Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam beberapa tahun terakhir ini profesi keperawatan mengalami perkembangan
yang sangat pesat. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh globalisasi dimana tuntutan
masyarakat akan profesi keperawatan untuk berbenah diri. Tuntutan yang paling mendasar dan
paling menantang adalah menyangkut layanan keperawatan yang profesional, bermutu dan
dapat dijangkau oleh masyarakat.
Perawat semakin dituntut untuk professional dan mengedepankan perkembangan
tehnologi kesehatan, dimana pasien/klien yang membutuhkan asuhan keperawatan dapat
berasal dari berbagai kalangan dan dalam dunia maya (cybernet), dimana semakin ditandai
dengan tingginya pengguna internet di Indonesia, dan semakin banyaknya website di bidang
kesehatan.
Dengan semakin berkembangnya penggunaan internet diikuti pula perkembangan.
dalam dunia kesehatan dan keperawatan. Telemedicine, telehealth dan telenursing menjadi
alternative dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan.
Telenursing telah berhasil dinegara dengan laju pertumbuhan yang tinggi karena
beberapa faktor yaitu penghematan dalam biaya kesehatan, peningkatan angka penuaan dan
penduduk dengan penyakit kronik serta peningkatan cakupan kesehatan jarak jauh, pedesaan
dan daerah terpencil. Telenursing dapat membantu menyelesaikan kekurangan perawat,
menurunkan jarak, waktu kunjungan dan menjaga pasien yang sudah keluar dari rumah sakit.
Layanan kesehatan khususnya keperawatan jarak jauh dengan menggunakan media
teknologi informatika (internet) memberikan kemudahan bagi masyarakat. Masyarakat atau
pasien tidak perlu datang ke rumah sakit, dokter atau perawat untuk mendapatkan layanan
kesehatan. Waktu yang diperlukan untuk layanan kesehatan juga semakin pendek. Pasien
dapat hanya dirumah dan melakukan kontak via internet atau melalui video converence untuk
mendapatkan informasi kesehatan, perawatan dan bahkan sampai pengobatan.
Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan
wilayah yang tersebar merupakan potensi dalam menerapkan telenursing dalam rangka
meningkatkan pelayanan keperawatan dan kesehatan masyarakat untuk menunjang
tercapainya visi Indonesia sehat 2014.
1.2 Rumusan Masalah
Telenursing

Page 1

1. Apa definisi telenursing ?


2. Apa prinsip prinsip dalam telenursing ?
3. Apakah manfaat telenursing ?
4. Apakah kelebihan dan kekurangan telenursing ?
5. Bagaimana riset tentang telenursing ?
6. Bagaimana aplikasi dari telenursing ?
7. Apa saja media yang dapat digunakan dalam telenursing ?
1.3 Tujuan
1. Menjelaskan definisi telenursing
2. Menjelaskan prinsip prinsip dalam telenursing
3. Menjelaskan manfaat telenursing
4. Menjelaskan kelebihan dan kekurangan telenursing
5. Menjelaskan riset tentang telenursing
6. Menganalisa aplikasi dari telenursing
7. Menjelaskan media yang digunakan dalam telenursing
1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini adalah agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,
sehingga dapat memenuhi tugas Ilmu Dasar Keperawatan I yang diberikan dan sebagai sarana
media pembelajaran serta menambah wawasan pengetahuan.
1.5 Metode dan Prosedur Penulisan
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan
mengumpulkan informasi dari browsing di internet.

Telenursing

Page 2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Telenursing
Telenursing adalah pemberian servis dan perawatan oleh perawat dengan
menggunakan telekomunikasi, meningkatkan akses untuk tindakan keperawatan kepada
pasien pada lokasi yang jauh atau terpencil.
Telenursing adalah upaya penggunaan teknologi informasi dalam memberikan
pelayanan keperawatan dalam bagian pelayanan kesehatan dimana ada jarak secara fisik yang
jauh antara perawat dan pasien, atau antara beberapa perawat. Sebagai bagian dari telehealth
dan beberapa bagian terkait dengan aplikasi bidang medis dan non medis seperti telediagnosis,
telekonsultasi dan telemonitoring.
Telenursing menunjukkan penggunaan teknologi komunikasi oleh perawat untuk
meningkatkan perawatan pasien. Telenursing menggunakan channel elektromagnetik (wire,
radio, optical) untuk mengirim suara, data dan sinyal video komunikasi. Dapat juga
didefinisikan sebagai komunikasi jarak jauh menggunakan transmisi elektrik atau optic antara
manusia dan atau computer.
Telenursing diartikan sebagai pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi
dan pelayanan keperawatan jarak-jauh. Aplikasinya saat ini, menggunakan teknologi satelit
untuk menyiarkan konsultasi antara fasilitas-fasilitas kesehatan di dua negara dan memakai
peralatan video conference. Telenursing bagian integral dari telemedicine atau telehealth.
2.2 Prinsip Prinsip Telenursing
Prinsip prinsip telenursing adalah : tidak mengubah sifat dasar dari
praktek asuhan keperawatan, dimana perawat terlibat dalam telenursing
mulai

dari

pengkajian,

perencanaan,

pelaksanaan,

evaluasi,

dan

dokumentasi asuhan keperawatan. Perawat juga terlibat dalam informasi,


pendidikan, arahan, dan dukungan secara pribadi dalam telenursing
hubungan tersebut dapat terbina melalui penggunaan telepon, internet
atau alat komunikasi lainnya.
Telenursing

Page 3

2.3 Manfaat Telenursing


Menurut Britton et all (1999), ada beberapa keuntungan telenursing yaitu :
1.
Efektif dan efisien dari sisi biaya kesehatan, pasien dan keluarga dapat mengurangi
kunjungan ke pelayanan kesehatan ( dokter praktek,ruang gawat darurat, rumah sakit
dan nursing home)
2. Dengan sumber daya yang minimal dapat meningkatkan cakupan dan jangkauan
pelayanan keperawatan tanpa batas geografis
3. Telenursing dapat menurunkan kebutuhan atau menurunkan waktu tinggal di rumah
sakit
4. Pasien dewasa dengan kondisi penyakit kronis memerlukan pengkajian dan monitoring
yang sering sehingga membutuhkan biaya yang banyak. Telenursing dapat
meningkatkan pelayanan untuk pasien kronis tanpa memerlukan biaya dan
meningkatkan pemanfaatan teknologi
5. berhasil dalam menurunkan total biaya perawatan kesehatan dan meningkatkan akses
untuk perawatan kesehatan tanpa banyak memerlukan sumber
Selain manfaat di atas telenursing dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan
keperawatan ( model distance learning) dan perkembangan riset keperawatan berbasis
informatika kesehatan. Telenursing dapat juga digunakan dikampus dengan video
conference, pembelajaran online dan Multimedia Distance Learning.
2.4 Kelebihan dan Kekurangan Telenursing
Kelebihan Telenursing
Telenursing dapat diartikan sebagai pemakaian teknologi informasi dibidang pelayanan ke
perawatan untuk memberikan informasi dan pelayanan keperawatan jarak jauh. Model pel
ayanan ini memberikan keuntungan antara lain :

Mengurangi waktu tunggu dan mengurangi kunjungan yang tidak perlu


Mempersingkat hari rawat dan mengurangi biaya keperawatan
Membantu memenuhi kebutuhan kesehatan
Memudahkan akses petugas kesehatan yang berada di daerah terisolasi
Berguna dalam kasus kasus kronis atau kasus geriatik yang perlu perawatan di
rumah dengan jarak yang jauh dari pelayanan kesehatan

Telenursing

Page 4

Mendorong tenaga kesehatan atau daerah yang kurang terlayani untuk mengakses
penyedia

layanan

melalui

mekanisme

seperti

: konferensi

video

dan

internet( American Nurse Assosiation, 1999)


Peningkatan jumlah cakupan pelayanan keperawatan dalam jumlah yang lebih

luas dan merata


Dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan keperawatan (model distance
learning ) dan perkembangan riset keperawatan berbasis informatika kesehatan
dan meningkatkan kepuasan perawat dan pasien terhadap pelayanan keperawatan
yang diberikan serta meningkatkan mutu pelayanan perawatan di rumah (home

care)
Meningkatkan rasa aman (safety) perawat dan klien, karena dengan diterapkannya
telenursing semakin meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga serta
meningkatkan kepatuhan. Telenursing telah menyediakan sarana bagi konsumen
untuk memanggil perawat agar mendapatkan saran kesehatan. Seorang perawat
dengan pelatihan khusus dapat menawarkan pendidikan dan dukungan, sehingga
ini bermanfaat karena klien membutuhkan dukungan yang tidak mungkin
didapatkan dengan kontak langsung.

Kekurangan dan hambatan dalam telenursing


Menurut Aamy Peck (2005) ada tiga kategori dasar hambatan dalam telenursing, meliputi :
perilaku, legisatif, dan teknologi. Hambatan perilaku, ada ketakutan bahwa perawat akan
mendelegasikan tugas ke mesin. Pada awalnya perawat akan resisten terhadap telenursing
akibat kurangnya penguasaan terhadap teknologi informasi dan telekomunikasi. Namun
dengan adanya pelatihan dan support system, perawat bisa merasakan manfaat telenursing
untuk dirinya dan pasien. Legislasi, telenursing muncul sebagai issue kebijakan public secara
mayor, belum adanya kepastian lisensi tentang telenursing. Secara teknologi, Elektonik Health
Recrd (EHR) dan standar data mendukung perkembangan telenursing. Tanpa EHR telehealth
tidak bisa bekerja. Ketersediaan system penyimpanan data pasien kapanpun dan dimanapun
provider membutuhkannya.
Sumber lain menyebutkan, antara lain :
Tidak adanya interaksi langsung perawat dengan klien yang akan mengurangi kualitas
pelayanan kesehatan. Kekawatiran ini muncul karena anggapan bahwa kontak langsung d
engan pasien sangat penting terutama untuk dukungan emosional dan sentuhan terapeutik.
Telenursing

Page 5

Sedangkan kekurangan lain dari telenursing ini adalah kemungkinan kegagalan teknolo
gi seperti gangguan koneksi internet atau terputusnya hubungan komunikasi akibat gangg
uan cuaca dan lain sebagainya sehingga menggangu aktifitas pelayanan yang sedang berja
lan, selain itu juga meningkatkan risiko terhadap keamanan dan kerahasiaann dokumen kl
ien.
2.5 Aplikasi Telenursing
Aplikasi telenursing dapat diterapkan di rumah, rumah sakit melalui pusat telenursing
dan melalui unit mobil. Telepon triase dan home care berkembang sangat pesat dalam aplikasi
telenursing. Di dalam home care perawat menggunakan system memonitor parameter fisiologi
seperti tekanan darah, glukosa darah, respirasi dan berat badan melalui internet. Melalui
system interaktif video, pasien contact on-call perawat setiap waktu untuk menyusun video
konsultasi ke alamat sesuai dengan masalah, sebagai contoh bagaimana mengganti baju,
memberikan injeksi insulin atau diskusi tentang sesak nafas. Secara khusus sangat membantu
untuk anak kecil dan dewasa dengan penyakit kronik dan kelemahan khususnya dengan
penyakit kardiopulmoner. Telenursing membantu pasien dan keluarga untuk berpartisipasi
aktif di dalam perawatan, khususnya dalam management penyakit kronis. Hal ini juga
mendorong perawat menyiapkan informasi yang akurat dan memberikan dukungan secara
online. Kontinuitas perawatan dapat ditingkatkan dengan menganjurkan sering kontak antara
pemberi pelayanan kesehatan maupun keperawatan dengan individu pasien dan keluarganya.
Telenursing dan home care
1. Di USA yang berhubungan dengan home health care diharapkan meningkat 36 % atau
lebih baik dalam 7 tahun ke depan.
2. Di USA hampir 46 % yang menggunakan kunjungan rumah diganti menjadi
telenursing
3. Di United Kingdom 15 % pasien home care melaporkan memerlukan tehnologi
komunikasi
4. Di USA merubad 50 % atau lebih dari kunjungan tradisional menjadi telehomecare
visit, dan biaya dapat diturunkan 50 %

Telenursing

Page 6

5. Studi di Eropa menyatakan lebih banyak pasien mengatakan lebih menguntungkan


dengan servis telekomunikasi

Gambar 1.1 Alur telenursing


Di dalam pelaksanaan telenursing perlu menjaga privasi pasien.

Gambar 1.2 Tiga level keamanan untuk proteksi data pasien

Telenursing

Page 7

Gambar 1.3. Tehnologi teleheath pada daerah pedesaan


2.6 Riset Telenursing
1.
Penelitian dari Susan Kay Bohnenkamp, RN, MS, CCM dengan judul
Traditional Versus Telenursing Outpatient Management of Patients With Cancer With
New Ostomi.
Hasil : Telenursing meningkatkan kepuasan pada pasien. Pasien percaya bahwa
telenursing membuat perawatan lebih accessible, dia suka dengan telemedicine dari
pada face to face, tetapi menganggap face to face adalah yang terbaik.
2. Penelitian dari Anthony F. Jerant, MD dengan judul A Randomized Trial of Telenursing
to Reduce Hospitalization for Heart Failure: Patient-Centered Outcomes and Nursing
Indicators.
Hasil : Penelitian ini membandingkan 3 perawatan modalitas untuk menurunkan
kekambuhan CHF selama 180 hari follow up. Subyek menerima kunjungan dasar
selama 60 hari dan mendapat satu dari 3 terapi modalitas : (a) video-based home
telecare; (b) telephone calls; and (c) usual care Kekambuhan pada CHF menurun lebih
dari 80% dengan telenursing dibandingan dengan perawatan biasa. Dari penelitian ini
juga menurunkan kunjungan emergensi pada CHF. Pada perawatan diri kedua group
tidak ada perbedaan secara signifikan tentang kepatuhan, pengobatan, status kesehatan
dan kepuasan. Telenursing dapat menurunkan hospitalisasi pada CHF dan meningkatkan
frekuensi komunikasi dengan pasien.
Telenursing

Page 8

3. Penelitian dari L. Schlachta-Fairchild dengan judul Findings Of The 2004 Nternational


Telenursing Survey.
Hasil : Mayoritas perawat yang melakukan tidak tersertifikasi dalam telemedicine,
telenursing, atau nursing informatics dan percaya bahwa sertifikasi pada telenursing
adalah penting dan interes untuk dilakukan sertifikasi dan merupakan indikasi
telenursing seharusnya merupakan bagian dasar dari pendidikan keperawatan dan
4.

pengalaman klinik.
Jonsson & Willman
Hasil : Implementasi telenursing dalam perawatan di rumah pada klien dengan luka di
tangan merupakan inovasi pengembangan inisiatif yang berfokus pada kalaborasi antara
perawat dan klien. Klien merasa puas dengan penggunaan videophone untuk melihat
staf perawat memberikan perawatan kepada mereka, dan dengan melihat muka perawat
membuat rasa aman pada pasien. Perawat merasa lebih nyaman dengan menggunakan
audio-vidio kontak untuk melihat kondisi pasien dan melakukan pengkajian kondisi
luka, serta merekam luka. Selain itu perawat merasakan bahwa waktu bekerja mereka
lebih bermanfaat. Penelitian ini menandaskan bahwa telenursing dengan menggunakan
teknologi audio-vidio sangat efektif untuk melakukan komunikasi antara perawat dan
pasien serta memberikan kepuasan pada perawat dan klien dalam melakukan perawatan
rumah.

5.

Penelitian dari Hartford Kanthleen dengan judul Telenursing and patients


Recovery from Bypass
Hasil : Aplikasi teknologi telekomunikasi dalam memberikan pelayanan keperawatan
membuat pasien mampu untuk belajar bagaimana merawat dirinya sendiri, dan ini juga
membantu perawat untuk melakukan pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan
secara efektif. Selain itu juga memperpendek lama perawatan.
Bohnenkamp & Blackett
Hasil : Dengan telenursing pasien menunjukkan kepuasan yang lebih tinggi dan perawat

6.

telah meningkatkan pemahaman tentang masalah yang dialami klien, dan klien merasa
lebih nyaman karena sudah diberi informasi oleh perawat. Klien percaya bahwa
telenursing membuat perawatan lebih mudah diakses, mereka lebih suka memanfaatkan
telenursing daripada menunggu tatap muka pada saat kunjungan langsung meskipun
7.

klien masih percaya bahwa kunjungan dengan tatap muka langsung adalah yang terbaik.
Impact of tele advice on community nursess knowledge of venous legulcer care
(Ameen, Coll, & Peters, 2005)

Telenursing

Page 9

Hasil : Efektifitas telenursing dibidang manajemen perawatan ulkus kaki, desain yang
digunakan adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pre dan post interverensi pada
2 kelompok yaitu kelompok intervensi sebanyak 19 orang dan kelompok kontrol
sebanyak 19 orang. Pada penelitian ini didapatkan bahwa terdapat perbaikan yang
signifikan dalam hal kemampuan perawat komunitas dalam manajemen perawatan ulkus
kaki antara sebelum dan sesudah interverensi melalui telenursing. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa telesaran dapat menjadi manfaat besar bagi perawat komunitas
dalam meningkatkan pengetahuan mereka dalam praktek perawatan ulkus kaki. Ini akan
memiliki implikasi signifikan untuk penggunaan sumber daya manusia yang lebih
8.

efesien dan efektivitas biaya dalam perawatan luka.


Teleeducation emergency care (Binks & Benger, 2007)
Hasil : Telenursing juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan
ketrampilan petugas kesehatan dalam hal ini adalah perawat, terutama petugas kesehatan
yang bertugas di daerah-daerah terpencil yang kadang sulit diakses melalui jalan darat
karena kondisi geografisnya yang tidak memungkinkan sehingga mereka kurang
terpapar informasi-informasi maupun pengetahuan terkini mengenai pelayanan
keperawatan. Disini dijelaskan bagaimana telenursing dimanfaatkan sebagai sarana
penambahan wawasan dan pengetahuan mengenai keperawatan gawat darurat terhadap
petugas kesehatan yang bertugas didaerah terpencil. Dalam Teleeducation dapat
diterapkan empat domain pembelajaran, yaitu : 1) pengetahuan 2) ketrampilan 3)

hubungan 4) sikap
9.
Efficacy of

telenursing

consultasions

in

rehabilitation

after

radical

prostatetomy a randomised controlled trial study ( Jensen, Kriestensen & Borre, 2011)
Hasil : Terdapat peningkatan angka dalam insiden kanker prostat menyebabkan tuntutan
yang lebih tinggi terhadap peran perawatan kesehatan masyarakat. Untuk mengatasi
kondisi tersebut, prostatektomi radikal jalur cepat tela diperkenalkan, sehingga waktu
rawat menjadi pendek dan sedikit waktu yang tersedia untuk edukasi terhadap pasien
post op prostektomy, maka pasien dituntut agar mampu melakukan perawatan secara
mandiri melalui bantuan Telenursing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menyelidiki

apakah

konsultasi

telepon

perawat

yang

dipimpin

(TC)

dapat

mengoptimalkan sumber daya secara aman dan kepuasan pasien dalam periode
pascaoperasi. Penelitian ini merupakan uji coba terkontrol secara acak prospektif dari 95

Telenursing

Page 10

pasien baik interverensi atau standar tindak lanjut. Interverensi yang diberikan adalah
TC tambahan 3 hari pascabedah. Pendidikan perawatan dan pasien selama rawat inap
yang diberikan adalah sama untuk semua pasien. Data dikumpulkan dari catatan medis
dan kuosioner 2 minggu pascabedah. Memang tidak ditemukan perbedaan dalam
keberhasilan keseluruhan tentang kepuasan pasien, rasa aman dan ketidak nyamanan
pasca operasi. Beberapa pasien memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi saat dirawat
dirumah sakit sehingga pemberian TC menjadi alternatif pilihan yang baik. Secara
umum, pasien cukup terdidik dalam pengeloalaan rehabilitasi awal dan mereka
menyatakan kepuasan yang tinggi dan rasa aman pada periode pascaoperasi setelah
pulang meskipun tanpa TC. Oleh karena itu, TC tidak akan menjadi prosedur standar,
tetapi hasilnya telah meningkatkan kesadaran dalam praktek klinis sehari-hari dan dapat
dioptimalkan pemanfaatnya.
10.
Home Based Telemedicine : A Survey of Ethical Issues (Bauer, 2001)
Hasil : Survey terhadap pemanfaatan Telemedicine didapatkan data bahwa secara
ekonomis maupun efektifitasnya boleh dikatakan bagus, karena dari segi biaya yang
dikeluarkan relatif rendah, kemudian dari segi efektifasnya pasien tidak perlu datang ke
tempat pelayanan kesehatan yang dituju, tetapi cukup hanya dengan berinteraksi melalui
Telemedicine maupun Telenursing pasien sudah dapat terlayani. Namun masalah yang
muncul dalam penilaian ini adalah bahwa mereka tidak mengidentifikasi adanya nilainilai moral maupun implikasi etis dari penerapan metode ini. Oleh sebab itu sebagai
pengguna metode ini hendaknya petugas kesehatan atau perawat yang mengelolanya
harus memiliki pemahaman yang luas tentang keilmuan keperawatan itu sendiri maupun
metode Telenursing yang digunakan.
Dengan penerapan telenursing dalam memberikan pelayanan keperawatan akan
meningkatkan kepuasan klien dan peningkatan parstisipasi aktif keluarga. Dalam
memberikan asuhan keperawatan secara jarak jauh maka diperlukan kebijakan umum dari
pemerintah untuk mengatur praktek, SOP/standar operasional prosedur, etik dan
profesionalisme, keamanan, kerahasiaan pasien dan jaminan informasi yang diberikan.
Kegiatan telenursing membutuhkan integrasi antara startegi dan kebijakan untuk
mengembangkan praktek keperawatan, penyediaan pelayanan asuhan keperawatan, dan
sistem pendidikan serta pelatihan keperawatan.
Telenursing

Page 11

Untuk dapat diaplikasikan maka ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian :
1.

Faktor legalitas
Dapat didefinisikan sebagai otononi profesi keperawatan atau institusi keperawatan yang
mempunyai tanggung jawab dalam pelaksanaan telenursing.

2.

Faktor financial
Pelaksanaan telenursing membutuhkan biaya yang cukup besar karena sarana dan
prasaranya sangat banyak. Perlu dukungan dari pemerintah dan organisasi profesi dalam
penyediaan aspek financial dalam pelaksanaan telenursing

3.

Faktor Skill
Ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu pengetahuan dan skill tentang telenursing.
Perawat dan pasien perlu dilakukan pelatihan tentang aplikasi telenursing. Terlaksananya
telenursing sangat tergantung dari aspek pengetahuan dan skill antara pasien dan perawat.
Pengetahuan tentang telenursing harus didasari oleh pengetahuan tehnologi informasi.

4.

Faktor Motivasi
Motivasi perawat dan pasien menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan telenursing.
Tanpa ada motivasi dari perawat dan pasien, telenursing tidak akan bisa berjalan dengan
baik.
Pelaksanaan telenursing di Indonesia masih belum berjalan dengan baik disebabkan oleh
karena keterbatasan sumberdaya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana serta
kurangnya dukungan pelaksanaan telenursing dari pemerintah. Untuk mensiasati
keterbatasan pelaksanaan telenursing bisa dimulai dengan peralatan yang sederhana
seperti pesawat telepon yang sudah banyak dimiliki oleh masyarakat tetapi masih belum
banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau pelayanan
keperawatan. Telenursing menggunakan telepon ini dapat diaplikasikan di unit gawat
darurat dan home care.

2.7 Media Telenursing


1. Telepon ( telepon seluler )
Telenursing

Page 12

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Personal Digital System (PDA)


Mesin faksimili (faks)
Internet
Video atau audio conferencing
Teleradiolog
Komputer sistem informasi
Teleborotic

Telenursing

Page 13

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
1. Telenursing adalah bagian integral dari telehealth
2. Telenursing dapat digunakan untuk memberikan pelayanan keperawatan professional
3. Telenursing dapat meningkatkan kemandirian dan kepuasan pasien serta partisipasi
aktif keluarga
4. Telenursing efektif digunakan dalam seting perawatan pasien yang mengalami
penyakit kronis dan penyakit yang menyebabkan ketergantungan
3.2 Saran
Melalui makalah ini diharapkan pembaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan
mengenai Telenursing. Kami berharap agar pembaca dapat memperluas pengetahuan tentang
materi dari makalah ini. Dan kami juga berharap pembaca dapat memahami semua penjelasan
yang diberikan dalam makalah ini, sehingga apabila ada yang kurang jelas atau kesalahn
dalam penyusunan makalah ini,pembaca dapat memberikan masukkan demi sempurnannya
penyusunan makalah ini.

Telenursing

Page 14