Anda di halaman 1dari 1

Preeklampsia merupakan penyebab kematian ibu terbanyak di Indonesia, diikuti

dengan perdarahan dan infeksi. angka kematian ibu akibat preeklampsia


berkisar antara 0,51% - 38,4% (WHO, 2012). Jumlah komplikasi kebidanan di
Jawa Tengah mencapai 20% dari jumlah ibu hamil (Dinas Kesehatan Jawa Tengah,
2012). Angka kasus yang cukup tinggi salah satunya di Kabupaten Kudus dengan
jumlah kasus komplikasi kebidanan yang ditangani sebesar 82,13%,
menggambarkan masih banyak ibu hamil dengan komplikasi kehamilan, salah
satunya preeklampsia.
Penyebab preeklampsia masih belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor
resiko mempengaruhi terjadinya preeklampsia pada ibu hamil, salah satunya
berat badan pra-maternal ibu, yang saat ini belum banyak diteliti. Berat badan
yang dimaksud adalah riwayat berat badan sebelum kehamilan menggunakan
indeks massa tubuh (obesitas atau tidak).
Peneliti tertarik untuk meneliti secara langsung apakah ada hubungan berat
badan pra-maternal terhadap kejadian preeklampsia di Kabupaten Kudus,
dengan Rumah Sakit Bersalin Permata Hati sebagai salah satu rumah sakit
rujukan untuk kasus preeklampsia, dengan harapan faktor resiko ini dapat
dikendalikan sehingga menekan Angka Kematian Ibu secara umum, dan
bermanfaat bagi populasi penelitian secara khusus. Penelitian dengan cara
wawancara terhadap subjek penelitian dengan data pendukung, kemudian
dianalisis adakah hubungan faktor resiko antara variabel yang ada
Rumusan Masalah: Apakah riwayat berat badan obesitas sebelum kehamilan
meningkatkan resiko kejadian preeklampsia daripada yang tidak obesitas pada
ibu dengan usia kehamilan 20 36 minggu di Rumah Sakit Bersalin Permata Hati
Kudus?
Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian:
Rumah Sakit Bersalin Permata Hati Kudus. Subjek penelitian: ibu hamil
preeklampsia memenuhikriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas: berat badan
pra maternal (dinilai dengan IMT), variabel terikat: preeklampsia (derajat),
variabel luar yang tidak/dapat dikendalikan. Teknik analisis uji Chi-Square berupa
rasio prevalensi. Tingkat kemaknaan p=0,05. Pengolahan data dengan SPSS.