Anda di halaman 1dari 1

Perbedaan partus lama dan macet

Sebelum dibedakan menjadi partus lama atau macet, suatu partus harus memasuki fase aktif
persalinan terlebih dahulu sebelum dibedakan kelainannya. Fase aktif ini ditandai dengan
dilatasi serviks paling tidak 3-4 cm. Baru setelah itu, dapat dibedakan menjadi partus lama
atau partus macet.

Partus lama
Setelah terjadi fase aktif (dilatasi serviks 3-4 cm), pertambahan dilatasi serviks kurang
dari 1 cm/ jam selama paling sedikit 4 jam.
Partus macet
Setelah terjadi fase aktif (dilatasi serviks 3-4cm), tidak ditemukan lagi dilatasi serviks
selama 2 jam atau lebih. Hal ini dapat terjadi karena kontraksi uterus yang tidak
adekuat, kurang dari 180 unit Montevideo (ditemukan pada 80% kasus partus macet).

Faktor Power
Faktor power atau kekuatan ibu untuk mendorong menjadi salah satu yang mempengaruhi
lama waktu persalinan. Kekuatan yang lemah saat kontraksi dapat disebabkan disfungsi
uterus yang bersifat hipotonik. Disfungsi uterus ini banyak penyebabnya, yaitu:
Malfungsi otot uterus
Dapat terjadi karena regangan uterus yang berlebihan, misal pada kehamilan ganda
atau bayi besar. Dengan terlalu distensinya otot uterus, maka kontraksinya akan

menjadi terganggu sehingga persalinan menjadi lama.


Analgesia epidural
Pemberian analgesia ini dapat menjadikan persalinan lebih lama, baik persalinan kala

satu ataupun kala dua dengan perlambatan kecepatan penurunan janin.


Korioamnionitis
Proses persalinan yang melebihi waktu normalnya dapat meningkatkan resiko
terjadinya infeksi. Begitu pula sebaliknya, infeksi pada selaput ketuban janin yang

terlambat didiagnosa dapat memperpanjang waktu proses persalinan.


Posisi saat melahirkan
Posisi duduk, berjongkok, ataupun punggung yang lebih tinggi 30, diketahui dapat
membuat jalan lahir panggul bagian bawah 20-30 % lebih lebar sehingga persalinan

dapat lebih cepat 4 menit dibandingkan dengan posisi terlentang.


Hal-hal tersebut di atas dapat mempengaruhi kekuatan kontraksi uterus. Pada kontraksi
uterus, dibutuhkan tekanan minimal 15 mmHg untuk membuat serviks berdilatasi. Kontraksi
rata-rata uterus pada saat persalinan adalah 60 mmHg. Namun pada orang yang memiliki
gangguan kontraksi uterus karena hal tersebut di atas, memungkinkan tekanan kontraksi
uterus kurang dari 15 mmHg sehingga dilatasi serviks ikut terganggu.
Sumber: William gek. maap telat.