Anda di halaman 1dari 6

PERSAMAAN DAN PERPEDAAN

AUDITOR INDEPENDEN DAN AUDITOR


INTERNAL

Kesamaan
Internal

Auditor
Ditinjau

Independen
dari

dan

Standar

Auditor

Pekerjaan

Lapangan dan Standar Pelaporannya:

Keduanya sama-sama melaksanakan pekerjaan berdasarkan penugasan


yang

diberikan,

dan

dalam

pelaksanaan

tugas

tersebut,

juga

menggunakan prosedur dan teknik audit yang sama.

Keduanya melakukan pembandingan antara fakta-fakta yang dijumpai di pihak

auditi dengan kriterianya.


Keduanya bertujuan untuk memberikan rekomendasi guna perbaikan operasi
manajemen auditi.

Keduanya

pengalaman di bidang akuntansi, keuangan dan manajemen.


Keduanya harus membuat rencana pemeriksaan (Audit plan) dan

program pemeriksaan (Audit program) secara tertulis.


Semua prosedur pemeriksaan dan hasil pemeriksaan

didokumentasikan secara lengkap dalam Kertas Kerja Pemeriksaan.


Audit staff harus selalu melakukan continuing proffesional education/

pendidikan profesi berkelanjutan.


Keduanya harus mempunyai audit manual sebagai pedoman dalam

harus

mempunyai

latar

belakang,

pendidikan

dan

harus

melaksanakan pemeriksaan dan harus memiliki Kode Etik serta


pengendalian mutu.

Perbedaan
Internal

Auditor
Ditinjau

Independen
dari

dan

Standar

Lapangan dan Standar Pelaporannya:

Auditor

Pekerjaan

Auditor independen memberikan pendapat (opini) atas laporan


keuangan yang diauditnya. Sedangkan auditor internal, tidak berhak
memberikan pendapat atas laporan keuangan lembaga tempat dia
bekerja. Karena tidak berhak memberikan pendapat (opini), audit oleh

auditor internal sering disebut dengan istilah assurance saja.


Lazimnya, kegiatan auditor independen berhenti/selesai setelah
menyerahkan laporan hasil audit kepada yang memberi penugasan.
Sebaliknya, auditor internal, setelah menerbitkan laporan, harus
melakukan pemantauan tindak lanjut yang dilakukan manajemen atas
saran/rekomendasi yang diberikan sesuai hasil audit yang dituangkan

dalam laporannya tersebut.


Auditor independen melakukan pekerjaan sebatas penugasan yang
diberikan.

Sedangkan

auditor

internal,

di

samping

bertugas

melakukan audit, juga diharapkan menjadi konsultan bagi institusi di

lingkungan organisasi tempat dia bekerja.


Auditor internal posisinya sebagai pembantu pimpinan puncak (top
management), institusi yang menjadi obyek auditnya sudah dapat
diidentifikasi

dengan

jelas,

sehingga

kegiatan

auditnya

dapat

direncanakan secara teratur. Sedangkan auditor independen bekerja


berdasarkan pesanan, bahkan mungkin untuk mendapatkan pekerjaan
dia harus memasarkan dirinya terlebih dahulu.
Selain itu Perbedaan Auditor Independen dan Auditor Internal
Perusahaan dapat dijelaskan sbb:
Perbed

Auditor Independen

aan
Hubung Para

pemegang

Auditor Internal
saham Perusahaan

memperkerjakan

an

perusahaan menunjuk auditor individu-individu

Kerja

eksternal
audit

untuk

eksternal.

sebagai

melakukan auditor internal untuk menilai


Auditor

ini efektifitas

operasi

biasanya independen terhadap manajemen.


perusahaan dan manajemen.

utamanya
penilaian

Mereka
terkait

dengan

pengendalian

internal perusahaan.

Pelapor

Laporan

an

ditujukan
saham

auditor

independen Laporan audit internal adalah

untuk

pemegang merupakan hal yang rahasia

dan

pihak-pihak

disajikan
yang

untuk yang ditujukan untuk direktur

terkait

di dan manajemen perusahaan.

Ruang

masyarakat luas
Untuk
menghindari

Lingku

kepentingan, eksternal audit aspek

tidak

Pekerja

pekerjaan diluar ruang lingkup mendeteksi

an

pekerjaannya.

dapat

konflik Audit

dan

dan

memberikan

dan

serta

menyediakan
konsultansi

atas

internal dan

kinerja

pendapat kelola

atas

tata

manajemen

yang wajar dan benar atas dan mengevaluasi


Tujuan

non

terjadinya

laporan pengendalian

keuangan bebas dari salah saji penilaian

pada

perusahaan

Tujuan kecurangan,

apakah

fokus

keuangan

melakukan keuangan

utamanya adalah untuk mem- saran


verifikasi

internal

strategi

perusahaan.
manajemen risiko perusahaan.
Untuk memberikan opini atas Internal audit memberikan
laporan keuangan perusahaan. nilai

tambah

bagi

operasi

perusahaan. Fungsi utamanya


adalah memeriksa kepatuhan
dan operasi perusahaan.

Sedangkan

menurut

Sawyers

Internal

Auditing

5th

Ed.

Adaptasi Two Sides of Auditing Lal Balkaran (Internal Auditor,


Back to Basics, October 2008), Perbedaan Auditor Independen
dan Auditor Internal ditinjau dari standar pekerjaan lapangan dan
standar pelaporan dapat dijelaskan sbb:
Perbedaan Misi

Tanggung jawab utama auditor independen adalah memberikan opini


atas

kewajaran

pelaporan keuangan

organisasi, terutama

dalam

penyajian posisi keuangan dan hasil operasi dalam suatu periode.


Mereka juga menilai apakah laporan keuangan organisasi disajikan

sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum,


diterapkan secara konsisten dari periode ke periode, dan seterusnya.
Opini ini akan digunakan para pengguna laporan keuangan, baik di
dalam organisasi terlebih di luar organisasi, antara lain untuk melihat
seberapa besar tingkat reliabilitas laporan keuangan yang disajikan oleh

organisasi tersebut.
Sementara itu, tanggung jawab utama auditor internal tidak terbatas
pada

pengendalian

internal

berkaitan

dengan

tujuan

reliabilitas

pelaporan keuangan saja, namun juga melakukan evaluasi desain dan


implementasi pengendalian internal, manajemen risiko, dan governance
dalam pemastian pencapaian tujuan organisasi. Selain tujuan pelaporan
keuangan, auditor internal juga mengevaluasi efektivitas dan efisiensi
serta kepatuhan aktivitas organisasi terhadap ketentuan perundangundangan

dan

kontrak,

termasuk

ketentuan-ketentuan

internal

organisasi.
Perbedaan Organisasional

Auditor Internal merupakan bagian integral dari organisasi di mana


klien utama mereka adalah manajemen dan dewan direksi dan dewan
komisaris, termasuk komite-komite yang ada. Biasanya auditor internal
merupakan karyawan organisasi yang bersangkutan. Meskipun dalam
perkembangannya

pada

outsourcing

co-sourcing

atau

saat

ini

dimungkinkan

internal

auditor,

untuk

dilakukan

namun

sekurang-

kurangnya penanggung jawab aktivitas audit internal (CAE) tetaplah

bagian integral dari organisasi.


Sebaliknya, auditor independen merupakan pihak ketiga alias bukan
bagian dari organisasi. Mereka melakukan penugasan berdasarkan
kontrak yang diatur dengan ketentuan perundang-udangan maupun
standar profesional yang berlaku untuk auditor eksternal.

Perbedaan Pemberlakuan

Secara umum, fungsi audit internal tidak wajib bagi organisasi.


Namun demikian untuk perusahaan yang bergerak di industri tertentu,
seperti perbankan, dan juga perusahaan-perusahaan yang listing di

Bursa Efek Indonesia diwajibkan untuk memiliki auditor internal.


Perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN) juga diwajibkan untuk

memiliki auditor internal.


Sementara itu, pemberlakuan kewajiban
eksternal

lebih luas dibandingkan

untuk

audit

dilakukan

audit

internal. Perusahaan-

perusahaan yang listing, badan-badan sosial, hingga partai politik


dalam keadaan-keadaan tertentu diwajibkan oleh ketentuan perundangundangan untuk dilakukan audit eksternal.
Perbedaan Fokus dan Orientasi

Auditor internal lebih berorientasi ke masa depan, yaitu kejaidankejadian yang diperkirakan akan terjadi, baik yang memiliki dampak
positif (peluang) maupun dampak negatif (risiko), serta bagaimana
organisasi

bersiap

tujuannya.
Sedangkan auditor

terhadap

segala

independen

kemungkinan

terutama

pencapaian

berfokus

pada

akurasi dan bisa dipahaminya kejadian-kejadian historis sebagaimana


terefleksikan pada laporan keuangan organisasi.
Perbedaan Kualifikasi

Kualifikasi yang diperlukan untuk seorang auditor internal tidak


harus seorang akuntan, namun juga teknisi, personil marketing,
insinyur produksi, serta personil yang memiliki pengetahuan dan
pengalaman lainnya tentang operasi organisasi sehingga memenuhi

syarat untuk melakukan audit internal.


Auditor Eksternal harus memiliki
mampu

memahami

dan

menilai

kualifikasi

risiko

akuntan yang

terjadinya

errors

dan

irregularities, mendesain audit untuk memberikan keyakinan memadai


dalam mendeteksi kesalahan material, serta melaporkan temuan
tersebut. Pada kebanyakan negara, termasuk di Indonesia, auditor
perusahaan publik harus menjadi anggota badan profesional akuntan
yang diakui oleh ketentuan perundang-undangan.
Perbedaan Timing

Auditor internal melakukan review terhadap aktivitas organisasi secara

berkelanjutan.
Sedangkan
auditor

eksternal

biasanya

melakukan

secara

periodik/tahunan.
Perbedaan Ikatan Etika
Jenis tanggung jawab yang ditentukan IAPI yang mengikat auditor
independen namun tidak mengikat auditor internal seperti :

Tanggung jawab kepada klien : Auditor independen tidak diperkenankan


mengungkapkan informasi klien yang rahasia, tanpa persetujuan dari

klien.
Tanggung

jawab

kepada

rekan

seprofesi

Auditor

independen

memelihara citra profesi, dengan tidak melakukan perkataan dan

perbuatan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi.


Tanggung jawab praktik lain : Anggota tidak diperkenankan melakukan
tindakan dan/atau mengucapkan perkataan yang mencemarkan profesi.