Anda di halaman 1dari 7

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG BEBAS POLUSI SEBAGAI


ALTERNATIF OPTIMALISASI PERKARANGAN RUMAH
BIDANG KEGIATAN:
PKM KEWIRAUSAHAAN
Diusulkan oleh:
Alfiani Kamila Lukito

H0712013/2012

Arwa Farida Lukito

H0711018/2011

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


SURAKARTA
2014

PENGESAHAN USULAN PKM-KEWIRAUSAHAAN


1. Judul Kegiatan

: Usaha Ternak Ayam Kampung

Bebas Polusi sebagai Alternatif Optimalisasi

4.
5.

6.
7.

Perkarangan Rumah
2. Bidang Kegiatan : PKM-K
3. Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama Lengkap
: Alfiani Kamila Lukito
b. NIM
: H0712013
c. Jurusan
: Agroteknologi
d. Universitas
: Sebelas Maret
e. Alamat /No HP
: Masaran RT 26/09 Masaran Sragen/085642432902
f. Alamat Email
: alfianikamilaa@gmail.com
Anggota Pelaksana
: 2 orang
Dosen Pendamping
:
a. Nama Lengkap
:
b. NIDN
:
c. Alamat /No Tel./HP
:
Biaya Kegiatan Total
:
a. Dikti
: Rp
b. Sumber lain
: Rp Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 bulan
Surakarta, 21 September 2014
Menyetujui
Pembantu Dekan III FP UNS

Ketua Pelaksana Kegiatan

Ir. Kawiji, M. P
.
NIP. 196112141986011001

Alfiani Kamila Lukito


NIM. H0712013

Pembantu Rektor III


Bidang Kemahasiswaan UNS

Dosen Pendamping

Drs. Dwi Tiyanto, S. U .


NIP. 195404141980031007
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL......................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN...........................................................................

ii

DAFTAR ISI...................................................................................................... iii


RINGKASAN....................................................................................................

iv

BAB 1. PENDAHULUAN................................................................................

BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA.....................................

BAB 3. METODE PELAKSANAAN..............................................................


BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN..................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

RINGKASAN
Kelinci merupakan hewan yang memiliki seuah kebiasaan mengkonsumsi
tanaman hijau dan tidak pernah minum air sehingga mengkibatkan tingginya
kadar nitrogen yang terdapat dalam urine kelinci. Limbah kelinci yang selama ini
hanya terbuang karena menyebabkan bau yang menyengat dapat digunakan
sebagai pupuk cair organik.
Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan ini adalah untuk memaksimalkan
pemanfaatan lahan pekarangan yang biasanya dibiarkan begitu saja, serta untuk
menghasilkan pupuk cair organik yang dibuat dari urine kelinci
Metode yang digunakan adalah eksperimen yng nantinya diharapkan dapat
menghasilkan sebuah output yang berupa pupuk cair dan dapat ditawarkan kepada
para petani sebagai pupuk cair organik yang memiliki nilai ekonomis terjangkau
dan memadai.
Pencapaian tujuan dilakukan dengan dilakukannya eksperimen dengan
caara fermentasi. Namun, sebelum dilakukannya proses fermentasi pupuk organik,
perlu disiapkan alat serta bahan yang akan digunakan dalam pembuatan pupuk
organik. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan sebuah tempat naungandari
bambu sebagai peneduh dalam pembuatan proses pembuatan pupuk organik
sehingga aktivitas bakteri dekomposer tidak terhambatdan pengmposan dapat
berjalan sempurna. Naungan ini terbuat dari bambu yang beratapkan asbes,
dimana dalam naungan tersebut terdapat dua jenis bak yang salah satunya
digunakan sebagai tempat penampungan urine kelinci sekaligus temat
pengomposan atau fermentasi urine menjadi pupuk cair organik. Sementara itu,
bak yang satunya digunakan sebagai tempat pematangan pupuk.
Proses fermentasi atau pengomposan dari urine kelinci dilakukan dengan
menambahkan bahan-ahan lain seperti air, sekam, bekatul, serta tetes tebu atau
bisa juga probiotik EM4 sebagai bakteri starter dalam proses pengomposan atau
fermentasi. Fermentasi dilakukan dalam jangka waktu lebih kurang satu bulan
samppai dihasilkan pupuk organik yang matang dan siap untuk digunakan.

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemupukan adalah salah satu faktor penting yang dilakukan petani
dalam masa tanamnya. Selain dapat menambah unsur hara yang dibutuhkan
oleh tanaman, pemupukan dilakukan juga dengan tujuan untuk menambah
produktivitas tanaman agar tanaman dapat berproduksi secara maksimal.
Kekurangan pupuk akan mengakibatkan terjadinya gangguan pada fase
vegetatif maupun fase generatif sehingga produksi tanaman akan berkurang.
Waktu pemupukan yang tidak tepat akan berakibat pada defisiensi atau
kelebihan suatu unsur pada tanaman yang berakibat pada kurang
maksimalnya hasil produksi. Akan tetapi, untuk masa sekarang ini, para
petani sulit mencari pupuk dikarenakan harga jual pupuk yang relatif mahal.
Urine kelinci dapat dijadikan suatu alternatif untuk menjadi pupuk
cair organik. Pupuk cair akan lebih mudah dimanfaatkan arena unsur yang
ada di dalamnya lebih mudah terurai dan lebih cepat bereaksi. Menurut
Novisan (2005), pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur
hara yang lengkap, tetapi jumlah unsur hara yang tersedia rendah. Pupuk
cair organik kelinci terdiri dari feses dan urine kelinci yang dicampurkan
sehingga dihasilkan suatu pupuk organik cair. Kandugan pupuk kelinci yaitu
2,2% Nitrogen, 8,7% Fosfor, 2,3% Potasium, 3,6% Sulfur, 1,26% Kalsium,
dan 4,0% Magnesium (Anonim 2009).
Pupuk organik kelinci dapat bermanfaat untuk pertumbuhan
tanaman, herbisida pra-tumbuh dan dapat mengendalikan hama-penyakit
(Saefudin 2009). Menurut Oikeh dan Asiegbu (2003), pemupukan dengan
menggunakan lumpur kotoran atau pupuk kandang kelinci sebesar 20 ton/ha
akan memberikan hasil yang terbaik yaitu 42-47 ton/ha.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan gagasan ini adalah untuk mengoptimalkan
lahan pekarangan yang biasanya dibiarkan tanpa terpakai, serta untuk
memanfaatkan urine kelinci sebagai pupuk cair organik yang mempunyai
nilai jual yang cukup memadai.

1.3 Manfaat
Gagasan

ini

diharapkan

dapat

memberikan

solusi

dalam

pemanfaatan pekarangan kosong dan urine kelinci sebagai dasar pembuatan


pupuk cair organik sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.
1.4 Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari gagasan ini adalah terbentuknya suatu
produk baru yang inovatif yang diharapkan dapat membantu para petani
dalam menghadapi permasalahan akan pengadaan pupuk kimia. Serta dapat
berkembang sebagai suatu usaha yang akan memberikan peluang bisnis
sebagai produk baru yang diminati para petani.
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Umumnya orang-orang yang tinggal di desa memiliki pekarangan rumah
yang cukup luas dan biasanya tidak terpakai. Salah satu alternatif guna
mengoptimalkan pekarangan yang luas ini adalah digunakan untuk memelihara
ternak seperti ternak kelinci. Namun, kebanyakan orang akan malas melakukan
kegiatan beternak diakibatan karena mereka tidak suka dengan kotoran yang
nantinya ditimbulkan oleh hewan ternak tersebut. Selain bau, biasanya kotoran
hewan ternak akan memanggil lalat yng kemungkinan besar dapat menimbukan
penyakit.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka kami melakukan suatu eksperimen
untuk mengolah kotoran kelinci seperti urine dan fesesnya menjadi pupuk cair
organik. Hasil fermentasi urine kelinci yag banyak mengandung unsur N, P, Ca,
Mg ini akan menjadi pupuk organik yang dapat digunakan sebagai pupuk
pengganti pupuk kimia yang sekarang relatif angka dan harganya cenderung
mahal. Pupuk cair kelinci diharapkan mampu membantu petani dalam
peningkatan produktivitas pertaniannya, sehingga pupuk cair organik akan
mempunyai nilai komersil yang sangat tinggi.
BAB 3. METODE PELAKSANAAN
Metode yang digunakan dalam gagasan ini adalah metode eksperimen
yang nantinya akan berkembang menjadi metode pemasaran. Eksperimen di mulai

dari pembuatan pupuk cair organik urine kelinci dengan bahan urine dan feses
kelinci, air, sekam, bekatul, probiotik EM4, serta tetes tebu. Semua bahan yang
telah ada tersebut kemudian dicampur untuk difermentasi. Fermentasi pupuk
organik kelinci diakukan di dalam naungan agar kerja dari bakteri dekomposer
tetap optimal sehingga menghasilkan pupuk organik yang baik. Fermentasi
dilakukan lebih kurang dalam jangka waktu satu bulan menunggu sampai pupuk
organik benar-benar matang dan siap untuk digunakan.
Setelah

pupuk

organik

matang,

dilakukan

pengemasan

guna

mempermudah dalam pengepakan serta penyimpanan maupun pemasaran.


Pemasaran pupuk organik sendiri dipasarkan di lingkungan sekiitar dimana
banyak para petani yang melakukan aktivitas pertaniannya. Pupuk organik kelinci
dipasarkan dalam harga yang relatif terjangkau oleh para petani. Selain harganya
yang lebih terjangkau, pupuk organik juga diharapkan dapat menjadi pengganti
pupuk kimia karena unsur yang ada dalam pupuk organik merupakan unsur yang
sangat dibutuhkan oleh tanaman.
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
4.2 Jadwal Kegiatan
DAFTAR PUSTAKA
Anonim 2009. Kembangkan Pupuk Urin Kelinci. Jawa Pos Mojokerto
Novisan 2007. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Agromedia Pustaka, Jakarta.
116 hal.
Saefudin 2009. Cara Pembuatan Pupuk Organik Dari Urin Kelinci. BP3K
Bansari Temanggung.
Oikeh S. O. dan J. E. Asiegbu 2003. Pertumbuhan Dan Tanggapan Hasil
Tanaman Tomat Terhadap Sumber-Sumber Dan Tingkat Pupuk Organik
Di Tanah Ferralitic. Universitas Nigeria : hal 21-25.
LAMPIRAN