Anda di halaman 1dari 31

Disusun Oleh :

Restoe Agustin Riagara 1102006219

Dosen Pembimbing :
Dr. Yenni, SpKK

KEPANITERAAN KLINIK KULIT RSUD


ARJAWINANGUN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
FEBRUARI 2015

DEFINISI
Dermatofitosis ialah infeksi pada jaringan yang
mengandung zat tanduk, misalnya stratum
korneum pada epidermis, rambut dan kuku, yang
disebabkan oleh jamur golongan dermatofita

SINONIM
Tinea, ringworm, kurap

KLASIFIKASI
1. Tinea kapitis : kulit dan rambut kepala
2. Tinea barbae : dagu dan jenggot
3. Tinea kruris : genitokrural, sekitar anus, bokong,
perut bagian bawah
4. Tinea pedis et manum : kaki dan tangan
5. Tinea unguium : kuku jari tangan dan kaki
6. Tinea korporis : yang tidak termasuk di atas

I. Dermatofitosis pada kulit tidak berambut (tinea


glabrosa) :
1. Tinea kruris et korporis
- keluhan gatal
- lesi batas tegas, polimorfi, polisiklik,
tepi lebih aktif
- hiperpigmentasi, eritema, skuama

Tinea korporis

Tinea kruris

Interdigitalis

Moccasin foot

Subakut

Predileksi

Sela jari IV-V

Telapak kaki sp
punggung kaki

Sela jari,
telapak,
punggung
kaki

Klinis

Fisura, ditungkai
skuama halus,
madidans

Eritem ringan,
Vesikel,
menebal,
vesikopustul,
skuama, kadang bula
papul vesikel

Komplikasi

Infeksi sekunder,
selulitis,
limfadenitis,
erisipelas

Selulitis
erisipelas

Tinea pedis

3. Tinea unguium
Subungual distal

Leukonikia
trikofita

Subungual
proksimal

Predileksi

tepi distal atau


distolateral kuku

lempeng kuku

pangkal kuku
bagian proksimal

Klinis

- proses menjalar

kuku keputihan
dipermukaan
kuku

kuku bagian
distal utuh,
proksimal rusak

ke proksimal
- kuku rapuh
menyerupai kapur

Tinea unguium

II. Dermatofitosis pada kulit berambut


Tinea kapitis
Grey patch

Kerion

Black dot

Etio

M. canis, M. audouini

M. canis, M. gypseum,
T. tonsurans,
T. violaceum

T. tonsurans,
T. violaceum

Klnis

- papul merah sekitar

- radang berat seperti

- rambut patah

WL : hijau kekuningan,
hifa panjang,
spora

rambut, melebar,
bercak pucat
berskuama
- rambut abu-abu,
suram, mudah patah,
alopesia
Lab.

sarang lebah
- alopesia

tepat di muara
folikel
- ujung rambut
penuh spora
hitam (black dot)

Tinea kapitis

DIAGNOSIS BANDING
1. Tinea pedis et manum : dermatitis kontak alergi
2. Tinea korporis : dermatitis seboroik, psoriasis,
kandidosis.
3. Tinea barbe : acne vulgaris
4. Tinea kapitis : alopesia areata, dermatitis seboroik,
5. Tinea kruris : eritrasma, kandidiasis

I. Anti jamur
1. Topikal
- asam salisilat 2-4%, asam benzoat 6-12%,
sulfur 4-10%, asam undesilenat 2-5%
- tolnaftat, ketokonozol, imidazol, haloprogin

2. Sistemik
Griseofuvin:
- 0,5-1 gr/hari untuk dewasa
- 0,25-0,5 gr/hari untuk anak-anak
(diminum bersama makanan berlemak)
Ketokonazol : 200 mg/hari (3-4 minggu)
Itrakonazol : 100 mg/hari (2minggu)

II. Nonmedikamentosa
- Perbaiki higiene
- Pakaian diganti 2x/hari
- Akut + basah ( kompres terbuka )

PITIRIASIS VERSIKOLOR

DEFINISI
Infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh
Malsessezia furfur

SINONIM
Tinea versikolor, panu

Tinea versikolor

GEJALA KLINIS

- bercak berwarna putih, coklat, kemerahan


- batas jelas sampai difus, bersisik halus
- predileksi: badan, wajah, tungkai, lengan
- usia: semua usia, terutama remaja
DIAGNOSIS

gambaran klinis
lampu Wood : fluoresensi kuning keemasan
KOH 20% : hifa pendek, spora bulat
berkelompok

DIAGNOSIS BANDING
1. Dermatitis seboroik
2. Pitiriasis alba
3. Vitiligo

I. Topikal

1. sampo selenium sulfida 2%


2. salisil sulfur presipitanum 4-20%
3. lar. tiosulfas natrikus 25%
4. derivat azol : mikonazol, klotrimazol
II. Sistemik
Ketokonazol 1x200 mg/hari, selama 10 hari

PROGNOSIS
Baik

DEFINISI
Infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans
dapat mengenai mulut, vagina, kulit, kuku, paru, dll
SINONIM
Moniliasis
ETIOLOGI
C. albicans, C. parapsilosis, C. tropicalis
PATOGENESIS
Terjadi bila ada faktor endogen dan eksogen

1. Endogen
- perubahan fisiologi : kehamilan, obesitas,
debilitas, DM, tuberkulosis
- usia : bayi dan orang tua
- imunologik :?

2. Eksogen
- iklim, panas, kelembaban
- higiene
- maserasi
- kontak dengan penderita

1. Selaput lendir:
Thrush, perleche, vulvovaginitis, balanitis, kandidosis,
mukokutan
2. Kandidosis kutis
Kandidosis intertriginosa, perianal, generalista,
paronikia, onikomikosis, diaper-rash, granulomatosa
3. Sistemik
Endokarditis, meningitis
4. Reaksi id

Lesi kulit

- eritem, berbatas tegas, bersisik, basah


(madidans)

- lesi satelit berupa vesikel-vesikel dan


pustul atau bula

- pada kuku, tampak tebal, mengeras,


berlekuk, rapuh, berkilat

Kandidosiss intertriginosa
Kandidosis oral

Kandidosis kuku

PENUNJANG DIAGNOSIS
1. Pemeriksaan langsung kerokan kulit atau

mukosa : KOH 10% atau Gram sel ragi,


blastospora atau hifa semu
2. Kultur : agar dekstrosa Sabouraud dengan
kloramfenikol

PENGOBATAN
1. Hilangkan faktor predisposisi
2. Topikal:
- lar. gentian violet - 1%, mukosa mulut
- nistatin krim, emulsi, salap
- Azol : krim mikonazol 2%; krim, bedak, klotrimazol 1%
3. Sistemik
- tablet nistatin untuk saluran cerna
- amfoterisin B intravena
- tablet ketokonazol 2x200 mg (5 hari)
- tablet itrakonazol 1x300 mg (tunggal)
PROGNOSIS
baik, bergantung faktor prdisposisi