Anda di halaman 1dari 26

MENGENAL LEBIH DEKAT KEANEKARAGAMAN

BUDAYA DAN WISATA PULAU BALI

KARYA TULIS

Disusun untuk Melengkapi Tugas sebagai Syarat Menempuh


Ujian Sekolah (US) /Ujian Nasional (UN)
SMA Negeri 3 Pemalang
Tahun Pelajaran 2014/2015
Disusun oleh :
Nama

: Ade Ayu Astuti

NIS

: 5722

Kelas

: XII IPS 1

Program : Ilmu Pengetahuan Sosial

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG


DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 3 PEMALANG
2014

PERSETUJUAN / PENGESAHAN
Karya tulis ini telah disetujui oleh pembimbing karya tulis
dan disahkan oleh Kepala SMA Negeri 3 Pemalang
untuk memenuhi syarat menempuh
Ujian Sekolah (US)/Ujian Nasional (UN)
2014/2015
Pemalang,
Pembimbing I

Pembimbing II

Sri Krisni, S.Pd.

Inaaiyah Sri Nawangsih, S.Pd.

NIP. 19630918 198601 2 002

NIP. 19710219 200501 2 009

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 3 Pemalang

Drs. Nur Edi Sukanto, M.Si.


NIP. 19610419 198503 1 009

MOTTO
1. Ingatlah bahwa setiap hari dalam sejarah kehidupan kita ditulis dengan tinta
yang tidak dapat terhapus lagi.
(Thomas Carlyle)
2. Berusahalah seolah-olah kita hidup selamanya, dan hiduplah seakan-akan
inilah hari terakhir kita.
(James Dean)
3. Kita tidak akan pernah menjadi nasional disaat kita masih belum mendaku
gunung dan menyelami sendiri kekayaan bumi Indonesia.
(Soe hok gie)
4. Alam merupakan keindahan yang harus dijaga dengan baik.
(DSA)
5. Keindahan alam itu bukan bagaimana tempatnya, melainkan bagaimana kita
menjaganya.
(Ali Khusen)
6. Keindahan bukan dilihat dari luar melainkan dari dalam.
(Masjghur)

PERSEMBAHAN
Karya tulis ini dipersembahkan kepada :
1. Ayah dan Ibu tercinta
2. Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pemalang
3. Bapak dan Ibu pembimbing karya tulis ini
4. Bapak dan Ibu guru SMA Negeri 3 Pemalang
5. Teman-teman dan adik kelas tersayang
6. Pembaca yang budiman

PRAKATA
Penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyusun karya tulis ini yang
berjudul MENGENAL LEBIH DEKAT KEANEKARAGAMAN BUDAYA
DAN WISATA PULAU BALI. Karya tulis ini disusun untuk memenuhi syarat
mengikuti Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) SMA Negeri 3 Pemalang
Tahun Pelajaran 2014/2015.
Pada kesempatan kali ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada
berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisa karya tulis ini, yang
terhormat :
1.
2.
3.
4.

Bapak Drs. Nur Edi Sukanto, M.Si, selaku Kepala Sekolah


Ibu Sri Krisni, S.Pd selaku Pembimbing I
Ibu Inaaiyah Sri Nawangsih, S.Pd. selaku Pembimbing II
Semua pihak yang telah ikut membantu tersusunnya karya tulis ini.
Semoga bantuan dan kebaikannya mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis masih jauh dari

sempurna. Untuk itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan.
Akhirnya, penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi
pembaca, terutama bagi adik kelas yang akan meneruskan jejak kami.

Pemalang,

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL......................................................................................

PERSETUJUAN / PENGESAHAN...............................................................

ii

MOTTO.......................................................................................................... iii
PERSEMBAHAN..........................................................................................

iv

PRAKATA......................................................................................................

DAFTAR ISI..................................................................................................

vi

BAB I

PENDAHULUAN ........................................................................
A.
B.
C.
D.
E.
F.

BAB II

Latar Belakang Masalah.........................................................


Alasan Pemilihan Judul..........................................................
Tujuan Penulisan....................................................................
Metode Pengumpulan Data....................................................
Sistematika Penulisan.............................................................
Pembatasan Masalah .............................................................

1
1
1
2
2
3

MENGENAL PULAU BALI........................................................

A. Gambaran Umum Pulau Bali .................................................


B. Kebudayaan Pulau Bali ..........................................................
C. Sistim Pemerintahan Pulau Bali ............................................

4
4
9

BAB III BERBAGAI OBJEK WISATA PULAU BALI ............................ 11


A.
B.
C.
D.

Wisata Bahari ........................................................................


Wisata Budaya .......................................................................
Wisata Pendidikan Universitas Udayana ...............................
Wisata Belanja........................................................................

11
12
14
16

BAB IV PENUTUP ..................................................................................... 19


A. Simpulan ................................................................................ 19
B. Saran ...................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 20
LAMPIRAN .................................................................................................. 21
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pulau Bali merupakan pulau yang terletak di Indonesia. Bali tidak
hanya terkenal di Indonesia tetapi juga dikenal di Luar Negeri. Objek wisata

di pulau Bali memiliki keindahan alam dan budaya yang mengagumkan sebagi
daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pulau Bali juga dikenal sebagai daerah yang masih kental dengan
budaya dan adat istiadatnya. Tak heran jika pulau Bali dikenal sampai luar
negeri. Pemandangan dan bentang alam yang indah menambahkan
ketertarikan dari pulau Bali yang kaya akan seni dan objek wisatanya. Para
wisatawan dengan pemandangan alamnya, wisata belanja dan penduduk
setempat yang memiliki ciri khas yang tidak dapat disamakan dengan daerah
lain.
B. Alasan Pemilihan Judul
Dalam penulisan karya tulis ini penulis memilih judul MENGENAL
LEBIH DEKAT KEANEKARAGAMAN BUDAYA DAN WISATA PULAU
BALI. Adapun yang menjadi alasannya adalah sebagai berikut :
1. Penulis tertarik pada keunikan budaya pulau Bali yang menjadi ciri khas
pulau Bali
2. Penulis ingin memperkenalkan berbagai objek wisata yang ada di pulau
Bali
3. Penulis ingin menggambarkan dan memberikan pengetahuan tentang
pulau Bali
4. Keinginan berbagi ilmu dan wawasan tentang pulau Bali yang patut
dikembangkan dan dilestarikan
5. Penulis secara langsung telah meninjau objek wisata pulau Bali yang mana
sesuai dengan data yang diperoleh dari lapangan dan juga brosur-brosur.
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini adalah :
1. Untuk memenuhi dan melengkapi syarat untuk menempuh Ujian Nasional
dan Ujian Sekolah di SMA Negeri 3 Pemalang.
2. Untuk memberikan gambaran dan memperoleh pengetahuan mengenai
keadaan pulau Bali.
3. Untuk menambah wawasan bagi pembaca tentang seni, budaya dan objek
wisata di pulau Bali.
D. Metode Penulisan
Karya tulis ini disusun berdasarkan data yang diperoleh melalui study
wisata langsung di pulau Bali. Adapun metode yang digunakan adalah :
1. Metode Observasi
Yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan
pengamatan secara langsung ketempat survei.

2. Metode Interview
Yaitu metode pengumpulan data uang dilakukan dengan cara tanya jawab
atau wawancara langsung dengan pemandu wisata.
3. Metode Pustaka
Yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara membaca
buku-buku dan brosur-brosur yang menunjang karya tulis.
E. Sistematika Karya Tulis
Untuk memudahkan pembaca dalam memahami karya tulis ini, maka
disajikan sistematika sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Berisi tentang Latar Belakang Masalah, Alasan Pemilihan Judul,
Tujuan Penulisan, Metode Penulisan, Sistematika Karya Tulis,
Pembatasan Masalah.
BAB II : MENGENAL PULAU BALI
Berisi tentang gambaran umum Pulau Bali (Keadaan Geografis,
Iklim, Penduduk), Kebudayaan Pulau Bali (Sistem Kepercayaan
dan Agama, Sistem Kekerabatan, Kesenian Pulau Bali, Kasta
Masyarakat Bali), dan Sistim Pemerintahan Pulau ali (Bentuk Desa,
Subak, Seka).
BAB III : BERBAGAI OBJEK WISATA PULAU BALI
Berisi tentang wisata bahari, wisata budaya, wisata pendidikan
Universitas Udayana, Wisata Belanja.
BAB IV : PENUTUP
Berisi tentang simpulan dan saran.
F. Pembatasan Masalah
Pada karya tulis ini penulis akan membatasi masalah sebagai berikut :
1. Keadaan umum pulau Bali
2. Sistim kebudayaan dan pemerintahan masyarakat Bali
3. Objek wisata pulau Bali

BAB II
MENGENAL PULAU BALI
A. Gambaran Umum Pulau Bali
1. Keadaan Geografis
Luas wilayah pulau Bali + 5.636.66 km2 dengan ibu kota provinsi
Bali yaitu Denpasar. Sedangkan letak pulau Bali secara astronomi antara
7o54LS-80o54LS dan antara 114o30BT-115o45BT. Secara geografis
batas-batas pulau Bali yaitu
Sebelah Utara

: Laut Bali

Sebelah Selatan

: Samudra Indonesia

Sebelah Timur

: Selat Bandung dan Selat Lombok

Sebelah barat

: Selat Bali

Secara administrasi provinsi Bali terbagi menjadi delapan


Kabupaten dan satu kota Madya yaitu Kabupaten Jembrana, Tabanan
Bandung, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Bangli, Buleleng, dan Kota
Madya Denpasar merupakan ibu kota provinsi. Selain itu, provinsi Bali
juga terdiri dari pulau-pulau kecil lainnya yaitu pulau Penida, Nusa
Lembongan dan Nusa Ceningan di wilayah Klungkung dan Pulau
Serangan.
2. Iklim
Bali beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata Rum/bulan.
Musim penghujan terjadi pada bulan Oktober April dan musim kemarau
terjadi pada bulan April Oktober.
3. Penduduk Asli Pulau Bali
Pulau Bali memiliki penduduk asli yang disebut Bali Aga. Bali
Aga adalah salah satu sub suku bangsa Bali yang mengangap dirinya
sebagai penduduk asli pulau Bali. Orang Bali Aga pada umumnya
mendiami desa-desa didaerah pegunungan seperti sambiran, cempaka sida
tapa, pendapa, tiga wangsa di Kabupaten Buleleng dan Tenganan.
B. Kebudayaan Pulau Bali
1. Sistim kepercayaan dan Agama
Agama yang dianut oleh sebagian besar orang Bali adalah agama
Hindu-Bali. Hal ini terlihat dari pola kehidupan masyarakat Bali yang
selalu mengadakan upacara ritual yang biasa dilakukan minimal 3 kali

dalam satu hari. Walaupun demikian, ada pula masyarakat Bali yang
menganur agama Islam, Kristen dan Budha.
Dalam kehidupan keagamaannua,

masyarakat

Bali

yang

beragama Hindu percaya akan adanya satu Tuhan, dalam bentuk konsep
Tri Murti yang Esa. Tri Murti ini mempunyai tiga wujud yaitu :
Brahmana sebagai dewa pencipta
Wisnu sebagai dewa pelindung
Siwa sebagai dewa perusak
Tempat untuk beribadah di Bali bagi umat Hindu disebut Pura. Di
Bali ada beribu-ibu pura. Masing-masing mempunyai hari kepercayaan
atau perayaan tersendiri sesuai dengan sistem penanggalan. Di Bali
mempunyai dua macam tanggalan, yaitu tanggalan Hindu-Bali dan
tanggalan Jawa-Bali. Hari Raya Agama Hindu adalah Nyepi. Dimana
pada hari itu semua masyarakat Bali yang beragama Hindu melakukan
Tapa Brata. Dalam melakukan Tapa Brata, masyarakat sekitar dilarang
melakukan empat hal sebagai berikut :
Dilarang bekerja
Dilarang bepergian
Dilarang menyalakan api
Dilarang melakukan keramaian
Pada hari tersebut masyarakat Bali yang beragama Hindu harus
berada didalam rumah atau pura untuk mensucikan hati. Tanda
berakhirnya Tapa Brata yaitu dengan diumumkannya oleh pemuka agama.
Setelah itu, masyarakat Hindu keluar rumah dan bersilaturahmi
dengan keluarga, sanak saudara atau tetangga dengan saling bersalamsalaman untuk saling bermaafan.
Di Bali terdapat lima macam upacar (panca yadnya) yang masingmasing didasarkan oleh salah satu sistim penanggalan di Bali yaitu
sebagai berikut:
1. Manusia Yadnya yaitu meliputi upacara-upacara siklus hidup dari
masa anak-anak hingga dewasa.
2. Pitra Yadnya, yaitu upacara-upacara yang ditujukan kepada roh-roh
leluhur dan meliputi upacara-upacara kematian sampai pada upacara
penyucian roh leluhur (nyekar, memukur)
3. Resi Yadnya, yaitu upacara-upacara yang berkenaan dengan
pentahbisan pendeta (mediksa)
4. Dewa Yadnya, yaitu upacara-upacara yang berkenaan dengan kuil-kuil
umum dan keluarga
5. Buta Yadnya, yaitu upacara-upacara yang ditujukan pada kala dan
buta yaitu roh-roh yang dapat menggangu.

Pada umumnya apabila orang-orang menyelengegarakan upacara


adat keagamaan, maka penuntut dan penyelesaian upacara itu dilakukan
oleh seorang pemimpin agama tertentu yang biasa disebut dengan nama
Sulinggih.
2. Sistem Kekerabatan
Dalam sistem kekeluargaan di Bali nama seseorang dapat
membedakan bahwa anak itu adalah anak keberapa dalam keluarganya.
Biadanya nama itu diletakan didepan nama aslinya. Berikut nama-nama di
Bali :
Wayan, menunjukkan bahwa ia anak pertama
Made, menunjukkan bahwa ia anak kedua
Nyoman, menunjukkan bahwa ia anak ketiga
Kehut, menunjukkan bahwa ia anak keempat
Wayan balik, menunjukkan bahwa ia anak kelima
3. Kesenian pulau Bali
Seperti kita ketahui, di Indonesia memiliki daerah dan suku bangsa
yang mempunyai ciri khas sendiri. Salah satunya adalah pulau bali yang
dikenal dengan keseniannya yang sudah terkenal hingga mancanegara.
Beberapa kesenian pulau Bali yang menjadi ciri khas tersendiri adalah
seni tari, seni patung, seni lukis dan sebagainya.
a. Seni tari
Bali dikenal dengan seni tarinya. Tari Bali dibagi menjadi 4 macam
yaitu
Tari Wali
Yaitu tarian yang dimainkan pada saat upacara keagamaan.

Contoh tari Wali adalah tari panelan dan tari lencana.


Tari Bali
Yaitu tarian-tarian untuk menyemarakkan uapcara. Contoh : Tari

Topeng.
Tari Balehan
Yaitu tarian yang dikomersialkan atau untuk mendapatkan

keuntungan financial.
Contoh : Tari Brama dan Tari Kecak
Tari Barong
Yaitu tarian yang menggunakan gerakan yang energik dan magis
yang mengandung unsur-unsur spiritual. Waktu pertunjukkan tari
Barong yaitu pada sore dan pagi hari saja. Banyak wisatawan yang
rela berdesak-desakan untuk dapat menyaksikan tarian ini karena

memang tempatnya terbatas.


b. Rumah adat

Rumah adat Bali berbentuk candi bentar yang juga merupakan


pintu masuk istana raja. Gapura candi bentar di buat dari batuan
merah dengan ukiran-ukiran dari batu merah cadas.
Adapun ruangan-ruangan yang ada didalam rumah adat Bali
yaitu Bale Begong adalah tempat beristirahat raja dan keluarga, Bale
Manikan merupakan tempat untuk menyambung ayam, dan Kari
Agung adalah pintu masuk pada waktu acara besar, sedangkan
Bebetahan merupakan pintu masuk pada saat keperluan tertentu.
4. Kasta Masyarakat Bali
Dalam kehidupan masyarakat Bali ada pembagian tingkat social
atau yang sering disebut dengan Kasta. Kasta tersebut dibagi menjadi 4,
yaitu :
Kasta Brahmana
Yaitu golonganb pendeta (orang suci). Gelar yang dimiliki adalah Ida

Bagus.
Kasta Ksatria
Yaitu golongan para prajurti kerajaan. Gelar yang dimiliki adalah

Dewa.
Kasta Sudra
Yaitu golongan petani, buruh kecil dan budak. Gelar yang dimiliki
adalah pasek.
Pada zaman dahulu, kasta sangat mempengaruhi kehidupan

masyarakat Hindu di Bali. Kasti di Bali kental pada masa penjajahan


Belanda, sehingga penjajah dapat dengan leluasa memisahkan raja dengan
rakyatnya. Selama berabad-abad masyarakat Bali telah diajari bahwa
kasta yang lebih tinggi harus dihormati. Sehingga apabila kita berbicara
dengan orang yang berkasta lebih tinggi, baik lebih muda, lebih tua atau
seusia kita harus menggunakan bahasa Bali yang halus, tetapi apabila
berbicara dengan orang yang berkasta lebih rendah, tidak diwajibkan
menggunakan bahasa Bali yang halus.
Dalam kehidupan masyarakat Bali, pernikahan merupakah hal yang
sangat penting, karena dengan pernikahan seseorang baru dianggap
sebagai warga penuh dari masyarakat dan memperoleh hak dan
kewajiban. Menurut anggapan adat lama, sistem klen-klen (dadia) dan
sistem kasta (wangsa) dilakukan diantara warga seklen atau diantara
orang-orang yang dianggap sederajat dalam kasta.
Perkawinan adat di bali bersifat endogami klien, sedangkan
perkawinan yang dicita-citakan oleh orang Bali yang masih kolot adalah

perkawinan antar anak dari dua saudara laki-laki. Keadaan ini memang
agak menyimpang dari masyarakat Bali yang pada umumnya bersifat
endogami. Orang-orang seklen di Bali itu adalah orang-orang sederajat
kedudukannya dalam adat dan agama serta kasta.
Pada zaman dahulu, masyarakat Bali tidak diperbolehkan menikah
dengan kasta yang berbeda, layaknya beda agama dalam Islam. Namun
sekarang masih ada masyarakat Bali yang mempermasalahkan pernikahan
beda kasta. Pernikahan kasta sendiri ada dua macam yaitu :
Kasta Istri lebih tinggi dari kasta suami
Pihak perempuan biasanya tidak akan mengizinkan putrinya menikah
dengan lelaki yang memiliki kasta yang lebih rendah. Perempuan
yang menikah dengan laki-laki yang berkasta lebih rendah akan
mengalami turun kasta mengikuti kasta suaminya yang disebutk

Nyerod.
Kasta istri lebih rendah dari pada kasta suami
Pernikahan semacam ini biasanya member kebanggaan tersendiri bagi
keluarga perempuan, karena putri mereka berhasil mendapatkan pria
dari kasta yang lebih tinggi.

C. Sistem Pemerintahan Pulau Bali


Masyarakat Bali mempunyai sistem pemerintahan yang berbeda dengan
daerah lain. Di Bali terbagi atas dua pemimpin, yaitu Kepala desa yang
merupakan tangan kanan pemerintah daerah dalam kepala adat yang lebih
dihormati status sosialnya jika dibandingkan dengan kepala desa.
Sistem pemerintahan di Bali, terbagi dalam beberapa banjar. Biasanya
dalam satu desa terdiri dari 10-15 banjar, dan masing-masing terdiri dari 50100 kepala keluarga. Keistimewaan dari banjar ini adalah pada saat
pelaksanaan upacara adat yang dilakukan satu bulan sekali, bila ada anggota
masyarakat yang tidak dapat hadir, maka akan dikenakan denda yang besarnya
telah disepakati oleh semua anggota masyarakat.
1. Bentuk Desa
Desa di Pulau Bali didasarkan atas kesatuan tempat. Sebagian dari
tanah wilayahnya adalah milik para warga desa sebagai individu, tetapi
sebagian lagi adalah tanah yang ada dibawah hak ulayat desa. Desa-desa
didaerah pegunungan biasanya mempunyai pola perkampungan yang
memusat, sedangkan desa yang mempunyai sistem banjar dan desa-desa
didaerah dataran rendah mempunyai pola yang terpencar.
Disamping kesatuan wilayah, maka sebuah desa merupakan
kesatuan keagamaan yang ditentukan kayangan tiga, yaitu : Pura Puseh,

Pura Bale Agung dan Pura Dalem. Ada kalanya Pura Puseh dan Pura Bale
Ageng dijadikan satu menjadi pura desa.
Konsep mengenai arah sangat penting bagi orang Bali. Hal tersebut
dapat tercermin pada letak susunan ruamh dan bangunan-bangunan desa
akan disesuaikan dengan konsep arah laut yang diletakkan di Pura Dalem
(kuil yang ada hubungannya dengan kuburan dan kematian).
Kompleks bangunan-bangunan (Bale) yang ditempati oleh keluarga
inti maupun keluarga luar, dibangun diatas suatu pekarangan yang
biasanya dikelilingi oleh dinding dan gapura sempit. Diantara kompleks
Bale itu ada beberapa bangunan untuk tidur, dapur, lumbung tempat
menerima tamu dan untuk keluarga. Seluruh kesatuan bangunan-bangunan
tersebut disebut lima.
2. Subak
Adalah suatu sistem organisasi yang bergerak dalam bidang perairan.
Sedangkan warga subak adalah pemilik atau penggarap sawah-sawah
menerima air irigasinya dari bendungan-bendungan yang diurus oleh
subak.
3. Seka
Adalah organisasi yang bergerak dalam lapangan hidup yang khusus.
Fungsinya adalah menyelenggarakan hal-hal atau upacara-upacara yang
berkenaan dengan desa.

BAB III
BERBAGI OBJEK WISATA PULAU BALI
A. Wisata Bahari
1. Tanah Lot
Tanah lot merupakan objek wisata bahari yang terletak di desa
Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Tanah lot adalah sebuah
batu karang yang dikelilingi oleh laut yang diatas batu karang tersebut
terdapat sebuah pura yang disebut pura tanah lot.
Tanah lot sendiri terdiri dari kata tanah yang diartikan sebagai
batu kecil, sedangkan kata lot berarti laut. Sehingga nama Tanah Lot
diartikan sebagai pulau kecil yang terapung ditengah lautan. Pura tanah lot
ini dulunya dibangun berdasarkan petunjuk dari Dang Hyang Nirartha
yang menyebabkan agama Hindu dari tanah jawa pada abad ke-16.
Pura tanah lot dibangun diatas batu karang seluas + 3 are dan dapat
dicapai dalam beberapa menit dengan berjalan kaki, karena hanya berjarak
sekitar 100 m dari tepi pantai. Bila air laut sedang surut, pada beberapa
celah batu karang disekitar pura tanah lot terdapat beberapa ekor ular
belang berwarna hitam putih yang sangat jinak dan menurut masyarakat
setempat bahwa ular-ular tersebut adalah milik dewata yang bertugas
sebagai penjaga pura tanah lot. Disekitar pura juga terdapat mata air tawar
yang hanya dapat terlihat bilamana air laut seang surut. Air tersebut
merupakan air suci yang biasa yang digunakan pendeta untuk mensucikan
wisatawan yang ingin merasakan salah satu tradisi Bali. Pura tanah lot
2.

juga dikenal sebagai tempat yang indah untuk sunset.


Pantai Kuta
Pantai Kuta merupakan salah satu objek wisata bahari di Bali yang
menyajikan suasana keceriaan sepanjang hari. Letaknya + 4 km dari
bandara Ngurah Rai, dan + 9 km dari kota Denpasar. Pantai Kuta termasuk
pantai yang landai dengan ombak yang cukup besar yang sangat cocok
untuk berselancar. Dengan pasir putih yang terlihat bercahaya banyak
wisatawan asing berjemur.

3.

Danau Bedugul
Danau Beratan, Bedugul, Bali merupakan sebuah tempat di Bali
yang terletak di pegunungan yang memiliki suasana sejuk dan nyaman.
Tempatnya di Desa Candi Kuning Kabupaten Tabanan. Disini kita akan
melihat pemandangan keindahan alam danau Beratan, dan Pura Ulun

Danu. Jaraknya + 70 km dari wilayah wisata kota atau Bandara Ngurah


Rai.
B. Wisata Budaya
1. Museum Bali
Museum Bali adalah museum penyimpanan peninggalan masa
lampau dan entnografi. Struktur fisik bangunananya merupakan
perpaduan struktur fisik atau kekerabatan dan banyak koleksinya terdiri
dari benda-benda etnografi, antara lain peralatan dan perlengkapan hidup,
kesenian, keagamaan, bahasa, tulisan dan lain-lain yang mencerminkan
kehidupan dan perkembangan budaya Bali.
Gagasan didirikannya museum Bali pertama kali dicetuskan oleh
W.F.J Kroon (1909-1913) asisten residen Bali Selatan di Denpasar.
Gagasannya terwujud dengan berdirinya sebuah gedung yang disebut
gedung I Gusti Gede Ketut. Kandel dari Banjar Abadan dari I Gusti Ketut
Rai dari Banjar Belong bersama seorang arsitek jerman yaitu Curt
Grundler. Sokongan dana dan materi berasal dari raja-raja yaitu Buleleng,
Tabanan, Badung dan Karangasem.
Gagasan W.F. Sftuhim Kepala Dinas Purbakala melanjutkan usahausaha melengkapi dengan peninggalan etnografi pada tahun 1930. Untuk
memperlancar pengelolaan museum, maka dibentuklah sebuah yayasan
yang diketahui oleh H.R. Haak, penulis G.J Grader, bendera G.M
Hendrik, para anggota R. Goris, I Gustri Ngurah Alit raja Badung I Gusti
Bagus Negara dan V.A Spies Personalitas Yayasan yang disahkan pada
tanggal 8 Desember 1982 dan gedung Karangasem, gedung Buleleng
serta gedung Tabanan di buka untuk pameran, tetap dengan koleksi dari
2.

benda-benda prasejarah, sejarah, etnografi, termasuk seni rupa.


Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Garuda Wisnu Kencana yaitu sebuah objek wisata budaya dibagian
selatan pulau Bali. Objek wista ini berlokasi didekat Ungasan Bukit
Jimbaran, Bali. Daerah ini dulunya merupakan perbukitan kapur yang
sangat kering dan tandus. Kemudian oleh pemerintah setempat diolah
sehingga menjadi objek wisata budaya yang memukau. Keunikan objek
wisata ini terletak pada bangunan-bangunan atau relief-relief yang
dibentuk langsung dari bukti kapur yang sangat indah dan menarik.
Selain keunikan tersebut juga terdapat 2 patung yaitu patung wisnu
dan patung garuda. Patung yang berwujud Dewa Wisnu yang dalam
agama Hindu adalah dewa pelindung dan pemelihara yang mengendarai
Burung Garuda. Diambil dari cerita Garuda dan Kerajaannya dimana

rasa bukti dan pengorbanan burung garuda yang menyelamatkan ibunya


dari perbudakan dan akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.
Patung Garuda Wisnu Kencana ini, rencananya akan dibangun
dengan ketinggian melebihi patung liberty di New York. Ditempat ini
juga sering digunakan untuk konser musik yang dimeriahkan oleh artis3.

artis terkenal baik artis dari dalam negeri maupun luar negeri.
Kesenian Tari Kecak
Kesenian tari kecak adalah pertunjukan seni khas Bali yang
diciptakan pada tahun 1930-an oleh Wayan Limak yang bekerja sama
dengan pelukis Jerman Walter Spies berdasarkan tradisi Sanghyang dan
bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari
kecak saat berkeliling dunia bersama rombongan Balinya.
Pertunjukan ini dimainkan oleh puluhan atau lebih penari laki-laki
yang duduk berbaris melingkar sambil menyerukan Cak dan sambil
menggerakan tangannya. Tari kecak sering disebut sebagai tari Cak:
atau tari api (firedance) merupakan tari pertunjukkan massal atau hiburan
dan cenderung sebagai sendratari yaitu seni drama dan tari karena
seluruhnya menggambarkan seni peran dari lakon pewayanganpewayangan, seperti Rama dan Sinta dan tidak secara khusus digunakan
dalam ritual agama Hindu seperti pemujaan, odalan dan upacara lainnya.
Keunikan tari kecak yaitu tidak seperti tari Bali lainnya
menggunakan gamelan sebagai musik pengiring tetapi dalam pembatasan
tari kecak ini hanya memadukan seni dari suara mulut atau teriakan
seperti cak cak kecak cak ke sehingga tari ini disebut tari kecak.

C. Wisata Pendidikan Universitas Udayana


1. Desa
Kampus Bukti Jimbaran terletak di Kelurahan Jimbaran,
Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Kampus yang
terletak di pusat pariwisata Indonesia adalah kampus pusat Unud. Di
kampus pusat ini terdapat gedung Rektorat, Auditorium Widia Sabha,
Perpustakaan Pusat Unud, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik,
Fakultas Pertanian, Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sastra,
Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Teknologi
Pertanian, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Asrama Mahasiswa. Rumah
sakit Universitas Udayana dan Sekretarian IKAYANIA. Disekitar
Kampus Unud Jimbaran terdapat banyak tempat objek wisata seperti

GWK, Pura Uluwatu, Nusa Dua, Tanjung Benoa, Pantai Dreamland dan
lain-lain. Serta terdapat beberapa kampus negeri yaitu Sekolah Tinggi
Pariwisata STP Nusa Dua di Jalan Darmawangsa, Desa Kutuh, Nusa
Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung dan Politeknik Negeri Bali di
Jalan Kampus Unud, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.
2. Program Pasca Sarjana
Program pascasarjana dibentuk tanggal 6 oktober 1992, yang
dimulai dengan lahirnya Program Studi Magister Linguistik
berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi
Nomor 431/Dikti Kep/1992, tanggal 6 Oktober 1992. Saat ini
pascasarjana memiliki program studi :
a. Program Doktor (S3)
1) Linguistik
2) Kajian Budaya
3) Ilmu Kedokteran Bidang Ilmu Biomedik
4) Ilmu-ilmu pertanian
5) Ilmu ekonomi
b. Program Magister (S2)
1) Linguistik
2) Kajian Budaya
3) Ergonomi/fisiologi kerja
4) Fisiologi olahraga
5) Ilmu biomedik
6) Ilmu hokum
7) Manajemen
8) Ekonomi pembangunan
9) Akuntansi
10) Peternakan
11) Teknik sipil
12) Teknik arsitektur
13) Teknik elektro
14) Teknik mesin
15) Bioteknologi pertanian
16) Pertanian lahan kering
17) Agribisnis
18) Ilmu lingkungan
19) Kajian pariwisata
20) Kimia terapan
c. Pendidikan Profesi
1) Profesi dokter
2) Profesi dokter hewan
3) Profesi akuntan
4) Profesi apoteker
3. Lambang
Lambing Unud bernama Widya Cakra Prawartana yang artinya
peputaran roda ilmu pengetahuan berdasarkan Pancasila. Arti dari
lambang-lambang itu adalah :

a. Berwujud sebuah lingkaran yang mempunyai roda cakra, ditengah


terdapat padma (bunga teratai) dengan delapan helai daun yang
melambangkan delapan penjuru angin, yang melambangkan kesucian
Tuhan Yang Maha Esa merupakan sila pertama dari Pancasila.
b. Roda Cakra mempunyai empat buah jari-jari yang melambangkan
kekuatan yang membaja dari empat sila Pancasila.
c. Bagian luar dari jari-jari lingkaran roda dihiasi dengan 54 (lima puluh
empat) titik sebagai ratna permata sesuai dengan rangkaian ilmu
pengetahuan yang diberikan Unud.
d. Warna lambang Unud adalah kuning keemasan dengan warna dasar
biru. Warna kuning keemasan melambangkan matahari terbit dan
warna biru melambangkan warna langit.
4. Bendera
Bendera Unud berbentuk empat persegi panjang dengan perbandingan 3
(tiga) banding 2 (dua) berwarna dasar biru, ditengah-tengahnya terdapat
lambang Unud yang berwarna kuning keemasan.
5. Panji
Fakultas dan program pascasarjana di lingkungan Unud memiliki
bendera dengan pola dasar yang sama dengan bendera Unud dengan
tambahan warna sesuai dengan identitas keilmuan masing-masing
fakultas dan program pascasarjana yang diletakkan disisi bendera yang
berdekatan dengan tiang bendera.
Setiap fakultas memiliki warna panji yang berbeda-beda, yaitu :
- Fakultas sastra, warna kuning
- Fakultas kedokteran, warna hijau
- Fakultas hukum, warna merah
- Fakultas teknik, warna hitam
- Fakultas ekonomi, warna oranye
- Fakultas pertanian, warna coklat
- Fakultas peternakan, warna ungu tua
- Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, warna perak
- Fakultas kedokteran hewan, warna ungu muda
- Fakultas teknologi pertanian, warna hijau muda
- Fakultas pariwisata, merah muda
- Fakultas ilmu social dan ilmu politik, merah marun
- Program pascasarjana, warna biru toska
D. Wisata Belanja
1. Pasar seni sukawati
Pasar seni sukawati terletak di Jalan Raya Guwang, Gianyar, Bali.
Pasar ini dulunya merupakan daerah pertanian, tetapi setelah tahun
1985, daerah ini berubah menjadi daerah wisata belanja dan
perindustrian. Pasar ini merupakan tempat tujuan utama bagi para
pencari barang kesenian khas Bali baik domestik maupun mancanegara.

Bila kita menginginkan harga yang lebih murah, maka datang ke


pasar seni sukawati pukul 08.00 WITA saat pasar baru saja dibuka.
Biasanya penjual menjual dagangannya dengan harga gosir untuk dapat
menarik pelanggan. Mereka percaya bahwa penjualan pertama
menentukan penjualan beberapa saat ke depan. Pasar seni sukawati buka
pada pukul 08.00-18.00 WITA. Barang-barang yang dijualpun sangat
bervariasi, seperti kaos, daster bunga, celana pantai, dan souvenir kas
2.

bali lainnya.
Krisna
Krisna didirikan pada tanggal 16 Mei 2007 dengan pendirinya
Bapak Gusti Ngurah Anom yang sekaligus owner dan cok konveksi,
salah satu pusat produksi baju dan kaos Bali. Di bawah management cok
konveksi ini bermula sehingga pada tahun 2007 berdiri KRISNA yang
bertempat di jalan Nusa Indah No. 79 Denpasar, Bali. Krisna memiliki
koleksi yang lengkap, mulai dari T-shirt dengan motif-motif khas Bali,

3.

souvenir, hingga makanan khas Bali.


Joger
Joger merupakan sebuah pabrik kata-kata yang berlokasi di Jalan
Raya Kuta. Tempatnya sangat strategis dan menempuh waktu 10 menit
dari Bandara Ngurah Ray.
Nama Joger sendiri diambil dari nama pemiliknya yaitu Bapak
Joseph Theodorus Wuliandi yang digabung dengan nama sahabatnya,
Bapak Gerard. Sahabatnya ini sangat berjasa dalam merintis usaha
pabrik kata-kata ini. Pada tahun 1981, diberi hadiah pernikahan oleh
Gerard sebesar US $ 20.000 sebagai modal awal dari usahanya.
Joger mulai berdiri kecil-kecilan tanpa nama dengan system
pemasaran door to door dan hanya dengan modal awal Rp. 500.000.
mulai pertengahan tahun 1980, berkat bantuan dari segala pihak,
terutama dari pihak keluarga yang meminjamkan gedung (toko) di jalan
Sulawesi no. 37 Denpasar (tepat di depan pasar Badung). Namun, pada
tahun 1987 tepatnya tanggal 7 Juli, Joger. Pindah ke tempatnya sekarang
yaitu di jalan Raya Kuta sebelah supermarket supernova. Toko ini tidak
pernah sepi pengunjung, terutama saat musim liburan, hari raya idhul
fitri, natal maupun menjelang tahun baru.
Meskipun demikian, secara konsisten dan konsekuen jogger tidak
mau (bukan tidak bisa atau tidak mampu) membuka caang. Pada tahun
1988 memutuskan untuk hanya menjual produk-produknya di pabrik
kata-kata Kuta Bali saja.

Sejak akhir tahun 1987 joger mengubah orientasi perusahaan


jogger dari posfit oriented menjadi happiness oriented. Dalam artian
jogger tidak lagi menjadikan profit (keuntungan materi) sebagai tujuan
utama, dan mulai saat itu juga jogger tidak lagi mengejar-ngejar uang
tapi juga tidak sampai menolak atau meremehkan uang secara keras
dibawakan oleh konsumen kepadanya. Jogger selalu berusaha untuk
serius dalam mencari nafkah, tetapi tidak lagi memaksakan diri sendiri
atau orang lain. Jam kerjanya pun dibatasi sehingga serius tapi santai.

BAB VI
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis menarik simpulan yaitu :
1) Pulau Bali terkenal dan dikenal oleh masyarakat dunia, dan banyak
dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
2) Provinsi Bali terbagi menjadi 8 kabupaten dan 1 kota maupun
mancanegara.
3) Masyarakat pulau Bali dibedakan menjadi dua, yaitu Bali Aga dan Bali
Majapahit.
4) Di Bali terdapat 5 macam upacara adat, yaitu Manusia Yadnya, Pitra
Yadnya, Resi Yadnya, Dewa Yadnya, Buta Yadnya.
5) Kesenian Bali yang terkenal adalah seni tari, lukis, patung dan lain-lain.
6) Di pulau Bali terdapat beberapa macam agama, yaitu Hindu, Islam,
Budha, Kristen
7) Objek wisata Bali yaitu Tanah Lot, Pantai Kuta, Garuda Wisnu Kencana
(GWK), Joger, Museum Bali, Danau Bedugul, Pasar Seni Sukawati,
Krisna, Universitas Udayana.
B. Saran
Saran-saran yang ingin penulis sampaikan dalam karya tulis ini antara
lain :
1. Kebudayaannya asli Bali yang sudah ada perlu dijaga, dilestarikan dan
dipertahankan keutuhannya agar tidak hilang keasliannya.
2. Objek-objek wisata yang ada di Bali juga harus dijaga dan dilestarikan
karena dapat meningkatkan Devisa bagi negara pada umumnya dan dapat

mensejahterahkan masyarakat Bali pada khususnya. Karena mayoritas


masyarakat Bali hidupnya tergantung pada sektor pariwisata.
3. Sebagai bangsa yang mempunyai keanekaragaman seni dan budaya serta
keindahan alam yang mempesona maka kita harus bangga dan menjaga
citra pulau Bali sebagai objek wisata.

DAFTAR PUSTAKA
Buku pedoman penulisan karya tulis SMA N 3 Pemalang. Koentjaraningrat.1998.
manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta : Djambatan.
Bagus, I Gusti Ngurah.1965. antropologi dan segi-segi pembangunan di Bali,
Denpasar : Cakrawala publishing
http://wikipedia.org/wiki/Bali. membahas tentang letak astonomis Bali
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia.1989. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Bagus.1971. kebudayaan masyarakat
Bali dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta : Penerbit Djambatan
http://www.potretbali.blogspot.com membahas tentang perkembangan zaman dan
tradisi yang dipertahankan dalam masyarakat Bali.
http://www.budayabali.blogspot.com membahas mengenai berbagai isi kandungan
Bali.

15

LAMPIRAN

22