Anda di halaman 1dari 14

Material Balances

Neraca Massa
(Kuliah-3)-13/3/2004
Eko Andrijanto

A. Konsep Neraca Massa


Neraca massa sangat diperlukan didalam proses
kimia :
Digunakan untuk perhitungan kebutuhan
bahan baku, merancang peralatan.
Digunakan untuk merancang peralatan unit
operasi, contoh ; distilasi, reaktor, evaporasi,pengeringan
Digunakan untuk memperhitungkan efesiensi
ataupun konversi suatu reaksi kimia.

Misalkan suatu sistem dimana terdapat sejumlah material misal ; X


adalah material yang masuk ke suatu sistem, tapi juga bisa material yang
keluar dari sistem.
Dan apabila mengacu pada suatu sistem kesetimbangan massa dimana
suatu zat tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan maka kita akan
melihat bahwa :

Input X - output X = Jumlah penambahan


(pengurangan) dlm sistem
Penambahan atau pengurangan jumlah dlm sistem
biasa disebut dengan Akumulasi. Secara ringkas dapat
ditulis dlm persamaan ;
Input - output = Akumulasi

Kita juga dapat memformulasikan neraca


kesetimbangan untuk atom, dimana ;
Input (atom C) - output (atom C) =
Akumulasi (atom C)
Kesetimbangan ini juga berlaku pada suatu
sistem dimana terjasi reaksi kimia, karena
pada dasarnya atom C tidak dapat diciptakan
ataupun dimusnahkan.

B. Operasi Steady-State
Didalam kegiatan praktis di industri, kita sering jumpai
operasi-operasi pabrik berjalan pada kondisi steady-state.
Kondisi steady state adalah kondisi dimana suatu proses atau
sistem tidak mengalami perubahan dengan waktu, dari waktu
ke waktu konstan.

Apabila pada kondisi steady state dimana tidak


terdapat akumulasi maka ;
Input =output

Didalam prakteknya aplikasi neraca massa,


kuantitas sebaiknya dinyatakan dalam unit massa
con; kg, lb.
Tapi apabila tidak terdapat reaksi kimia maka
satuan dalam bentuk molar dapat digunakan.
Jika kuantitas diberikan dalam volume maka
harus dikonversikan massa dengan mengalikan
densitas.

Jika suatu campuran maka neraca


massa nya adalah sebagai berikut ;
MiXi =

MoXo + MaXa

dimana XI, Xo, Xa adalah fraksi masingmasing komponen.


I= input ; o = output ; a = akumulasi

C.

Neraca Massa Tanpa Reaksi


(c.1) Pada Sistem Distilasi
Kondisi operasi ; steady state,
kontinyu, tidak ada reaksi

Dimana :
F, D, W = laju alir umpan, produk
atas, produk bawah
XFA, XDA, XWA = Fraksi A di umpan,
produk atas, produk bawah
XFB, XDB, XWB = Fraksi B di umpan,
produk atas, produk bawah

Apabila kita asumsikan umpan terdiri dari dua


campuran komponen maka total neraca massa
dalam kolum distilasi, pendingin, dan di reboiler
adalah ;
F = D + W (1)
Apabila A diasumsikan sebagai komponen yang mudah
menguap (more volatile component atau MVC) atau
komponen dengan titik didik yang lebih rendah.
Neraca massa untuk komponen A adalah :
F . XFA, = D . XDA + W . XWA

(2)

Neraca massa untuk komponen B adalah ;


F . XFB, = D . XDB + W . XWB

..

(3)

Jadi :
XFA + XFB

=1

..

(4)

XDA + XDB

=1

..

(5)

XWA + XWB

=1

..

(6)

Menambahkan eq 2 & eq 3
F. (XFA + XFB) = D.(XDA + XDB) + W. (XWA + XWB) . (7)

Dalam perhitungan neraca massa sistem distilasi


biasanya ;
Diketahui

: F, XFA, XDA, XWA

Dicari

: D, W, XFB, XDB, XWB

Contoh Soal : Distilasi


3000 kg/jam suatu campuran mengandung
40 wt % benzena dan 60 wt % toluena
diumpankan kedalam suatu kolom distilasi
untuk dipisahkan. Dari hasil analisa
diketahui bahwa kolom atas /produk atas
mengandung 96 wt % benzena dan kolom
bawah menghasilkan 98 wt % toluena.
Hitung laju alir produk atas (D) dan
produk bawah (W).

F=D + W
3000
W
FXZA = DXDA
FXZB = DXDB

=
=
+
+

D + W
3000 - D
WXWA benzena
WXWB toluena

(1)
(2)
(3)

Gunakan persamaan (3)


3000 x 0,6 = D x 0,04 + (3000-D) x 0,98
D = 1200 kg/jam
Kita sekarang memiliki harga D = 1200 kg/jam
Sehingga W = 3000-D = 3000-1200
W = 1800 kg/jam
Jadi D= 1200 kg/jam & W = 1800 kg/jam