Anda di halaman 1dari 29

1

SENI BUDAYA
GAMELAN JAWA

Disusun Oleh:
Priska Sari Dewi
XI IPA 6
32

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PURWOKERTO


PURWOKERTO
2014

Bonang
Satu set sepuluh sampai empat-belas gong- gong kecil berposisi
horisontal yang disusun dalam dua deretan, diletakkan di atas tali yang
direntangkan pada bingkai kayu. Pemain duduk di tengah-tengah pada
sisi deretan gong beroktaf rendah, memegang tabuh berbentuk bulat
panjang di setiap tangan. Ada tiga macam bonang, dibeda-bedakan
menurut ukuran, wilayah oktaf, dan fungsinya dalam ansambel.

1. Bonang Barung

Bonang berukuran sedang, beroktaf tengah sampai tinggi, adalah


salah satu dari instrumen-instrumen pemuka dalam ansambel.
Khususnya dalam teknik tabuhan pipilan, pola-pola nada yang selalu
mengantisipasi nada-nada yang akan datang dapat menuntun lagu
instrumen

lainnya. Pada jenis gendhing bonang, bonang barung

memainkan pembuka gendhing (menentukan gendhing yang akan


dimainkan) dan menuntun alur lagu gendhing. Pada teknik tabuhan
imbal-imbalan, bonang barung tidak berfungsi sebagai lagu penuntun;
ia membentuk pola-pola lagu jalin-menjalin dengan bonang panerus,
dan pada aksen aksen penting bonang boleh membuat sekaran (lagulagu hiasan), biasanya di akhiran kalimat lagu.

2. Bonang Panembung

3. Bonang Penerus

Bonang yang paling kecil, beroktaf tinggi.Pada teknik tabuhan


pipilan, bonang panerus berkecepatan dua kali lipat dari pada bonang
barung. Walaupun

mengantisipasi

nada-nada

balungan,

bonang

panerus tidak berfungsi sebagai lagu tuntunan, karena kecepatan dan


ketinggian wilayah nadanya. Dalam teknik tabuhan imbal-imbalan,
bekerja sama dengan bonang barung, bonang panerus memainkan
pola-pola lagu jalin menjalin.

Celempung
Instrumen kawat-petik, dibingkai pada semacam gerobogan (juga
berfungsi sebagai resonator) yang berkaki dua pasang; sepasang kaki
muka lebih tinggi dari sepasang kaki belakang, maka instrumen
berposisi menurun ke arah pemainnya. Kawatnya, terdiri dari tigabelas pasang, ditegangkan antara paku untuk melaras (di atas) dan
paku-paku kecil (di bawah). Kepingan metal diletakkan di sisi atas
gerobogan, sebagai jembatan pemisah kawat-kawat. Celempung
dimainkan dengan jari jempol tangan kiri dan kanan; jari tangan lainnya
dipakai sebagai penutup kawat - kawat yang tidak dipetik, untuk
menghilangkan

resonansi

suara

mereka. Dalam

permainannya,

celempung mendasarkan pada perangkaian pola pola lagu.

4. Celempung

Gambang
Instrumen dibuat dari bilah - bilah kayu dibingkai pada gerobogan
yang juga berfungsi sebagai resonator. Berbilah tujuh-belas sampai
dua-puluh bilah, wilayah gambang mencakup dua oktaf atau
lebih. Gambang dimainkan dengan tabuh berbentuk bundar dengan
tangkai panjang biasanya dari tanduk/sungu. Kebanyakan gambang
memainkan gembyangan (oktaf) dalam gaya pola pola lagu dengan
ketukan ajeg. Gambang juga dapat memainkan beberapa macam
ornamentasi lagu dan ritme, seperti permainan dua nada dipisahkan
oleh dua bilah, atau permainan dua nada dipisahkan oleh enam bilah,
dan pola lagu dengan ritme - ritme sinkopasi.

5. Gambang

Gender
Instrumen terdiri dari bilah-bilah metal ditegangkan dengan tali di
atas bumbung-bumbung resonator. Gender ini dimainkan dengan
tabuh berbentuk bulat (dilingkari lapisan kain) dengan tangkai pendek.
Sesuai dengan fungsi lagu, wilayah nada, dan ukurannya, ada dua
macam gender:
- Gender barung dan
- Gender panerus

6. Gender Barung

Gender berukuran besar, beroktaf rendah sampai tengah. Salah


satu dari instrumen pemuka, gender barung memainkan pola
pola lagu berketukan ajeg (cengkok) yang dapat menciptakan tekstur
sonoritas yang tebal dan menguatkan rasa pathet gendhing.
Beberapa gendhing mempunyai pembuka yang dimainkan gender
barung;

gendhing-gendhing

ini

dinamakan

gendhing

gender.

Dalam pertunjukan wayang, pemain gender mempunyai peran utama


harus memainkan instrumennya hampir tidak pemah berhenti selama
semalam suntuk dalam permainan gendhing, sulukan, dan grimingan.

7. Gender Penerus

10

Gender berukuran kecil, beroktaf tengah sampai tinggi. Meskipun


instrumen mi tidak harus ada dalam ansambel, kehadirannya
menambah kekayaan tekstur gamelan. Gender ini memainkan lagunya
dalam pola lagu ketukan ajeg dan cepat.

Kempul
Gong gantung berukuran kecil. Kempul menandai aksen-aksen
penting dalam kalimat lagu gendhing. Dalam hubungannya dengan
lagu gendhing, kempul bisa memainkan nada yang sama dengan nada
balungan;

kadang-kadang

kempul

mendahului

nada

balungan

berikutnya; kadang-kadang ia memainkan nada yang membentuk

11

interval kempyung dengan nada balungan, untuk menegaskan rasa


pathet.

8. Kempul

12

Kendhang
Kendhang asimetris bersisi dua dengan sisi kulitnya ditegangkan
dengan tali dan kulit atau rotan ditata dalam bentuk Y. Kendhang
diletakkan dalam posisi horisontal pada gawangannya (plangkan),
dimainkan dengan jari dan telapak tangan. Kendhang benfungsi
menentukan irama dan tempo (menjaga keajegan tempo, menuntun
peralihan ke tempo yang cepat atau lambat, dan menghentikan
tabuhan gendhing (suwuk)). Gamelan kendhang juga menginingi
gerakan penari atau wayang. Kendhang berperan penting dalam
ansambel sebagai salah satu dari instrumen-instrumen pemuka dalam
ansambel. Berdasarkan atas ukuran dan fungsinya, terdapat empat
macam kendhang:
- Kendhang ageng,
- Kendhang wayangan,
- Kendhang ciblon, dan
- Kendhang ketipung

9. Kendhang Ageng

13

Kendhang yang paling besar, dimainkan untuk gendhing atau seksi


dari gendhing yang berwatak tenang dan wibawa (regu). Dalam teknik
kendhang kalih, kendhang ageng dimainkan dalam kombinasinya
dengan kendhang ketipung

10.

Kendhang Ketipung

14

11.Kendhang Ciblon

12.

Kendhang Wayang

Kendhang berukuran kecil untuk mengiringi tari-tarian. Kendhang ini


juga dimainkan dalam klenengan, memainkan pola-pola ritme yang
berasosiasi dengan gerakan gerakan tari.

15

Kenong
Satu set instrumen jenis gong berposisi horisontal, ditumpangkan
pada tali yang ditegangkan pada bingkai kayu. Dalam memberi
batasan struktur suatu gendhing, kenong adalah instrumen kedua yang
paling penting setelah gong. Kenong membagi gongan menjadi dua
atau empat kalimat kalimat kenong, atau kenongan. Di samping
berfungsi menggaris-bawahi struktur gendhing, nada-nada kenong
juga berhubungan dengan lagu gendhing; ia bisa memainkan nada
yang sama dengan nada balungan; ia boleh juga mendahului nada
balungan berikutnya untuk menuntun alun lagu gendhing; atau ia dapat
memainkan nada berjarak satu kempyung dengan nada balungan,
untuk mendukung rasa pathet. Pada kenongan bergaya cepat, dalam
ayaka yakan, srepegan, dan sampak, tabuhan kenong menuntun alur
lagu gendhing-gendhing tersebut.

13.

Kenong

16

17

Gong
Kata yang menirukan bunyi, kata gong khususnya menunjuk pada
gong gantung berposisi vertikal, berukuran besar atau sedang, ditabuh
di tengah-tengah bundarannya (pencu) dengan tabuh bundar berlapis
kain. Gong menandai permulaan dan akhiran gendhing dan memberi
rasa keseimbangan setelah berlalunya kalimat lagu gendhing yang
panjang. Gong sangat penting untuk menandai berakhirnya satuan
kelompok dasar lagu, sehingga kelompok itu sendiri (yaitu kalimat lagu
di antara dua tabuhan gong) dinamakan gongan. Ada dua macam
gong:
- Gong ageng (besar) dan
- Gong suwukan atau gong siyem yang berukuran sedang

14.

Gong Ageng

18

Gong gantung besar, ditabuh untuk menandai permulaan dan


akhiran kelompok dasar lagu (gongan) gendhing.

Kethuk Kempyang
Dua instrumen jenis gong berposisi horisontal ditumpangkan pada
tali

yang

ditegangkan

pada

bingkai

kayu.

19

Kethuk - kempyang memberi aksen-aksen alur lagu gendhing menjadi


kalimat kalimat yang pendek.
Pada gaya tabuhan cepat lancaran, sampak, srepegan, dan ayak
ayakan, kethuk ditabuh di antara ketukan ketukan balungan,
menghasilkan pola-pola jalin-menjalin yang cepat.

15.

Kethuk Kempyang

Rebab
Instrumen kawat-gesek dengan dua kawat ditegangkan pada
selajur kayu dengan badan berbentuk hati ditutup dengan membran
(kulit

tipis)

dari

babad

sapi.

20

Sebagai salah satu dari instrumen pemuka, rebab diakui sebagai


pemimpin lagu dalam ansambel, terutama dalam gaya tabuhan lirih.
Pada kebanyakan gendhing-gendhing, rebab memainkan lagu
pembuka gendhing, menentukan gendhing, laras, dan pathet yang
akan dimainkan.
Wilayah nada rebab mencakup luas wilayah gendhing apa saja.
Maka alur lagu rebab memberi petunjuk yang jelas jalan alur lagu
gendhing.
Pada kebanyakan gendhing, rebab juga memberi tuntunan musikal
kepada ansambel untuk beralih dari seksi yang satu ke yang lain.

16.

Rebab

Saron
Istilah umum untuk instrumen - instrumen berbentuk bilahan
dengan enam atau tujuh bilah (satu oktaf atau satu oktaf dan satu
nada) ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai

21

resonator. Instrumen mi ditabuh dengan tabuh dibuat dari kayu atau


tanduk (yang akhir ini untuk peking). Menurut ukuran dan fungsinya,
terdapat tiga jenis saran:
- Demung,
- Saron barung, dan
- Saron panerus atau peking

17.

Saron Barung

Saron berukuran sedang dan beroktaf tinggi. Seperti demung,


saron

barung

memainkan

balungan

dalam

wilayahnya

yang

terbatas. Pada teknik tabuhan imbal-imbalan, dua saron barung


memainkan lagu jalin menjalin yang bertempo cepat. Seperangkat
gamelan mempunyai satu atau dua saran barung, tetapi ada gamelan
yang

mempunyai

lebih

dan

dua

saron

barung.

Suatu perangkat gamelan bisa mempunyai saron wayangan yang


berbilah sembilan. Sebagaimana namanya menunjukkan, saron ini
dimainkan khususnya untuk ansambel mengiringi pertunjukan wayang.

18.

Saron Demung

22

Saron berukuran besar dan beroktaf tengah. Demung memainkan


balungan

gendhing

dalam

wilayahnya

yang

terbatas.

Pada teknik pinjalan, dua demung dan slenthem membentuk lagu jalinmenjalin. Umumnya, satu perangkat gamelan mempunyai satu atau
dua demung. Tetapi ada gamelan di kraton yang mempunyai lebih dari
dua demung

19.

Saron Penerus

23

Saron yang paling kecil dan beroktaf paling tinggi. Saron panerus
atau peking ini memainkan tabuhan rangkap dua atau rangkap empat
lagu balungan. Lagu peking juga berusaha menguraikan lagu balungan
dalam konteks lagu gendhing.

Slenthem
Menurut konstruksinya, slenthem termasuk keluarga gender;
malahan kadang-kadang ia dinamakan gender panembung. Tetapi
slenthem mempunyai bilah sebanyak bilah saron; Ia beroktaf paling
rendah dalam kelompok instrumen saron. Seperti demung dan saron

24

barung, slenthem memainkan lagu balungan dalam wilayahnya yang


terbatas.

20.

Slenthem

Suling
Suling bambu yang memainkan lagunya dalam pola-pola lagu
bergaya bebas metris.Ini dimainkan secara bergantian, biasanya pada
waktu lagunya mendekati akhiran kalimat. Tetapi kadang - kadang
pemain suling juga memainkan lagu lagu pendek di permulaan atau di
tengah kalimat lagu.

21.

Suling

25

26

Kemanak
Instrumen berbentuk seperti buah pisang, dianggap sebagai instrumen
kuna. Kemanak ditabuh dalam ansambel untuk mengiringi beberapa macam tari
Bedhaya , Serimpi dan Santiswaran.

22.

Kemanak

27

Siter
Siter adalah alat musik petik memiliki 11 pasang senar, direntang
kedua sisinya di antara kotak resonator. Ciri khasnya satu senar disetel
nada pelog dan senar lainnya dengan nada slendro. Umumnya sitar
memiliki panjang sekitar 30 cm dan dimasukkan dalam sebuah kotak
ketika dimainkan. Siter dimainkan sebagai salah satu dari alat musik
yang dimainkan bersama (panerusan), sebagai instrumen yang
memainkan cengkok (pola melodik berdasarkan balungan). Siter
dimainkan dengan kecepatan yang sama dengan gambang (temponya
cepat).
Nama "siter" berasal dari Bahasa Belanda "citer", yang juga
berhubungan dengan Bahasa Inggris "zither".
Senar siter dimainkan dengan ibu jari, sedangkan jari lain
digunakan untuk menahan getaran ketika senar lain dipetik, ini
biasanya merupakan ciri khas instrumen gamelan. Jari kedua tangan
digunakan untuk menahan, dengan jari tangan kanan berada di bawah
senar sedangkan jari tangan kiri berada di atas senar.

23.

Siter

28

Keprak
Keprak adalah suatu alat yang terbuat dari perunggu atau besi
dengan ukuran kira-kira 20 x 27 cm, terdiri beberapa lempengan, diberi
lobang pada bagian atasnya dan diberi seutas tali, digantung pada
kotak wayang dengan tatanan sedemikian rupa sehingga bila di pukul
akan menimbulkan efek bunyi "prak-prak".
Dalam pergelaran wayang kulit purwagayaSurakarta, keprak terdiri
minimal 3 buah, ada yang 4 buah dan 5 buah. Sedangkan untuk
pakeliran Gaya Yogyakarta keprak hanya terdiri dari satu lempengan
besi saja yang di landasi dengan kayu seukuran keprak, dipukul
dengan cempala besi yang di jepit oleh kaki seorang dalang efek bunyi
yang ditimbulkan "ting-ting".
Agar menghasilkan suara keprak yang bagus seorang dalang harus
tahu teknik memasang keprak dan teknik membunyikan keprak
dengan baik. Keprak dalam pakeliran biasanya untuk mengiringi
gerakan wayang serta untuk memantabkan solah (gerak) wayang.

24.

Keprak

29