Anda di halaman 1dari 18

BIOLOGI

BAB 1
RUANG LINGKUP BIOLOGI

PRISKA SARI DEWI


X-MSc 1
30

BIOLOGI

I. Biologi sebagai Sains


Sains (science) berasal dari kata Latin scientia yang artinya
pengetahuan. Sains memiliki beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut.
1.

Rasional

Hasil kegiatan dengan menggunakan

nalar

yang hasilnya dapat diterima nalar manusia.


2.

Objektif

Sains merupakan kebenaran apa

adanya tanpa

pengaru pendapat atau pandangan pribadi


3.

Empiris

Sains dapat dibuktikan dengan

pengamatan,

penelitian atau eksperimen


4.

Akumulatif

Sains dapat dibentuk berdasarkan teori

lama yang disempurnakan, ditambah,atau di perbaiki


makin sempurna

sehingga

A. Pengertian dan Cabang Biologi


Biologi berasal dari kata bios yang artinya hidup, dan logos yang berarti ilmu. Jadi,
biologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup (organisme) baik yang bersifat
makroskopis dan mikroskopis.

Organisme makroskopis adalah organisme yang dapat dilihat oleh mata secara
langsung tanpa alat bantu, misalnya tumbuhan tingkat tinggi, hewan, dan manusia.

Organisme Mikroskopis adalah organisme yang tidak dapat dilihat oleh mata secara
langsung karena membutuhkan alat bantu untuk melihatnya, mslanya bakteri,
protista, serta beberapa jenis jamur dan ganggang.

Objek biologi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:


1. Objek Material
2. Objek Formal

Cabang Biologi

Anatomi : Struktur bagian


Stubuh makhluk
hidup
Anestesi : Pembiusan
Bakteriologi
: Bakteri
Bioteknologi
: Pemanfaatan
organisme untuk
menghasilkan
produk yang
bermanfaat
Botani
: Beraneka ragam
tumbuhan
Ekologi
: Hubungan
makhluk hidup
dengan
lingkungannya
Embriologi : Pertumbuhan dan
perkembangan
embrio
Etologi
: Tingkah laku makhluk
hidup
Evolusi
: Asal-usul makhluk
hidup dan berbagai
perubahan
yang
terjadi

Fisiologi : Fungsi alat-alat tubuh


makhluk hidup
Genetika : Penurunan sifat (gen)
Higiene
: Usaha manusia hidup
sehat
Histologi : Jaringan tubuh
Imunologi : Sistem kekebalan
tubuh (imun)
Mikologi : Jamur (fungi)
Mikrobiologi
: Organisme kecil yang
tidak dapa dilihat
secara langsung oleh
mata
Morfologi : Bentuk dan struktur
makhluk hidup
Ornitologi : Hewan golongan aves
(burung)
Patologi : Organisme parasit
penyebab penyakit
(patogen)
Filogeni : Hubuangan antara
kelompok organisme
berdasarkan proses
evolusinya

Cabang Biologi

Taksonomi : Penamaan dan


pengelompokkan
makhluk hidup
berdasarkan persamaan
dan perbedaan
ciri-cirinya
Teratologi : Kelainan atau cacat embrio
dalam kandungan
Virologi : Virus
Zoologi
: Beraneka ragam hewan
Bryologi : Lumut
Iktiologi : Ikan
Mamologi : Mamalia
Sanitasi
: Kesehatan lingkungan
Sitologi
: Sel
Primatologi: Primata
Kardiologi : Jantung
Endokrinologi : Hormon
Neurologi : Saraf

B. Peranan Biologi

Bidang Kedokteran, misanya tekik pembuatan bayi tabung, keluarga berencana


(KB), cangkok organ tubuh, bedah plastik, dan terapi gen
Bidang Farmasi, misalnya pembuatan vitamin sintetik, vaksin, antibiotik untuk
bakri dan jamur, antibodi monoklonal, hormon insulin buatan, enzim-enzim
buatan, serta obat-obatan tradisional (jamu) dan modern.
Bidang Teknologi pangan, mislanya pembuatan keju, sosis, sarden, nata de
coco, yoghurt, makanan suplemen, PST (protein sel tunggal), kecap, tapai
tempe, oncom, tauco, dan teknologi pengawetan makanan.
Bidang Pertanian, misalnya penemuan bibit unggul, tanaman transgenik, kultur
jaringan, teknologi hidroponik, dan pemandulan hama.
Bidang Peternakan, misalnya kloning untuk hewan, inseminasi buatan (kawin
suntik), ayam petelur tanpa dibuahi pejantan, dan ewan ternakang bermutu
unggulan lainnya.
Bidang Perikanan, mislanya budibaya udang windu, budidaya kerang penghasil
mutiara, dan budidaya ikan hias.
Bidang Industri, mislanya teknik pemisahan logam dan bijihnya dengan
mengunakan bakteri.
Bidang Pengolahan lingkungan hidup, misalnya pengolahan limbah dengan
menggunakan mikroorganisme, menguraikan tumpukan minyak di laut dan
plastik dengan bakteri.

II. Kerja Ilmiah


Kerja imiah merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh dua
orang yang memiliki sikap ilmiah, dengan menggunakan pendekatan
ketrampilan proses dan melalui langkah-langkah metode ilmiah. Ilmuwan
biologi yang telah menghasilkan produk sains antara lain, sebagai berikut.
1.

Gregor Mendel yang telah menemukan prinsip-prinsip genetika

2.

Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang berhasil


menemukan organisme dengan menggunakan mikroskop hasil
ciptaanya

3.

Alexander Fleming yang berhasil menemukan antibiotik

4.

Ian Wilmut melalui peneliatannya berhasil melakukan kloning sehingga


mengahsilkan domba Dolly

A. Sikap Ilmiah
1.

Peka dan kritis

2.

Tidak percaya pada takhayul

3.

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

4.

Memiliki minat yang besar untuk


mendaoat suatu produk yang baru

5.

Berpikir logis

6.

Jujur dan objektif

7.

Teliti, tekun, dan tidak mudah putus


asa

8.

Optimis

9.

Bersikap hormat kepada penelitian


lain maupun orang lain

10.

Menghargai hasil penelitian dan


penemuan orang lain

B. Pendekatan
Keterampilan Proses
Pendekaan ketrampilan proses (inquiry appoarch) adalah suatu cara
yang diterapkan pada siswa agar dapat menemukan sendiri fakta dan
kosep ilmiah dengan melibatkan secara maksimal seluruh kemampuannya.
Ketrampilan proses, antara lain mencakup klasifikasi (mengelompokkan)
objek, mengajukan pertanyaan, melakukan pengamatan (observasi),
menyajikan data, menafsirkan data, memprediksi dan memprakirakan data,
serta mengidentifikasi variabel dalam percobaan.

Pendekatan Ketrampilan Proses


4.

Menyajikan data
Agar dapat mudah
dimengerti orang lain, data hasil

6.

Memprediksi dan memprakirakan


data
a.

dugaan berdasarkan logika.

pengamatan sebaiknya disajikan


secara ringkas dan sistematis.
Dapat disajikan dalam bentuk

5.

Memprediksi adalah membuat

b.

Memprakirakan adalah
membuat dugaan mengenai
suatu kejadian yang tidak

tabel, grafik, (diagram), skema,

diketahui berdasarkan data

atau gambar.

yang ada. Prakiraan intrapolasi

Menafsirkan data

adalah membuat dugaan

Menafsirkan data adalah


memberikan arti atau makna pada
data hasil pengamatan.

terhadap kejadian yang sudah


pernah terjadi, tetapi tidak
diketahui. Prakiraan
ekstrapolasi adalah membuat
dugaan terhadap kejadian yang
belum terjadi dan kemungkinan
akan terjadi

Pendekatan Ketrampilan Proses


1.

Klasifikasi Objek
Klasifikasi adalah kegiatan

3.

Melakukan pengamatan
(observasi)

mengelompokkan objek

2.

Pengamatan adalah

berdasarkan kriteria tertentu yang

kegiatan untuk memperoleh data

diterapkan. Klasifikasi bertujuan

atau informasi yang berhubugan

untuk menyerderhanakan objek

dengan objek penelitian dengan

sehingga akan memudahkan

menggunakan panca indra

dalam melakukan penelitian.

maupun dengan alat bantu.

Mengajukan Pertanyaan

a.

yang tidak dapat dinyatakan

Pertanyaan yang muncul

dengan angka

ketika Anda melihat suatu


kejadian yang aneh dapat

Data kualitatif adalah data

b.

Data kuantitatif adalah data

diangkat sebagai suatu masalah

yang dapat dinyatakan

yang diselesaikan melalui

dengan angka.

serangkaian penelitian.

Pendekatan Ketrampilan Proses


7.

Identifikasi Variabel dalam Percobaan

Variabel biologi, contohnya organisme

c.

Terdapat 2 kelompok perangkat

parasit, predator, siklus hidup dan daya

percobaan yaitu kelompok kontrol dan

tahan tubuh

kelompok eksperimen Kelompok kontrol

Variabel dalam percobaan dapat dibedakan

merupakan perangkat percobaan yang

menjadi variabel bebas, terikat,kontrol, dan

tidak diberi perlakuan. Gunanya sebagai

penganggu.

pembanding. Sedangkan, kelompok

d.

berbeda-bda dalam percobaan dan

eksperimen merupakan perangkat

sengaja dibuat untuk mengetahui

percobaan yang diberi perlakuan tertentu.

pengaruh variabel bebas terhadap

Perlakuan tersebut dapat bervariasi


sehingga disebut variabel.

variabel terikat
e.

percobaan dan merupakan akbiat dari

dibagi menjadi 3 yaitu

matahari, dan radiasi


b.

variabel bebas.

Variabel fisika, contohnya suhu,


kelembapan, tekanan udara, cahaya

Variabel terikat adalah hasil dari


perlakuan yang berbeda-beda dalam

Berdasarkan sifatnya, variabel

a.

Variabel bebas adalah perlakuan yang

f.

Variabel kontrol adalah perlakuan yang


sama pada semua percobaan dan
dalam percobaan variabel ini tidak

Variabel kimia, contohnya kadar oksigen,

diteliti pengaruhnya dan hanya

air, karbon dioksida, pH dan nutrisi

digunakan sebagai pembanding

C. Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan suatu cara yang sistematis untuk memecahkan
masalah. Langkah-langkah dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut.
a.

Menemukan dan merumuskan masalah

b.

Mengumpulkan informasi (data-data)

c.

Menyusun hipotesis atau dugaan sementara. Hipotesis merupakan jawaban


sementara terhadap suatu masalah. Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu Hipotesis
nol (H0) adalah dugaan sementara yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh
variabel bebas terhadap variabel terikat dan Hipotesis kerja (H1) adalah dugaan
sementara yang menyatakan bahwa ada pengaruh varibel bebas tehadap variabel
terikat.

d.

Melakukan percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis

e.

Mengolah hasil percobaan (analisis data)

f.

Membuat kesimpulan

g.

Mengomunikasikan hasil penelitian kepada khalayak dalam bentuk laporan


tertulis atau melalui forum diskusi dan seminar. Teknik dan prosedur penulisan
laporan penelitian dalam bentuk makalah mengandung unsur-unsur berikut ini.
1)

judul,

berupa

kalimat

yang

singkat

dan

padat,

tetapi

dapat

menggambarkan isi makalah


2)

Abstrak, berisi uraian singkat makalah mulai dari nama penulis, judul
makalah, latar belakang permasalahan, tujuan penelitian, teknik
pengambilan data dan pengolahan data, serta hasil penelitian

3)

Prakata, berisi ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maa Esa
dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu
penyelesaian penelitian.

4)

Daftar isi, memuat subdjul pada setiap bab dan subbab.

5)

Pendahuluan, berisi tentang atar belakang penulisan, identifikasi


masalah, batasan makalah, perumusan masalha, tujuan penelitian, dan
kegunaan penelitian.

6)

Kerangka teori dan pengajuan hipotesis, berisi kajian landasan teori dan
hipotesis

7)

Metodologi penelitian, menguraikan tujuan oenelitian, tempat dan waktu


penelitian, alat, bahan, sampel, dan metode penelitian

8)

Pembahasan, berisi pengolahan data-data dan hasil penelitian

9)

Kesimpulan dan saran, berisi kesimpulan dari penelitian dan saran yang
berhubungan dengan pemanfaatan hasil penelitian

10) Daftar

pustaka, memuat sumber-sumber teori yang digunakan, misalnya

buku referensi, media cetak, maupun media elektronik


11) Lampiran,

berisi tabel, foto, data, dan informasi pendukung

III. Bekerja di Laboratorium


Praktikum biologi dapat dilaksana di laboratorium
maupun di luar laboratorium. Praktikum di dalam
laboatorium berbeda dengan praktikum di luar ruang
laboratorium. Bekerja di dalam ruang laboratorium harus
memperhatikan beberapa aturan yang meliputi tata tertib
penggunaan laboratorium dan langkah-langkah keselamatan
kerja

A. Tata tertib penggunaan


Laboratorium
1.

Pakailah baju khusus praktikum

6.

untuk perlindungan tubuh dan baju


seragam sekolah dari kontaminasi

alat-alat, meja dan ruangan.


7.

zat-zat kimia.
2.

sauran pembuangan air, dan sampah

diperbolehkan meletakkan buku, alat

3.

padat dibuang di tempat sampah


8.

Jangan mencoba memegang alat

ke botol asal

yang ada di laboratorium.


9.

Tidak diperkenankan malam dan


minum di dalam laboratorium.

5.

Pengambilan zat sejumlah yang


diperlukan, jangan berlebihan.

Sisa pengambilan zat sebaiknya


dibuang, jangan dimasukkan kembali

dan bahan yang tidak diperlukan

4.

Pisahkan sampah padat dan sampah


cair. Sampah cair dapat dibuang di bak

Di atas meja kerja hanya

tulis, bahan dan alat praktikum.

Setelah selesai bekerja, bersihkan

Sebelum meninggalkan ruangan, teliti


kembali keadaan di dalam
laboratorium

B. Keselamatan kerja
a.

Sebelum praktikum sebaiknya minum segelas susu, untuk menetralkan tubuh dari pengaruh
kontaminasi zat-zat kimia

b.

Kenakan penutup hidung dan mulut, kaca mata, dan sarung tangan saat mengambil zat-zat
kimia yang mudah menguap dan berbahaya

c.

Gunakan alat bantu seperti pipa kaca, pipet tetes, sendok plastik, atau pinset untuk mengambil
zat atau bahan

d.

Hati-hati saat membawa dan menggunakan alat-alat praktikum yang terbuat dari kaca

e.

Bila ada bagian tubuh yang terkena zat kimia, segera basuh dengan air

f.

Gunakan obat-obatan P3K, bila ada yang terluka

g.

Segera muntahkan bila ada zat-zat kimia yang masuk ke dalam mulut

h.

Jangan mencium zat kimia secara langsung

i.

Arahkan mulut tabung menjauhi badan bila memanaskan zat di dalam tabung reaksi

j.

Bila terjadi kebakaran segera padamkan dengan alat pemadam kebakaran atau tutup dengan
lap tebal yang sudah dibasahi dengan air

k.

Cucilah tangan dengan sabun setelah selesai bekerja