Anda di halaman 1dari 10

BAB I

LAPORAN KASUS
1. IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny R
Umur
: 22 tahun
Alamat
: Banyuwangi, Bandungan, 01/01
Agama
: Islam
Pekerjaan : IRT
No RM
: 082483
2. ANAMNESIS
a. Keluhan utama
Keluar flek-flek sejak satu minggu yang lalu
b. Riwayat penyakit sekarang
Pasien baru datang dengan surat pengantar dari Puskesmas Borobudur
tanggal 20 Maret 2013 pukul 18:00 dengan G3P1A1 usia kehamilan 8
minggu. Keluhan flek sejak satu minggu yang lalu. Nyeri perut bawah hilang
timbul. Mual dan muntah disangkal.
c. Riwayat penyakit dahulu
Belum pernah mengalami hal yang serupa. Riwayat penyakit hipertensi
dan DM disangkal.
d. Riwayat penyakit keluarga
Keluarga tidak ada yang mengalami hal serupa. Riwayat hipertensi dan
DM pada keluarga disangkal
e. Riwayat Pengobatan
Belum pernah diobati sebelumnya
f. Riwayat menstruasi
Menstruasi teratur selama + 8 hari. Nyeri ketika haid disangkal. Menarche
pada usia 13 tahun.

g. Riwayat KB
Pernah mengunakan KB berupa pil dan suntik tetapi sudah berhenti + 10
tahun. Pasien lupa berapa lama pengunaan KB tersebut.
h.Riwayat obsetri
HPHT
: 23 Januari 2013
HPL

: 30 September 2013

Hamil I : 2003, Jk laki-laki, BBL 2700gr, spontan oleh dukun


Hamil II : abortus tahun 2007, tidak dikuratage
Hamil III : hamil ini
i. Sosial ekonomi
Kesan ekonomi cukup. Pasien menyangkal merokok dan minum alcohol.
3. PEMERIKSAAN FISIK
a. Status Umum
- Kesadaran
: Compos mentis
- Aktivitas
: Normoaktif
- Kooperatif
: Kooperatif
- Status gizi
: Baik
b. Vital Sign
- TD
- Nadi
- RR
- Suhu

: 110/60 mmHg
: 80 x/menit
: 16 x/menit
: 36,40

c. Status generalis
- Kepala
Mata
: Ca (+)/(+)
Si (-)/(-)
Hidung
: pernafasan cuping hidung (-) mukosa nasal normal
Mulut
: sianosis (-)
- Leher
: pembesaran KGB (-)
- Thorax
Paru
Ins

: simetris

Pal

: vocal fremitus ka = ki
2

Per

: sonor seluruh lapangan paru

Aus

: vesikuler, ronkhi (-)/(-), wheezing (+)

Jantung
Ins

: iktus kordis tidak terlihat, bentuk dada normal

Pal

: iktus kordis tidak kuat angkat

Per

: batas jantung normal

Aus

: BJ I dan II, murmur (-)

Abdomen
Ins
Aus
Pal
Per

: datar, luka (-)


: BU (+) dbn
: NT (-) supel
: timpani

Ekstremitas
Superior

tidak

terdapat

kelainan,

kekutatan

motorik baik, CRT <3detik


Inferior
:
tidak terdapat

kelainan,

kekuatan

motorik baik, CRT <3detik


d. Status Ginekologi
Pemeriksaan luar tampak perdarahan pervaginam. Pemeriksaan dalam sarung
tangan lendir darah.
4. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Pemeriksaan lab
- WBC : 7,6 103/mm3
- RBC
: 3,6
- HGB : 6,0 gr/dL
- HCT
: 21,3 L%
- PLT
: 399 103/mm3
- MCV : 5,9
- MCH : 16,7
- MCHC : 28,4
b. USG
Gestasional sac (+) tanpa fetal pole, massa intrauterine (-). Kesan: blighted
ovum
5. DIAGNOSIS
3

Blighted ovum pada multigravida


6. PENATALAKSANAAN
a. Non farmakologis
-

Kuretase
Dilakukan kuretase tanggal 22 Maret 2013 didapatkan hasil :

Jaringan 30 cc
Perdarahan 40 cc
Kondisi umum ibu post-kuretase : baik
Tekanan darah post-kuretase: 100/70mmHg
Nadi : 84x/menit , S : 37,1O

7. FOLLOW UP
Tanggal
S
20 Maret Lemas (+)
pusing (+)
2013
nyeri perut
bawah

O
TD : 110/80
N : 76 x/menit
S : 36
RR : 24

A
Blighted
ovum

P
- Tranfusi PRC 2
pada

multigravida

kolv
- Injeksi ceftriaxone
1gr/hari selama

berkurang
Perdarahan (+)

21 Maret T.A.K
Perdarahan (+)
2013

Px Lab:
WBC : 4,4 x 103
RBC : 3,6
HB : 6,1 gr/dL
TD : 120/70
N : 86x/menit
S : 36,8
RR : 20

3 hari
- Kalnex 2x500 gr
- Sangobion 1x1
- Observasi KU dan
TTV
- Injeksi kalnex
- Rencana kuratage
ovum
pada
- Observasi KU dan
multigravida
TTV
Blighted

Px Fisik
CA (+)/(+)

22 Maret T.A.K
Nyeri
2013

Px Lab
WBC : 4,4 x 103
RBC : 3,6
HB : 8,1 gr/dL
TD : 110/70
perut N : 80x/menit

- Operasi kuratage
- Observasi KU dan

berkurang
S : 36,3
Perdarahan (+) RR : 20
tetapi

TTV

sedikit

Px Lab
berkurang
WBC : 4,4 x 103
RBC : 5,26
HB : 10,3 gr/dL
23 Maret Nyeri
perut TD : 110/70
N : 80x/menit
2013
kanan bawah
S : 36,3
(+)
RR : 20
Perdarahan (+)
Px Lab
tetapi sedikit
WBC : 4,4 x 103
RBC : 5,26
HB : 10,3 gr/dL

- Observasi KU dan
TTV
- Diperbolehkan
pulang
- Obat yang dibawa
pulang:
Cefadroxil
Sulfas

Ferosus
Asam

Mefenamat
Metilet

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. DEFINISI
Blighted ovum (BO) merupakan keadaan dimana terbentuknya gestational sac
namun embrio tidak terbentuk atau berhenti terbentuk sehingga terabsorbsi kembali
oleh tubuh.
Keadaan dimana seorang wanita dalam keadaan hamil tetapi tidak ada janin di
dalam kandungan. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejala-gejala
kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual muntah pada awal kehamilan, payudara
mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes kehamilan baik
test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.
Blighted ovum yang terjadi ketika ovum yang telah dibuahi menempel pada
dinding uterus, tetapi embrio tidak berkembang. Sel berkembang membentuk kantung
kehamilan, tetapi tidak membentuk embrio itu sendiri. Blighted ovum biasanya
terjadi dalam trimester pertama sebelum seorang wanita tahu tentang kehamilannya.
Tingginya tingkat kelainan kromosom biasanya menyebabkan tubuh wanita secara
alami mengalami keguguran.
2. ETIOLOGI
Biasanya merupakan hasil dari masalah kromosom dan penyebab sekitar 50%
dari keguguran trimester pertama. Tubuh wanita mengenali kromosom abnormal pada
janin dan secara alami tubuh berusaha untuk tidak meneruskan kehamilan karena
janin tidak berkembang menjadi bayi normal dan sehat. Hal ini dapat disebabkan oleh
pembelahan sel yang abnormal, atau kualitas sperma atau ovum yang buruk.
Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses
pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus,penyakit
kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG
serta

faktor

imunologis

seperti

adanya
6

antibodi

terhadap

janin

juga

dapatmenyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri
semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.
3. PATOFISIOLOGI
Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma. Namun
akibat berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat
berkembang sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun
demikian

plasenta

tersebut

tetap

tertanam

di

dalam

rahim.

Plasenta

menghasilkanhormon HCG (human chorionic gonadotropin) dimana hormon ini akan


memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai pemberitahuan
bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon HCG yang
menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah, ngidam dan
menyebabkan tes kehamilan menjadi positif. Karena tes kehamilan baik test pack
maupun laboratorium pada umumnya mengukur kadar hormon HCG (human
chorionic gonadotropin) yang sering disebut juga sebagai hormon kehamilan

4. GEJALA DAN TANDA


a. Blighted ovum sering tidak menyebabkan gejala sama sekali
b. Periode menstruasi terlambat
c. Kram perut
d. Bercak perdarahan
e. Tes kehamilan positif pada saat gejala
5. DIAGNOSIS KERJA
Pemeriksaan Penunjang (USG) diagnosis pasti, bisa dilakukan saat kehamilan
memasuki usia 6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah lebih
besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan
tampak,adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin. Diagnosis
kehamilanan

embriogenik

dapat

ditegakkan

pada

kantong

gestasi

yang

berdiameter sedikitnya 30 mm, tidak dijumpai adanya struktur mudigah dan kantong
kuning telur

Gambaran Hasil USG pada pasien Bligted Ovum

6. DIAGNOSIS BANDING
- Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) : pada KET terdapat nyeri goyang
serviks, perdarahan pervagina sedikit atau bahkan tidak ada, terdapat kavum
douglas yang menonjol dan nyeri perut yang hebat.

Pada abortus imminens dan insipiens perdarahan lebih banyak dan lebih merah
sesudah amenorea, rasa nyeri yang lebih kurang berlokasi di daerah median dan
bersifat mules.

7. PENATALAKSANAAN
Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah
mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalis untuk
memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya. Jika karena
infeksi maka maka dapat diobati agar tidak terjadi kejadian berulang. Jika
penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak
dapat hamil sungguhan.
Penyebab blighted ovum yang dapat diobati jarang ditemukan, namun masih
dapat diupayakan jika kemungkinan penyebabnya diketahui. Sebagai contoh, tingkat
hormon yang rendah mungkin jarang menyebabkan kematian dini ovum. Dalam
kasus ini, pil hormon seperti progesteron dapat bekerja. Namun efek samping dari
pemakaian hormon adalah sakit kepala,perubahan suasana hati, dan lain-lain. Jika
terjadi kematian telur di awal kehamilan secara berulang, maka pembuahan buatan
mungkin efektif dalam memproduksi kehamilan. Dalam hal ini perlu donor sperma
atau ovum untuk memiliki anak. Akan tetapi, pembuahan buatan itu mahal dan tidak
selalu bekerja dan risiko kelahiran kembar seringkali lebih tinggi. Jika belum berhasil
maka adopsi adalah pilihan lain bagi banyak pasangan.
Pada pasien diterapi dengan pemberian preparat misoprostol, setelah terjadi
dilatasi serviks kemudian dilakukan kuretase

8. PENCEGAHAN
Dalam banyak kasus blighted ovum tidak bisa dicegah. Beberapa pasangan
seharusnya melakukan tes genetika dan konseling jika terjadi keguguran berulang di
awal kehamilan. Blighted ovum sering merupakan kejadian satu kali, dan jarang
terjadi lebih dari satu kali pada wanita.Untuk mencegah terjadinya blighted ovum,
9

maka dapat dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH,


imunisasi rubella pada wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit
disembuhkan dulu, dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom
terutama bila usia diatas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas
sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan membiasakan pola hidup
sehat
9. PROGNOSIS
Prognosis buruk bila terus menerus terjadi perdarahan per vaginam

10