Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

ANOREKSIA PADA ANAK


I
1,

:E

I. Sutigbia

t
..

arstrasi

Kasus

.t

-i,nak laki-laki berusia 2 tahun dibawa neneknya ke poliklinik karena tidak mau makan,
hm,ah, kurus dan tidak bergairah. Neneknya mengatakan bahwa ibuqya bekerja terus
ggi6rian dan sering memarahi anak. Ayah si anak merupakan direktur |erusahaan yang
lprang ketemu dengan anak. Ayah dan ibu anak ini sering bertengkar

Fendahuluan
di negara berkembang termasuk Indonesia diantaranya terjadi
hrena interaksi anrara infeksi, diare dan gizi. Pada umumnya penyakit infeksi dan diare
merupakan penyakit anak yang selalu diikuti gangguan pertumbuhan, sehingga keduanya
L{a53lah kesehatan anak

o"l:lu membukapeluangtimbulnya malnutrisi. Penyakitinfeksipadaumumnyamefryebabkan

Lerliurangnyamasukannutrienbaikkarenamuntah,mualdanru@
{enoreksia), sedangkan keluaran bertambah karena timbulnya demam dan atau pemakaian
rrnaga karena batuk dan atau/sesak nafas yang menyebabkan meningkarnya katabolisme,
rhingga menyebabk-an penurunan berat badan. Sedangkan pada diare masukan berkurang
Larena: (1) turunnya nafsu makan yang disebabkan oleh karena turunnya sekresi asam
hmbung, (2) mual karena peristaltik usus ylng_belebihan, dan (3) berkurangnya asupan
r- ruLakanan karena turunnya jumlah air susu ibu serta persepsi ibu yang ketakutan untuk
qnemberikan makanan kepada anaknya yang masih dalam keadaan diare- Disamping itu
grt"ptr keluaran pada penyakit diare masih meningkat dengan timbulnya penghamburan
gti r<a''rena gangguan digesti dan absorbsi.

Melihat tinjauan diatas, hal tersebut merupakan kejadian yang dilematis karena kedua
penyakit rersebur berdampak pada peningkatan katabolisme, tetapi masukan makanan
malah turun karena muntah, rnual dan turunnya nafsu makan. Turunnya nafsu makan pada
te;adian di aras merupakan masalah yang sangat kompleks karena sangat dipengaruhi oleh
interaksi antara kondisi penderita, makanan dan pengasuh yang memberikan makanan,
hbih-lebih pada bayi dan balita.r,z'l

Amrel$ia.pana. Anak

69

l"