Anda di halaman 1dari 9

Nama Prosedur

Indikasi

Memandikan Neonatus (Sponge Bath)


1) Neonatus yang telah mencapai suhu and kardiorespirasi
stabil, biasanya 2 sampai 4 jam setelah lahir (Suhu 35,5 OC
37,5 OC, RR 30 60 kali/menit, HR 100 160 kali/menit,
BP sistolik 60 80 mmHg, BP diastolic 40 50 mmHg)
2) Bayi yang belum siap untuk tub bath sampai tali pusat
terlepas (dan khitan telah sembuh, jika bayi laki-laki telah
menjalani prosedur tersebut), biasanya sekitar 2 minggu
setelah lahir
Masalah Keperawatan
1)
Nursing Outcome Criteria
1)
Persiapan Alat
1) Lampu penghangat (warming lamp)
2) Selimut kering atau perlak
3) Wadah dengan air hangat dengan suhu 37,0 OC 37,5 OC
4) Handscoen non steril
5) Sabun cair untuk bayi dengan pH netral 5,5 7,0
6) Handuk (min. 2 buah)
7) Washlap
8) Kapas/kasa/tisu
9) Lotion/salep tanpa parfume
10) Sisir dengan bulu yang lembut
11) Baju bersih dan diaper
12) Selimut
13) Bulb syringe (jika diperlukan)
Prosedur
Rasional
Mendukung efisiensi
manajemen waktu dan
mempersiapkan pendekatan
Persiapkan alat-alat yang diperlukan, pastikan bahwa
prosedur yang terorganisir.
1
alat-alat yang diperlukan untuk mandi sudah
Selain itu menurunkan risiko
didisinfeksi sebelum dan sesudah setiap kali digunakan
bayi untuk terpapar lebih lama
pada lingkungan yang lebih
dingin
Pastikan bahwa penghalang di sisi tempat tidur sudah
Mendukung kebutuhan
2
dinaikkan
keamanan untuk bayi
Mendukung lingkungan
Nyalakan lampu penghangat dan perhatikan jarak
3
dengan suhu yang stabil bagi
antara lampu penghangat dan bayi
bayi
Permukaan yang kering akan
Letakkan selimut mandi kering atau perlak diatas
4
mengurangi kehilangan panas
tempat tidur bayi
pada bayi amkibat konduksi
O
O
5
Isi wadah air dengan air hangat (37,0 C 37,5 C)
Penggunaan air dengan suhu
yang tepat akan mendukung
kenyamanan pada kulit bayi.

Lakukan hand hygiene dan gunakan handscoen

Posisikan bayi dalam keadaan supine. Tutupi tubuh


bayi dengan selimut atau handuk kering

Usap wajah bayi menggunakan kapas basah atau


washlap basah

9
10

Bersihkan area sudut mata dari arah dalam ke luar


menggunakan kapas baru atau bagian sudut dari
washlap yang berbeda untuk tiap mata
Keringkan area wajah bayi dengan cara ditepuk-tepuk
ringan menggunakan handuk kering

11

Bersihkan hidung bayi menggunakan kapas atau


washlap yang lembap

12

Suction menggunakan bulb syringe untuk


membersihkan sekresi di hidung

13

14

15
16

Bersihkan area telinga luar dan belakang telinga


mengikuti lekukan telinga menggunakan washlap dan
jari telunjuk perawat. Jangan pernah meninggalkan
benda-benda kecil di lubang telinga bayi
Bersihkan tubuh bayi menggunakan sabun cair untuk
bayi dengan pH netral 5,5 7,0 dari bahu hingga kaki
secara sistematis (bersihkan bagian tubuh yang satu
kemudian pindah ke bagian tubuh yang lain).
Perhatikan untuk lipatan di leher, paha, dan lengan
bagian bawah
Bilas dan keringkan dengan menepuk-nepuk ringan
menggunakan handuk. Jangan menggsok kulit bayi
Bersihkan bagian umbilikus dengan sabun cair untuk
bayi dengan pH netral 5,5 7,0 dan air. Observasi
kemerahan atau drainase pada umbilikus. Bersihkan

Jika termometer air tidak ada,


maka gunakan kulit
pegelangan tangan perawat
bagian dalam atau siku
perawat
Mengurangi transmisi
mikroorganisme dan
melindungi perawat dari darah
ibu bayi (jika ini adalah mandi
pertama)
Menjaga seluruh area tubuh
bayi dari paparan udara sekitar
akan mengurangi risiko
kehilangan panas bagi bayi
Penggunaan air untuk
mencegah iritasi pada mata
akibat sabun
Mengikuti aliran air mata
normal untuk mencegah
penyebaran mikroorganisme
Mencegah iritasi pada kulit
bayi
Kapas atau washlap lembap
dapat membantu
membersihkan kotoran yang
mengeras secara mudah
Neonates belum bisa
mengeluarkan sekresi di
hidungnya sendiri
Mencegah penumpukan
kotoran di lubang telinga dan
kerusakan di gendang telinga
Memastikan seluruh area
tubuh bayi dimandikan
seefektif mungkin

Sisa sabun di kulit bayi dan


menggosok kulit bayi dapat
mengiritasi kulit bayi
Mendukung pengeringan tali
pusat dan mencegah infeksi
pada area umbilikus

17

18

19

20

21
22
23
24
25

bagian bawah namun jangan membasahi tali pusat.


Bilas dan keringkan. Jangan gunakan alkohol,
antiseptik, atau antibiotik pada tali pusat
Balikkan tubuh bayi hingga tengkurap. Bersihkan,
bilas, dan keringkan are punggung bayi. Tutupi bayi
menggunakan handuk kering

Mencegah kehilangan panas


pada bayi

Penggunaan baby oil dapat


menyumbat pori-pori kulit dan
bedak bayi dapat mengiritasi
kulit kering
Membersihkan dari depan
ke belakang mengurangi
Bersihkan area genital :
risiko kontaminasi
Untuk bayi perempuan, bersihkan dari arah depan
transmisi mikroorganisme
ke belakang, dari vagian ke rectum menggunakan
uretra atau vagina dari
washlap atau kapas lembap. Gunakan satu kapas
anus
untuk satu kali usap.
Mukus akan mungkin
Jika ada zat berwarna putih di lipatan labia, jangan
muncul pada area vagina
berusaha untuk membersihkannya. Bayi perempuan
di neonates. Darah juga
mungkin akan ada darah tiap pergantian diaper
mungkin akan muncul
karena hormone maternal
Bersihkan are genital :
Menurunkan kemungkinan
Untuk bayi laki-laki yang belum di khitan, tarik
pertumbuhan bakteri di
bagian kulup jika memungkinkan dan bersihkan
bawah bagian kulup
bagian glans penis menggunakan kapas yang
Penggunaan berlebihan
lembap. Kembalikan posisi kulup seperti semula.
ointment dapat membuat
Kemudian bersihkan batang penis dan skrotum.
obstruksi pada meatus
urinary
Untuk bayi laki-laki yang sudah di khitan,
bersihkan glans penis menggunakan kapas lembap
dan air steril. Perhatikan adanya perdarahan atau
infeksi. Hindari penggunaan petroleum jelly atau
bacteriocidal ointment berlebih di area yang di
khitan
Bersihkan perineum bagian posterior dan bokong bayi, Bedak dapat membuat iritasi
genggam pergelangan kaki bayi, angkat dan elevasikan pada kulit
bokong. Bersihkan dan bilas area menggunakan
washlap. Keringkan dan jangan berikan bedak
Pakaikan bayi dengan pakaian bersih dan diaper.
Mendukung proses
Kenakan diaper di bawah tali pusat
penyembuhan tali pusat bayi
Memberikan rasa hangat dan
Bedong bayi
aman untuk bayi
Kembalikan bayi kepada ibunya
Mother continues care
Membantu membuat
Bersihkan dan rapikan alat-alat dan mencatat hasil
perencanaan treatment
observasi terhadap bayi
selanjutnya
Berikan lotion tanpa parfume dalam jumlah kecil pada
area tubuh yang kering. Hindari penggunaan baby oil
atau bedak bayi

Evaluasi
1
Monitor respon bayi ketika dimandikan,
hentikan jika ada tanda stress atau
hipotermia
2
Evaluasi temuan abnormal selama
dimandikan, seperti kemerahan pada
umbilicus yang mengindikasikan infeksi

Dokumentasi
Pengkajian kulit dan penampakan
umum dari bayi
Respon bayi ketika mandi
Interaksi orangtua dan bayi ketika
mandi

Nama Prosedur

Memandikan neonatus (Giving a Tub Bath)

Indikasi

1.
2.
3.

Masalah Keperawatan

1.
2.

Nursing Outcome Criteria

1.
2.
3.
4.

Persiapan Alat

1. Lampu penghangat (warming lamp)


2. Selimut kering atau perlak
3. Wadah dengan air hangat dengan suhu 37,0 OC
37,5 OC
4. Handscoen non steril
5. Sabun cair untuk bayi dengan pH netral 5,5 7,0
6. Handuk
7. Washlap/kain sabun
8. Baju bersih dan diaper
9. Selimut

Prosedur

Rasional

Mengusakan manajemen waktu


yang efesien dan memudahkan
prosedur
Tergantung pada tahap pertumbahan
bayi tersebut. Bayi dapat berguling
bahkan jatuh dari tempatnya
Mempersiapkan lingkungan pada
suhu yang stabil, kehilangan panas
dapat disebabkan oleh konveksi,
Regulasi temperature pada bayi
belum sepenuhnya matang sehingga
mempunyai resiko yang tinggi
terhadap kehilangan panas.

2
3

Persiapkan alat yang dibutuhkan

Pastikan bahwa penghalang di sisi tempat


tidur sudah dinaikkan
Hidupkan lampu penghangat dan pastikan
jarak yang digunaka sesuai terhadap bayi

Isi baskom atau bak mandi dengan air


yang cukup mencapai pinggul bayi ketika
didudukan. Temperature airnya harus
berkisar 98,6 99,5 F (37,0 37,5 C)

Lakukan hand hygiene dan gunakan


handscoen

6
7

Buka baju bayi


Perlahan masukan bayi kedalam bak
mandi sambil menahan kepala dan
lehernya
Membasuh bayi dengan kain yang
bersabun dimulai dari bahu dan tangan,
selanjutnya ke ektermitas bawah.
Besihkan juga lipatan-lipatan yang ada.
Gunakan kain sabun untuk menutupi atau
menguyur air ke perut untuk menjaga
panas
Bilas bayi dengan air yang bersih,
gunakan lap basah

Bayi dapat tenggelam pada air yang


hanya beberapa inci. Mencegah bayi
mandi dengan air panas. Jika
thermometer tdak tersedia maka
periksa temperature air dengan
pergelangan tangan atau siku tangan
Mengurangi transmisi
mikroorganisme dan melindungi
perawat dari darah ibu bayi (jika ini
adalah mandi pertama)
Persiapan untuk mandi
Bayi belum dapat menegakan
kepala sendiri
Dimulai dari area yang bersih ke
area yang sangat membutuhkan
sabun untuk menjaga air tetap bersih

Bilas dengan bersih sehingga tidak


ada agent yang bisa membuat iritasi
kulit pada bayi
Mencegah kulit kepala kering dan
pertumbuhan cradle cap.
Cairan pembersih dan air dapat
mengiritasi mata

10 Cuci rambut bayi. Posisi bayi untuk


mencuci rambutnya dalam bak mandi
yaitu dengan menahan bagian belakang
dan leher sehingga air mengalir tidak
mengenai mata
11 Keringan bayi dengan cara menepukMenggoskan kulit bayi dengan
nepuk dengan handuk. Pasangkan pakiaan hansuk dapat menyebabkan cedera
yang kering. Tempatkan bayi pada tempat pada epidermis.
tidur bayi. Letakan pada posisi yang
Mencegah kehilangan panas dan
nyaman dan pastikan pagar tempat tidur
menjaga agar lingkungan aman
dinaikan
12 Disinfeksi dan bilas baskom atau tempat
Mengurangi transmisi
mansi. Kembalikan semua alat ketempat
mikroorganisme
semula
13 Buka sarung tangan dan lakukan lagi
Mengurangi transmisi
handhygiene
mikroorganisme
Evaluasi
Dokumentasi
1 Monitor respon bayi ketika dimandikan, 1. Pengkajian kulit dan penampakan
hentikan jika ada tanda stress atau
umum dari bayi
hipotermia
2 Evaluasi temuan abnormal selama
2. Respon bayi ketika mandi
dimandikan, seperti kemerahan pada

umbilicus yang mengindikasikan infeksi


3. Interaksi orangtua dan bayi ketika
mandi

Nama Prosedur

Memandikan neonates ( Kebutuhan special:


Memamdikan bayi premature)

Indikasi

1. Bayi Premature

Masalah Keperawatan

1.
2.

Nursing Outcome Criteria

1.
2.
3.
4.

Persiapan Alat

Prosedur
1

1. Lampu penghangat (warming lamp)


2. Selimut kering atau perlak
3. Wadah dengan air hangat dengan suhu 37,0 OC
37,5 OC
4. Handscoen non steril
5. Sabun cair untuk bayi dengan pH netral 5,5 7,0
6. Handuk
7. Washlap
8. Kapas/kasa/tisu
9. Lotion/salep tanpa parfume
10. Sisir dengan bulu yang lembut
11. Baju bersih dan diaper
12. Selimut
Rasional

Ikuti prosedur untuk membersihkan


wajah, tubuh dan genitalia menggunakan
sponge bath. Jangan melakukan pijatan
pada bayi tetapi bersihkan dengan lembut.
Timbang BB bayi ketika tidak memakai

Prosedur untuk menjaga panas


tubuh dan mencegah kehilangan
cairan pada bayi premature dapat
berbeda-beda sesuai kebijakan
institusi. BBLR mudah mengalami

pakaian

kerusakan kulit, IWLnya meningkat


dan hipotermia
2 Monitor level stress bayi selama mandi
Peduli dan memegang bayi sangat
dan gunakan tingkah laku care-giving
berpengaruh, memberikan jari atau
untuk menurunkan level stres bayi
objek untuk dipegang bayi,
memegang tangan bayi,
memposisikan dengan tepat dapat
membuat bayi lebih tenagng.
3 Setelah bati dimandikan dan dikeringkan, Kepala bayi mempunyai proposrsi
tutupi kepala dengan penutup kepala
yang lebih besar dari pada badannya
sehingga kemungkinan kehilangan
panas dikepala tinggi
4 Tempatkan bayi dibawah sinar penghangat Memelihara panas tubuh dengan
atau hangatkan dalam tempat penghangat mengurangi kehilangan melalui
bayi
konveksi dan radiasi
5 Memberikan salep petroleum pada kulit
Untuk mengurangi resiko infeksi
bayi
bakteri sistemik
6 Jika ketika bayi dimonitor, observasi
Bayi premature memiliki toleransi
tekanan darah dan level saturasi
yang kurang terhadap prosedur
oksigen.berhenti memandikan jika kondisi
bayi menurn
Evaluasi
Dokumentasi
1 Monitor respon bayi ketika dimandikan, 4. Pengkajian kulit dan penampakan
hentikan jika ada tanda stress atau
umum dari bayi
hipotermia
2 Evaluasi temuan abnormal selama
5. Respon bayi ketika mandi
dimandikan, seperti kemerahan pada
6. Interaksi orangtua dan bayi ketika
umbilicus yang mengindikasikan infeksi
mandi

Daftar Pustaka
Kenner, Carol. & Lott, Judy W. (2014). Comprehensive neonatal nursing care : fifth edition.
New York: Springer Publishing Company, LLC.
Bowden, Vicky R & Greenberg, Cindy Smith. (2012). Pediatric Nursing Procedures Third
Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Jacob, Annamma. R, Rekha. Tarachand, Jadhav S. (2007). Clinical nursing procedures : the art
of nursing practice. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd.
Kelly, Kate. From sponge baths to tub baths: step-by-step tips. Published at website
http://parents.com/baby/care/bath/baby-spong-baths/.