Anda di halaman 1dari 13

BAB III

DASAR TEORI
A. Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya
matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi dari
sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok
daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi
listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang
berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem sel surya sering dikatakan bersih
dan ramah lingkungan.
Badingkan dengan sebuah generator listrik, ada bagian yang berputar dan memerlukan
bahan bakar untuk dapat menghasilkan listrik. Suaranya bising. Selain itu gas buang yang
dihasilkan dapat menimbulkan efek gas rumah kaca (green house gas) yang pengaruhnya dapat
merusak ekosistem planet bumi kita.
Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya,
rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance
free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam
hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Yang sering
digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30 watt. Modul sel surya itu menghasilkan energi
listrik yang proporsional dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari.
Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya itu merupakan rangkaian
elektronik yang mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat mengatur tegangan aki
dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila tegangan turun sampai 10,8 volt, maka
kontroler akan mengisi aki dengan panel surya sebagai sumber dayanya. Tentu saja proses
pengisian itu akan terjadi bila berlangsung pada saat ada cahaya matahari. Jika penurunan
tegangan itu terjadi pada malam hari, maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik.
Setelah proses pengisian itu berlangsung selama beberapa jam, tegangan aki itu akan naik. Bila
tegangan aki itu mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan menghentikan proses pengisian aki
itu.

Rangkaian kontroler pengisian itu sebenarnya mudah untuk dirakit sendiri. Tapi, biasanya
rangkaian kontroler ini sudah tersedia dalam keadaan jadi di pasaran. Memang harga kontroler
itu cukup mahal kalau dibeli sebagai unit tersendiri. Kebanyakan sistem sel surya itu hanya
dijual dalam bentuk paket lengkap yang siap pakai. Jadi, sistem sel surya dalam bentuk paket
lengkap

itu

jelas

lebih

murah

dibandingkan

dengan

bila

merakit

sendiri.
Biasanya panel surya itu letakkan dengan posisi statis menghadap matahari. Padahal
bumi itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elip dengan
matahari berada di salah satu titik fokusnya. Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu
berubah, maka dengan posisi panel surya itu yang statis itu tidak akan diperoleh energi listrik
yang optimal. Agar dapat terserap secara maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan
selalu jatuh tegak lurus pada permukaan panel surya.

Jadi, untuk mendapatkan energi listrik

yang optimal, sistem sel surya itu masih harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler
optional untuk mengatur arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari
sedemikian rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya.
Kontroler seperti ini dapat dibangun, misalnya, dengan menggunakan mikrokontroler 8031.
Kontroler ini tidak sederhana, karena terdiri dari bagian perangkat keras dan bagian perangkat
lunak. Biasanya, paket sistem sel surya yang lengkap belum termasuk kontroler untuk
menggerakkan panel surya secara otomatis supaya sinar matahari jatuh tegak lurus.Karena itu,
kontroler macam ini cukup mahal.

B. Sistem Kelistrikan Di PLTS


Dalam bagian ini akan dibahas tentang sistim kelistrikan tenaga surya. Sebelumnya akan
dijelaskan beberapa istilah yang muncul disini. Pertama adalah power conditioner. Power
conditioner telah dijelaskan secara sangat singkat diatas, disini akan diterangkan sedikit lebih
detail.Inti dari alat ini adalah inverter. Yaitu komponen listrik yang berfungsi sebagai perubah
listrik DC menjadi listrik AC. Power conditioner selain berfungsi untuk menghasilkan listrik AC
yang bersih juga mengkontrol agar tegangan keluarannya berada dalam batas tegangan yang
diperbolehkan. Beberapa fungsi lain power conditioner dapat disimpulkan sebagai berikut:
B.1. Mendeteksi islanding

Islanding adalah kondisi ketika terjadi pemutusan aliran listrik pada jaringan distribusi
yang dimiliki oleh perusahaan listrik sedangkan PLTS tetap bekerja. Hal ini terjadi misalnya
apabila timbul kerusakan pada jaringan distribusi listrik. Bila ini terjadi akan membahayakan
pekerja yang akan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada. Disini power conditioner
berfungsi untuk mendeteksi terjadinyaislanding dan dengan segera menghentikan kerja PLTS.
B.2. Pengontrol maksimum tenaga listrik
Tenaga listrik yang dihasilkan oleh solar panel tergantung pada suhu udara dan kuatnya
cahaya. Pada suatu nilai suhu dan kuatnya cahaya, hubungan antara tenaga, tegangan dan arus
listrik yang dihasilkan oleh solar panel.Disini fungsi dari power conditioner adalah bagaimana
mengontrol agar tenaga listrik yang diproduksi menjadi maksimum.Hal ini disebut dengan
istilah MPPT (Maximum Power Point Tracking).

C. Komponen Dalam PLTS Dan Proses Konversi Sinar Matahari


Pada umumnya komponen-komponen dalam sistem Fotovoltaik terdiri dari:
C.1. Panel surya :
Panel surya merupakan alat yang berfungsi sebagai merubah cahaya matahari menjadi
listrik. Bentuk moduler dari panel surya memberikan kemudahan pemenuhan kebutuhan
pemenuhan listrik untuk berbagai skala kebutuhan.berdasarkan jenis,panel surya dibagi menjadi
2 yaitu :

Panel Surya Pollycristalline

Merupakan panel surya yang diman memiliki susunan krital acak. tipe polikristal ini
memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibanding monokristal untuk menghasilkan daya
listrik yang sama

Gambar1.1 Panel Surya Pollycristaline


panel surya ini memiliki kelebihan yaitu dapat bekerja atau menghasilkan daya pada saat
cuaca sedang mendung atau itensitas cahaya yang kurang.

Panel surya Monocristalline

Merupakan panel surya yang paling efisien diantara yang lainnya,dengan ukuran yang
sama monokristal dapat menghasilkan daya 15% lebih besar dibandingkan dengan polikristal.

Gambar 1.2 Panel Surya Tipe Monocristaline


Namun dibalik kelebihan yang dimiki,panel surya ini juga memiliki kekurangan,adapun
itu adalah jika cuaca mendung maka tingkat efisiensinya akan turun sangat drastic.

Panel Surya Amourphouse

Panel surya Amorphous dibuat dengan menyemprotkan silikon ke kaca di lapisan sangat
tipis, dan umumnya dikenal sebagai panel surya film tipis. panel surya ini dapat bekerja di segala
kondisi pencahayaan, termasuk lingkungan berawan atau teduh.pengaplikasian panel surya ini
biasanya terdapat pada mainan anak anak atau kalkulator.

Gambar1.3 Panel Surya Tipe Amourphouse

Battery control regulator (BCR) :

Pada dasarnya di dalam 1 set panel surya anda akan mendapatkan battery control
regulator. fungsi dari battery control regulator ini adalah mengatur volt yang keluar dari modul
panel surya sehingga volt yang keluar dari panel surya tidak melebihi batas.

Gambar1.4 Battery Control Regulator


Sebagai contoh jika satu panel surya menghasilkan tegangan 17 Volt, sedangkan baterai
hanya bisa menerima tegangan 12 Volt,maka untuk menghindari kerusakan pada saat charger
baterai,digunakanlah BCR sebagai alat dimana tegangan output panel surya disesuaikan dengan
input battery.

Inverter
Inverter merupakan perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus listrik

searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC). Inverter mengkonversi DC dari perangkat
seperti batere, panel surya/solar cell menjadi AC. Penggunaan inverter dari dalam Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah untuk perangkat yang menggunakan AC (Alternating
Current).

Gambar 1.5 Inverter Arus DC ke AC

Baterai :
Berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh Panel Surya (Solar Panel)

sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan beban. Beban dapat berupa lampu penerangan atau
peralatan elektronik dan peralatan lainnya yang membutuhkan listrik

Gambar 1.6 Baterai Penyimpan

Main Transformator

Transformator pada PLTS digunakan jika PLTS berskala besar, dan tenaga listrik yang
dihasilkan akan di distribusikan ke konsumen melalui jalur PLN.

Transformator berfungsi untuk mengubah daya listrik dari suatu besaran (tegangan atau arus) ke
besaran tersebut, menjadi lebih tinggi atau menjadi lebih rendah dengan daya yang sama. Prinsip
suatu transformator

menggunakan prinsip induktansi bersama. Besaran suatu transformator

bergantung pada jumlah lilitannya.

Gambar 4.2
Main

Transformator
Transformator terdiri dari dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.
Untuk konstruksi

yang lebih sempurna misalnya yang dipergunakan untuk transformator-

transformator daya, bagian-bagiannya dilengkapi dengan beberapa peralatan lainnya seperti


bushing, minyak trafo, alat-alat pengaman dan lain-lain.
Untuk beberapa tipe dari transformator intinya terdiri dari lempengan-lempengan baja
yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu batangan besi yang membuat celahcelah udara yang sangat kecil antara lempengan yang satu dengan yang lainnya dan diberi isolasi
lapisan mikha yang tahan panas. Hal ini dimaksudkan untuk dapat memperkecil rugi-rugi daya.
Pembagian transformator berdasarkan penggunaannya:
1. Dilihat dari tegangannya, transformator terbagi dua:
a. Transformator Step up
b. Transformator Step down

2. Transformator untuk keperluan pengukuran terbagi dua:


a. Transformator Arus
b. Transformator Tegangan
3. Transformator untuk penyaluran tenaga listrik terbagi dua:
a. Transformator Distribusi
b. Tansformator Daya
Kerja transformator berdasarkan induksi elektromagnetik menghendaki adanya
gandengan magnet antara rangkaian primer dan sekunder . Gandengan magnet ini berupa inti
besi tempat melakukan fluks bersama.
C.2 Proses Konversi Energi Matahari Menjadi Energi Listrik
Proses pengubahan atau konversi cahaya matahari menjadi listrik ini dimungkinkan
karena bahan material yang menyusun sel surya berupa semikonduktor. Lebih tepatnya tersusun
atas dua jenis semikonduktor; yakni jenis n dan jenis p. Semikonduktor jenis n merupakan
semikonduktor yang memiliki kelebihan elektron, sehingga kelebihan muatan negatif, (n =
negatif). Sedangkan semikonduktor jenis p memiliki kelebihan hole, sehingga disebut dengan p (
p = positif) karena kelebihan muatan positif. Caranya, dengan menambahkan unsur lain ke dalam
semkonduktor, maka kita dapat mengontrol jenis semikonduktor tersebut, sebagaimana
diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

Pada awalnya, pembuatan dua jenis semikonduktor ini dimaksudkan untuk meningkatkan
tingkat konduktifitas atau tingkat kemampuan daya hantar listrik dan panas semikonduktor
alami. Di dalam semikonduktor alami (disebut dengan semikonduktor intrinsik) ini, elektron
maupun hole memiliki jumlah yang sama. Kelebihan elektron atau hole dapat meningkatkan
daya hantar listrik maupun panas dari sebuah semikoduktor.

Misal semikonduktor intrinsik yang dimaksud ialah silikon (Si). Semikonduktor jenis p,
biasanya dibuat dengan menambahkan unsur boron (B), aluminum (Al), gallium (Ga) atau
Indium (In) ke dalam Si. Unsur-unsur tambahan ini akan menambah jumlah hole. Sedangkan
semikonduktor jenis n dibuat dengan menambahkan nitrogen (N), fosfor (P) atau arsen (As) ke
dalam Si. Dari sini, tambahan elektron dapat diperoleh. Sedangkan, Si intrinsik sendiri tidak
mengandung unsur tambahan. Usaha menambahkan unsur tambahan ini disebut dengan doping
yang jumlahnya tidak lebih dari 1 % dibandingkan dengan berat Si yang hendak di-doping. Dua
jenis semikonduktor n dan p ini jika disatukan akan membentuk sambungan p-n atau dioda p-n
(istilah lain menyebutnya dengan sambungan metalurgi / metallurgical junction) yang dapat
digambarkan sebagai berikut.

1. Semikonduktor jenis p dan n sebelum disambung.

2. Sesaat setelah dua jenis semikonduktor ini disambung, terjadi perpindahan elektronelektron
dari semikonduktor n menuju semikonduktor p, dan perpindahan hole dari semikonduktor p
menuju semikonduktor n. Perpindahan elektron maupun hole ini hanya sampai pada jarak
tertentu dari batas sambungan awal.

3. Elektron dari semikonduktor n bersatu dengan hole pada semikonduktor p yang


mengakibatkan jumlah hole pada semikonduktor p akan berkurang. Daerah ini akhirnya
berubah menjadi lebih bermuatan positif.
Pada saat yang sama. hole dari semikonduktor p bersatu dengan elektron yang ada pada
semikonduktor n yang mengakibatkan jumlah elektron di daerah ini berkurang. Daerah ini
akhirnya lebih bermuatan positif.

4. Daerah negatif dan positif ini disebut dengan daerah deplesi (depletion region) ditandai
dengan huruf W.
5. Baik elektron maupun hole yang ada pada daerah deplesi disebut dengan pembawa muatan
minoritas (minority charge carriers) karena keberadaannya di jenis semikonduktor yang
berbeda.
6. Dikarenakan adanya perbedaan muatan positif dan negatif di daerah deplesi, maka timbul
dengan sendirinya medan listrik internal E dari sisi positif ke sisi negatif, yang mencoba
menarik kembali hole ke semikonduktor p dan elektron ke semikonduktor n. Medan listrik ini
cenderung berlawanan dengan perpindahan hole maupun elektron pada awal terjadinya daerah
deplesi (nomor 1 di atas).

7. Adanya medan listrik mengakibatkan sambungan pn berada pada titik setimbang, yakni saat di
mana jumlah hole yang berpindah dari semikonduktor p ke n dikompensasi dengan jumlah

hole yang tertarik kembali kearah semikonduktor p akibat medan listrik E. Begitu pula dengan
jumlah elektron yang berpindah dari smikonduktor n ke p, dikompensasi dengan mengalirnya
kembali elektron ke semikonduktor n akibat tarikan medan listrik E. Dengan kata lain, medan
listrik E mencegah seluruh elektron dan hole berpindah dari semikonduktor yang satu ke
semiikonduktor yang lain.
Pada sambungan p-n inilah proses konversi cahaya matahari menjadi listrik terjadi. Untuk
keperluan sel surya, semikonduktor n berada pada lapisan atas sambungan p yang menghadap
kearah datangnya cahaya matahari, dan dibuat jauh lebih tipis dari semikonduktor p, sehingga
cahaya matahari yang jatuh ke permukaan sel surya dapat terus terserap dan masuk ke daerah
deplesi dan semikonduktor p.

Ketika sambungan semikonduktor ini terkena cahaya matahari, maka elektron mendapat
energi dari cahaya matahari untuk melepaskan dirinya dari semikonduktor n, daerah deplesi
maupun semikonduktor. Terlepasnya elektron ini meninggalkan hole pada daerah yang
ditinggalkan oleh elektron yang disebut dengan fotogenerasi elektron-hole (electron-hole
photogeneration) yakni, terbentuknya pasangan elektron dan hole akibat cahaya matahari.

Cahaya matahari dengan panjang gelombang (dilambangkan dengan simbol lambda


sbgn digambar atas ) yang berbeda, membuat fotogenerasi pada sambungan pn berada pada
bagian sambungan pn yang berbeda pula. Spektrum merah dari cahaya matahari yang memiliki
panjang gelombang lebih panjang, mampu menembus daerah deplesi hingga terserap di
semikonduktor p yang akhirnya menghasilkan proses fotogenerasi di sana. Spektrum biru dengan
panjang gelombang yang jauh lebih pendek hanya terserap di daerah semikonduktor n.
Selanjutnya, dikarenakan pada sambungan pn terdapat medan listrik E, elektron hasil
fotogenerasi tertarik ke arah semikonduktor n, begitu pula dengan hole yang tertarik ke arah
semikonduktor p. Apabila rangkaian kabel dihubungkan ke dua bagian semikonduktor, maka
elektron akan mengalir melalui kabel. Jika sebuah lampu kecil dihubungkan ke kabel, lampu
tersebut menyala dikarenakan mendapat arus listrik, dimana arus listrik ini timbul akibat
pergerakan elektron.

Pada umumnya, untuk memperkenalkan cara kerja sel surya secara umum, ilustrasi di
bawah ini menjelaskan segalanya tentang proses konversi cahaya matahari menjadi energi listrik.

SUMBER:
http://www.mobnasesemka.com/cara-kerja-plts-untuk-menghasilkan-listrik/. Diakses
tanggal 22 Januari
https://rhazio.wordpress.com/2007/09/12/pembangkit-listrik-tenaga-surya/ Diakses
tanggal 22 Januari

Marsudi,Djiteng. 2005.Pembangkit Energi Listrik,Erlangga:Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai