Anda di halaman 1dari 9

Materi Kebumian

LAPISAN LITOSFER
A. Struktur Lapisan Litosfer
Litosfer adalah lapisan kulit bumi paling luar berupa batuan padat. Litosfer tersusun atas 2
lapisan yaitu kerak dan selubung yang tebalnya sekitar 50-100km. litosfer merupakan
lempeng yang bergerak sehingga dapat menimbulkan pergeseran benua.
B. Batuan Pembentuk Kulit Bumi
Batuan / Batu adalah sejenis bahan yang terdiri daripada mineral dan dikelaskan menurut
komposisi mineral. Pengkelasan ini dibuat dengan berdasarkan : Bagian luar bumi tertutupi
oleh daratan dan lautan dimana bagian dari lautan lebih besar daripada bagian daratan. Akan
tetapi karena daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat kita amati langsung dengan
dekat maka banyak hal-hal yang dapat pula kita ketahui dengan cepat dan jelas. Salah satu
diantaranya adalah kenyataan bahwa daratan tersusun oleh beberapa jenis batuan yang
berbeda satu sama lain.
Litosfer merupakan lapisan kerak bumi yang paling atas yang tersusun oleh batuan dan
mineral. Induk segala batuan ialah magma. Magma adalah batuan cair dan pijar yang bersuhu
tinggi dan mengandung berbagai unsur mineral dan gas. Dalam litosfer, terdapat lebih dari
2000 mineral dan hanya yang penting yaitu kuarsa, feldspar, piroksen, mika putih, biotit atau
mika cokelat, amphibol, khlorit, kalsit, dolomit, olivin, bijih besi hematit, magnetit dan
limonit.
Batuan pembentuk kulit bumi selalu mengalami siklus atau daur, yaitu batuan mengalami
perubahan wujud dari magma, batuan beku, batuan sedimen, batuan metamorf dan kembali
lagi menjadi magma. Magma yang mengalami proses pendinginan akan menjadi batuan beku.
Tempat pembekuan magma dipermukaan bumi, didalam lapisan litosfer. Batuan beku tidak
selamanya tetap dalam keadaan utuh. Melalui pengaruh atmosfer dan proses hidrosfer, batuan
beku akan mengalami pelapukan, tererosi, terhanyut dan terendapkan disuatu tempat.
Endapan hasil pengikisan dan erosi batuan beku akan menjadi batuan sedimen. Keberadaan
batuan beku dan batuan sedimen tidak selalu diam. Melalui proses desakan, lipatan atau
patahan terkadang batuan beku dan batuan sedimen terpindahkan kelapisan yang paling
bawah maupun muncul dipermukaan (tersingkap). Jika kedua batuan tersebut mendapatkan
tekanan dan suhu yang tinggi dari magma, akan berubah wujud menjadi batuan metamorf
(batuan malihan). Suatu waktu batuan malihan, batuan beku dan batuan sedimen akan
tergusur dan bercampur lagi dengan magma yang masih cair sehingga melebur menjadi calon
batuan beku lagi.
SIKLUS BATUAN
Petrologi adalah ilmu yang mempelajari batuan pembentuk kulit bumi, yang mencakup
mengenai cara terjadinya, komposisi batuan, klasifikasi batuan, dan sejarah geologinya.
Batuan merupakan bahan pembentuk kerak bumi, sehingga mengenal macam-macam dan
sifat batuan adalah sangat penting. Batuan didefinisikan sebagai semua bahan yang menyusun
kerak bumi dan merupakan suatu agregat (kumpulan) mineral-mineral yang telah
menghablur.
1. kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batuan ini.
2. tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu;
3. struktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
4. proses pembentukan

Batu-batuan secara umum biasanya dibagi menurut proses yang membentuknya, dan dengan
itu dipecahkan kepada tiga kumpulan yang besar yaitu:
1. Batuan igneus atau Batuan beku
Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") yaitu batuan yang terbentuk
sebagai hasil dari kumpulan mineral-mineral silikat hasil penghabluran magma yang
mendingin (Walter T Huang, 1962). Batuan beku merupakan jenis batuan yang terbentuk dari
magma yang mendingin dan mengeras. Pembekuan magma menjadi batuan beku dapat terjadi
pada saat sebelum magma keluar dari dapurnya, ditengah perjalanan, dan ketika sudah berada
diatas permukaan bumi. Dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan
sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif
(vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah
ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu
dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan
komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar
terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.
Seperti telah diketahui bahwa pembekuan magma menjadi batuan beku dapat terjadi pada
saat sebelum magma keluar dari dapurnya, ditengah perjalanan, dan ketika sudah berada
diatas permukaan bumi. Batuan beku yang membeku sebelum magma keluar dan terjadi pada
saat lapisan dalam disebut batuan plutonik, jika membeku ditengah perjalanan disebut batuan
korok atau porforik. Adapun jika magma telah keluar dan membeku di permukaan bumi,
disebut batuan beku luar atau efusif.
Untuk membedakan batuan beku dengan batuan lainnya terdapat tiga cirri utama, yaitu :
a. Tidak mengandung fosil
b. Teksturnya padat, mampat, serta strukturnya homogen dengan bidang permukaan
kesemua arah sama
c. Susunan sesuai dengan pembentukannya
Pada batuan yang terbekukan secara plutonik, proses pendinginannya lambat sehingga
dapat membentuk mineral butir kasar dan holokristalin (seluruhnya berbentuk kristalin).
Adapun pembekuan dipermukaan bumi, proses pendinginan relatif sangat cepat sehingga
kristal yang dihasilkan berukuran kecil (halus), bahkan tanpa kristal sama sekali.
Tekstur batuan beku dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut :
1. Faneritik
Yaitu kondisi batuan dalam bentuk kristalin. Lebih dari separuh kristal berukuran besar dan
dapat dilihat dengan mata biasa (tanpa kaca pemebesar).
2. Forfiritik
Yaitu kondisi tekstur batuan yang mengandung fenikris (ktistal besar) yang terikat dalam
massa dasar yang halus.
3. Afanitik
Yaitu meninggalkan batuan dalam susunan kristal butir halus atau seluruhnya berupa benda
gelas. Jarang mineral tunggal yang dapat diidentifikasi dengan mata biasa, bahkan dengan
kaca pembesar sekalipun.
.
Berdasarkan teksturnya batuan beku dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Batuan beku plutonik
2. Batuan beku vulkanik
Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku
plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga

mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro,
diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik
umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan
gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit
(yang sering dijadikan pondasi rumah), dan dacite
a. Batuan Andesit
b. Batuan Gabbro
c. Batuan Basalt
d. Batuan Dacite
Batuan beku banyak dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan pengeras jalan. Batuan beku
ditambang dengan cara dipecahkan bahkan dihancurkan.
2. Batuan Endapan atau Batuan Sedimen
Batuan endapan atau batuan sedimen adalah salah satu dari tiga kelompok utama
batuan (bersama dengan batuan beku dan batuan metamorfosis). Batuan Sedimen ini
merupakan batuan yang terbentuk oleh proses geomorfologi dan dipengaruhi oleh lamanya
waktu. Batuan sedimen secara umum dibedakan menjadi tiga jenis :
a. Sedimen klastik yang terbentuk oleh proses mekanik
Batuan sediment klastik terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material yang
mengalami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik bervariasi dari mulai
ukuran lempung sampai ukuran bongkah. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan
penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga menjadi batuan induk sebagai
penghasil hidrokarbon (source rocks). Contohnya batu konglomerat, batu pasir dan batu
lempung. Mineral-mineral yang sering ditemukan dalam batuan sediment klastik antara lain
adalah kuarsa, mineral lempung, mika halus, feldspar dan chert dan mineral-mineral berat
seperti hematite, zircon, turmalin, epidot, garnet dan hornblende.
Klasifikasi sediment klastik dibedakan berdasarkan atas ukuran butirnya, yaitu sebagai
berikut :

Ludit (psepit) termasuk berbutir kasar mulai dari gravel (krikil) halus hingga bongkah
(boulder) dengan ukuran diameternya 2-256mm

Arenit (samit) termasuk berbutir sedang, dengan ukuran diameternya 0,06-2mm,


mulai dari pasir halus hingga pasir kasar.

Lutit (pelit) termasuk berbutir halus, ukuran diameternya 0,04-0,06mm, mulai dari
lempung higga debu kasar.

Contoh sediment klastik adalah breksi, konglomerat, batu pasir, lempung, serpih dan kaolin.
b. Sedimen non-klastik yang terbentuk karena proses kimiawi
Batuan sedimen kimia terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan. Biasanya
batuan tersebut menjadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Contohnya
anhidrit dan batu garam (saltMineral non klastik umumnya terbentuk oleh proses
pengendapan dan larutan, reaksi kimia, atau proses biologic. Batuan sedimen ini biasanya
mengandung mineral seperti kalsit, dolomit, kuarsa sekunder, gypsum dan chert.
Sedimen non klstik dibedakan atas dasar komposisinya. Sedimen non-klastik yang utama
adalah batu gamping atau dolomit. Batuan non-klstik sebagai hasil evaporit (menguap),
antara lain batu garam, denhidrit, dan gypsum, sedang dari unsur organik adalah batu bara.
Contoh batuan sedimen kimiawi (non-klastik) antara lain travertin, stalagmit dan stalakti.

Sedimen organik

Batuan sediment organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan ini
biasanya menjadi batuan induk (source) atau batuan penyimpan (reservoir). Contohnya
adalah batu gamping terumbu, batu gamping (limestone), napal batu kapur yang bercampur
dengan lempung, dolomite, fosfat, guano dan batu bara.
Batuan sedimen terbentuk melalui tiga cara utama : pelapukan batuan lain (clastic);
pengendapan (deposition) karena aktivitas biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari
larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapur, batu pasir, dan lempung, termasuk dalam
batuan endapan. Batuan endapan meliputi 75% dari permukaan bumi.
Batuan sedimen memiliki ciri yang mudah dikenal, yaitu sebagai berikut :
o Batuan endapan biasanya berlapis-lapis
o Mengandung sisa-sisa jasad atau bekasnya, seperti terdapatnya cangkang
binatang koral dan serat-serat kayu.
o Adanya keseragaman yang nyata dari bagian-bagian berbentuk bulat yang
menyusunnya.
Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun
batuan tersebut Penamaan tersebut adalah :
* Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm
dengan bentuk butitan yang bersudut
* Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2
mm dengan bentuk butiran yang membudar
* Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai
1/16 mm
* Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm
sampai 1/256 mm
* Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari
1/256 mm
3. Batuan metamorfosis atau Batuan metamorf (methamorphic rock),
yaitu batuan yang berasal dari batuan induk yang mengalami perubahan tekstur dan
komposisi mineral pada fasa padat sebagai akibat perubahan kondisi fisika tekanan,
temperatur, atau tekanan dan temperatur (HGF Winkler, 1967 dan 1979). Akibat
bertambahnya temperature dan/atau tekanan, batuan sebelumnya akan berubah tekstur dan
strukturnya sehingga membentuk batuan baru dengan tekstur dan struktur yang baru pula.
Contoh batuan tersebut adalah batu sabak atau slate yang merupakan perubahan batu
lempung. Batu marmer yang merupakan perubahan dari batu gamping. Batu kuarsit yang
merupakan perubahan dari batu pasir.Apabila semua batuan-batuan yang sebelumnya
terpanaskan dan meleleh maka akan membentuk magma yang kemudian mengalami proses
pendinginan kembali dan menjadi batuan-batuan baru lagi. salah satu kelompok utama batuan
yang merupakan hasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada
sebelumnya, protolith, oleh suatu proses yang disebut metamorfisme, yang berarti "perubahan
bentuk". Protolith yang dikenai panas (lebih besar dari 150 Celsius) dan tekanan ekstrim
akan mengalami perubahan fisika dan/atau kimia yang besar. Protolith dapat berupa batuan
sedimen, batuan beku, atau batuan metamorf lain yang lebih tua. Beberapa contoh batuan
metamorf adalah gneis, batu sabak, batu marmer, dan skist.

Batuan metamorf menyusun sebagian besar dari kerak Bumi dan digolongkan
berdasarkan tekstur dan dari susunan kimia dan mineral (fasies metamorf) Mereka terbentuk
jauh dibawah permukaan bumi oleh tegasan yang besar dari batuan diatasnya serta tekanan
dan suhu tinggi. Mereka juga terbentuk oleh intrusi batu lebur, disebut magma, ke dalam
batuan padat dan terbentuk terutama pada kontak antara magma dan batuan yang bersuhu
tinggi.
Penelitian batuan metamorf (saat ini tersingkap di permukaan bumi akibat erosi
dan pengangkatan) memberikan kita informasi yang sangat berharga mengenai suhu dan
tekanan yang terjadi jauh di dalam permukaan bumi.
Dibawah ini merupakan contoh batuan metamorf :
Kerak Bumi (termasuk litosfer) dan mantelnya terbuat dari batu. Dalam bangunan
batuan biasanya dipakai pada pondasi bangunan untuk bangunan dengan ketinggian kurang
dari 10 meter, batuan juga dipakai untuk memperindah fasade bangunan dengan memberikan
warna dan tekstur unik dari batuan alam.
11. Batuan beku yang tersusun oleh kristal kasar, dengan ukuran kristal yang
hampir sama, memperlihatkan warna terang dapat dinamakan sebagai:
a. riolit
b. pumis
c. granit.
d. gabro.
e. basalt.
Jawab: A. riolit
12. Ukuran butir sedimen pada butirpasir adalah
a. >2mm
b. <1mm
c. 2-1/16mm
d. <2mm
e. <1/16mm
jawab: C. 2-1/16mm
13. butiran sedimen yang mempunyai butiran-butiran berbentuk bundar, yang
tertanam dalam butiran yang berukuran jauh lebih kecil adalah
a. konglomerat
b. aglomerat
c. breksi
d. batu pasir
e. batu lanau
jawab: a
14. urutan proses pembentukan batuan sedimen adalah
a. pelapukan, erosi, litifikasi, transportasi, deposisi
b. erosi, kompaksi, pelapukan, deposisi, transportasi
c. pelapukan, erosi, transportasi, deposisi, litifikasi
d. erosi, deposisi, tranportasi, kompaksi, pelapukan
e. transportasi, erosi, pelapukan, deposisi, kompaksi
Jawab: a

15. faktor-faktor penyebab terbentuknya batuan metamorf adalah


a. temperatur
b. suhu
c. fluida yang bertindak sebagai katalisator
d. a dan b
e. a,b,c benar
jawab: D
16. yang bukan termasuk batuan metamorf adalah
a. peridotit
b. sekis
c. genes
d. marmer
e. filit
Jawab: a
17. Fosil yang menjadi penanda umur geologi tertentu disebut
a. fosil jejak
b. fosil indeks
c. fosil sekunder
d. fosil primer
e. fosil muda
Jawab: Fosil indeks B
18. Kepunahan dinosaurus yang diduga akibat serangan meteor besar terjadi
pada akhir zaman
a. Triass
b. Jura
c. Kapur
d. Tersier
e. kuarter
Jawab: C
19. Lingkungan pengendapan laut/samudra yang berkisar 50-200 meter di
bawah permukaan air laut disebut
a. abisal
b. batial
c. neritik luar
d. neritik dalam
e. litoral
Jawab: Tidak ada sumber pasti
20. Ilmu, seni, dan teknik untuk memperoleh informasi suatu objyek, daerah,
dan/atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa
harus kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji disebut
a. geofisika eksplorasi

b. penginderaan jauh
c. astronomi
d. geomorfologi analisis
e stratigrafi analisis
Jawab: B
PEMBAHASAN SOAL SELEKSI OSN TINGKAT KABUPATEN/KOTA BIDANG STUDI GEO
SAINS KEBUMIAN) NO 1-10
Menurut Olif Basu Dewata Peserta OSN 2009 dari SMAN 17 MAKASSAR dan
berdasarkan referensi.
1. Semua mineral adalah kristalin berarti...
Kristalin merupakan bersifat kristal, sifat kristal yaitu susunan atomnya teratur.
Maka jawabannya adalah C.
2. Penggolongan kristal menjadi tujuh sistem berdasarkan :
Kristal terbagi menjadi tujuh berdasarkan bentuk geometri yaitu, cubic,
tetragonal, orthorombic, monoclinik, triklinik, trigonal, heksagonal. Semua ini
bergantung pada besar sudutnya. Maka jawabnya D

3. Sistem kristal dengan sumbu-sumbu yang tidak saling tegak lurus adalah
Jawab : C. Triklin
Karena pada bentuk geometri ini tidak terdapat sudut siku antar sisinya.

4. Contoh mineral yang terbentuk dari kristalisasi larutan ialah


Jawab : E. Kuarsa, pirit, halit
Karena dalam pembentukan mineral Kuarsa, pirit, halit pada awalnya adalah barasal
dari uap magma yang memadat dalam Geoda.

5. Faktor apa yang mempengaruhi warna mineral


Jawab : E. Lapisan pembungkus permukaan mineral.
Sudah di praktekkan di sekolah ada beberapa mineral yang jika disentuh pake
tangan bisa-bisa warnanya hilang, dan sebagiannya lagi ada yang warnanya
berubah.

6. yang termasuk mineral diantara nama-nama dibawah ini adalah

a. mika
b. batubara
c. peridotit
d. kuarsit
e. marmer
Jawabnya : D, karena kuarsit terbentuk secara alami, tidak dari aktivitas
organisme, dan kuarsit adalah molekul homogen.

7. Berikut ini adalah syarat suatu materi disebut mineral, kecuali


a. Terbentuk alami.
b. memiliki sistem kristal tertentu
c. terbentuk secara organik
d. mempunyai sifat fisik tertentu
e. memiliki komposisi kimia tertentu
Jawabnya: c
SUDAH JELAS!
8. Mineral dengan tingkat kekerasan 3 menurut skala mohs adalah
a. kuarsa
b. talk
c. intan
d. gipsum
e. kalsit
jawabnya: E.
Banyak sumber untuk soal ini.
9. Komposisi kuarsa adalah
Jawabnya : SiO2
Klo gak percaya tanya sama guru Geo kalian.
10. Salah satu proses dibawah ini yang tidak termasuk sebagai siklus batuan
a. pelapukan

b. terbentuknya gunung
c. transportasi
d. litifikasi
e. metamorfosisme
Jawabnya: B, karena pembentukan gunung api adalah peristiwa vulkanisme
dan diastropisme.