Anda di halaman 1dari 4

STATUS OBSTETRI

Tanggal Pemeriksaan : 31-10-2014

Ruangan

: Kamar Bersalin

Jam : 19.30 WITA

Rumah Sakit : RSUD Undata Palu

I. IDENTITAS
Nama

: Ny. D

Nama Suami : Tn.A.P

Umur

: 28 tahun

Umur

: 40 tahun

Alamat

: Jln.tekukur No.14 A

Alamat

: Jln.tekukur No.14 A

Pekerjaan : Honorer

Pekerjaan

Pendidikan: S1

Pendidikan

: Swasta
: SMA

II. ANAMNESIS
A. Keluhan Utama :
Perdarahan post partum
B. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien mengalami perdarahan post partum sekitar 03.35 WITA. Perdarahan aktif
sekitar 550 cc. Riwayat persalinan spontan LBK + gemelli pukul 03.30 WITA.
Riwayat persalinan lama, jarak antara lahir bayi 1 dan bayi 2 sekitar 3 jam.
Plasenta lahir lengkap, tidak ada robekan perieneum. Perdarahan diduga dari
ruptur portio. Pasien mengeluh pusing, badan lemah.
III. PEMERIKSAAN FISIK
A. Status Generalis
KU
: Sakit sedang
Kesadaran: Compos mentis

B.

Tanda Vital
Tekanan Darah

: 120/80 mmHg

Nadi

: 90 kali/menit

Respirasi

: 20 kali/menit

Suhu

: 36,5 C

PEMERIKSAAN OBSTETRI
Abdomen : Kontraksi uterus (+) baik, fundus uteri setinggi umbilikus
Pemeriksaan Dalam :
- Perineum utuh
- Vulva & vagina : Tidak ada kelainan
- Porsio
: Robekan di portio arah jam 7, pembukaan 1 cm
Pemeriksaan Inspekulo
Tampak adanya ruptur di portio arah jam 7 dengan panjang sekitar 5 cm.
Perdarahan aktif (+) 550 cc
IV. DIAGNOSIS
Ruptur portio post partum gemelli
V.

RENCANA TINDAKAN
- Observasi keadaan umum, tanda vital dan perdarahan
- Pemasangan infus Ringer Laktat 30 tpm
- Cek Hb, jika Hb < 8 g/dL lakukan transfusi PRC
- Dilakukan hecting jelujur di porsio arah jam 7
- Kontrol perdarahan, dipasang tampon roll 1 buah
- Berikan pengobatan simptomatik :
a. Amoxicillin 500 mg 3 x 1
b. Asam mefenamat 3 x 1
c. SF 3 x 1
VI. PROGNOSIS
Dubia

Pembimbing Klinik

dr. John Abbas Kaput, Sp.OG

KoAss

Nelvi Utami Putri Kawile

DISKUSI

Portio uteri merupakan jaringan yang mudah mengalami perlukaan saat persalinan.
Ruptur dapat menimbulkan perdarahan yang banyak khususnya bila jauh ke lateral karena
pada tempat ini terdapat ramus desenden dari arteri uterina. Perlukaan dapat terjadi pada
persalinan normal tapi lebih sering terjadi pada persalinan dengan tindakan pada pembukaan
persalinan belum lengkap. Selain itu robekan portio dapat terjadi pada persalinan prepitatus.
Pada partus ini kontraksi rahim kuat dan sering didorong keluar dan pembukaan belum
lengkap. Selain itu persalinan dengan batuan alat seperti vakum dan partum lama juga dapat
menyebabkan terjadinya ruptur portio.

Di curigai terjadi ruptur portio bila pasca persalinan kontraksi uterus baik, plasenta
lahir lengkap, perineum utuh atau ruptur prineum telah terjahit baik namun terjadi perdarahan
aktif dan segar. Diagnosis ruptur portio ditegakkan dengan pemeriksaan spekulum, dapat
dijepit dengan cunam atromatik. Kemudian diperiksa secara cermat robekan tersebut.
Pada kasus ini ruptur portio ditegakkan saat evaluasi, dimana ditemukan perdarahan
aktif dan kemudian dilakukan inspekulo dan ditemukan robekan portio diarah jam 6 dengan
panjang sekitar 5 cm. Kemungkinan terjadinya ruptur pada pasien ini karena pasien selalu
mengedan sebelum pembukaan lengkap dan bayi yang dilahirkan gemelly.
Bila ditemukan adanya ruptur yang memanjang,maka dilakukan hecting interuptus
ataupun jahitan angka 8 dari ujung paling atas terus ke bawah. Perawatan perlukaan pada
rupur portio dilakukan untuk menghentikan perdarahan. Biasanya hecting dilakukan jika
robekan lebih dari 1 cm.