Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Portable Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate
Device dengan Mengusung Kearifan Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta

BIDANG KEGIATAN:
PKM - KC

Disusun oleh :
Ketua

Agus Wigiardi

(10/300242/TK/36671) Angkatan 2010

Anggota

A. Doni Pradana

(11/317312/KU/14549) Angkatan 2011

Diah Budiasih

(10/296664/KU/13658) Angkatan 2010

Saprindo Harun P.

(09/289071/PA/12906) Angkatan 2009

Dwi Yuni Puspitarini

(11/311770/KU/14264) Angkatan 2011

UNIVERSITAS GADJAH MADA


YOGYAKARTA
2013

HALAMAN PENGESAHAN
1. Judul Kegiatan:
ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos
Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Portable Berbasis Ultrasonic Wave dan
Auto-Rotate Device dengan Mengusung Kearifan Lokal Daerah Istimewa
Yogyakarta
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P
( ) PKM-K
( ) PKM-KC
( ) PKM-T
( ) PKM-M
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas
e. Alamat Rumah/Telp.
f. Alamat email
4. Anggota Pelaksana

: Agus Wigiardi
: 10/300242/TK/36671
: Teknik Mesin
: Universitas Gadjah Mada
: Cokrokusuman No.713, Jetis, Yogyakarta /
087898925743
: aguswigiardi@ymail.com
: 4 orang

5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Khudazi Aulawi, S.Kep., M.Kes.
b. NIDN
: 0001066906
c. Alamat Rumah/Telp
: Deresan RT 4 Ringinharjo, Bantul, D.I.
Yogyakarta / 08122728871
6. Biaya Kegiatan Total :
a. DIKTI
b. Sumber lain

: Rp 12.471.000,00
:-

7. Jangka Waktu Pelaksanaan

: 4 bulan
Yogyakarta, 1 Juli 2013

Menyetujui,
Dosen Pembimbing

Khudazi Aulawi, S.Kep., M.Kes.


NIDN. 0001066906

Ketua Pelaksana Kegiatan

Agus Wigiardi
NIM. 10/300242/TK/36671

ii

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Portable Berbasis Ultrasonic Wave dan AutoRotate Device dengan Mengusung Kearifan Lokal Daerah Istimewa
Yogyakarta
Agus Wigiardi 1, Aditya Doni P 2, Diah Budiasih 2, Dwi Yuni Puspitarini 2,
Saprindo Harun P 3.
1
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada
2
Fakultas Kedokteran, Jurusan Pendidikan Dokter Universitas Gadjah Mada
3 Fakultas MIPA, Jurusan Elektronika dan Instrumentasi Universitas Gadjah
Mada
ABSTRAK
Latar Belakang. Insidensi penyakit yang diperantarai oleh nyamuk di dunia
masih relatif tinggi. Mulai dari malaria, DBD, chikungunya hingga filariasis
masih menjadi momok menakutkan di negara-negara tropis di dunia khususnya
Indonesia. Berbagai tindakan prevensi telah dilakukan untuk mengurangi
insidensi penyakit tersebut, mulai dari memasang kelambu hingga pengembangan
rekayasa teknologi untuk membunuh atau mencegah gigitan nyamuk (repellent).
Salah satu teknologi yang digunakan yakni pemanfaatan gelombang ultrasonik
untuk mengusir nyamuk, namun penggunaannya yang dianggap kurang efektif
serta kurang popularnya penggunaan alat jenis ini di Indonesia, mendorong
kami untuk melakukan inovasi terhadap repellent jenis ini.
Tujuan. Membuat prototipe repellent atau alat pengusir nyamuk berbasis
ultrasonic wave dengan menambahkan fitur auto-rotate dan fully portable
technology yang dipadu dengan kearifan lokal seni ukir aluminium Daerah
Istimewa Yogyakarta.
Sasaran. Seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di daerah
endemis malaria, DBD, chikungunya, dan filariasis.
Metode. Tahapan dalam produksi produk ini adalah studi literatur, pembuatan
desain alat, pembuatan piranti keras dan lunak, revisi sistem, dan evaluasi akhir
serta finishing produk.
Hasil. Hasil yang kami targetkan adalah terciptanya repellent biomekanis berbasis
gelombang ultrasonik yang efektif dan mampu memadukan kearifan lokal
setempat sebagai nilai plus dari alat ini.
Kata Kunci : Nyamuk, Gelombang Ultrasonik, Repellent Biomekanis

iii

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos


Inovation of Portable Mosquito Repellent Based on Ultrasonic Wave and
Auto-Rotate Device with Locally Yogyakartas Culture
Agus Wigiardi 1, Aditya Doni P 2, Diah Budiasih 2, Dwi Yuni Puspitarini 2,
Saprindo Harun P 3.
1
Mechanical engineering student, Gadjah Mada University
2
Medical Faculty student, Gadjah Mada University
3 Electronic and Instrumentation student, Gadjah Mada University

ABSTRACT
Background: Incidence of diseases caused by mosquitos are highly reported.
Malaria, dengue, chikungunya, and others still being scourges to people in
ropical countries, especially Indonesia. Many prevention have done to push down
the number of those incidences, such as the use of mosquito nets and a high
technology use in repellent. Ultrasonic wave used as a newest technology to
attach mosquitos but that method unknowns in Indonesia. So we made an
improvement and innovation to this kind of technology in order to make this is
well known.
Purpose: Make a repellent based on ultrasonic wave and auto rotate device with
fully portable technology and combined with ethnical culture of Yogyakarta.
Objectives: All people in Indonesia especially in endemic places of malaria,
dengue filariasis, and also chikungunya.
Method : The process of making thos repellent is literature review, made a
design, followed by processing the hardware and software, finishing, and
evaluation.
Result: Target of this project is a repellent with high technology and high
artistical design of Yogyakartas culture.

Keywords: Mosquitos. Ultrasonic wave, biomechanical repellent

iii

KATA PENGANTAR
Alhamdulilah, segala puji syukur hanya milik Allah subhanahu wa taala.
Hanya karena kehendak-Nya lah Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta
(KC) ini dapat kami selesaikan. Semoga tiap detik yang terlewati mampu menjadi
sarana meraih ridho-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi
Muhammad SAW, Rasul mulia yang membimbing manusia menuju jalan Allah.
Saat ini kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk masih cukup tinggi
insidensinya. Seperti misalnya DBD, Chikungunya, Malaria masih menjadi
momok bagi dunia kesehatan di Indonesia. Oleh sebab itu diperlukan suatu
inovasi yang dapat mencegah terjadinya insidensi penyakit yang disebabkan oleh
nyamuk tersebut. Penggunaan pengusir atau repellent nyamuk dapat menjadi
usaha prevensi mencegah terjadinya hal tersebut. Repellent yang dapat digunakan
salah satunya berbasis gelombang ultrasonik yang relatif aman terhadap manusia.
Semoga Allah senantiasa membalas kebaikan semua pihak yang telah
membantu dan mempermudah jalannya PKM-KC ini. Terima kasih kami ucapkan
kepada:
1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) yang memberikan kesempatan
untuk terlaksana dan terealisasikannya PKM-KC kami,
2. Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. sebagai sebagai Dekan FT UGM,
3. Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang
Akademik dan Kemahasiswaan FT UGM,
4. Bapak Khudazi Aulawi S.Kep., M.Kes. selaku dosen pembimbing,
5. Pihak lain yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu per satu.
Tentu PKM-KC ini tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena
itu, tim PKM-KC sangat mengharapkan saran dan kritik untuk perbaikan di
kemudian hari. Akhir kata, semoga PKM-KC ini bisa memberi manfaat bagi
setiap orang yang kelak menggunakannya dan bagi bangsa Indonesia secara
umum.

Yogyakarta, 16 Agustus 2013

Penulis

iii

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 1


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device
ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos
Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Portable Berbasis Ultrasonic Wave
dan Auto-Rotate Device dengan Mengusung Kearifan Lokal Daerah
Istimewa Yogyakarta
I.

PENDAHULUAN
a.
Latar Belakang Masalah
Malaria merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti di
dunia, terlebih lagi di Indonesia. WHO (2005) menyebutkan malaria
menyerang lebih dari 250 juta jiwa dan menyebabkan lebih dari satu juta
jiwa meninggal dunia tiap tahunnya. Di Indonesia, berdasarkan Survei
Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 memperkirakan angka
kematian spesifik akibat malaria adalah 11 per 100.000 untuk laki-laki
dan 8 per 100.00 untuk perempuan.
Adapula Demam Berdarah Dengue (DBD) yang hingga saat ini
masih menjadi ancaman serius di wilayah tropis khususnya di Indonesia.
Insidensi DBD menunjukkan peningkatan yang sangat pesat di seluruh
penjuru dunia. sebanyak dua setengah milyar atau dua perlima penduduk
dunia berisiko terserang DBD. Sebanyak 1,6 milyar (52%) dari penduduk
yang berisiko tersebut hidup di wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia
selama tahun 2003-2007 angka insidensi kasus DBD yang dilaporkan
menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Pada tahun 2003 tercatat
51.516 kasus, 2004 tercatat 79.462 kasus, 2005 tercatat 95.279 kasus,
2006 tercatat 114.656 kasus, dan tahun 2007 tercatat 158.115 kasus
(Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2007).
Selain kedua penyakit yang telah disebutkan sebelumnya adapula
dua penyakit lain yang juga diperantarai oleh nyamuk yang masih
memiliki potensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia yakni
chikungunya dan filariasis (kaki gajah).
Demam chikungunya dan filariasis merupakan masalah yang masih
menjadi perhatian serius di Indonesia. Dalam kurun waktu 2001-2006
sebanyak 13 provinsi di Indonesia telah terjangkit demam chikungunya.
Pada tahun 2005 hingga 2007 saja dilaporkan 4.262 kasus (tanpa
kematian) demam chikungunya di seluruh Indonesia. Sedangkan kasus
filariasis hingga tahun 2007 dilaporkan 11.473 kasus kronis filariasis
yang tersebar di 33 provinsi dan 304 kabupaten/kota.
Berbagai tindakan prevensi telah dilakukan untuk mengurangi
insidensi penyakit yang diperantarai nyamuk tersebut mulai dari
pemberantasan larva nyamuk, pengasapan (fogging), hingga menghindari
gigitan nyamuk seperti memakai obat nyamuk bakar/elektrik (57,6%),
penggunaan kelambu saat tidur (31,9%), menggunakan repellent/ bahan
pencegah gigitan nyamuk (24,7%), menyemprot obat nyamuk
berinsektisida (20%), memasang kasa nyamuk di jendela/ventilasi
(13,6%), dan minum obat pencegahan bila bepergian ke daerah endemis
(khusus malaria) (4,7%), dan lainnya (13,2%) (Riskesdas 2010).
Banyak inovasi di bidang teknologi juga diluncurkan untuk ikut
mengendalikan populasi nyamuk guna menekan insidensi penyakit yang
diperantarai nyamuk tersebut. Salah satunya memanfaatkan penggunaan
UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 2


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device
gelombang Ultrasonic sebagai repellent elektrobiomekanis. Namun,
penggunaannya yang dianggap kurang efektif (Enayati et al., 2012) serta
kurang popularnya penggunaan alat jenis ini di Indonesia, mendorong
kami untuk melakukan inovasi terhadap repellent jenis ini agar memiliki
tingkat efektivitas yang tinggi serta dapat memadukannya dengan unsur
kearifan lokal Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta
sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk menggunakannya.
b.

Perumusan Masalah
Nyamuk merupakan vektor utama dalam penyebaran malaria,
DBD, chikungunya, dan filariasis. Upaya prevensi untuk mengurangi
insidensi keempat penyakit tersebut memerlukan perhatian serius dari
semua kalangan tidak hanya dari kalangan yang berkecimpung di dunia
kesehatan saja, namun perlu melibatkan pula kalangan ahli khususnya di
bidang rekayasa teknologi.
Salah satu rekayasa teknologi yang cukup menyita perhatian yakni
alat repellent atau pengusir nyamuk yang bekerja secara
elektrobiomekanis berbasis Ultrasonic wave. Namun, alat yang sudah
ada tersebut masih dianggap kurang efektif dan kurang praktis sebagai
prevensi dalam mengatasi gigitan nyamuk.
c.

Tujuan Program
Membuat prototipe repellent atau alat pengusir nyamuk berbasis
ultrasonic wave dengan menambahkan fitur auto-rotate dan fully
portable technology.
Meminimalisasi landing rates nyamuk yang secara tidak langsung
akan mengurangi insidensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk
tersebut.
d.

Luaran yang Diharapkan


Luaran yang diharapkan adalah rancangan dan prototipe repellent
atau alat pengusir nyamuk yang berbasis ultrasonic wave dengan
menambahkan fitur auto-rotate dan fully portable technology yang
diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dari prototipe dalam
meminimalisasi gigitan nyamuk.
e.

Kegunaan Program
Kegunaan dari program ini ialah turut serta mengembangkan
teknologi alat pengusir nyamuk berbasis ultrasonic wave, membantu
kerja departemen/badan terkait hubungannya dalam pengendalian
insidensi penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk di seluruh wilayah
Indonesia, dan sebagai media alih pengetahuan dan keterampilan bagi
mahasiswa Indonesia dalam bidang rekayasa teknologi kesehatan.
II.

TINJAUAN PUSTAKA
a.
Entomologi Sensor Auditori Nyamuk
Sama seperti vertebrata, nyamuk memiliki organ auditori untuk
mendeteksi suara pada frekuensi tertentu dan pada intensitas tertentu
(Gpfert dan Robert, 2001). Nyamuk mengenali suara dengan antena
UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 3


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device
yang mereka miliki. Berfungsi sebagai penerima suara yaitu flagella
yang ada di antena, kemudian diteruskan hingga menuju ke bagian
distal dari antena. Di bagian distal itulah terdapat organ pendengaran
nyamuk yang sebenarnya yang disebut organ Johnston.
Organ Johnston merupakan kompleks organ chordotonal yang
tersusun dari ribuan unit mekanoreseptor multiselular yang tersusun
secara radial, dan tiap unitnya tersusun atas dua atau tiga neuron
sensoris dan dua sel auksilar. Totalnya pada nyamuk betina memiliki
7.500 neuron sensoris pada organ Johnston-nya, sedangkan pada
nyamuk jantan total memiliki sekitar 15.000 neuron sensoris pada
organ Johnston yang dimilikinya. Oleh sebab itu, banyak para ahli
berpendapat bahwa nyamuk jantan lebih sensitif terhadap stimulus
suara yang diberikan daripada nyamuk betina (Gpfert dan Robert,
2000).
b.

Gelombang Ultrasonik
Gelombang ultrasonik merupakan gelombang suara dengan
frekuensi mencapai lebih dari 20 kilohertz (KHz). Pada kenyataannya,
gelombang dengan frekuensi sebesar itu tidak dapat didengar oleh
manusia (Cutnel dan Kenneth, 1998).
Dewasa ini gelombang ultrasonik banyak digunakan pada
beberapa bidang, antara lain pada pengukuran jarak dan pendeteksian
objek. Dalam bidang penginderaan, ultrasonik digunakan untuk
mengambil gambar manusia ataupun hewan lewat alat
ultrasonography (USG). Dalam bidang industri, gelombang ultrasonik
lazim digunakan untuk keperluan tes dan uji struktur dari suatu produk
dalam mendeteksi cacat yang tidak terlihat. Bahkan dalam industri
kimia, gelombang ini dapat pula digunakan untuk mempercepat proses
reaksi kimia (Pollet, 2012).
Persepsi antara manusia dan hewan terhadap gelombang
ultrasonik cukup berbeda. Seperti kita ketahui bahwa kemampuan
pendengaran manusia berada pada tingkatan akustik, yaitu sekitar 20
Hz sampai 20kHz. Oleh karena itu, rentang di bawah tingkatan
tersebut yaitu infrasound dan di atasnya yaitu ultrasound menjadi
tidak terjangkau bagi manusia. Hal itu dikarenakan telinga manusia
memiliki keterbatasan pada bagian middle ear, yang berperilaku
seperti low-pass filter. Sehingga hanya kebanyakan gelombang
dengan frekuensi rendah yang dilewatkan oleh middle ear. Sedang
banyak hewan seperti anjing, kucing, lumba-lumba, dan hewan
pengerat memiliki limit frekuensi yang lebih tinggi dibanding
manusia. (Elert dan Condon, 2003; Ketten, 2000) Sehingga umum
bagi hewan-hewan tersebut dapat mendengar gelombang suara hingga
mencapai 160kHz (Kastelein et al., 2002).
Untuk dapat mengeluarkan gelombang suara dengan frekuensi
mencapai tingkatan ultrasonik, diperlukan aktuator yang handal. Salah
satunya dengan menggunakan piezo buzzer. Piezo buzzer dibuat dari
dua konduktor yang di bagian tengahnya dipisahkan oleh kristal piezo.
Prinsip kerjanya, ketika suatu tegangan diaplikasikan pada kristal ini,
maka kristal akan menekan satu konduktor dan menarik konduktor
UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 4


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device
yang lain. Hasil dari aktivitas menekan dan menarik ini adalah
gelombang suara. Piezo buzzer dapat digunakan untuk banyak
keperluan seperti memberi sinyal peringatan ketika waktu habis
maupun menghasilkan suara ketika sebuah tombol ditekan. Pada
tingkatan yang lebih tinggi piezo buzzer dapat digunakan sebagai alat
penghasil suara pada alat pengukur jarak dan pendeteksi objek.
c.
Pengaruh Gelombang Ultrasonik pada Nyamuk
Banyak penelitian sudah dilakukan untuk mengetahui pengaruh
gelombang ultrasonik pada nyamuk. Salah satunya penelitian yang
telah dilakukan (Mangare et al., 2012) menunjukkan bahwa
gelombang ultrasonik dengan frekuensi 35-60 kHz memiliki efek
terhadap nyamuk Anopheles tormotus betina yang merupakan salah
satu spesies nyamuk vektor malaria. Efek tersebut berupa ereksi pada
antena sebesar 58,5o, pergerakan yang tidak biasa, adanya stress pada
sistem saraf hingga terjadi cedera fisik (physical injury), kelelahan
(fatigue) dan jumlah jatuhnya nyamuk.
Kemampuan inilah yang dapat dijadikan dasar penggunaan
gelombang ultrasonik sebagai repellent elektrobiomekanis yang cukup
efektif.
III.

METODE PENDEKATAN
1) Persiapan
Kegiatan ini terdiri dari :
a. Mengumpulkan informasi mengenai sifat dan karakteristik nyamuk
khususnya Anopheles dan Aedes aegypti serta pengaruh paparan
gelombang ultrasonik terhadap nyamuk.
b. Studi literatur pada beberapa artikel dan jurnal terkait alat yang
akan dibuat.
c. Diskusi dengan beberapa dosen yang memiliki keahlian di bidang
power dan sistem analog.
2) Pembuatan Desain Alat
Pada kegiatan ini dilakukan pembuatan rancangan sistem alat yang
terdiri dari 3 subsistem utama, yaitu :
a. Subsistem pemancar gelombang ultrasonik
Sistem pemancar gelombang diproduksi dari suatu oscilator
tipe astable multivibrator. Oscilator yang dipakai dapat
menggunakan IC Timer seperti IC 555 maupun IC CD4017.
b. Subsistem Auto-Rotate Technology
Subsistem ini merupakan perpaduan dari desain mekanik
dan elektronis yang diwujudkan menggunakan motor elektrik dan
motor servo dilengkapi dengan kotak gearbox. Untuk dapat
dikendalikan maka diperlukan kontroller berupa mikrokontroller.
Di dalam rancangan digunakan mikrokontroller jenis ATMega 8
dan mBed Rapid Prototyping dipadu dengan rangkaian driver
motor. Driver motor yang digunakan dua jenis, satu yang dapat
mengontrol motor DC dan yang lainnya digunakan untuk
mengontrol motor servo. Khusus untuk kontroller servo
ditambahkan komponen penguat arus UBEC agar torsi dari motor
UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 5


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device
servo pada beban puncak dapat dijaga. Kecepatan putaran dari
motor dapat dipilih sesuai keinginan tergantung mode yang dipilih.
Pemilihan mode melalui tombol switch nantinya akan
mempengaruhi seberapa lama alat dapat menyala apabila dalam
keadaan tidak terpasang listrik AC/PLN atau portable. Mode yang
dipilih nantinya akan ditampilkan pada LCD berukuran 8x2.
Dengan sistem ini maka area tembakan gelombang dapat
diperluas dan menjadi lebih efektif dalam mengusir nyamuk.
c. Subsistem Fully Portable Technology
Rangkaian subsistem ini memanfaatkan rangkaian pengisi
baterai. Dengan teknologi ini alat dapat digunakan secara portable.
Artinya, ketika tidak ada listrik AC/PLN maka alat tetap dapat
digunakan menggunakan catu daya dari baterai yang sudah
termasuk di dalam alat. ini. memanfaatkan masukan dari adaptor
yang umum dipakai dengan keluaran sebesar 19V dengan
maksimal arus sebesar 3 sampai 4 A pada puncak beban. Masukan
19V kemudian diturunkan menjadi kisaran 6-5V dikarenakan
rangkaian bekerja pada level tegangan tersebut. Sebagai regulator
tegangan digunakan IC regulator LM317. Agar rangkaian berhenti
mengisi ketika baterai sudah penuh digunakan rangkaian shutdown
memanfaatkan komponen dioda zener. Dengan sistem ini alat pun
menjadi lebih mudah dan nyaman untuk digunakan, baik ketika
tidak ada listik AC/PLN.
Selain itu juga dilakukan penambahan berupa :
a. Rangkaian tuning untuk mengatur besar kecilnya frekuensi
kerja yang dihasilkan.
b. Rangkaian amplifier sebagai penguat frekuensi kerja yang
dihasilkan
3) Simulasi Rangkaian
Simulasi rangkaian perlu dilakukan sebelum melakukan
pembelian bahan-bahan yang akan dilakukan. Simulasi ini dapat
meminimalkan kesalahan peletakkan atau penggunaan komponen.
Simulasi rangkaian ini dilakukan dengan menggunakan software
Proteus.
4) Pembelian Bahan dan Alat
Setelah melakukan simulasi rangkaian akan didapatkan bahan
dan alat yang diperlukan. Kemudian pada kegiatan kali ini kami akan
melakukan survei harga bahan dan membeli bahan dan alat yang
dibutuhkan tersebut.
5) Pembuatan Piranti Keras (Hardware)
Pembuatan alat ini dilakukan dengan cara merancang skema
PCB pada software Eagle. Kemudian skema tersebut dicetak pada PCB
(Printed Circuit Board) dengan metode menyetrika. Setelah cetakan
jadi maka PCB dilarutkan ke dalam pelarut lalu dibor pada kaki-kaki
komponen. Selanjutnya dilakukan pemasangan komponen pada PCB
dengan solder dan blower. Setelah semua rangkaian terpasang,
dilakukan trouble-shooting dengan menggunakan multimeter.
6) Instalasi dan Pembuatan Piranti Lunak (Software)
UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 6


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device
Pada bagian ini dilakukan instalasi program pengendali gerakan
motor pada mikrokontroller ATMega 8. Ditanam pula program untuk
memonitor frekuensi keluaran dari sistem pemancar gelombang
ultrasonik serta memonitor baterai.
7) Evaluasi Produk
Setelah semua rangkaian tebentuk dan disusun kedalam satu
rangkaian untuk, langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi
produk. Evaluasi produk dilakukan dengan melakukan trouble-shooting
seluruh rangkaian kemudian dilanjutkan dengan uji efektivitas produk
terhadap nyamuk dengan mengevaluasi landing rates dari nyamuk
tersebut.
8) Finishing Produk
Finishing produk dilakukan setelah produk mengalami proses
eveluasi produk. Finishing ini dapat berupa memperbaiki semua
rangkaian serta melakukan packaging produk yang mengadopsi
kearifan lokal daerah setempat.
IV.

PELAKSANAAN PROGRAM
a. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu
: Februari 31 Juli 2013
Tempat
: Kos anggota PKM, FK UGM, FT UGM, Pengrajin
Logam di Kotagede D.I. Yogyakarta.
b. Jadwal Faktual Pelaksanaan

Tanggal

Deskripsi kegiatan

Persentase capaian

2013-03-16

Rapat anggota guna menentukan struktur


kepengurusan, membagi tugas untuk masing-masing
anggota,, menarik iuran dan merencanakan
pertemuan selanjutnya

1%

2013-03-18

Masing-masing anggota mencari desain vas lampu


kemudian dipilih desain yang dirasa cocok untuk
Rootack-O-mos

5%

2013-03-20

Menyusun timeline bulanan sehingga didapat target


mingguan

6%

2013-03-23

Masing-masing anggota mencari desain tudung lampu


Rootack-O-mos kemudian dipilih yang dirasa paling
sesuai

10%

2013-03-24

Pembuatan sketsa Rootack-O-mos, masing-masing


angggota menyumbangkan ide dan saran tambahan
untuk memeperkaya ide awal

15%

2013-03-25

Pembuatan desain 3 dimensi. Deasin yang dibuat


berupa desain dudukan, dudukan engsel kanan dan
kiri, dudukan vas, gear sero, kaki, kotak elektronis,
lampu, tudung, pembatas, dan vas menggunakan
program Autodesk Inventor 2012

20%

2013-03-27

Menentukan desain fix Rootack-O-mos, desain fix


dibuat dalam bentuk desain 3 dimensi menggunakan
program Autodesk Inventor 2012

25%

UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 7


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device
2013-03-30

Membuat miniature 3 dimensi tudung Rootack-O-mos


menggunakan karton dan menentukan motif apa saja
yang akan diukir di tudung

30%

2013-03-31

Mendiskusikan teknologi yang cocok untuk


menghasilkan gelombang ultrasonic

31%

2013-04-01

Menentukan motif gambar tudung. Diperoleh motif


gedung pusat UGM, logo Tut Wuri Handayani, Logo
Kraton Yogya, Tugu Jogja,, dan Candi Prambanan.

35%

2013-04-02

Menentukan motif gambar untuk body Rootack-Omos. Diperoleh 6 motif gambar yaitu motif gambar
becak, keratin, Monument Serangan Umum 1 Maret,
Monumen Jogja Kembali, Merapi, Taman Sari,
Wayang, Masjid Gedhe, dan Gedhung Agung

40%

2013-04-04

Konsultasi dengan dengan dosen pembimbing guna


mendapat saran. Ditentukan pula tugas untuk
menghadapi monev interna-1 UGM

41%

2013-04-05

Mecari dan membeli vas lampu yang sesuai desain


Rootack-O-mos

45%

2013-04-06

Monev internal 1 UGM. Setelah mempresentasikan


slide yang dibuat sebelumnya, reviewer dan anggota
melakukan diskusi sehingga didapatkan saran-saran
yang membangun

46%

2013-04-08

Membeli bahan-bahan Rootack-O-mos seperti plat


kuningan, alumunium dan besi

55%

2013-04-23

Membuat tudung Rootack-O-mos. Tudung dibuat


menjadi 6 sisi.

60%

2013-04-25

Mengukir tudung sesuai dengan motif gambar yang


telah ditentukan sebelumnya, yaitu gedung pusat
UGM, logo Tut Wuri Handayani, Logo Kraton Yogya,
Tugu Jogja,, dan Candi Prambanan. Satu sisi
memperoleh satu motif yang berbeda

70%

2013-04-29

Membuat dan mengukir body Rootack-O-mos, setelah


jadi ke-9 sisi diukir sesuai motif gambar yang telah
ditentukan sebelumnya.

85%

2013-05-13
sampai
2013-05-20

Memasang komponen elektronik

90%

2013-05-24

Integrasi alat

92%

2013-06-03

Uji coba fungsi alat

95%

2013-06-11

Evaluasi alat

97%

2013-06-23
sampai
2013-07-07

Pembuatan laporan akhir

100%

c. Instrumen Pelaksanaan
Instrumen pelaksanaan kegiatan secara rinci dapat dilihat dalam
uraian yang telah dijelasakan dalam Metode Pendekatan.
UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 8


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device

d. Rekapitulasi Rancangan dan Realisasi Biaya


No Kebutuan
Anggaran awal
1
Bahan habis pakai
Rp 11.938.000,00
2
Peralatan/komponen
Rp.
533.000,00
3
Perjalanan
Rp.
0,00
4
Lain lain
Rp.
0,00
Rp. 12.471.000,00
TOTAL

V.

Realisasi biaya
Rp. 6.783.000,00
Rp. 346.000,00
Rp. 120.000,00
Rp. 3.251.000,00
Rp10.500.000,00

HASIL DAN PEMBAHASAN


a. Hasil
- ROBOTACK-O-MOS (Besar)
Telah tercipta prototipe Robotack-OMos dengan versi besar dimensi 30 cm x 30
cm x 110 cm. Dengan berat sebesar 4-5
kilogram. Alat sudah bekerja secara
fungsional. Dari segi komponen AutoRotate Device sudah bekerja baik. Sistem
Power Backup juga sudah fungsional
apabila terjadi pemamdaman listrik alat
sudah dapat bekerja. Kemudian untuk
sistem Elektromekanis Ultrasonik juga
sudah berfungsi optimal.
-

ROBOTACK-O-MOS (Kecil)
Selain tercipta prototipe besar, kami
juga menciptakan prototipe dengan versi
kecil. Dengan dimensi hanya 30 cm x 30 cm x
50 cm dengan berat hanya maksimal 3
kilogram. Secara fungsi sudah optimal
ditinjau dari beberapa aspek baik mekanik
maupun elektronik.

b.

Pembahasan
Kedua prototipe yang telah kami ciptakan telah bekerja
secara fungsional seperti yang diharapkan. Yakni mampu untuk
mengusir nyamuk dengan baik.
Pembuatan prototipe alat diatas mengangkat kearifan lokal
(local wisdom) berupa kerajinan logam yang ada di sekeliling
tubuh (body) dari prototipe tersebut. Kerajinan tersebut berupa
UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 9


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device
ukiran pada logam baik aluminium, kuningan, yang disepuh
dengan emas. Ukiran-ukiran tersebut menggambarkan beberapa
simbol kebudayaan yang ada di Kota Yogyakarta seperti Masjid
Gedhe,Tugu Yogyakarta, Tamansari dan sebagainya.
Dari segi perbedaan dengan prototipe alat yang versi kecil,
ada beberapa fitur yang memang sengaja tidak diberikan pada
prototipe ukuran kecil, yakni fitur Power Backup System. Namun,
fitur lain masih tetap ada dan bekerja secara fungsional pada
prototipe versi kecil.
VI.

KESIMPULAN DAN SARAN


Robotack-o-mos mampu bekerja dengan baik secara keseluruhan. Desain
ukiran yang cantik menambah daya tarik alat ini.
Perlu dilakukan pengembangan teknologi untuk hasil yang lebih baik.
Selain itu, diperlukan desain yang lebih menarik dan lebih atraktif agar alat ini
bisa dijadikan produk komersial dan mampu memberikan keuntungan secara
finansial bagi produsen.
VII. DAFTAR PUSTAKA
Cutnell JD, Johnson KW. 1998. Physics, 4edn, New York: Wiley.
Elert G, Condon T. 2003. The Physics Factbook, Brooklyn:
Hypertextbook.
Enayati A, Hemingway J, Garner P. 2012. Electronic mosquito repellents
for preventing mosquito bites and malaria infection (Review). The
Cochrane Collaboration pp.1-5.
Gopfert MC, Robert D. 2001. Active auditory mechanics in mosquitoes.
Proc R Soc Lond B 268, 333-339.
Gopfert MC, Robert D. 2000. Nanometre-range acoustic sensitivity in
male and female mosquitoes. Proc R Soc Lond B 267, 453-457.
Kastelein RA, Bunskoek P, Hagedoorn M, Au WWL, Haan DD. 2002.
Audiogram of harbor porpoise (Phocoena phocoena) measured
with narrow-band frequency modulated signals. The Journal of
Acoustical Society of America 112 (1): 334-344.
Ketten D, Wartzok D, Thomas J, Kastelein R.2000. Three-dimensional
reconstructions of the dolphin ear, Sensory Abilities of Cetaceans:
Field and Laboratory Evidence, New York: Springer.
Mang'are PA, Maweu OM, Ndiritu FG, Vulule JM. 2012. The startling
effect of the sound of C.Afra and A.Tormotus on the Female
A.Gambiae. International Journal of Biophysics 2(3): 40-52.
Pollet B. 2012. Power Ultrasound in Electrochemistry: From Versatile
Laboratory Tool to Engineering Solution, New York: Wiley.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Survei Kesehatan Rumah
Tangga (SKRT) 2001.
UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012

ROBOTACK-O-MOS : Robot Attack Mosquitos 10


Inovasi Alat Pengusir Nyamuk Berbasis Ultrasonic Wave dan Auto-Rotate Device
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia
2007.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) 2010.
World Health Organization (WHO) 2005.

VIII. LAMPIRAN
A. Foto Dokumentasi Kegiatan

Gambar 2. Rapat
angggota

Gambar 1.Mencari Vas

Gambar 3. Pembuatan tudung

Gambar 5. Tudung diukir

Gambar 16. Sisi tudung

B. NOTA PEMBELIAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA | Laporan Akhir PKM-KC 2012