Anda di halaman 1dari 6

PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK

PADA PASIEN DENGAN OBESITAS


A. NARASI
Pebro merupakan remaja berumur 19 tahun, putra dari pasangan Bpk. Rahmat
fahreza (43 th) dan Ibu Resdina (37 th). Pebro sebenarnya adalah pemuda yang tampan
tetapi dia menderita kolesterol tinggi menurut diagnosa dari puskesmas yang merujuknya,
sehingga sulit untuk beraktifitas dan sering pusing nahkan sering mau pingsan.
Pebro dirawat di RSUD Doris Kaharap di bangsal melati I kamar 5, pebro dirawat
sejak seminggu yang lalu karena kolesterolnya meningkat. Dia ditemani kedua
orangtuanya dan adiknya, Ricardo (17 th).
Ns. Nina Kirana (23 th) adalah perawat senior yang bertanggung jawab atas pasien
Pebro. Ns. Oga Tangkas lassa (19 th) merupakan

perawat praktikan dari sebuah

perguruan tinggi ternama, yaitu Stikes Surabaya, yang juga bertugas pada bangsal Melati
1 tersebut. Pada suatu pagi Ns. Oga diperintah oleh Ns.Nina Kirana untuk memeriksa
keadaan pasien tersebut. Mengingat pebro adalah pasien dengan kebutuhan diit khusus
maka Ns. Oga Tangkas menggunakan komunikasi terapeutik agar tidak terjadi kesalahan
komunikasi. Terlebih Pebro merupakan pasien dengan tekanan darah tinggi. jadi pada saat
melakukan tindakan harus memegang prinsip-prinsip komunikasi terapeutik pada pasien
dengan kelebihan berat badan. Setelah mendapatkan tugas Ns. Oga tangkas lassa segera
menyiapkan diri dan peralatan yang akan digunakan.
B. PERAN
Nina Kirana

: Sebagai Perawat Senior

Oga Tangkas lassa

: Sebagai perawat praktek

Pebrowijaya

: Sebagai Pasien

Rahmadi

: Sebagai Teman Pasien

Rahmat Fahreza

: Sebagai Orang Tua Bapak

Resdina O.H

: Sebagai Orang Tua Ibu

Retno

: Sebagai paman

Ricka Missida

: Sebagai Dokter
1

Ricardo

: Sebagai adik

Satria Pranoto

: Sabagai pembaca narasi

C. DIALOG
1. Setting 1 Di ruang keperawatan
Di ruang keperawatan terdapat sebuah meja dan 2 buah kursi. Dengan tumpukan buku
di atas meja. Terdapat seorang perawat wanita kira-kira dengan usia 23 tahun sedang
menulis di buku catatan keperawatan.
Seorang perawat praktikan dengan name tag yang masih berwarna merah datang.
Dengan wajah lugunya. Sesaat kedua perawat itu bercakap-cakap.
Ns. Oga

: Pagi mbak.. ( tersenyum kearah perawat senior)

Ns. Nina

: Pagi(menjawab dengan ketus)


Oh iya, Dik, kamu lagi ada tugas gak?

Ns. Oga

: Kebetulan tidak ada mbak,

Ns. Nina

: Kalau gitu kamu sekarang ke kamar 5, ada pasien yang harus diperiksa
kembali TTV nya.
Karena ini sudah jadwal pemeriksaan.

Ns. Oga

: Iya mbak (menganggukkan kepala)

Ns. Nina

: Bisa kan?? Sekalian belajar, gimana? ( mengangkat alis )

Ns. Oga

: Iya mbak. Bisa (tersenyum dan menganggukkan kepala)

Ns. Nina

: Kamu lihat dulu status pasien di catatan keperawatan. ( jari telunjuk


menunjukk di sebuah lemari )
Jangan sampai keliru, nanti mbak yang disalahkan. Paham belum?

Ns. Oga

: Paham mbak.

Ns. Nina

: Berani tidak kamu periksa pasiennya?

Ns. Oga

: iya mbak.

Ns. Nina

: Ya udah, cepet sekarang

Ns. Oga

: Iya mbak saya Permisi,dulu ya....

Ns. Nina

: Ya, silahkan !!!

Dengan wajah beringsut perawat praktikan itu pergi meninggalkan seniornya dan
mulai mencari data tentang pasien yang akan dia periksa.
2

Ns. Oga : Mana ya data Pebro kamar 5. (mengerutkan kening dan mencari)
Nah, ini datanya. Good job, Oga, sekarang siapkan alat.
Ns. Oga lalu menuju sebuah tempat untuk mengambil peralatan. Ia berkata dalam hati
betapa sinisnya seniornya itu.
Ns. Oga : Perawat kok galak sekali. Aku kan lagi belajar. Sialll.
Apa nggak pernah muda dan pake plat nama merah. Hmmm, sabar Oga.
Demi ibu, Oga. Sabar,sabar
2. Setting 2 Kamar no.5 Bangsal melati I
Di ruangan tersebut tersetting ada sebuah tempat tidur dengan Pebro terbaring di
atasnya. Di sebelahnya terdapat 3 kursi, masing-masing diduduki Rahmat ayah Pebro, lalu
Resdina istri Pak Rahmat dan putra bungsu mereka Ricardo.
Terlihat Bu Resdina sibuk membaca buku, sedangkan ayah Pebro tertidur dengan
lelapnya. terkadang kepalanya terjatuh sehingga mengagetkannya. Ricardo,adik pebro
sibuk bermain HP milik ayahnya.
Ns. Oga : Selamat pagi Bapak Ibu, (tersenyum ramah)
Ricardo : Pagi mas..
Ricardo : Pak, bangun pak, ini ada susternya, bangun
Resdina : maaf suami saya gag tidur semalamn, sehingga baru tidur sekarang, takut pebro
ada apa-apa mas.
Ns. Oga : Wah, ayah yang bertanggung jawab sekali ya bu.
Rahmat

: Oh..iya... maaf mas.

Ns. Oga : Tidak apa-apa,pak. Begini saya disini ingin memeriksa keadaan pebro.
Ns. Oga : Kalau begitu, saya periksa dulu? .
Dik pebro ini mas oga yang kemarin. Masih ingat mas kan, dik?
( sambil menyentuh bahu pebro )
pebro

: Mmmm mas oga, sebentar saya lupa.


Suaranya kok beda ya mas, yang ini agak lumayan cempreng.
Mas oga yang kemarin agak halus, mas

Ns. Oga : He..he, dik Pebro bisa saja. Berarti saya punya cirri khas ya dik.
3

Gimana dik kabarnya hari ini? Sudah enakan belum dik? Masih pusing tidak?
Pebro

: Sudah lumayan baik mas, tapi kadang kepala saya muter-muter sendiri.

Ns. Oga : Dik pebro yang sabar ya, yang penting Dik pebro tidak banyak bergerak. Dan
rutin minum obat yang dikasih dokter Insya Alloh Dik pebro sembuh.
Pebro

: Iya mas, terima kasih banyak.

Ns. Oga : nah dik pebro sekarang saya periksa dulu ya..
Pebro

: Lama tidak mas? Terus nanti sakit atau tidak mas?

Ns. Oga : Proses ini berlangsung cukup 5-7 menit saja dik.
Gag, dik Pebro tenang saja . Ada yang mau ditanyakan lagi tidak ?
Pebro

: Mmmm tidak mas, sudah cukup. Saya berharap saya cepat sembuh.

Ns. Oga : Iya dik, kalau adik sudah siap, mas persiapkan alatnya dulu ya?
Bapak ibu saya mempersiapkan alatnya dulu ya?
Rahmat dan resdina : iya mas silahkan
Ketika Ns. oga menyiapkan peralatan TTV, keluarga pasien yaitu paman Pebro
(Retno) (29 Th) dan rahmadi datang untuk menjenguk.
Retno

: Assalamualaikum

Ricardo : Waalaikum salam,..


Rahmat

: eh pak retno dan rahmadi masuk mas...

Ricardo : paman.......
Resdina : do, salim dulu dengan paman mu...
ricardo

: Ya bu.

Rahmadi : Itu pebro lagi diapain om ? (menunjuk ke arah perawat dan pebro)
Rahmat

: lagi di periksa. Mari silahkan duduk.


(mempersilahkan duduk di tikar)

Rahmadi : eh, mas mas ,sebentar itu teman saya yang ganteng mau di periksa apanya ?
Ns.Oga

: Ouw , ini mau di periksa kembali tekanan darahnya

Rahmadi : Ouw yaa sudah mas. Silahkan dilanjutkan..

Perawat pun melanjutkan kegiatannya.


Ketika Ns. Oga

membereskan peralatan, datang seorang wanita cantik dengan

kacamatanya, dia adalah Dr. Ricka yang bertugas memeriksa kondisi Pebro.
Dr. Ricka

: Permisi, wah,wah ramai sekali disini.

Rahmat dan resdina : Eh, Bu Dokter. Mari Bu dokter.


Ini ada paman dan temannya pebro datang menjenguk.
Dr. Ricka

: Boleh saya ikut bergabung? (tersenyum)

Rahmat

: Mari Bu, baru saja pebro diperiksa .

Dr. Ricka

: Mmm gimana mas kondisinya dik Pebro?


Apakah perkembangan kesehatannya bagus?

Ns. Oga

: Cukup bagus, dok. Perkembangan kesehatan baik.


Hanya saja dia masih merasa pusing, Dok.

Dr. Ricka

: Bagaimana dengan pemberian obatnya? Apakah lancar?

Ns. Oga

: Iya Dok. Saya memeriksa keadaan umum pasien saat ini dok.

Dr. Ricka

: Mmmm baik.
Gimana dik pebro , ada yang mau dikeluhkan tidak?

Pebro

: Saya hanya pusing dan rasanya panas saja, Bu Dokter.

Dr. Ricka

: Ok dik Pebro, kalau begitu sekarang ibu periksa dulu ya?

Pebro

: Baik Bu Dokter.

Dr.Ricka memeriksa tubuh Pebro bagian dada dan perut dengan stetoskopnya.
Dr. Ricka

: Dik pebro cukup baik hari ini. Lebih ceria disbanding yang kemarin.
Yang terpenting rajin minum obat ya? Obat yang saya berikan kemaren
masih ada kan.

Pebro

: Iya Bu Dokter, terima kasih.

Dr. Ricka

: Kalau begitu Bu Dokter kembali dulu ya?


Bapak ibu kalau gitu saya permisi dulu ya?
Untuk dik pebro cepat sembuh dan rajin berdoa ya.

Pebro

: Iya dokter, terima kasih. ( tersenyum )

Rahmat dan resdina : Iya dokter terima kasih


5

Dr. Ricka

: Mari. . ,

Ns. Oga

: Mari dik pebro, bapak ibu. Permisi .

Rahmat dan resdina : Ya Bu dokter, Mas. Terima kasih


3. Setting 3 Ruang perawat
Perawat oga kembali ke ruang perawat dan melaporkan data hasil pemeriksaan yang
didapatnya ke Ns. Nina,
Ns. Oga : mbak, ini hasil data pasien pebro di kamar 5
Ns. Nina : oh begitu, bagaimana tekanan darahnya ?
Ns. Oga : tekanan darahnya menurun mbak dari tekanannya kemaren, tapi pasien masih
merasa pusing.
Ns. Nina : oh gitu, ya sudah kamu silahkan istirahat sekarang.
Setelah kurang lebih dua minggu pasien pebro dirawat di rumah sakit, dan telah
mendapat perawatan yang baik dari pihak tenaga kesehatan, akhirnya pasien pebro sembuh
dan di perbolehkan pulang dengan syarat mengontrol pola makannya dan melakukan diit
sesuai saran dokter.