Anda di halaman 1dari 10

FORMAT

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan

: Pemberantasan Penyakit Menular

Sub Pokok Bahasan

: Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sasaran

: Pengunjung Puskesmas Cimahi Tengah

Waktu

: 15 menit

Pertemuan Ke

: I (Pertama )

Tanggal

: 10 Februari 2015

Tempat

: Puskesmas Cimahi Tengah

I . Tujuan Intruksional Umum


Setelah diberi penyuluhan, diharapkan sasaran mampu memahami tentang penyakit
demam berdarah (DBD).
II . Tujuan Intruksional Khusus
Setelah diberi penyuluhan selama 15 menit, sasaran dapat :
1. Menyebutkan pengertian demam berdarah
2. Menyebutkan ciri ciri nyamuk demam berdarah
3. Menyebutkan tempat tempat sarang nyamuk berkembang biak
4. Menyebutkan tanda dan gejala yang terjadi pada penyakit demam berdarah
5. Menyebutkan pertolongan pertama pada penderita demam berdarah
6. Menyebutkan pencegahan pada penyakit demam berdarah
III . Materi Penyuluhan
1. Pengertian demam berdarah
2. Ciri ciri nyamuk demam berdarah
3. Tempat tempat sarang nyamuk berkembang biak
4. Tanda dan gejala yang terjadi pada penyakit demam berdarah
5. Pertolongan pertama pada penderita demam berdarah
6. Pencegahan pada penyakit demam berdarah

IV . Kegiatan Belajar Mengajar

Metode : Ceramah dan Tanya Jawab

Langkah-langkah Kegiatan
A.

Kegiatan Pra Pembelajaran


1.

Mempersiapkan materi, media, dan tempat

2.

Memberi salam

3.

Perkenalan

4.

Kontrak waktu

B.

Membuka Pembelajaran
1.

Menjelaskan tujuan

2.

Menjelaskan pokok bahasan

3.

Apersepsi

C.

Kegiatan Inti
1.

Sasaran menyimak materi

2.

Sasaran mengajukan pertanyaan

3.

Sasaran menyimpulkan

D.

Penutup
1.

Melakukan post test

2.

Menyimpulkan materi

3.

Memberi salam

V . Media dan Sumber


* Media : Leaflet dan layar infokus
* Sumber :
. Departemen Kesehatan RI. 1986. Petunjuk Perawatan Demam Berdarah Dengue.
Departemen Kesehatan RI .
. Dinas Kesehatan Dati I. 1994. Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinkes Dati I
Propinsi Jawa Barat .

VI . Evaluasi

Prosedur

: Post test

Jenis tes

: Lisan

Butir soal

: 6 Soal

* Soal
1. Sebutkan pengertian demam berdarah ?
2. Sebutkan ciri ciri nyamuk demam berdarah?
3. Sebutkan tempat tempat sarang nyamuk berkembang biak ?
4. Sebutkan tanda dan gejala penyakit demam berdarah?
5. Sebutkan pertolongan pertama pada penderita demam berdarah ?
6. Sebutkan pencegahan penyakit demam berdarah ?

VII . Lampiran
Lampiran
* Materi
DEMAM BERDARAH DENGUE ( DBD )
1. Pengertian Demam Berdarah
Demam berdarah ( DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue
yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegepti.
Penyakit DBD adalah penyakit yang di tandai dengan : (1) demam tinggi
mendadak, tanpa sebab yang jelas berlangsung terus menerus selama 2-7 hari, (2)
manifestasi perdarahan termasuk uji tourniquet positif, (3) trombositopeni (4)
hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit 20 % ) dan (5) disertai dengan atau
tanpa pembesaran hati (hepatomegali) menurut Depkes RI, 2005 .
Penyakit DBD adalah penyakit menular yang di sebabkan oleh virus dengue dan
di tularkan oleh nyamuk aedes aegyti, yang di tandai dengan demam mendadak
2-7 hari tanpa penyebab yang jelas, lemah/lesu, perdarahan, lebam/ruam .
kadang-kadang mimisan, bercak darah, muntah darah, dan kesadaran menurun
atau shock menurut Depkes RI, 2000 .
2. Ciri ciri nyamuk demam berdarah
Menurut nadezul (2007), nyamuk aedes aegypti telah lama di ketahui sebagai
vektor utama dalam penyebaran penyakit DBD, adapun ciri-cirinya adalah
sebagai berikut :
a. Badan kecil berwarna hitam dengan bintik-bintik putih
b. Jarak terbang nyamuk sekitar 100 meter
c. Umur nyamuk betina dapat mencapai sekitar 1 bulan
d. Menghisap darah pada pagi hari sekitar pukul 09.00-10.00 dan sore
hari pukul 16.00-17.00
e. Nyamuk betina menghisap darah untuk pematangan sel telur,
sedangkan nyamuk jantan memakan sari-sari tumbuhan
f. Hidup di genangan air bersih bukan di got atau comberan
g. Di dalam rumah dapat hidup di bak mandi, tempayan, pas bunya
dan tempat air minum burung

h. Di luar rumah dapat hidup di tampungan air yang ada di dalam


drum dan ban bekas

3. Tempat tempat sarang nyamuk berkembang biak


Tempat perkembangbiakan nyamuk ialah tempat-tempat penampungan air di
dalam atau di sekitar rumah atau tempat-tempat umum, biasanya tidak melibihi
jarak 500 meter dari rumah (Depkes RI 2002)
Jenis-jenis perkembangbiakan nyamuk aedes aegyti di kelompokan sebagai berikut :
a. tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari,seperti drum, tangki, bak
mandi, ember.
b. Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari, seperti tempat minum
burung, perangkap semut, dan barang-barang bekas yang dapat menampung air.
c. Tempat penampungan alamiah, seperti lubang pohon, lubang batu, pelepah
daun, dan potongan bambu.
Berdasarkan berbagai tempat berkembang biak, bak mandi merupakan
penampungan air yang paling banyak mengandung larva nyamuk aedes aegyti .
hal ini dikarenakan kamar mandi masyarakat indonesia pada umumnya lembab,
kurang sinar matahari, dan sanitasi atau kebersihannya kurang terjaga,
(Satari,2004) .

4.

Tanda dan gejala penyakit demam berdarah


Diagnosa penyakit DBD dapat dilihat berdasarkan kriteria diagnosa klinis dan
laboratoris .
Berikut ini tanda gejala penyakit DBD dengan diagnosa klinis dan laboratoris :
a. diagnosa klinis
1. demam tinggi mendadak 2-7 hari (38-400c)
2. manifestasi perdarahan dengan bentuk : uji tourniquet positif, petekie
( bintik merah pada kulit, purpura (perdarahan kecil di dalam kulit),
ekimosis, perdarahan konjungtiva (perdarahan pada mata), epitaksis
(pendarahan hidung), perdarahan gusi, hematemesis (muntah darah)
melena (BAB darah) dan hematuri (adanya darah dalam urin).
3. Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit
akibat pecahnya pembuluh darah .
4. Pembasaran hati (hapatomegali)
5. Rejan (syok), tekanan diastol menurun menjadi 20 mmHg atau kurang,
tekanan sistolik sampai 80 mmHg atau lebih rendah .
6. Gejala klinik lainnya yang sering menyertai yaitu anoreksia (hilangnya
napsu makan), lemah, mual, muntah, sakit perut, diare dan sakit kepala .
b. diagnosis laboratoris
1. trombositopeni pada hari ke 3-7 ditemukan penurunan trombosit hingga
100.000 per mmHg
2. hemokosentrasi, meningkatnya hematokrit sebanyak 20% atau lebih
pada DBD menurut WHO 1986, adalah :
a. demam akut, yang tetap tinggi selama 2-7 hari, turun secara lisis.
Demam disertai gejala tidak spesipik, seperti anoreksia, malaise,
myari pada punggung, tulang, persendian, dan kepala.
b. Manifestasi perdarahan, seperti uji tourniquet pisitif, petekie, purpura,
ekomosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemasis, dan melena
c. Pembesaran hati dan nyeri tekan tanpa ikterus
d. Renjatan yang terjadi pada sat demam pada prognosis buruk
e. Kenaikan nilai Ht sedikitnya 20% .

5. Pertolongan pertama pada penderita demam berdarah


-

Penderita demam berdarah mengalami kekurangan cairan tubuh oleh sebab


itu pertolongan pertama yang paling penting ialah memberi minum sebanyak
banyaknya . Minuman tersebut dapat berupa : air masak, oralit, susu, air
kelapa, air teh, dll)

Kompres hangat pada ketiak atau lipatan paha

Untuk menurunkan panas beri obat penurun panas

Jika penyakit menjadi bertambah parah segera bawa penderita ke dokter


atau puskesmas terdekat

6. Pencegahan penyakit demam berdarah


Untuk mencegah supaya nyamuk tidak berkembang biak yaitu dengan cara :
-

Membersihkan dengan menyikat bak mandi atau penampung air yang


lainnya sekurang kurangnya seminggu sekali, agar telur dan jentiknya
terbuang sebelum menjadi nyamuk

Menutup rapat tempayan, drum dan tempat penampungan air lainnya

Kaleng dan botol bekas yang sudah tidak terpakai harus dikubur

Pada musim hujan biasanya pagar yang terbuat dari bambu memiliki
lubang dan sering digenangi air bila hujan turun maka dari itu untuk mencegah
supaya tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk isi lubang tersebut
dengan tanah

Vas bunga dan tempat minum burung airnya selalu diganti agar jentiknya
tidak berkembang biak

Memasang kawat kasa agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah ataupun
kamar

Tidak membiarkan kain kain tergantung di luar

Pemberantasan vektor ;
1. Menggunakan insektisida
o Melathion untuk membunuh nyamuk dewasa dengan pengasapan
(thermal fogging) atau pengabutan (cold fogging)
o Temephis (abate) untuk membunuh jentik larvasida dengan
menaburkan pasir abate kebejana bejana tempat penampungan air

bersih . dosis yang digunakan adalah 1 ppm atau 1 gram abate SG


1% per 10 liter air
2. Tanpa insektisida
o Menguras tempat penampungan air minimal 1x seminggu
(perkembambangan telur nyamuk lamanya 7-10 hari)
o Menutup tempat penampungan air rapat-rapat
o Membersihkan halaman rumah dari kaleng-kaleng bekas, botol dan
benda lain tempat nyamuk bersarang .
o Perlindungan perseorangan untuk memcegah gigitan nyamuk
dengan memasang kawat kasa dilubang angin diatas jendela, tidur
dengan kelambu dan menggunakan lotion anti nyamuk .
-

Suportif
Penatalaksanaan bersifat suportif yaitu mengatasi kehilangan cairan
plasma sebagai akibat perdarahan. Pasien demam dengue dapat berobat
jalan sedangkan pasien dengan dhf dirawat diruang perawatan biasa, tetapi
pada kasus dhf dengan komplikasi diperlukan perawatan intensif. Fase
kritis biasanya terjadi pada hari ketiga.
Rasa haus dan dehidrasi dapat timbul akibat demam tinggi,anoreksia
dan muntah. Pasien perlu diberi banyak minum , 50ml/kgBB dalam 4-6
jam pertama berupa air teh dengan gula,sirup,susu,sari buah atau
oralit.setelah dehidrasi dapat di atasi , berikan cairan rumatan 80100ml/kgBB dalam 244 jam berikutnya. Hiperpireksia diatasi dengan
antipiretik dan bila perlu surfac cooling dengan kompres es dan alkohol
70%. Paracetamol direkmendasikan untuk mengatasi demam dengan dosis
10-15mg/kgBB/kali.
Pemberian cairan intravena pada pasien dhf tanpa renjatan dilakukan
apabila pasien terus menerus muntah sehingga tidak mungkin diberikan
makanan peroral atau didapatkan nilai hematokrit yang bertendensi terus
meningkat ( >40 vol%) . jumlah cairan yang diberikan tergantung derajat
dehidrasi dan kehilangan elektrolit, dianjurkan cairan glukosa 5% dalam
satu pertiga larutan nacl 0.9% .bila terdapat asidosis ,1/4 dari jumlah

larutan total dikeluarkan dan diganti dengan larutan yang berisi 0.167
mol /liter natrium bikarbona ( 3/5 bagian berisi larutan nacl 0.9% +
glukosa ditambah natrium bikarbonat).
Apabila terdapat penaikan hemokonsentrasi 20% atau lebih maka
komposisi jenis cairan yang diberikan harus sama dengan plasma. Volume
dan komposisi cairan yang diperlukan sesuai seperti cairan untuk dehidrasi
pada diare ringan sampai sedang , yaitu cairan rumatan ditambah defisit
6% ( 5-8%) .
Perhatikan apabila terdapat pendarahan yang membahayakan maka
dilakukan transfusi segera. Bila pasien kejang berikan diazepam. Jangan
lupa monitor ttv tiap 3 jam sekali . pemberian antibiotik bila terdapat
kekhawatiran infeksi sekunder.
Apabila pasien syok maka cairan iv diguyur.

SAP
( SATUAN ACARA PENYULUHAN )

DEMAM BERDARAH DENGUE


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Komunitas II

Disusun Oleh :
Desi Aryanti Winarti
Dewi Rahmawati
Dinar Silviani
Elmi Febriyeni
Toheri Prasetya
D III KEPERAWATAN TINGKAT III SEMESTER V
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR CIMAHI
2014-2015