Anda di halaman 1dari 3

JENIS JENIS AIR

1. Air Permukaan
Air pemukaan adalah air yang ada dipermukaan bumi dan dapat terlihat,
terdiri dari :
a. Air sungai
Air sungai adalah air yang
mengalir melalui terusan alami
yang kedua pinggirnya dibatasi
oleh tanggul-tanggul dan airnya
mengalir ke laut, ke danau, atau
ke sungai lain yang merupakan
sungai induk. Sungai banyak
terdapat di Indonesia yang
berhulu di daerah pegunungan.

b. Air Danau
Berasal dari air hujan, air tanah
atua mata air. Berkurangnya air
danau
disebabkan
oleh
penguapan,
perembesan
ke
dalam tanah, dan pengaliran
oleh sungai. Penguapan dan
pengembunan
biasanya
seimbang, kecuali di daerah
yang sangat lembab dan sangat
kering.

c. Air Laut
Air laut adalah air dari laut atau
samudera. Air laut memiliki kadar
garam rata-rata 3,5%. Artinya
dalam 1 liter (1000 mL) air laut
terdapat 35 gram garam (terutama,
namun tidak seluruhnya, garam
dapur/NaCl).
Walaupun kebanyakan air laut di
dunia memiliki kadar garam sekitar
3,5 %, air laut juga berbeda-beda
kandungan garamnya. Yang paling
tawar adalah di timur Teluk
Finlandia dan di utara Teluk
Bothnia, keduanya bagian dari Laut
Baltik. Yang paling asin adalah di

Laut Merah, di mana suhu tinggi


dan sirkulasi terbatas membuat
penguapan tinggi dan sedikit
masukan air dari sungai-sungai.
Kadar garam di beberapa danau
dapat lebih tinggi lagi.

2. Air Bawah tanah


yaitu air tanah yang berada di bawah lapisan air tanah dangkal, dan
berada di antara lapisan kedap air. Air ini merupakan akuifer bawah,
banyak dimanfaatkan sebagai sumber air minum penduduk kota, untuk
industri, perhotelan, dan sebagainya. Air bawah tanah dibedakan
menjadi :
a. Gaiser (Geyser)

Air di bawah tanah bisa menguap karena panas magma. Kadang-kadang


uap dan air yang panas karena panas magma itu dapat keluar
kepemukaan bumi dan menyebur ke atas. Semburan itu disebut gaiser. Di
Indonesia geiser antara lain terdapat di Cisolok dekat Pelabuhan Ratu
(Jawa Barat), di Grobongan Purwodadi (Jawa Tengah), di Baturaden (Jawa
Tengah).
b. Artois (artesis)

Air yang meresap ke dalam tanah dan tertahan oleh suatu lapisan batuan
yang kedap air bisa membentuk suatu cadangan air. Cadangan air itu ada
yang dangkal dan ada yang dalam. Cadangan air yang dangkal disebut air
tanah dangkal misalnya air sumur. Sedangkan cadangan air yang lebih
dalam lagi disebut air tanah dalam yang sering disebut air artesis, mata

airnya disebut mata air artesis. Di daerah-daerah yang diperkirakan


memiliki mata air artesis sering sengaja dibuat mata airnya dengan cara
mengebor sampai kedalaman tertentu. Apa bila sumber air artesis ini
besar, maka dapat dijadikan untuk pengairan lahan pertanian dan untuk
keperluan air minum.