Anda di halaman 1dari 4

Glikosisis dan Oksidasi Piruvat

Sumber : Bahan Ajar Biokimia Oleh Peter A. Mayes,PhD,DSc


PENDAHULUAN
Sebagian Besar Jaringan tubuh memerlukan minimal akan glukosa, kebutuhan
tersebut pada beberapa jaringan Misalnya otak sangat besar sementara pada
jaringan lain seperti eritrosit bersifat hamper total. Glikolisis merupakan lintasan
utama bagi pengguna glukosa dan ditemukan diantara semua sel tubuh. Lintasan
ini menggunakan oksigen , bila oksigen tersedia (Aerob) atau bisa pula pekerja
yang sama sekali tanpa oksigen (Anaeorb), namun demikian untuk
mengoksigenisasi glukosa diluar stadium akhir piruvat pada glikolisis akan
diperlukan bukan hanya molekul oksigen tetapi juga system enzim mitokondrial
seperti kompleks piruvat dehidrogenase , siklus asam sitrat dan rantai respirasi.
KEPENTINGAN BIOMEDIS
Glikolisis bukan saja merupakan jalur utama bagi metabolism glukosa yang
menghasilkan produksi asetil-KOA dan oksidasi di dalam siklus asam sitrat ,
tetapi juga memberikan lintasan utama bagi metabolism fruktosa dan galaktosa
yang berasal dari makanan.
Salah satu makna biomedis yang sangat menentukan adalah kemampuan glikolisis
untuk menghasilkan ATP dalam keadaan tanpa oksigen , karena lintasan ini
memungkinkan penampilan otot rangka pada tingkat unjuk kerja yang sangat
tinggi pada keadaan aerob tidak mencukupi dan juga tidak memungkinkan
jaringan dengan kemmapuan glikolisis yang berarti untuk tetap hidup dalam
kondisi anoksia . sebaliknya jaringan otot jantung teradaptasi dengan kerja aerob
mempunyai kemampuan glikolisis yang buruk sehingga tidak mampu bertahan
dalam keadaan iskemia. Sejumlah kecil penyakit terjadi dengan defesiensi
aktifitas enzim glikolisis ( Piruvat Kinase ) keadaan ini bermanifastai sebagai
anemia hemolitik atau jika terdapat dalam otot skeletal ( Fosfofruktokinase )
sebagai keadaan kelelahan ( Fetigue ) pada sel kanker yang timbuh dengan cepat ,
glikolisis berlangsung dengan laju, dan jauh lebih tinggi daripada diperlukan oleh
siklus asam sitrat, sehingga jumlah piruvat yang diproduksi lebih banyak
daripada jumlah yang dapat dimetabolisasi . keadaan ini selanjutnya
mengakibatkan produksi laktat yang berlebihan sehingga mendukung kenyataan
bahwa lingkungan setempat jaringan tumor relatif bersifat asam, suatu situasi
yang akan mempengaruhi terapi kanker tipe tertentu asidosis laktat terjadi
karena beberpa hal , termasuk defesiensi piruvat dehidrogenase .

GLIKOLISIS DAPAT BEKERJA DALAM KEADAAN ANAEROB


Periode awal penyelidikan terhadap glikolisis disadari bahwa peristiwa fermentasi
di dalam ragi serupa dengan peristiwa pemecahan glukogen di dalam otot, jika
sebuah otot mengadakan kontraksi dalam emdia anaerob, yaitu media dalam yang
kandungan oksigenya sudah dikeluarkan , maka glikogen akan menghilang dan
muncul laktat sebagai produk akhir yang utama. Jika oksiegn diberikan , maka
proses aerob terjadi kembali dan glikogen kembali muncul sementara laktat
menghilang. Namun demikian jika kontraksi otot dalam keadaan aerob , laktat
tidak akan menumpuk dan piruvat menjadi rpoduk akhir glikolisis. Piruvat
selanjutnya akan dioksidasi menjadi CO2 dan air.
REAKSI DALAM GLIKOLISIS MERUPAKAN LINTASAN UTAMA
PEMAKAIAN GLUKOSA
Semua enzim pada lintasan glikolisis ditemukan di dalam fraksi sel yang soluble
di dalam mitokondria , yaitu sitosol , kendati semain bayak bukti yang
menunjukan bahwa sebagian enzim tersebut mungkin berkaitan dengan enzim
subseluler dalam sel disamping dengan sitosol. Enzim enzim ini sebagian
mengkatalisiskan berbagai reaksi yang terlibat dalam glikolisis glukosa menjadi
piruvat dan laktat sebagai berikut :
Glukosa memasuki lintasan glikolisis melalui fosforilase menjadi glukosa 6 fosfat
. proses ini dilangsungkan oleh enzim heksokinase . namun demikian dalam sel
parenkim hati dan sel pulau langerhans pancreas, fungsi tersebut di laksanakan
oleh enzim glukokinase . yang aktifitasnya dalam hati dan dipicu serta
dipengaruhi oleh perubahan status gizi. ATP diperlukan sebagai donor fosfat dan
seperti pada banyak reaksi sebagian kompleks Mg-ATP. Ujung terminal fosfat
berenergi tinggi pada ATP akan digunakan dan DAP di Hasilkan . rekasi ini akan
disertai dengan hilangnya energy bebas dalam jumlah besar sebagai panas dan
dengan demikian dalam kondisi fisologis, reaksi tersebut bisa anggap tidak
reversible. Heksokinase akan dihambat secara alosterik oleh produk reaksi, yaitu
Glukosa 6-Fosfat.
JARINGAN TUBUH YANG BERFUNGSI DALAM KEADAAN HIPOKSIA
CENDERUNG MEMPRODUKSI LAKTAT.
Hal ini terutama terlihat pada otot rangka , khsusnya serabut serabut putih yang
kecepatan organ tersebut dalam melaksanakan pekerjaanya tidak dibatasi oleh
kapasitas oksigenisasinya . jumlah tambahan laktat yang dihasilkan dapat
dideteksi dalam jaringan dan didalam darah sertan urine. Glikolisis dalam
eritrosit sekalipun dalam keadaan aerob selalu berakhir dengan senyawa laktat.
Karena mitokondria yang mengandung mesin enzimatik untuk okasidasi aerob
piruvat tidak terdapat.

GLIKOLISIS DIATUR DALAM TIGA TAHAPAN YANG MELIPUTI REKASI


NONEQUILIBRIUM
Meskipun kebanyakan reaksi glikolisis bersifat reversible , tiga diantaranya
merupakan reaksi rekasi yang sangat eksergonik dan dengan demikian secara
fisiologis harus dianggap tidak reversible. Reaksi ini dikatalisasi oleh enzim
heksokinase ( dan Glukokinase ) . Fosfofruktokinase serta pirufatkinase yang
merupakan tempat utama pengaturan glikolisis . sel sel yang mampu
menimbulkan gerakan netto metabolit dalam arah sintesis pada lintasan glikolisis,
( Glukoneogenesis ) melakuikan hal demikian karena adanya berbagai system
enzim yang memberikan jalur alternative disekitar reaksi ireversibel yang
dikatalisasi oleh enzim . proses ini bersama sama dengan pengaturan
glukonegenesis.

OKSIDASI GLUKOSA AKAN MENGHASILKAN 30 MOL ATP DALAM


KEADAAN AEROB , TETAPI MENGHASILKAN HANYA 2 MOL ATP JIKA
O2 TIDAK ADA
Jika 1 mol glukosa dibakar dalam sebuah calorimeter menjadi CO2 dan air , maka
kurang lebi 2870 kJ akan dibebaskan sebagai energy panas. Kalau oksidasi terjadi
dalam jaringan , sebagaian energy tidak akan langsung hilang sebagai panas tetapi
akan ditangkap sebagai fosfat energy tinggi. Sampai 38 Mol ATP akan dihasilkan
permolekul glukosa yang teroksidasi menjadi CO2 dan air. Secara invivo nilai
segitiga G untuk reaksi ATP sintesis setelah dihitung ternyata sama dengan kurang
lebi 51,6 kJ. Dengan demikian jumlah total energy yang ditangkap dalam ATP per
Mol Glukosa yang teroksidasi adalah 1961 kJ. Atau kurang lebih 68 % dari energy
pembakaran.
ASPEK KLINIK
Inhibisi Metabolisme Piruvat Menimbulkan Asidosis Laktat
Ion Arsen atau merkuri akan membentuk kompleks dengan gugus SH pada asamm
lipoat dan menghambat kerja piruvat dehidrogenase , sebagaimana terjadi pada
defesiensi tiamin , sehingga memungkinkan terjadi penumpukan piut. Pada
peminum keras dengan status gizi yang jelek akan mengalami defesiensi tiamin.
Dan bila diberikan glukosa , mereka akan memperlihatkan dengan cepat
penumpukan piruvat serta asidosis laktat yang membawa kematian.
Pada kelainan bawaan defesiensi piruvat dehidrogenase yang dapat disebabkan
oleh defek pada salah satu atau lebih komponen dalam kompleks enzim,juga

menunjukan asidosis laktat yang sempurnah, khususnya setelah pemberian


glukosa . karena ketergantungan glukosa sebagai bahan bakar. Otak merupakan
jaringan yang mencolok di mana kelainan metabolic ini akan bermanifestasi
sendiri dalam bentuk gangguan neurologi.