (m0 + m2 + m3) = m0 .
m2 . m3 = (xyz) (xy z) (xy z) = (x + y + z) (x + y + z) (x + y + z) = M0 M2 M3
= (0,2,3) Jadi, f(x, y, z) = (1, 4, 5, 6, 7) = (0,2,3). Kesimpulan: mj = Mj
37. Konversi Antar Bentuk Kanonik Contoh. Nyatakan = (0, 2, 4, 5) dan f(x, y, z) = (1, 2,
5, 6, 10, 15) g(w, x, y, z) dalam bentuk SOP. Penyelesaian: = (1, 3, 6, 7) f(x, y, z) g(w,
x, y, z)= (0, 3, 4, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 14)
38. Konversi Antar Bentuk Kanonik Contoh. Carilah bentuk kanonik SOP dan POS dari f(x,
y, z) = y + xy + xyz Penyelesaian: (a) SOP f(x, y, z) = y + xy + xyz = y (x + x) (z +
z) + xy (z + z) + xyz = (xy + xy) (z + z) + xyz + xyz + xyz = xyz + xyz + xyz
+ xyz + xyz + xyz + xyz atau f(x, y, z) = m0+ m1 + m2+ m4+ m5+ m6+ m7 (b) POS
f(x, y, z) = M3 = x + y + z

39. Bentuk Baku Contohnya, f(x, y, z) = y + xy + xyz (bentuk baku SOP) f(x, y, z) = x(y +
z)(x + y + z) (bentuk baku POS)
40. Jaringan Pensaklaran (Switching Network) Saklar adalah objek yang mempunyai dua
buah keadaan: buka dan tutup. Tiga bentuk gerbang paling sederhana: 1. Output b hanya
ada jika dan hanya jika x dibuka x 2. Output b hanya ada jika dan hanya jika x dan y
dibuka xy
41. Jaringan Pensaklaran (Switching Network) 3. Output c hanya ada jika dan hanya jika x
atau y dibuka x + y
42. Jaringan Pensaklaran (Switching Network) Contoh rangkaian pensaklaran pada rangkaian
listrik: 1. Saklar dalam hubungan SERI: logika AND 2. Saklar dalam hubungan
PARALEL: logika OR
43. Jaringan Pensaklaran (Switching Network) Contoh. Nyatakan rangkaian pensaklaran
pada gambar di bawah ini dalam ekspresi Boolean. Jawab: xy + (x + xy)z + x(y + yz +
z)
44. Rangkaian Digital Elektronik
45. Rangkaian Digital Elektronik
46. Rangkaian Digital Elektronik
47. Rangkaian Digital Elektronik Contoh. Nyatakan fungsi f(x, y, z) = xy + xy ke dalam
rangkaian logika.
48. Rangkaian Digital Elektronik
49. Gerbang Turunan
50. Gerbang Turunan