Anda di halaman 1dari 5

Nama

: RAVITA SARI

NIM

: 01111001018

1. Mengapa orang sering mempunyai kebiasaan untuk melihat keluar jika ada pertanyaan
apakah hari ini akan hujan ?
2. Seorang pengusaha harus berani mengambil resiko. Apakah seorang pengusaha sama
dengan seorang penjudi di dalam proses pembuatan keputusannya? Jelaskan !
3.
Alternatif

Keadaan

Keputusan
K1
K2
K3
K4

S1
125
75
35
40

S2
100
55
10
40

S3
50
50
0
10

S4
25
10
-30
-1

S5
-150
-60
-4
-2

a. Bagaimana orang yang konservatif membuat keputusan berdasarkan data tersebut.


b. Jika peluang kejadian S1 = S5 = 15% dan S2 = S4 = 20%, maka bagaimana
keputusan terbaik yang harus diambil.
4. Sableng baru saja lulus S1 dari sebuah perguruan tinggi, saat ini dia sedang dipusingkan
apakah dia harus segera bekerja atau melanjutkan jenjang S2. Jika dia langsung bekerja,
maka kemungkinan bahwa karirnya segera meningkat dengan pesat 50% dan jika dia
melanjutkan studi S2, maka ia juga harus mempertimbangkan apakah dia harus
mengambil S2 di dalam negeri atau luar negeri. Jika ia sekolah ke luar negeri, maka
kemungkinan karirnya akan meningkat dengan pesat sebesar 70%. Jika ia mengambil S2
di dalam negeri, maka kemungkinan karirnya meningkat 65%. Jika ia langsung bekerja
dan karirnya meningkat dengan pesat maka ia memperoleh gaji 4 juta dalam 2 tahu. Jika
karirnya meningkat dengan lambat maka gajinya 1 juta dalam 2 tahun. Biaya untuk
melanjutkan S2 di luar negeri 20 juta untuk 2 tahun dan biaya untuk melanjutkan S2 di
dalam negeri 5 juta untuk 2 tahun. Keputusan apa yang harus diambil oleh Sableng,
tunjukkan dengan diagram pohon keputusan!

Jawaban :
1. Karena tanda akan terjadinya hujan dapat di lihat dari awan, apakah awan tersebut
mendung atau tidak. Jika kita berada didalam ruangan otomatis kita harus melihat keluar
untuk memastikan apakah akan terjadi hujan atau tidak.

2. Ada 3 lingkungan dalam proses pengambilan keputusan yang telah dijadikan dalil yakni,
pasti, ketidakpastian dan risiko. Risiko adalah suatu keadaan dimana nilai-nilai peluang
yang dapat diberikan kepada setiap hasil atau peristiwa. Sampai seberapa jauh keputusan
diambil dalam suatu risiko tergantung pada siapa yang akan mengambil keputusan
tersebut, apakah para pebisnis, industriawan atau tingkatan manajerial dalam suatu
organisasi. Akan tetapi, meskipun keputusan semacam ini boleh dibilang langka namun
tetap perlu menjadi bahan pertimbangan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa
berkembangnya teori peluang diawali oleh kesenangan orang untuk mengadu untung
dimeja judi. Lahirnya berbagai teori peluang yang dilandasi dari kesenangan ini telah
banyak mempengaruhi perkembangan ilmu statistika itu sendiri. Seseorang tidaklah
mungkin untuk memahami statistika secara sempurna tanpa memahami apa arti peluang
sendiri. Oleh karena itu dapatlah dikatakan bahwa teori peluang adalah fondasi dari
statistika. Penggunaan teori peluang dalam bidang bisnis sudah cukup lama dikenal oleh
para pebisnis. Meski banyak diantara mereka tidak memiliki latar belakang matematika
namun istilah peluang, disadari atau tidak, banyak berperan ketika mereka menjalankan
aktivitas organisasi khususnya dalam proses pengambilan keputusan.
Namun bagi seorang pengusaha atau wirausaha ada Proses-proses yang
dilakukakan dalam pengambilan keputusan. Adapun langkah-langkah sistematis yang
harus dilakukan, yaitu sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi masalah, yaitu dengan mengenali terlebih dulu apa masalahnya.

2. Mencari alternatif pemecahan, yaitu dengan memerhatikan masalah efisiensi dan


efektivitas dan mencari alternatif sebanyak-banyaknya, kemudian susun menurut
keinginan.
3. Memilih alternatif, yaitu dengan mengambil satu diantara alternatif yang
memberikan cara yang paling efektif dan efisien.
Untuk menentukan keputusan, ada tiga langkah yang harus diperhatikan dalam
melakukan pemilihan keputusan, yaitu:
I.
Memperhitungkan secermat mungkin dampak dari setiap pilihan alternatif.
II.
Memperhitungkan seberapa besar kemungkinan dampak yang terjadi.
III.
Menjadikan tujuan sebagai pedoman.
IV. Pelaksanaan alternatif, saatnya untuk melaksanakan ke dalam bentuk tindakan
dan sesuai dengan perencanaan.
V. Evaluasi, proses pelaksanaan harus diamati dan diawasi agar sesuai dengan apa
yang diharapkan.
Setiap keputusan yang dihasilkan oleh perusahaan/organisasi memiliki sifat dan arah
yang berbeda, bergantung dari kemampuan mengelola usaha tersebut. Sifat dan sumber
arahan keputusan yang dihasilkan oleh wirausaha dalam menjalankan usahanya dapat
dibedakan menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut :
Keputusan yang bersifat Bottom Up, artinya keputusan yang bersumber dari bawah
menuju ke atas. Misalnya, seorang karyawan dapat memberikan gagasan untuk kemajuan
usaha terhadap manajemen. Kelebihannya, setiap karyawan dimotivasi untuk memiliki
gagasan bagi kemajuan usahanya. Perasaan memiliki perusahaan semakin bertambah
karena dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dengan demikian, perusahaan memiliki
sumber ide yang sangat banyak. Kekurangannya, teralu banyak gagasan dapat
memunculkan konflik karena setiap orang ingin gagasannya diterima, semakin banyak
alternatif, semakin sulit dalam menentukan keputusan yang baik.
Keputusan yang bersifat Top Down, artinya keputusan yang bersumber dari
manajemen tingkat atas ke bawahan. Kelebihannya, perintah terjamin dari satu sumber,
keputusan lebih terarah dan fokus karena bersumber dari satu arah. Kelemahannya,
pemimpin bisa menjadi diktator karena setiap orang terbatas dalam mengeluarkan
gagasannya.

3.

a. K1 = 125 +100 +50 + 25 -150 = 150


K2 = 75 + 55 + 50 + 10 60 = 130
K3 = 35 + 10 + 0 30 4 = 6
K4 = 40 + 40 +10 1 2 = 87
Berdasarkan data tersebut orang yang konservatif akan memilih keputusan K1 yang

memiliki nilai paling tinggi yaitu 150.


b. Dik : S1 = S5 = 15%
S2 = S4 = 20%
Note : untuk S3 karena tidak diketahui berapa persen probabilitasnya jadi saya
buat jadi 15 %
Ditanya : keputusan terbaik yang harus di ambil?

Jawab : K1 = 125 (0,15) + 100 (0,2) + 50 (0,15) + 25 (0,2) 150 (0,15)


= 18,75 + 20 + 7,5 + 5 22,5
= 28,75

K2 = 75 (0,15) + 55 (0,2) + 50 (0,15) + 10 (0,2) 60 (0,15)


= 11,25 + 11 +7,5 + 2 9
= 22,75

K3 = 35 (0,15) + 10 (0,2) + 0 (0,15) 30 (0,2) 4 (0,15)

= 5,25 + 2 + 0 6 0,6
= 0,65

K4 = 40 (0,15) + 40 (0,2) + 10 (0,15) 1 (0,2) 2 (0,15)


= 6 + 8 + 1,5 0,2 0,3
= 15
Jadi, keputusan terbaik yang harus di ambil adalah K1 karena nilainya paling tinggi yaitu 28,75

4.

Karir meningkat 50%

4 juta dalam 2 th

Karir Lambat

1 juta dalam 2 th

Bekerja

Melanjutkan

Di luar negeri

20 jt untuk 2 thn
Karir meningkat 70%

Di dalam negeri

5 juta untuk 2 tahun


Karir meningkat 65%

Jadi, keputusan yang harus di ambil oleh Sableng yaitu melanjutkan kuliah S2 di dalam
negeri dengan biaya kuliah 5 juta untuk 2 tahun dan karirnya akan meningkat sebesar 65%.