Anda di halaman 1dari 4

Mengukur Panjang Fokus Lensa Negatif

dengan Bantuan Lensa Positif

Dwi Handayani Yulfi


1001135016
FKIP, Universitas Muhammadiyah
Prof.Dr.Hamka,
Jakarta
Abstract
The lens is opaque objects bounded
by curved surfaces 2 or 3 curved surface on
one flat surface. The lens consists of two
kinds, namely: convex lenses (positive) and
a concave lens (negative). Convex lens has
an ability to focus the incoming light. While
the concave lens has the ability to spread the
incoming light. The lens has a focal
distance, for a convex lens concave lens is
positive and negative values. In determining
the focal point of the lens can be determined
by experiment. Obtained in experiments
conducted focus 17.48 cm.
Keyword : Convex lens, concave lens.
Abstrak
Lensa merupakan benda tembus
cahaya yang dibatasi oleh 2 permukaan
lengkung atau 3 permukaan lengkung pada
satu permukaan datar. Lensa terdiri dari dua
macam, yaitu : lensa cembung ( positif ) dan
lensa cekung ( negatif ). Lensa cembung
mempunya
kemampuan
untuk

memfokuskan
cahaya
yang
masuk.
Sedangkan lensa cekung mempunyai
kemampuan untuk menyebarkan cahaya
yang masuk. Lensa mempunyai jarak fokus,
untuk lensa cembung bernilai positif dan
lensa cekung bernilai negatif. Dalam
menentukan titik fokus lensa dapat
ditentukan dengan percobaan. Dalam
percobaan yang dilakukan didapatkan fokus
17,48 cm.
Pendahuluan
Bayangan benda yang dihasilkan
oleh lensa tipis dalam hal ini lensa cembung
bersifat nyata bila benda berada di ruang 2
dan 3, dan bersifat maya bila benda berada
di ruang 1.
Jarak fokus sebuah lensa cembung
dapat ditentukan melalui percobaan. Sebuah
benda yang diletakkan di ruang 2 dan 3
depan lensa cembung bayangannya dapat
ditangkap oleh layar yang terletak di
belakang lensa.
Percobaan
yang
dilakukan
menentukan jarak fokus sebuah lensa. Lensa
cembung adalah lensa yang bersifat
mengumpulkan sinar. Lensa cekung adalah
lensa yang bersifat menyebarkan sinar.
Optik merupakan cabang ilmu fisika
yang mempelajari tentang konsep cahaya.
Cahaya didefinisikan sebagai partikel yang
merambat, yang disebut sinar. Optika
geometris menjelaskan tentang sifat cahaya
dengan pendekatan paraksial atau hampiran
sudut kecil dengan penjabaran matematis
yang linear, sehingga komponen optic dan

system kerja cahaya seperti ukuran, posisi


pembesaran subyek yang dijelaskan menjadi
lebih sederhana.

Dasar Teori

1 1
1
+
=
s s f

Pada lensa kedua :


1
1
1
+
=
s s f

Lensa sederhana
Hubungan
antara
jarak
benda,bayangan dan fokus lensa tipis
memenuhi persamaan:
1 1 1
+ =
s s f (1)

(3)

(4)

indeks 1 dan 2 masing-masing menunjukan


lensa 1 dan 2.
Jarak fokus lensa gabungan dua lensa yang
berjarak d :
1
f

1 1
d
+
f f f . f

(5)

dengan :
s = Jarak benda terhadap lensa.
s= Jarak bayangan terhadap lensa
f = jarak lensa.
Jarak fokus lensa sederhana dapat dihitung
dengan rumus :
1
f

1
1
= (n-1) ( R + R ) (2)

disini R1 dan R2 masing-masing merupakan


jari-jari permukaan lensa pertama dan kedua
dan n merupakan indeks bias bahan lensa.

Jarak fokus lensa gabungan


Fokus lensa gabungan (fgab) dari
beberapa lensa yang diletakkan dengan
sumbu berhimpit adalah:
1

1 1 1
+ +
f f f

f gab
Kekuatan lensa

Kekuatan Lensa (r) dapat dihitung


dengan rumus:

Lensa Gabungan
Lensa gabungan adalah susunan
lensa sederhana dengan sumbu-sumbu
utama saling berhimpit. Pada gambar 2
terlukis susunan lensa gabungan yang terdiri
dari dua lensa tipis. Untuk harga s yang
terhingga letak bayangan yang terjadi
setelah cahaya melalui lensa ditentukan
dengan rumus :
Pada lensa pertama :

P=

1
f
100
f

(m)

(m) satuan dioptri (D)

Kuat lensa gabungan

Pgab

Pi
i

= P + P + P

Metode Penelitian
Dalam percobaan ini menggunakan
metode
eksperimen,
dengan
melakukan
percobaan di laboratorium fisika dasar. Dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
1.
2.
3.

4.

Menyiapkan alat dan bahan


yang telah disediakan.
Menyusun alat percobaan
Melakukan pengecekan alat
Melakukan percobaan

1. Susunlah alat-alat seperti gambar 2


lensa pertama negatif dan lensa
kedua positif!
2. Letakkan benda pada jarak 10 cm
terhadap lensa pertama dan atur jarak
antara kedua lensa (d) = 10 cm!
3. Atur posisi layar sehingga bayangan
tertangkap dengan jelas dan catat
jaraknya terhadap lensa kedua!
4. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk jarak
berbeda. d tetap.
5. Ulangi langkah 2 , 3 dan 4 untuk d
berbeda
Lensa (-)

Lensa (+)

Layar

Pengujian Sistem
Langkah langkah percobaan sebagai
berikut :
A. Menentukan jarak fokus lensa positif
1.

Susunlah alat seperti


pada gambar 1!
2.
Atur jarak sumber
cahaya terhadap layar (s) dan ukur
jarak bayangan (s) ketika diperoleh
bayangan paling jelas!
3. Lakukan percobaan 2 untuk jarak (s)
yang lain!
4. Ulangi percobaan 2 dan 3 untuk lensa
positip yang lain!
Benda

Lensa (+)

Layar

Gambar 1
B. Menentukan jarak fokus lensa negatif
dengan lensa gabungan

C. Menentukan
Indeks bias
s
d bahan lensas
1. Ukur jari jari kelengkungan setiap
permukaan lensa positif dan negatif.
2. Cari indeks bias dengan memakai
rumus (2)
Hasil dan Pembahasan
Dari penelitian mendapatkan data
yang terdapat pada table berikut :
No
1.
2.
3.
4.

V (cm)
37,5
29,0
29,5
31,5

b (cm)
40,3
38,0
37,0
39,5

Maka dari hasil perhitungan data yang


diperoleh dengan memasukkan kedalam
rumus maka diperoleh hasil :
f = 17,48 cm

Kesimpulan
1.

2.

3.

Lensa
cembung adalah lensa yang bersifat
mengumpulkan sinar. Sedangkan
lensa cekung adalah lensa yang
bersifat menyebarkan sinar.
Lensa
cembung akan membentuk bayangan
terbalik dan nyata.
Lensa
cembung
dapat
di
tangkap

bayangannya oleh layar yang terletak


di belakang lensa.
Daftar Pustaka
Tipler : A Paul.1988.Fisika untuk sains dan
teknik jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Sears,
Francis
W,
dan
Mark
Wzemansky,1962. University Pysic. Jakarta:
Yayasan Buku Indonesia.