Anda di halaman 1dari 25

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

PENERAPAN MODUL EKSPERIMEN BERBASIS INQUIRY


FISIKA SMA

Tugas Akhir
Inovasi Pembelajaran Fisika

Oleh :
JOTTI KARUNAWAN

( 4201412037 )

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah

: SMA N 1 TAYU

Mata Pelajaran

: FISIKA

Kelas/Semester

: X/Dua

Peminatan

: SMA/M-IPA

Materi Pokok

: Alat optik

Alokasi Waktu

: 1 x 3 JP ( 3 x 45 menit)

Kompetensi inti

KI 1

: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah


lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4

: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi dasar
1.1

Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas


alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.

1.2

Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik fenomena gerak melingkar.

2.1

Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan berdiskusi.

2.2

Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.

3.9

Menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pencerminan dan pembiasan
cahaya oleh cermin dan lensa .

Indikator
1. Mengaplikasikan hukum pembiasan snellius untuk menjelaskan peristiwa
pembiasan sebagai dasar cara kerja alat optic
2. Mengaplikasikan hukum pembiasan snellius untuk menjelaskan peristiwa
pembiasan pada fluida
3. Mengaplikasikan hukum pembiasan snellius untuk menjelaskan peristiwa
pembiasan pada bahan dengan indeks bias yang berbeda
4.9

Menyajikan ide/rancangan sebuah alat optik dengan menerapkan prinsip pemantulan


dan pembiasan pada cermin dan lensa.

Indikator
1.

Menyimpulkan konsep pembiasan pada bahan dengan indeks bias berbeda

2.

Membedakan pembiasan pada bahan dengan indeks bias yang berbeda.

Tujuan :
Melalui proses mencari informasi, menanya, dan berdiskusi:
1.

Peserta didik dapat mengaplikasikan hukum pembiasan snellius untuk menjelaskan


peristiwa pembiasan sebagai dasar cara kerja alat optik

2. Peserta didik dapat mengaplikasikan hukum pembiasan snellius untuk menjelaskan


pembiasan pada fluida

3. Peserta didik dapat menyimpulkan konsep pembiasan pada bahan dengan indeks bias
yang berbeda
4. Peserta didik dapat membedakan besar pembiasan pada bahan yang berbeda dengan
cermat
Serta membangun sikap ilmiah dan keterampilan prosedural melalui proses mencoba,
mengasosiasi dan mengomunikasikannya dalam menyampaikan pendapat, serta dapat
memahami konsep pembiasan pada alat optik dengan menyadari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Materi Pembelajaran
a. Hukum Pembiasan
1. Sinar datang garis normal dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.
2. Jika sinar datang dari medium kurang rapat ke yang lebih rapat maka sinar akan
dibelokkan mendekati garis normal. Jika sinar datang dari medium lebih rapat ke yang
kurang rapat maka sinar akan dibelokkan menjauhi garis normal
b. Pembiasan pada Kaca Plan Paralel

c. Pembiasan pada Prisma

d. Pembiasan pada Bidang Lengkung

Keterangan :
n1 = indeks bias medium di sekitar permukaan lengkung
n2 = indeks bias permukaan lengkung
s = jarak benda
s' = jarak bayangan
R = jari-jari kelengkungan permukaan lengkung
(materi lengkap terlampir)

Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran : Cooperative Learning


Metode

: Eksperimen, diskusi, demonstrasi

Pendekatan

: Saintifik

Media, alat, sumber


Media

: LCD, buku cetak, internet

Alat

: batang logam, air, minyak goreng, air garam, busur, es, pemanas air,
termometer

Sumber belajar

: Lembar Kerja Siswa (LKS)


Lembar Diskusi Siswa (LDS)
Kanginan, Marthen. 2013. Fisika untuk SMA Kelas X . Jakarta: Erlangga

Langkah Pembelajaran
Pertemuan II (3 x 45 menit)
Rincian Kegiatan
Kegiatan awal

Guru memberikan salam dan mempersilakan siswa


utuk berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas

Alokasi Waktu
15 menit

Guru merefleksikan hasil kompetensi (KD)


sebelumnya tentang pencerminan.

Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran

Guru menagih tugas baca mengenai hukum


pembiasan snellius

Kegiatan inti

Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok

100 menit

kemudian memberikan kesempatan kepada peserta


didik untuk bertanya tentang prosedur/langkah kerja
yang perlu dikonfirmasi

Peserta didik melakukan eksperimen secara


berkelompok sesuai dengan LKS , guru menilai
aspek psikomotorik siswa

Peserta didik mendiskusikan penyajian dan


pengolahan data serta menyiapkan bahan presentasi
kelompok

Guru menunjuk secara acak kelompok untuk


mempresentasikan hasil praktikum

Guru merangsang siswa lain untuk bertanya dan


menanggapi kelompok yang sedang
mempresentasikan hasil kerjanya.

Penutup

Guru bersama peserta didik mereview hasil kegiatan


pembelajaran penerapan hukum pembiasan snellius
pada alat optik

Guru memberikan tugas berupa laporan tertulis


individu terkait dengan hasil eksperimen

Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian


atau bentuk penghargaan yang relevan) kepada
peserta didik atau kelompok yang berkinerja baik

20 menit

Guru memberikan tugas baca macam-macam alat


optik untuk pertemuan selanjutnya

Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam.

Penilaian Hasil Belajar


1. Aspek yang dinilai
a.

Aspek kognitif
Penilaian didasarkan pada hasil Lembar Kerja Siswa (LKS).

b. Aspek Afektif
Penilaian didasarkan pada pengamatan guru kepada perilaku siswa saat eksperimen dan
diskusi.
c. Aspek Psikomotorik
Penilaian didasarkan pada cara kerja siswa saat melakukan eksperimen dan
mempresentasikan hasilnya di depan kelas,
2. Penilaian didasarkan pada proses dan hasil sesuai dengan instrumen penilaian yang telah
terlampir
3. Contoh instrumen : terlampir

Pati,

Januari 2015

Mengetahui Kepala SMA ....

Guru Mata Pelajaran Fisika

..................................

..................................

NIP.

NIP.

Catatan :

....

Lampiran I
Bahan ajar
A. Pembiasan
Pembiasan cahaya berarti pembelokan arah rambat cahaya saat melewati bidang batas dua
medium bening yang berbeda indeks biasnya.

B. Hukum Snellius pada Pembiasan


Misalkan cahaya merambat dari medium 1 dengan kecepatan v1 dan sudut datang i menuju
ke medium 2. Saat di medium 2 kecepatan cahaya berubah menjadi v 2 dan cahaya dibiaskan
dengan sudut bias r seperti diperlihatkan pada gambar di bawah :

Pada contoh di atas terlihat sinar datang (i) > sinar bias (r) atau dengan kata lain sinar bias
mendekati garis normal terjadi ketika sinar menembus batas bidang dari medium yang renggang
ke medium yang lebih rapat. Bila sinar berasal dari sebaliknya yakni dari medium rapat ke medium
yang lebih renggang maka sinar menjauhi garis normal (i < r).

C. Pemendekan Semu Akibat Pembiasan


Pemendekan semu ini terjadi karena pembiasan di mana cahaya merambat dari medium
optik yang lebih rapat ke medium optik yang kurang rapat, misalnya dari air ke udara.

Pada gambar di atas ada dua orang pengamat yang berbeda posisi yakni pengamat A
membentuk sudut tertentu terhadap benda yang diamati sedangkan pengamat B tepat tegak lurus
terhadap benda yang diamati, keduanya penganmat ada di medium udara dan benda yang mereka
amati ada dalam air.
Untuk pengamat A (yang membentuk sudut tertentu dengan benda) berlaku hubungan :

h' = tinggi bayangan semu yang dilihat oleh pengamat pada posisi A
h = tinggi benda sesungguhnya
n1 = indeks bias medium tempat benda berada
n2 = indeks bias medium tempat pengamat berada
i = sudut datang
r = sudut bias
Sedangkan unutuk pengamat B(yang tegak lurus dengan benda yang diamati) berlaku
hubungan :

Rumus di atas juga berlaku untuk peristiwa pemanjangan jarak benda yang terjadi saat
pengamat berada di medium yang lebih rapat dari benda yang diamati. Misal pengamat berada di
dalam air sedang memperhatikan suatu benda yang berada di udara sehingga jarak benda terlihat
lebih panjang dari jarak sebenarnya.

D. Pemantulan Total
Saat cahaya merambat dari medium optik lebih rapat ke medium optik kurang rapat dengan
sudut datang tertentu, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Bila sudut datang terus
diperbesar, maka suatu saat sinar bias akan sejajar dengan bidang yang berarti besar sudut biasnya
90.Sekali lagi apabila sudut datang diperbesar, maka tidak ada lagi cahaya yang dibiaskan, sebab
seluruhnya akan dipantulkan. Sudut datang pada saat sudut biasnya mencapai 90 ini disebut sudut
kritis (saat sin r = sin 90 = 1).
Persamaan sudut kritis :

E. Pembiasan Pada Kaca Plan Paralel


Kaca plan paralel atau balok kaca adalah keping kaca tiga dimensi yang kedua sisinya
dibuat sejajar

Persamaan pergeseran sinar pada balok kaca :

Keterangan :
d = tebal balok kaca, (cm)
i = sudut datang, ()
r = sudut bias, ()
t = pergeseran cahaya, (cm)

F. Pembiasan Pada Prisma, Sudut Deviasi dan deviasi minimum

Kita dapatkan persamaan sudut puncak prisma,

= sudut puncak atau sudut pembias prisma


r1 = sudut bias saat berkas sinar memasuki bidang batas udara-prisma
i2 = sudut datang saat berkas sinar memasuki bidang batas prisma-udara
Secara otomatis persamaan di atas dapat digunakan untuk mencari besarnya i2 bila besar
sudut pembias prisma diketahui.
Persamaan sudut deviasi prisma :

Keterangan :
D = sudut deviasi
i1 = sudut datang pada bidang batas pertama
r2 = sudut bias pada bidang batas kedua berkas sinar keluar dari prisma
= sudut puncak atau sudut pembias prisma
Hasilnya disajikan dalam bentuk grafik hubungan antara sudut deviasi (D) dan sudut
datang pertama i1 :

dalam grafik terlihat deviasi minimum terjadi saat i1 = r2

Persamaan deviasi minimum :


a. Bila sudut pembias lebih dari 15

Keterangan :
n1 = indeks bias medium
n2 = indeks bias prisma
Dm = deviasi minimum
= sudut pembias prisma
b. Bila sudut pembias kurang dari 15

Keterangan
= deviasi minimum untuk b = 15.
n2-1 = indeks bias relatif prisma terhadap medium
= sudut pembias prisma

G. Pembiasan Pada Bidang Lengkung/Sferis

Keterangan :
n1 = indeks bias medium di sekitar permukaan lengkung
n2 = indeks bias permukaan lengkung
s = jarak benda
s' = jarak bayangan
R = jari-jari kelengkungan permukaan lengkung
Seperti pada pemantulan cahaya, pada pembiasan cahaya juga ada perjanjian tanda
berkaitan dengan persamaan-persamaan pada permukaan lengkung seperti dijelaskan dalam tabel
berikut ini :

Permukaan lengkung mempunyai dua titik api atau fokus. Fokus pertama (F1) adalah suatu
titik asal sinar yang mengakibatkan sinar-sinar dibiaskan sejajar. Artinya bayangan akan terbentuk
di jauh tak terhingga (s = ~ ) dan jarak benda s sama dengan jarak fokus pertama F1. Fokus kedua
(F2) permukaan lengkung adalah titik pertemuan sinar-sinar bias apa bila sinar-sinar yang datang
pada bidang lengkung adalah sinar-sinar sejajar. Artinya benda berada jauh di tak terhingga (s = ~
)

fokusnya :

Lampiran II

Lembar kerja siswa


Kelompok

Nama anggota : 1.
2.
3.
4.

Uji Pengaruh Massa Jenis terhadap Indeks Bias Cairan


Alat dan Bahan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Minyak goreng
Air
Air garam
Gelas ukur
Busur
Batang logam
Pemanas air

Eksperimen I
Petunjuk eksperimen :
Ukur besarnya pembiasan batang logam yang dimasukkan kedalam cairan dengan massa
jenis yang berbeda [ Minyak goreng, Air, Air garam]
Soal:
1. Apakah ada perbedaan indeks bias pada masing-masing cairan ? jelaskan!
Jawab :

2. Bagaimana massa jenis masing-masing cairan tersebut ?

Jawab :

3. Bagaimana pembiasan yang terjadi pada masing-masing cairan ?


Jawab :

Kesimpulan :

Eksperimen II
Petunjuk eksperimen :
Ukur besarnya pembiasan batang logam yang dimasukkan kedalam air dengan
temperature yang berbeda-beda.
Soal:
1. Apakah ada perbedaan indeks bias pada air yang mempunyai temperature berbeda?
jelaskan!
Jawab :

2. Bagaimana massa jenis masing-masing air tersebut ?


Jawab :

3. Bagaimana pembiasan yang terjadi pada masing-masing cairan ?

Jawab :

Kesimpulan :

Buatlah laporan individu terkait hasil pengamatan dengan format sebagai berikut :
1. Judul
2. Tujuan
3. Landasan teori
4. Alat bahan
5. Cara kerja
6. Data pengamatan
7. Pembahasan
8. Kesimpulan
9. Daftar pustaka
10. Lampiran :
Fotocopy data pengamatan
Jawaban soal LKS

Lampiran III
Soal uraian pada LKS
Indikator pencapaian

Bentuk instrumen

Contoh soal

kompetensi
Mengaplikasikan hukum

Soal uraian

pembiasan snellius untuk

1. Apakah ada perbedaan indeks bias


pada masing-masing cairan ?
jelaskan!

menjelaskan peristiwa
pembiasan sebagai dasar

4. Apakah ada perbedaan indeks


bias pada air yang mempunyai
temperature berbeda? jelaskan!

cara kerja alat optic

Mengaplikasikan hukum

Soal uraian

pembiasan snellius untuk


menjelaskan peristiwa

5. Bagaimana massa jenis masingmasing air tersebut ?

pembiasan pada fluida

Mengaplikasikan hukum

2. Bagaimana massa jenis masingmasing cairan tersebut ?

Soal uraian

pembiasan snellius untuk


menjelaskan peristiwa

3. Bagaimana pembiasan yang terjadi


pada masing-masing cairan ?
6. Bagaimana pembiasan yang
terjadi pada masing-masing cairan
?

pembiasan pada bahan


dengan indeks bias yang
berbeda

PENILAIAN ASPEK KOGNITIF


Sekolah

: SMA

Kelas/ Semester

: X/2

Materi

: Alat optik
Instrumen Penilaian Kognitif

A. Panduan jawaban lembar soal uraian LKS


1. Ada, pembiasan yang dibentuk dipengaruhi oleh indeks bias fluida yang diindikasikan
dengan perbedaan massa jenis fluida
2. Minyak goreng = 800 kg/m3 , air = 1000 kg/m3 , air garam > 1000/m3
3. Menurut hukum snellius
sin

= , semakin renggang fluida maka semakin besar sudut bias. Maka semakin
sin
kecil massa jenis semakin besar sudut biasnya ( berbanding terbalik dengan r)
4. Massa jenis cairan yang dipanaskan mempunyai massa jenis yang berbeda karena
adanya pemuaian fluida, maka terdapat perbedaan pembiasan yang terjadi.
5. Massa jenis air berbeda beda, karena adanya pemuaian maka semakin besar temperature
air maka semakin kecil massa jenisnya
6. Menurut hukum snellius
sin

= , semakin renggang fluida maka semakin besar sudut bias. Maka semakin
sin
kecil massa jenis semakin besar sudut biasnya ( berbanding terbalik dengan r)

Rubrik Penilaian
Tabel 1. Skor Penilaian Jawaban
Nomor soal

Skor yang diperoleh


4

1.
2.
3.
4.
5.

6.
Total skor

Nilai soal uraian=

Skor maksimal = . = 100


Penilaian :
Skor 4 : Jawaban ditulis secara lengkap dengan jawaban yang kreatif dan proses yang berurutan
hingga didapatkan hasil akhir yang benar dan tepat
Skor 3 : Jawaban kurang lengkap namun didapatkan hasil akhir yang tepat
Skor 2 : Jawaban ditulis dengan lengkap dan proses yang berurutan namun hasil akhirnya kurang
tepat
Skor 1 : Jawaban tidak lengkap dan tidak kreatif serta didapatkan hasil akhir yang salah

Lampiran IV
PENILAIAN ASPEK AFEKTIF
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA
No

Nama

Aspek yang diamati


Keaktifan

Disiplin

Kerjasama

Rata-rata
Tanggun
g Jawab

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah
Rata-rata
Keterangan

KETERANGAN :
A. Deskriptor Penilaian Aktivitas Siswa
1. Keaktifan
a. Menyatakan pendapat.
b. Mengajukan pertanyaan.
c. Mengerjakan tugas dengan baik.
d. Menjawab pertanyaan.
2. Disiplin
a. Mengikuti pelajaran dari awal hingga selesai

b. Selalu mengerjakan tugas


c. Patuh pada aturan baik di kelas maupun di laboratorium saat praktikum
d. Berpakaian rapi setiap pelajaran
3. Kerjasama
a. Memberi bantuan pada orang lain
b. Menghargai pendapat orang lain
c. Menunjukkan kekompakan
d. Menunjukkan peran aktif dalam kelompok
4. Tanggung Jawab
a. Bertanggung Jawab pada tugas
b. Tidak mengganggu teman lain
c. Melaksanakan tugas dengan rasa senang
d. Melaksanakan tugas dengan antusias
B. Keterangan Penilaian
4 (Amat Baik)

: Jika semua indikator dilaksanakan

3 (Baik)

: Jika hanya tiga indikator dilaksanakan

2 (Cukup)

: Jika hanya dua indikator dilaksanakan

1 (Kurang)

: Jika hanya satu indikator dilaksanakan

Penilaian =


1.6

10

Lampiran V
PENILAIAN PSIKOMOTORIK
Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas/Semester

: X/2

Kompetensi

: KD 4.9

No

Nama

Kriteria

Skor
3

Nilai
5

1.

2.

3.


100

25

Nilai maksimun = 25 100 = 100

Rubrik Penilaian Eksperimen


No
1

Kriteria

1
Pemilihan /
Pemilihan alat
penentuan alat kurang tepat dan
waktu yang

Nilai
3
5
Pemilihan alat dan Pemilihan alat dan
bahan sudah tepat, bahan sudah benar
tetapi waktuyang dan tepat, dan

dibutuhkan melebihi dibutuhkan


batas
melebihi batas
2

Merangkai alat Merangkai alat


Merangkai alat
praktikum
dengan rapi, tetapi dengan rapi dan
rangkaiannya tidak tepat, tetapi
tepat dan melampaui melampaui batas
batas waktu.
waktu.
Praktikum
Terampil, tetapi tidak Terampil dan
mengikuti prosedur mengikuti
kerja dan
prosedur kerja
praktikumnya
tetapi
terkesan asal-asalan praktikumnya
(tidak sungguhtidak sungguhsungguh)
sungguh
Pengambilan Data yang diperoleh Data yang
data
lengkap tetapi
diperoleh lengkap
datanya tidak sesuai dan sesuai
prosedur kerja dan prosedur kerja
tidak sesuai teori
tetapi tidak sesuai
yang ada.
teori yang ada.
Selesai
Tidak merapikan
Merapikan alat
praktikum
serta tidak
dan bahan tetapi
menyimpan alat dan tidak menyimpan
bahan pada
alat dan bahan
tempatnya.
pada tempatnya.

waktu yang
diperlukan tidak
melebihi batas.
Merangkai alat
dengan rapi dan
tepat, tidak
melampaui batas
waktu.
Terampil dan
mengikuti prosedur
kerja serta
praktikumnya
sungguh-sungguh

Data yang diperoleh


lengkap, sesuai
prosedur kerja dan
sesuai teori yang
ada.
Merapikan alat dan
bahan serta
menyimpan alat dan
bahan pada
tempatnya.

Presentasi
No

Nama Siswa

Elemen yang terpenuhi

Skor

Elemen

Elemen

Elemen

Elemen

Elemen

Siswa

* Beri tanda centang setiap elemen yang sudah terpenuhi

Elemen yang harus dipenuhi :


1. Siswa menyampaikan jawaban dari LKS dengan benar dan tepat
2. Siswa mampu menjawab pertanyaan dari audiens dengan benar
3. Siswa mempergunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami siswa
4. Siswa lancar dalam presentasi, suara jelas
5. Siswa dapat mempergunakan waktu dengan baik

Penilaian
NILAI

RENTANG

KETERANGAN

91-100

Siswa mampu memenuhi semua elemen

81-90

Siswa mampu memenuhi 4 elemen

71-80

Siswa mampu memenuhi 3 elemen

61-70

Siswa mampu memenuhi 2 elemen

51-60

Siswa hanya mampu memenuhi 1 elemen

Nilai psikomotorik =

Nilai psikomotorik maksimum =

2
100+100
2

= 100

Rekapitulasi Penilaian
Aspek Yang dinilai
No

Nama

Keterangan
Kognitif

Afektif

Psikomotorik

Memeriksa dan menyetujui

Pati,

Januari 2015

Kepala SMA N 1 TAYU

Guru mata pelajaran

______________________

___________________________

NIP :

NIP :