Anda di halaman 1dari 18

QUALITY WORK OF LIFE

DISUSUN OLEH
YUNIARTI
JUNI DWI KURNIA SANTI
1

POKOK BAHASAN

PENGERTIAN

allen.C.V (1998) : QWL adalah Konsep analisis


kemauan individu untuk mendapatkan hidup yang
normal terkait dengan persepsi secara individu
mengenai tujaun, harapan, standar dan perhatian
secara spesifik terhadarp kehidupan yang dialami
dengan dipengaruhi oleh nilai dan budaya pada
lingkungan individu tersebut berada.
Werther dan Davis (1989), Quality of Work Life atau
Kualitas Kehidupan Kerja berarti memiliki supervisi
yang baik, kondisi pekerjaan yang baik, pembayaran
dan imbalan yang baik, serta pekerjaan yang menarik,
menantang, dan memberikan reward yang baik.
4

Robbins(hohnson,1999) QWL is A process


By which an organization responds to
employee
needs
by
developing
mechanisms to allow them to share fully in
making the decisions that design their
lives at work.
QWL merupakan suatu
proses dimana suatu organisasi bereaksi
terhadap
kebutuhan karyawan melalui
pengembangan mekanisme pengambilan
keputusan yang memungkinkan karyawan
berpartisipasi penuh dalam mendesain
hidup mereka.
5

Walton dalam Kossen (1987) :


Seberapa efektifnya organisasi memberikan respon pada
kebutuhankebutuhan karyawan

Cascio (2003) :
Persepsi karyawan tentang kesejahteraan mental dan fisiknya
ketika bekerja

Lau & May (1998) :


Strategi tempat kerja yang mendukung dan memelihara kepuasan
karyawan dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi kerja
karyawan dan organisasi serta keuntungan untuk pemberi kerja
QWL adalah

COMPONENT QWL
(Cascio, 2003)
1.

Employee participation : membentuk tim peningkatan kualitas,


membentuk tim keterlibatan karyawan, dan mengadakan pertemuan
partisipasi karyawan.

2.

Career development : pendidikan, pelatihan, evaluasi kinerja, promosi

3.

Pride : perusahaan memperkuat identitas dan citra perusahaan,


meningkatkan partisipasi masyarakat, dan lebih peduli terhadap
lingkungan

4.

Wellness : jaminan kesehatan, program rekreasi, program konseling

5.

Safe environment : perusahaan membentuk komite keselamatan, tim


gawat darurat, dan program keselamatan

Conflict resolution : membuka jalur formal untuk


menyampaikan keluhan atau permasalahan

7. Communicaton : formal maupun non formal


8. Job security: program pensiun , status karyawan tetap
9. Equitable compensation: perusahaan memberi gaji
dan keuntungan yang kompetitif

Walton dalam Kossen (1987)


a. Adequate and fair compensation : Gaji
yang diterima dapat digunakan untuk
mencukupi biaya kehidupan dan sesuai
dengan orang lain diposisi yang sama
b. safe and healthy environment :
Individu ditempatkan dalam keadaan
yang meminimalisasi luka dan resiko
kesehatan.
c. Development of human capacities :
Pekerja diberikan autonomi kerja
9

Walton dalam Kossen (1987)


d. Growth and security : memberi Sumbangan
dalam menetapkan dan mengembangkan
kapasitas individu
e. Social integration : bagian dai suatau tim
dan mendukung satu sama lain.
f. Constitutionalism: dukungan kebebasan
bersuara dan terwujudnya pelayanan yang
adil

10

Walton dalam Kossen (1987)


g. The total life space : peran pekerja
ditempat kerja dan diluar tempat kerja.
h. Social
relevance
:Organisasi
memperhatikan kepentingan pekerja
selama aktifitas organisasi dilakukan.

11

Nawawi (2001)
a. Restrukturisasi kerja : perbaikan metode atau sistem
kerja, konsep baru yang dapat menciptaan pekerjaan
yang lebih tertantang untuk dapat meningkatkan
kualitas kehidupan kerja
b. Sistem imbalan:
Memuaskan berbagai kebutuhan
sesuai dengan standar hidup dan sesuai dengan standar
pengupahan dan penggajian yang berlaku.
c. Lingkungan kerja : penetapan jam kerja, peraturan yang
berlaku, kepemimpinan, serta lingkungan fisik.
d. Partisipasi : keterlibatan dalam pengambilan keputusan
12

Conflict
Resolut
ion
Save
Environme
nt
Wellnes
s
Equitable
Compensat
ion
Pride

Job
Security

QUALITY
WORK OF
LIFE

Job
Enrichment
Career
Growth
Plans
Open
Communnica
tions

Increased
Employee
Kossen( 1987)
Participation
Flexible
,Cascio (2003),
Work
Nawawi ( 2008)
Timing
Rewards
and
Career
Recogniti
Developm
on
13
ent

Manfaat QWL
Bagi karyawan

Bagi Organisasi

1. Memberi rasa aman


1. Menarik perhatian karyawan
2. Meningkatkan motivasi
2. Loyalitas karyawan
3. Mengembangkan pekerjaan
dan kondisi kerja yang baik.
4. Menurunkan tingkat inflasi
5. Merupakan salah satu
penerapan demokrasi industrial
6. Meminimalkan pemogokan
kerja

14

CIRI-CIRI
1. Perlakuan fair, adil, sportif terhadap pegawai,
2. Kesempatan bagi pegawai untuk menggunakan kemapuan
secara penuh dan kesempatan unutk mewujudkan diri yaitu
menjadi orang yang merasa mampu mewujudkannya,
3.Komunikasi saling terbuka dan saling mempercayai diantara
semua pegawai,
4.Kesempatan bagi semua pegawai untuk berperan secara aktif
dalam pengambilan keputusan-keputusan penting yang
melibatkan pekerjaan-pekerjaan mereka,
5.Kompensasi yang cukup adil,
6.Lingkungan aman dan sehat.
15

CARA PENGEMBANGAN QWL

1. Lingkaran
kualitas
Circles
2. Variasi Team-Building
3. Sistem Sosioteknikal
4. Job Enrichment
5. Job Enlargement
6. Kodeterminasi
7. Kelompok Kerja Mandiri

Quality

16

KESIMPULAN
Quality of relationship between employees and total working
environment
QWL is a concern not only to improve life at work, but also
life outside work
It is a process by which an organization responds to
employee needs
To retain a good talent, organization should have low stress
level.

17

DAFTAR PUSTAKA
Ardana, Komang. 2008. Perilaku Keorganisasian, Graha Ilmu,
Yokyakarta.
Burton, Richard M, et al.1999. Tension and Resistance to Change
inOrganizational Climate: Managerial Implications for a Fast
Paced World, The Fuqau School of Business Duke University,
Durham.
Gibson, James L., et.al. 2007. Organisasi dan Manajemen,
Perilaku, Struktur, Proses, Terjemahan: Djoerban Wahid,
Erlangga, Jakarta
Nawawi, Hadari. 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk
Bisnis yang Kompetitif. Cetakan Keempat. Universitas Gajah
Mada Press. Yogyakarta.
Steers, M Richard. (1985). Efektivitas Organisasi Perusahaan.
Jakarta: Erlangga.
Toulson, P. & Mike, S. (1994) The Relationship Between
Organizational Climate and Employee Perceptions of
Personnel Management Practices.
Wirawan, 2007. Budaya dan Iklim Organisasi. Jakarta : Salemba
18
Empat