Anda di halaman 1dari 21

Manajemen Pemasaran

Analisis Strategi Pemasaran Produk Pepsodent

Disusun oleh :
Aldrin Primaguna (01031381320071)
Farandi Satyapravira (01031281320018)
M. Ridwanda Fitrah (01031281320049)
Dosen Pengasuh :
Welly Nailis, S.E., M.M.
(197407102008011011)

Fakultas Ekonomi
Universitas Sriwijaya
2014/2015

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ....................................................................................................... i
A. PENDAHULUAN........................................................................................... 1-2
B. STRATEGI PEMASARAN DENGAN ANALISIS STP (SEGMENTING,
TARGETTING, POSITIONING)
1. SEGMENTING .................................................................................. 3-4
2. TARGETING ..................................................................................... 5
3. POSITIONING .................................................................................. 6-7

C. STRATEGI PEMASARAN DENGAN ANALISIS 4P (PRODUCT, PRICE,


PLACE, PROMOTION)
1. PRODUCT ......................................................................................... 8-12
2. PRICE ................................................................................................ 13
3. PLACE ............................................................................................... 14
4. PROMOTION .................................................................................... 15-16

D. PEPSODENT DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS ................. 17-18

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 19

A. Pendahuluan
Pasar global dan persaingan usaha yang semakin kompetitif tersebut membawa
dampak yang besar dalam hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya. Sebagai
contoh, tuntutan konsumen makin besar, mereka tidak lagi sekedar menginginkan
produk atau jasa yang berkualitas dengan harga murah tetapi juga sangat mengharapkan
kecepatan penyampaian, fleksibilitas, dan layanan pelanggan (customer service) yang
unggul. Dalam membeli suatu produk, pelanggan selalu berupaya memaksimalkan nilai
(value) yang dirasakan di saat dia menghadapi berbagai macam pilihan produk, merek,
harga dan penjual. Konsumen akan memilih penawaran yang memberikan nilai
(customer delivered value) tertinggi dengan cost yang rendah yang tentunya ada realitas
kendala berupa biaya informasi, terbatasnya pengetahuan, mobilitas dan pendapatan.
Ketatnya persaingan antara masing-masing perusahaan pasta gigi dapat dilihat dari
kegiatan promosi yang dilakukannya.
Promosi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan antara lain melalui media
elektronik seperti televisi dan radio atau media cetak seperti koran, tabloid, dan majalah.
Promosi yang dirasakan paling menarik adalah iklan yang ditayangkan melalui televisi
karena pemirsa bisa melihat gambar, suara, gerak,dan produk yang dipromosikan,
disamping itu promosi melalui iklan di televisi mampu menjangkau masyarakat luas
sampai ke daerah pelosok, sekalipun bagi yang menyaksikannya. Masing-masing
perusahaan memperlihatkan keunggulan masing-masing, sehinga bisa menarik
konsumen sebanyak-banyaknya.
Perilaku konsumen lah yang akan menyeleksi apakah produk disukai atau tidak.
Dan disini lah dapat dilihat suatu Proses Keputusan Pembeli, yaitu Pengenalan masalah,
Pencarian informasi, Mengevaluasi alternatif, Keputusan pembelian, Evaluasi pasca
pembelian, Setelah membeli produk konsumen akan melalukan evaluasi, sesuai
harapan/ tidak dan Terjadi kepuasaan/ ketidakpuasan.
Pasta gigi merupakan kebutuhan penting bagi tiap individu di segala segmen dan
demografi, sehingga produksi produk tersebut sangat tinggi setiap harinya seiring
dengan tingginya permintaan. Kriteria produk pasta gigi yang diinginkan konsumen
diantaranya mengandung kandungan fluoride yang cukup, memiliki rasa segar,
ekonomis, praktis, terkemas dengan baik dan menarik. Salah satu brand yang berhasil
mengakar kuat dan sudah lama di Indonesia yang mampu memanfaatkan peluang pasar
tersebut adalah produk pasta gigi Pepsodent.
Pepsodent adalah pasta gigi yang paling terkenal dan tertua di Indonesia, sejak
awal keberadaannya selalu memberikan keunggulan yang diminati oleh pelanggan.
Pepsodent secara aktif mendidik dan mempromosikan kebiasaan menyikat gigi secara
benar melalui program sekolah dan layanan pemeriksaan gigi gratis. Sejak itu
Pepsodent telah melengkapi jajaran produknya mulai dari pembersihan dasar hingga
pasta gigi dengan manfaat lengkap.
PT. Unilever Indonesia pada produk pepsodent untuk saat ini menjadi market
leader di pemasaran Indonesia terutama untuk merek Pepsodent dengan ukuran antara
25 gram 190 gram, dimana tingkat produksi rata-rata per hari 870.000 pcs. Selain itu,
produk pasta gigi pepsodent jenis warna putih memiliki beberapa keunggulan
dibandingkan dengan produk lain yang sejenis diantaranya mengandung flouride
sebagai bahan anti gigi berlubang, mengandung CaGP sebagai bahan aktif yang mampu
memperkuat daya kerja flouride dalam mencegah gigi berlubang.

Keberhasilan PT. Unilver Indonesia dalam memproduksi pasta gigi Pepsodent


tidak terlepas dari peran pelanggan. Kekuatan utama untuk tetap mempertahankan
pelanggan yaitu menerapkan sistem pemasaran yang sesuai dengan visi dan misi
perusahaan. Pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan dengan dunia luar yang
paling besar memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan.
Pepsodent adalah pasta gigi pertama di Indonesia yang kembali meluncurkan
pasta gigi berflorida pada tahun 1980-an dan satu-satunya pasta gigi di Indonesia yang
secara aktif mendidik dan mempromosikan kebiasaan menyikat gigi secara benar
melalui program sekolah dan layanan pemeriksaan gigi gratis. Sejak itu Pepsodent telah
melengkapi jajaran produknya mulai dari pembersihan dasar hingga pasta gigi dengan
manfaat lengkap.
Pepsodent telah menjadi market leader dan menguasai pasar untuk produk pasta
gigi. Saat ini produk Pepsodent memiliki bermacam-macam varian yaitu klasik, herbal,
whitening, complete care dan anak-anak. Selama brand mix-nya kuat akses ke
konsumen menjadi makin mudah. banyak masyarakat Indonesia yang belum mengerti
cara menyikat gigi dengan benar. Di situlah Pepsodent menangkap peluang untuk
menyosialisasi sekaligus memberi pengetahuan mengenai kesehatan gigi. Tujuannya,
meningkatkan kesehatan gigi dan mulut bangsa Indonesia.

B. Strategi Pemasaran dengan Analisis STP (Segmenting, Targetting, Positioning)


1. Segmenting
Berdasarkan daftar produk yang variatif, Pepsodent mengelompokkan produknya
berdasarkan segmentasi demografis pada variabel usia, yaitu anak-anak dan dewasa.
Pepsodent untuk anak-anak disesuaikan dengan rasa yang biasanya disukai oleh anakanak misalnya rasa buah dan mengandung mint yang lebih sedikit, seperti Pepsodent
Kids, Gigi Susu Strawberry, dan Gigi Susu Orange. Kemudian untuk dewasa seperti
Pepsodent Complete, Pepsodent Center Fresh dan lain lain. Selain Segmentasi
demografis, Pepsodent juga mengelompokkan produk untuk konsumen berdasarkan
Segmentasi Tingkah laku pada variabel Manfaat, dimana Pepsodent menciptakan
beberapa produk yang menyediakan manfaat utama pada tiap merk bagi para
konsumennya, seperti Pepsodent White Pencegah Gigi Berlubang, Pepsodent Whitening
untuk pemutih gigi, Pepsodent Sensitive dan Pepsodent Sensitive Expert untuk gigi
sensitive. Segmenting pada Pepsodent sudah sangat luas. Sehingga dengan begitu nama
Pepsodent dapat menjadi pilihan pertama yang melintas dibenak hampir seluruh
masyarakat Indonesia. Untuk dewasa setiap jenis produk memiliki fungsi yang berbedabeda ini menunjukkan bahwa Pepsodent ingin memenuhi kebutuhan konsumen di setiap
masalah gigi yang berbeda-beda. Pepsodent juga dapat digunakan untuk semua jenis
kelamin.
Pepsodent menawarkan beberapa varian untuk mengatasi semua masalah gigi,
misalnya:
Pepsodent Gigi Susu Orange dan Fruity Susu Strawberry Fruity khusus untuk gigi
susu anak dengan rasa Orange dan Strawberry diperkaya dengan kandungan fluoride
untuk mencegah gigi berlubang dalam jumlah yang aman untu kanak-anak, terutama
bila tidak sengaja tertelan, juga mengandung kalsium susu untuk membantu
pertumbuhan gigi anak.
Pepsodent Sensitive Expert untuk menghilangkan rasa ngilu dengan cepat pada gigi
dan gusi sensitive.
Pepsodent Complete 8 yang memberikan 8 aksi perlindungan untuk mengatasi
masalah gigi dan gusi yang sering ditemukan oleh dokter gigi.
Pepsodent Complete + Gum Care untuk perawatan terbaik dan menyeluruh
kesehatan mulut keluarga, terutama mengurangi gusi berdarah dan menghambat
pembentukan karang gigi.
Pepsodent White Now untuk memberikan efek gigi tampak lebih putih segera setelah
satu kali menyikat gigi.
Pepsodent Whitening untuk membuat gigi sehat dan tampak lebih putih alami dalam
2 minggu.
Pepsodent Center Fresh untuk memberikan sensasi extra segar dan pencegah gigi
berlubang.
Pepsodent Herbal untuk mendapatkan formulasi yang lebih lembut karena diperkaya
oleh kombinasi bahan alami dan bahan yang diproses secara ilmiah untuk gigi tetap
kuat, dan gusi tetap sehat serta mulut tetap segar.
Pepsodent Anticavity untuk melindungi gigi selama 12 jam mencegah gigi
berlubang.
Pepsodent Action 123 untuk mencegah gigi berlubang, gigi tampak putih dan nafas
segar bias memakai 3 keunggulan dalam 1 pasta gigi.
3

PepsodentPencegah Gigi Berlubang untuk membantu memperbaiki lubang kecil tak


kasat mata untuk mempertahankan kekuatan gigi lebih lama.
PepsodentPencegah Gigi Berlubang varian Fresh Cool Mint untuk mendapatkan
sensasi lebih segar dalam perlindungan 12 jam mencegah gigi berlubang.
Perilaku membagi kelompok berdasarkan status pemakai, menggunakan produk untuk
loyalitas merk, tingkat penggunaan, status kesetiaan, dan sikap. Banyak pemasar yakin
bahwa variable tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen
pasar. Contohnya seperti yang sudah dikenal yaitu pasta gigi keluarga. Manfaat
mengklasifikasikan pasar berdasarkan atribut (nilai) atau manfaat yang terkandung
dalam suatu produk. Konsumen akan mencari produk yang menyediakan manfaat
khusus untuk memuaskan kebutuhannya.

2. Targeting
Berdasarkan analisis segmentasi diatas, bahwa Pepsodent berada di
segmentasi demografi pada variabel usia. Pepsodent menetapan target yang sesuai untuk
produk-produknya yang variatif yaitu adalah anak-anak yang masih dalam masa
pertumbuhan gigi dan orang dewasa yang memerlukan pasta gigi untuk perlindungan
gigi mereka. Hal ini jelas terlihat pada iklan yang mereka publikasikan diberbagai
media. Model dalam iklan tersebut menampilkan seorang anak yang sedang menggosok
gigi bersama ayahnya. Hal ini menunjukkan segmentasi pasar pepsodent yaitu pada
anak-anak dan dewasa, secara umumnya yaitu pada suatu keluarga. Kemudian produk
pepsodent juga berada pada segmentasi tingkah laku yaitu manfaat, dimana beberapa
produk pepsodent ditujukan pada para konsumen yang mengalami permasalahan gigi
sensitive, mencegah gigi berlubang dan memutihkan gigi. Maka pepsodent
menyediakan produk-produk tertentu untuk membidik pasar konsumen jenis tersebut.
Penetapan target di atas didukung dengan adanya berbagai macam produk yang variatif
untuk anak-anak seperti pasta gigi dengan rasa buah-buahan dan dewasa dengan pasta
gigi yang memiliki kadar mint yang lebih tinggi. Lalu produk-produk pasta gigi untuk
mengatasi beberapa permasalah gigi mulai dari untuk mencegah gigi berlubang dan
untuk gigi sensitif.
Dalam iklan pepsodent ini memiliki beberapa cerita yang menceritakan seorang
ayah yang mengajarkan anaknya untuk selalu menyikat gigi sesudah makan dan
sebelum tidur agar terhindar dari kuman dan mulut atau gigi tidak menjadi sarang
kuman. Dengan secara tidak langsung, iklan ini juga mengajarkan kepada konsumen
yang menonton terlebih kepada anak-anak agar mengetahui begitu pentingnya menyikat
gigi. Dengan melihat tokoh yang ditayangkan dalam iklan Pepsodent terlihat bahwa
target market dari produk Pepsodent adalah seluruh anggota keluarga dari yang dewasa
hingga anak-anak, karena tokoh keluargalah yang ditayangkan lebih dominan dalam
iklan Pepsodent.

Gambar 2.1. Iustrasi Targeting Pepsodent

3. Positioning
Kata kunci setiap produk untuk tetap bertahan tergantung seberapa inovatif
sebuah produk mengikuti product life cycle (PLC) yang harus diperbaharui memenuhi
selera konsumen yang berubah, berkembang dan tumbuh bersama dengan pola-pola
perilaku dan tuntutan masyarakat. Pepsodent menjalankan PLC secara konsisten. Hal
tersebut mengakibatkan Posisi pasar produk pepsodent memiliki berbagai keunggulan.
Sehingga tak heran jika banyak keluarga di Indonesia menggunakan pasta gigi ini. Di
samping mengembangkan product content sebagai bagian product life cycle strategy,
pepsodent pun terus melakukan inovasi dalam kemasan, rasa, warna, bentuk, ukuran
dan merancang produknya sesuai dengan segmentasi pasarnya yakni dewasa dan anakanak. Seperti kemasannya yang di buat dari plastik lentur dan tutup yang lebih adaptif
setelah sebelumnya dari aluminium dan tutup lepas. Rasanya dibagi sesuai dengan cita
rasa buah-buahan atau rasa mint. Selain itu warnanya disesuaikan dengan warna-warna
trendi, yakni putih dan hijau baik isi maupun kemasannya. Ukurannya diatur dari kecil,
sedang, hingga besar. Sehingga praktis mempengaruhi harga. Tidak hanya dari segi
nilai produknya, inovasi promosi pepsodent juga sangat kreatif dan inovatif sehingga
mampu menarik daya beli konsumen. Hal ini yang membuat nama Pepsodent paling
kerap terdengar diantara para pemain di industri ini. Bahkan, di ajang Indonesian
Customer Loyalty Index (ICLI) tahun 2012 Pepsodent berhasil menduduki peringkat
teratas, diikuti Close Up dan Maxam di urutan ke-2 dan ke-3. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa pasta gigi Pepsodent telah menjadi market leader dan menguasai
pangsa pasar untuk produk pasta gigi. Pepsodent yang dulu juga membangun posit telah
berhasil melakukan repositioning deng Berlubang. Perubahan kata-kata ini yang
diubah, bukan namun produsen semata telah memikirkan perubahan kuantitatif target
pasar dan segmen pasar yang dibidik, tentu ketika seseorang mencapai usia tua dengan
gigi berlubang sangatlah tidak nyaman, sehingga Pepsodent menjadi jawabannya.
Pepsodent pun memiliki diferensiasi produk agar mudah dikenal dan memberikan daya
tarik tersendiri bagi para konsumen. Pada produk Pepsoden diferensiasi yang utama
adalah :
Pepsodent adalah merk terkemuka di sebagian besar negara Asia dengan
Indonesia dan India sebagai pasar terbesar.
Pada tahun 2005 Pepsodent merupakan satu-satunya merk pasta gigi yang diakui
oleh FDI, Federasi Gigi Dunia, di samping asosiasi dokter gigi di dalam negeri.
Pepsodent anak ikut bersaing dalam produk pasta gigi anak.
Pepsodent menggunakan diferensiasi content dalam meluncurkan varian baru
pasta gigi dari Triple action sampai Herbal Cooling dan juga Pepsodent
mengeluarkan.
Pasta gigi yang inovatif. Fokus diferensiasi Pepsodent pada konten yaitu
bagaimana menghasilkan produk inovatif yang terdepan.
Saat ini pepsodent membuat terobosan baru yang menciptakan produk yang dapat
membantu para pemakainnya untuk semua masalah gigi. Yang semula hanya
pencegahan gigi berlubang, dan kini ada terobosan baru untuk orang dewasa seperti
dapat dibilang kakek nenek yang permasalahan giginya adalah mulai tidak kuatnya
untuk memakan sesuatu yang tertentu.
Pepsodent pun lebih mendekatkan produknya melalui turun lapangan, atau bias di
bilang mengiklankan produknya melalui masyarakat langsung. Seperti saat ini
6

mendatangi sekolah-sekolah untuk mengajari bagaimana cara menyikat gigi dengan


benar, kapan harus menyikat gigi, dan merawat gigi. Acara ini dikhususkan untuk anak
SD, selain itu ada acara games juga. Selain itu pepsodent juga mengadakan acara yang
memberangkatkan keluarga ke Pulau Bali tetapi dengan syarat mengirim surat melalui
pos yang berceritakan tentang mengajak anaknya untuk menyikat gigi. Dan itu dapat
diterapkan pada iklan pepsodent selanjutnya.
Pepsodent yang dulu juga membangun positioning statement Gigi Putih saat ini
telah berhasil melakukan repositioning dengan Perlindungan Gusi dan Perlindungan
Gigi Berlubang. Perubahan ini bukan semata-mata kata-kata yang diubah, namun
produsen telah memikirkan perubahan kuantitatif target pasar dan segmen pasar yang
dibidik, tentu ketika seseorang mencapai usia tua dengan gigi berlubang sangatlah tidak
nyaman, sehingga Pepsodent menjadi jawabannya.

C. Strategi Pemasaran dengan Analisis 4P (Product, Price, Place, Promotion)


1. Strategi Pengembangan Produk yang Dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia
pada Produk Pasta Gigi Pepsodent
Strategi pengembangan produk yang dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia pada
produk pasta gigi pepsodent adalah Line extension. Line extension adalah
mengembangkan item produk dengan kategori yang sama dengan menggunakan merek
yang sama seperti rasa, bentuk, warna, dan kemasan. Dalam hal ini, Pepsodent telah
mengeluarkan berbagai varian produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,
yaitu :
Pepsodent White Pencegah Gigi Berlubang

PepsodentWhitening

Pepsodent Sensitive

Pepsodent Herbal

Pepsodent Complete 12

Pepsodent Complete + Gum Care

Pepsodent Gigi Susu Strawberry

Pepsodent Gigi Susu Orange

10

Pepsodent Complete 8

Pepsodent Center Fresh

Pepsodent White Now

11

Pepsodent Sensitive Expert

Pepsodent Green Tea

12

2. Strategi Penetapan Harga yang Dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia pada
Produk Pasta Gigi Pepsodent
Produk pasta gigi pepsodent menawarkan manfaat yang lengkap dengan harga
yang terjangkau. Konsumen diberikan pilihan untuk dapat menikmati manfaat dari
varian produk pepsodent disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, apakah mencari
mutu atau mencari harga rendah. Dengan demikian, strategi penetapan harga yang
dilakukan PT. Unilever Indonesia pada produk pasta gigi pepsodent adalah Economy
strategy dimana harga yang ditawarkan sebanding dengan kualitas yang didapat oleh
konsumen yaitu rendah/ terjangkau. Naamun ada beberapa jenis pasta gigi pepsodent
yang sedikit lebih tinggi harga nya dikarenakan varian tersebut memang diperuntukkan
untuk kelompok masyarakat yang memilki kebutuhan khusus terhadap perawatan
giginya. Berikut adalah daftar harga dari beberapa jenis pasta gigi pepsodent.
Tabel.1 Daftar Harga Pasta Gigi Pepsodent tahun 2014
Merek
Jenis
Pencegah gigi berlubang (75-190 gr)
Whitening (75-190 gr)
Sensitive (75-190 gr)
Herbal (75-190 gr)
Complete 12 (65-170 gr)
Complete + Gum Care (65-190 gr)
Pepsodent
Gigi Susu Strawberry (50 gr)
Gigi Susu Orange (50 gr)
Complete 8 (65-190 gr)
Center Fresh (160 gr)
White Now (100 gr)
Sensitive Expert (100 gr)
Green Tea (75-190 gr)

Harga
Rp3.275 Rp9.000
Rp4.790 Rp9.450
Rp12.450 Rp22.390
Rp4.790 Rp10.950
Rp5.250 Rp9.150
Rp5.580 Rp13.250
Rp5.600,Rp5.600,Rp5.500 Rp14.750
Rp9.977,Rp12.570,Rp17.200,Rp4.790 Rp10.950

Sumber : Rie Mart (data diolah)

Harga yang kompetitif dengan kualitas yang terjamin membuat pepsodent selalu
menjadi produk Top Brand pada Top Brand Award kategori pasta gigi dari tahun 20072014.
Tabel 2. Top Brand Index Pasta Gigi (Pepsodent) 2007-2014
Merek
Tahun
Pepsodent
Ciptadent
2007
75,64%
8,95%
2008
71,10%
9,50%
2009
74,50%
9,70%
2010
74,80%
7,70%
2011
73,60%
9,80%
2012
75,00%
7,60%
2013
71,60%
9,10%
2014
73,10%
8,40%
Sumber : www.topbrand-award.com

13

3. Strategi Pemasaran Place (Distribusi) yang Dilakukan oleh PT. Unilever


Indonesia pada Produk Pasta Gigi Pepsodent
Strategi pemasaran distribusi yang dilakukan PT. Unilever Indonesia pada produk
pasta gigi Pepsodent adalah strategi distribusi intensif. Strategi distribusi ini
menempatkan produk dagangannya pada banyak retailer atau pengecer serta distributor
di berbagai tempat. Distribusi untuk produk Pepsodent ini biasanya berlangsung di
gudang distribusi, supermarket, pasar tradisonal, dan warung-warung eceran.
Dipasarkan melalui jaringan yang melibatkan sekitar 500 distributor independen
yang menjangkau ratusan ribu toko yang tersebar di seluruh Indoneisa. Produk-produk
tersebut didistribusikan melalui pusat distribusi milik sendiri, gudang tambahan, depot
dan fasilitas distribusi lainnya.
Jalur distribusi Pepsodent sudah sangat bagus, Produk ini mudah ditemui dimana
saja mulai dari hypermart, supermarket sampai dengan warung di dekat rumah. Ini
karena rantai distribusi yang dimiliki sangat kuat, luas dan sudah terjalin kerjasama
yang baik dan harmonis dengan berbagai mitra distributor yang independen. Pepsodent
sudah dipasok di sekitar 550.000 outlet toko dan warung melalui lebih dari 500
distributor yang handal dan terpercaya. PT Unilever Tbk menyalurkan, menyimpan,
serta menjual Pepsodent kepada setiap outlet dari 17 kantor depot penjualan dan dua
gudang pusat, dimana secara terus menerus dilakukan pemantauan dan dukungan
kepada setiap distributor.

Gambar 3.1. Ilustrasi rantai distribusi produk pepsodent

14

4. Strategi Pemasaran Promosi yang Dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia pada
Produk Pasta Gigi Pepsodent
Elemen marketing yang terlihat sangat menonjol yang dilakukan PT.
Unilever Indonesia pada produk pasta gigi Pepsodent adalah sisi promotion. Hal ini
ditunjukkan pada uraian sebagai berikut:
Advertising
Dalam proses mengkomunikasikan produk Pepsodent ke konsumen juga sangat
signifikan. Jika kita menonton televisi, maka pepsodent akan familiar dengan kebiasaan
menyikat gigi turun-temurun. Mulai anak-anak, gadis, beranjak menjadi ibu dan
menjadi nenek-nenek. Merode lain adalah melakukan perikalanan yang melakukan
kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur.
Sales Promotion
Metode ini digunakan oleh Pepsodent untuk mempengaruhi kosumennya dengan
menggukan bahasa promosi tentang pengetahuan yang mendalam mengenai produk
Pepsodent. Penerapan strategi komunikasi dan promosi yang menarik ini akan
mendorong konsumen untuk menggunakan Pepsodent. Promosi dan komunikasi yang
menarik tentunya Pepsodent akan meningkatkan brand awareness merek tersebut. Brand
loyality pun selalu diawali dari brand awareness yang baik yang akan membawa
seseorang pada tahap mencoba produk. Setelah konsumen percaya kebutuhannya
makarepeat purchaseakan tderciptanganmemberikan l diharapakan, repeat purchase
akan berubah menjadi loyality. Disamping itu, Pepsodent juga selalu memformulasikan
brand activation yang tepat untuk menjawab tantangan dan kebutuhan disetiap level.
Event
Event Pepsodent pun cukup gencar dilakukan. Pepsodent yang akrab terdengar di
sekolah dengan metode pemeriksaan gigi gratis. Pepsodent mengadakan acara Program
Sekolah Pepsodent dan Pemeriksaan Gigi Gratis dan Kampanye Pepsodent Untuk
Menyikat Gigi pada Malam Hari. Diantara. Tema besar yang digunakan Pepsodent
dalam berstrategi adalah edukasi. Bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan
Kesehatan Pemerintah Indonesia dan diakui oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia
(PDGI), sejak tahun 1990an, Pepsodent telah menjalankan Program Sekolah Pepsodent
yang hingga tahun 2006 telah menjangkau lebih dari 3,2 juta anak-anak berusia di
bawah 12 tahun di seluruh Indonesia dan jumlah ini terus meningkat. Program ini
meningkatkan kebiasaan menyikat gigi secara benar dan semenjak dini untuk mencegah
masalah gigi khususnya gigi berlubang. Selain itu, pepsodent menyelenggarakan lomba
Senyum Pepsodent, melalui event ini Pepsodent memperkenalkan produknya secara
langsung dengan memberikan pengetahuan tentang manfaat bersikat gigi, cara sikat gigi
dengan benar sehingga menarik hati masyarakat untuk menggunakan produk pepsodent.
Banyaknya masyarakat yang belum terlalu aware tentang pentingnya merawat
kesehatan gigi digunakan Pepsodent sebagai peluang untuk memasarakan produknya.
Pepsodent melaksanakan program pemeriksaan gigi gratis di 12 kota Indonesia,
termasuk Bandung. Program ini dilaksanakan bekerjasama dengan PDGI dan FKG
Universitas di berbagai kota.

15

Public Relation
Public relation yang diluncurkan oleh Pepsodent melakukan hubungan baik dengan para
konsumennya dengan cara memberikan kualitas prima untuk produk Pepsodent.
Direct Marketing
Direct marketing yang dilakukan PT. Unilever Indonesia adalah Penggunaan teknologi
internet. Penggunaan teknologi ini juga menjadi concern dalam strategi pemasaran yang
dilakukan oleh Pepsodent. Internet dan mobile merupakan media yang memiliki potensi
untuk dikembangkan dalam rangka strategi pemasarannya. Berbagai strategi
komunikasi yang dilaksanakan oleh Pepsodent memperkuat kedudukannya sebagai
market leader di bidang pasta gigi selama bertahun-tahun. Hasil survey Frontier
Consulting Group tahun 2013 menunjukkan Pepsodent memiliki index sebesar 71,6%.
Brand image yang terbentuk pun dapat dikatakan positif. Sebagai produk perawatan
kesehatan, Pepsodent mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka memiliki
kepedulian tinggi di bidang sosial.

16

D. Pepsodent dalam Menghadapi Persaingan Bisnis


Seteleh hilangnya merek Odol dalam dunia pasta gigi Indonesia, tahun 1980
Unilever membawa merek Pepsodent sebagai produk pembersih gigi yang dinilai
higienis dan berkualitas. Dengan kandungan florida di dalamnya, Pepsodent tidak hanya
aktif dalam dunia periklanan untuk menonjolkan kelebihan produknya. Hal lain yang
dilakukan Pepsodent adalah mencoba untuk mengedukasi masyarakat tentang
pentingnya merawat kesehatan gigi.
Segmentasi pasar pada Pepsodent sudah terbilang luas sehingga merek Pepsodent
dapat menjadi pilihan pertama yang melintas di benak masyarakat Indonesia pada masa
kini. Target pasar produk Pepsodent ini adalah konsumen semua usia, baik mulai anakanak sampai dewasa dengan berbagai kondisi ekonomi. Pepsodent mengelompokkan
produknya berdasarkan usia, ada yang khusus untuk anak-anak ada juga yang
disasarkan untuk kaum dewasa. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya varian produk
yang diluncurkan oleh Pepsodent.
Pepsodent melaksanakan strategi pengembangan merek melalui strategi line
extention dan brand extention. Line extention adalah mengembangkan item produk
dengan kategori yang sama dengan menggunakan merek yang sama seperti rasa, bentuk,
warna, dan kemasan. Dalam hal ini, Pepsodent telah mengeluarkan berbagai varian
produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Brand extention adalah
mengembangkan sebuah produk dengan kategori baru tetapi tetap merek yang sama dan
ini dilakukan oleh pepsodent ketika meluncurkan sikat gigi.
Dari segi harga, cukup bervariasi. Produk-produk tertentu seperti sensitive care
atau white now memang cenderung memilki harga lebih tinggi karena sengaja ditujukan
oleh kelompok masyarakat yang memilki kebutuhan khusus terhadap perawatan
giginya. Produk-produk Pepsodent pun sangat mudah kita temui mulai dari
supermarket, minimarket, sampai dengan warung-warung kecil di sekitar rumah. Hal ini
karena proses distribusi yang dilakukan Unilever terbilang menyeluruh dan merata.
Diantara elemen marketing mix yang lain, yang terlihat sangat menonjol adalah
sisi promotion yang dilakukan Pepsodent. Tema besar yang digunakan Pepsodent dalam
berstrategi adalah edukasi. Bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kesehatan
Pemerintah Indonesia dan diakui oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), sejak
tahun 1990an, Pepsodent telah menjalankan Program Sekolah Pepsodent yang hingga
tahun 2006 telah menjangkau lebih dari 3,2 juta anak-anak berusia di bawah 12 tahun di
seluruh Indonesia dan jumlah ini terus meningkat. Program ini meningkatkan kebiasaan
menyikat gigi secara benar dan semenjak dini untuk mencegah masalah gigi khususnya
gigi berlubang.
Banyaknya masyarakat yang belum terlalu aware tentang pentingnya merawat
kesehatan gigi digunakan Pepsodent sebagai peluang untuk memasarakan produknya.
Pepsodent melaksanakan program pemeriksaan gigi gratis di 12 kota Indonesia,
termasuk Bandung. Program ini dilaksanakn bekerjasama dengan PDGI dan FKG
Universitas di berbagai kota. Pepsodent pun aktif mengkampanyekan sikat gigi pada
pagi dan malam hari sebagai bentuk perawatan kesehatan gigi yang optimal. Kampanye
ini disampaikan melalui iklan di berbagai stasiun televisi yang menampilkan Ayah Adi
dan Dika. Dalam kampanye ini sebenarnya terdapat makna lain yang terkandung selain
menyampaikan pentingnya merawat kesehatan gigi. Melalui iklan yang dibuat secara
beseri ini, Pepsodent mencoba untuk mengangkat tema keluarga yang menunjukkan
terciptanya quality time antara ayah dengan anak. Jika banyak orang yang
17

mengidentikkan ibu dengan tugas mendidik anak, maka kini Pepsodent


memperlihatakan bahwa ayah pun bisa menanamkan kebiasaaan baik pada anak dan
menunjukkan perhatiannya pada sang anak.
Berbagai strategi komunikasi yang dilaksanakan oleh Pepsodent memperkuat
kedudukannya sebagai market leader di bidang pasta gigi selama bertahun-tahun. Hasil
survey frontier consulting group tahun 2013 menunjukkan Pepsodent memiliki index
sebsesar 71,6%. Brand image yang terbentuk pun dapat dikatakan positif. Sebagai
produk perawatan kesehatan, Pepsodent mampu menunjukkan kepada masyarakat
bahwa mereka memiliki kepedulian tinggi di bidang sosial.

18

DAFTAR PUSTAKA
http://marthasovianna.blogspot.com/2013/02/cerdasnya-pertahanan-pepsodent.html
(diakses pada 28 April 2015)
http://www.unilever.co.id/id/aboutus/introductiontounilever/
(diakses pada 28 April 2015)
http://blog.ub.ac.id/tyasinneka/2012/10/22/analisa-stp-produk-pepsodent/
(diakses pada 28 April 2015)
http://www.academia.edu/5463532 (diakses pada 28 April 2015)
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26686/5/Chapter%20I.pdf (diakses pada 28
April 2015)

19