Anda di halaman 1dari 8

Sesuai dengan fungsinya , teknologi informasi dan komunikasi merupakan alat untuk

bertukar informasi dan saling menjalin komunikasi antara satu dengan yang lain. Dengan
adanya teknologi dan informasi ini banyak digunakan dalam berbagai bidang dalam
kehidupan sehari-hari seperti pemanfaatan dalam bidang bisnis, perbankan, industry,
pendidikan, maupun pertahanan dan keamanan. Salah satu teknologi informasi yang
pemanfaatannya paling pesat adalah internet. Beberapa tahun belakangan ini, internet pun
sudah melekat erat dengan kehidupan masyarakat seakan menjadi kebutuhan yang tak bisa
dilepas dari aktivitas sehari-hari.
Sekarang ini, informasi dapat disebarluaskan dalam waktu yang relatif cepat dan dapat
diakses dalam berbagai bentuk. Bentuk informasi tidak hanya berupa tulisan tapi sudah
menjelma menjadi bentuk yang lebih menarik seperti gambar, video, animasi, dan
sebagainya.
Berdasarkan pada Pasal 4 UU ITE Tahun 2008, pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi ini khususnya bagi bangsa Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia, meningkatkan efektivitas dan
efisiensi pelayanan public serta memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi
pengguna dan penyelenggara teknologi informasi.
Selain banyak manfaat yang bisa diperoleh dari teknologi informasi terutama internet ,
banyak pula penyalahgunaan yang dilakukan. Apalagi dengan banyaknya pengguna baru
yang terus bertambah setiap harinya, maka tingkat penyalahgunaan pun akan semakin
meningkat. Bentuk penyalahguanaan yang sering ditemukan diantaranya penipuan,
pencurian, pencemaran nama baik, pembajakan, penyalahgunaan hak cipta, dan sebagainya.
Penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi ini telah membuat kerugian material
maupun non-material bagi sebagian orang, khususnya para pengguna internet.
Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Masalah ini tidak lepas dari etika dari para
pengguna dan hukum untuk menjerat para pelaku penyalahgunaan tersebut. Di Indonesia
sendiri landasan hukum teknologi informasi tertuang dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Didalamnya menjelaskan
bahwa perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat telah
menyebabkan perubahan kegiatan manusia dalam berbagai bidang yang secara langsung telah
memperngaruhi lahirnya bentuk bentuk perbuatan hukum baru. Selain itu menjelaskan
bahwa penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi harus terus dikembangkan untuk
menjaga , memelihara, dan memperkukuh persatuan dan kesatuan nasional berdasarkan
pertauran perundang-undangan demi kepentingan nasional. Oleh karena itu harus ada peran
masyarakat untuk mengontrol penggunaan dari teknologi informasi dan komunikasi.
Sebagai social control, mahasiswa dituntut untuk selalu cepat tanggap mengenai berbagai
masalah sosial yang ada disekitar mahasiswa. Misalnya mengenai bantuan kepada korban
bencana alam yang malah diselundupkan dan masuk ke kantong pejabat sendiri. Selain
masalah yang terkait dengan pemerintahan, mahasiswa pun dituntut agar peka terhadap
masalah-masalah yang ditemui disekitarnya seperti penyalahgunaan teknologi informasi.
Bentuk bentuk penyalahgunaan dari pemanfaatan teknologi informasi yang sering terjadi di
kalangan mahasiswa dan para generasi muda diantaranya adalah penyalahgunaan hak cipta
berupa tulisan seperti tidak mencantumkan sumber informasi pada suatu karya tulis. Selain
itu pencemaran nama baik contohnya mengakses secara illegal account jejaring sosial milik
orang lain kemudian menyebarkan pemberitaan tidak baik tanpa diketahui oleh sang pemilik

account. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap perilaku dan aktivitas di kehidupan nyata.
Akibatnya dapat mencemarkan nama baik seseorang atau bahkan menimbulkan perpecahan
serta perselisihan. Fenomena lain yang terjadi yaitu masalah informasi komunikasi yang
berisi tentang pornografi dan pornoaksi.
Seperti yang diketahui bahwa permasalahan-permasalahan tersebut dapat menimbulkan
penurunan moral dan kualitas suatu bangsa. Banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah
penyalahgunaan tersebut. Terutama bagi para mahasiswa harus lebih aktif dalam mengontrol
penggunaan teknologi informasi agar tidak disalah gunakan.
Banyak upaya yang dapat dilakukan oleh para mahasiswa dalam pencegahan penyalahgunaan
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi atau yang sering disebut TIK. Upaya
pencegahan ini dapat dilakukan dari level yang yang paling bawah sampai yang paling atas.
Untuk pencegahan dari level atas yaitu adanya peran serta pemerintah dalam upaya
mengontrol perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencegah
penyalahgunaan yang mungkin terjadi di masyarakat. Selain itu aturan aturan tentang
teknologi informasi juga tertuang dalam Undang Undang ITE (Informasi dan Transaksi
Elektronika). Dalam hal ini mahasiswa ikut mengontrol pemerintah dalam penegakan hukum
terkait dengan masalah penyalahgunaan TIK.
Upaya pencegahan yang dilakukan pada level menengah yaitu peran mahasiswa dalam
menghimbau masyarakat tentang etika penggunaan teknologi informasi. Salah satunya
dengan mengadakan seminar tentang penggunaan teknologi informasi yang beretika. Ataupun
dengan menghimbau sesama teman mahasiswa untuk menggunakan teknologi informasi
dengan tidak melanggar dan merampas hak-hak orang lain yang dapat menimbulkan
permasalahan di dunia nyata.
Walau bagaimana pun, semua permasalahan tentang penyalahgunaan teknologi informasi ini
berawal dari masing-masing individu pengguna. Oleh karena itu kita sebaiknya sadar akan
hal tersebut. Semuanya berawal dari kesadaran kita sebagai pengguna agar tidak melanggar
etika dan melakukan hal-hal yang tidak semestinya dalam penggunaan pemanfaatan teknologi
informasi. Hal ini merupakan bentuk pencegahan dari level yang palingbawah atau paling
dasar yaitu diri kita sendiri.
Maka dari itu, selain melakukan pencegahan terhadap orang lain dan masyarakat luas,
hendaknya kita juga merenungkan dan membenahi perilaku dan etika dalam pemanfaatan
teknologi informasi komunikasi. Kita harus memulai dari diri sendiri karena disadari atau
tidak, segala permasalahan yang besar berawal dari permasalahan yang kecil.

DAMPAK NEGATIF PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI


Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan
teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
1. Bidang Informasi dan Komunikasi :
a. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
b. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah
gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
c. Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi
tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung
dari internet.
d. Kecemasan teknologi Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer.
Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam
komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem
internet karena disambar petir.
2. Bidang Sosial dan Budaya :
1. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai
keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi kaya dalam
materi tetapi miskin dalam rohani.
2. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya
kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolongmenolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam
menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak
menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya,
seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
3. Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah
tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang
disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan
dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat
orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet
(warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan
saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini
semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui

program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan
orang asing kapan saja.
3. Bidang Pendidikan :
a. Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential
Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah,
tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus
berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
b. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita
tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan
tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi
maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.

SOLUSI PENANGGULANGAN DAMPAK NEGATIF DARI


TEKNOLOGI INFORMASI :
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dewasa ini tidak hanya menimnulkan dampak
positif terhadap kehidupan manusia, tetapi juga banyak munuai dampak negatifnya. Untuk
itu, Adapun solusi yang dapat di dikembangkan dalam meminimalisir dampak negatif dari
perkembangan teknologi informasi adalah sebagai berikut:
1. Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang cara menggunakan teknologi
informasi dengan baik dan tidak melanggar etika. Sehingga teknologi informasi dapat
dimanfaatkan dengan semestinya.
2. Pemerintah harus membuat suatu peraturan yang tegas terhadap setiap pelanggaran
penggunaa teknologi informasi yang merugikan orang lain dan negara.
3. Masyarakat juga harus di beri penyuluhan untuk menggunakan teknologi yang di
kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang
yang sebelumnya telah di kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari temanteman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan
yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan
nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain
didunia nyata.

Masalah sosial di Indonesia


Disini saya akan membahas tentang masalah sosial di Indonesia, dewasa ini masalah sosial
menjadikan salah satu momok bagi kehidupan bangsa di Indonesia ini, Masalah sosial adalah suatu
ketidaksesuaian antara unsur unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok
sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial
seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat
dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana
alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus
seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, Pengangguran
2. Faktor Budaya

: Penyalahgunaan teknologi, kenakalan remaja

3. Faktor Biologis

: Penyakit menular, keracunan makanan

4. Faktor Psikologis : Penyakit syaraf, aliran sesat


Tetapi disini saya hanya akan membahas satu dari ke empat faktor diatas yaitu pada nomor 2 faktor
budaya yaitu penyahgunaan teknologi. Teknologi Informasi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari
bagaimana suatu informasi dapat diolah dan disampaikan secara mudah cepat dan efektif. Seiring dengan
perkembangan zaman, teknologi informasi pun semakin berkembang sehingga memudahkan kita untuk bertukar
informasi dengan sesama tanpa waktu yang lama. Tetapi di sisi lain teknologi juga punya dampak negatif yang
tidak bisa di anggap remeh karena dapat menimbulkan masalah sosial yang berkelanjutan karena
penyalahgunaan dari perkembangan teknologi. Di bawah ini adalah beberapa masalah sosial di Indonesia yang
di akibatkan dari penyalahgunaan perkembangan teknologi dan solusinya menurut pandangan penulis.

Dampak Perkembangan Teknologi Informasi Bagi Masyarakat


Dampak Teknologi Informasi Sosial & Psikologis
1. Ketergantungan
Media komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh
penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang
membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer sebagai pelepas
stress dengan bermain games yang ada.
Solusi :

Ketergantungan dapat ditanggulangi atau diminimalisasikan dengan adanya bantuan dari lingkungan dan orangorang sekitar kita, yang dapat menyadarkan pengguna addict tersebut dengan menawarkan kegiatan lain yang
lebih menarik dari pada yang ditawarkan oleh komputer. Serta memberikan motivasi untuk memperbanyak
kegiatan di luar rumah (menyibukkan diri) seperti olahraga, traveling, bersosialisasi dengan teman, maka akan
lebih sedikit waktu yang dihabiskan di depan komputer.
2. Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia internet
tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar dapat menjual situs mereka.
Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang menunjukan kekejaman dan kesadisan. Studi eksperimental
menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan komputer dengan tingkat kejahatan di
kalangan anak muda, khususnya permainan komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan.
Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa games yang di mainkan di komputer memiliki sifat
menghancurkan yang lebih besar dibandingkan kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam
kehidupan nyata sekalipun. Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki kekurangan
sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak, dan
bisa mengakibatkan dorongan kepada anak untuk bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru adegan
kekerasan
Solusi :
Dampak negatif tersebut dapat diminimalisasi dengan adanya peran serta dari orang tua. Pertama-tama,
orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan
computer dan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua
harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya.
Seperti memasang software yang dirancang khusus untuk melindungi kesehatan anak. Misalnya saja program
nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks
dan kekerasan. Mengatur peletakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga,
dan bukan di dalam kamar anak. Memberikan batasan waktu dan jadwal dalam penggunaan komputer.
3. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan
kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Begitu banyak situs-situs
pornografi yang ada di internet, meresahkan banyak pihak terutama kalangan orang tua yang khawatir anakanaknya akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi yang
bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang
memang menjadikan anak-anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha untuk membuat situs yang
kemungkinan besar memiliki keterkaitan dengan anak-anak dan sering mereka jelajahi.
Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak dari pornografi tersebut tidak jauh berbeda dengan solusi untuk
meminimalisasi dampak negatif dari kekejaman dan kesadisan. Dalam hal ini, Pertama-tama, orangtualah yang
seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan
internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat
mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya.
4. Antisocial Behavior
Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah antisocial behavior.
Dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan cenderung
mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya,

satu-satunya yang dapat menarik perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang
berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak
berkembang secara optimal. Lama kelamaan, seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi
dengan orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang
sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada lagi interaksi
ataupun sosialisasi.
Solusi :
Antisocial behavior dapat ditanggulangi dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk dari
antisocial behavior dan mulai memperbanyak kegiatan di luar rumah dengan keuarga atau teman-teman, seperti
olahraga bersama, traveling, hang out bersama teman, dll. Dengan begitu seseorang akan merasakan bahwa
sosialisasi dengan sesamanya merupakan suatu kebutuhannya selain kebutuhannya akan komputer.
Dampak Teknologi Informasi Bagi Pendidikan
1. Malas belajar dan mengerjakan tugas
Penggunaaan komputer juga menimbulkan dampak negatif dalam dunia pendidikan. Seseorang terutama
anak-anak yang terbiasa menggunakan komputer, cenderung menjadi malas karena mereka menjadi lebih
tertarik untuk bermain komputer dari pada mengerjakan tugas atau belajar.
Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut yaitu dengan memaksimalkan peran serta orang tua dalam
memberikan perhatian, pengertian dan membimbing anak-anak dalam belajar dan bermain. Sehingga bila anakanak dirasa sudah berlebihan dalam menggunakan komputer orang tua bisa segera membatasi dan mencegah
terjadinya ketergantungan.
2. Perubahan Tulisan Tangan
Dengan kemudahan dan kepraktian yang diberikan oleh komputer, terutama dalam hal menuliskan suatu
text, membuat seseorang cenderung memilih untuk mengetik daripada harus menulis secara manual. Akibatnya,
lama kelamaan seseorang akan mengalami perubahan tulisan, dari yang dulunya rapih, sampai akhirnya
menjadi tulisan yang berantakan dan sulit dibaca, Hal tersebut karena mereka tidak lagi terbiasa untuk menulis
secara manual.
Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut yaitu dengan menyeimbangkan antara penggunaan tulisan
manual dengan mengetik di komputer. Cobalah untuk tidak hanya mengandalkan komputer untuk membuat
suatu text, karena perlu disadari bahwa tidak selamanya kita dapat mengandalkan teknologi. Teknologi hanyalah
seperangkat alat yang bisa saja tiba-tiba terjadi kerusakan ataupun error, yang dimana pada saat itu kita tidak
dapat lagi mengandalkannya, sehingga kita juga harus dapat menyeimbangkan antara penggunaan secara
manual dengan penggunaan teknologi.
Dampak Teknologi Informasi dalam Kehidupan Sehari Hari
1.

Munculnya kejahatan jenis baru, misalnya penipuan dengan cara memanipulasi data pada rekening bank,
pencurian informasi berharga melalui sabotase jaringan informasi, virus computer, penyadapan email, dsb.

2.

Pelanggaran terhadap hak-hak privasi.

3.

Pembajakan lagu dan film.

4.

Penyebaran hal-hal yang berbau sara dan pornografi semakin cepat.

5.

Di handphone, seseorang dapat menipu mengatas namakan operator.


Solusi :

Solusi untuk meminimalisir dampak negatif teknologi dalam kehidupan sehari - Hari, sudah sepatutnya kita
bijak dalam menggunakan teknologi. Dengan berhati hati sewaktu mengisi biodata di internet dan tidak
sembarangan mencantumkan nomer telfon apalagi alamat di internet dan menjaga sesuatu yang sifatnya adalah
privasi. Lalu, pintar pintar menyaring mana yang baik untuk di pelajari dan menjauhi hal hal yang tidak baik.
Dan selalu waspada kepada segala sesuatu yang mencurgakan yang dapat membahayakan keselamatan diri
sendiri dan orang lain.
Sekian ulasan tentang penyalahgunaan teknologi yang sudah menjadi masalah sosial di Indonesia, semoga
dari informasi yang penulis berikan dapat berguna dan bermanfaat untuk para pembaca dan meminimalisir
penyalahgunaan teknologi. Semoga kedepannya teknologi di gunakan sebagaimana seharusnya dan berguna
untuk umat manusia bukan malah menghancurkan generasi generasi selanjutnya.