Anda di halaman 1dari 23

I..

PENDAHULU
ENDAHULUAN
Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar sel agar dapat
memberi respon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan eksterna dan interna yang selalu
berubah.
Sistem

Endokrin

dan

susunan

saraf

merupakan

alat

utama

dimana

tubuh

mengkomunikasikan antara berbagai jaringan dan sel. Sistem saraf sering dipandang sebagai
pembawa pesan melalui sistem struktural yang tetap. Sistem Endokrin dimana berbagai macam
hormon disekresikan oleh kelenjar spesifik , diangkut sebagai pesan yang bergerak untuk bereaksi
pada sel atau organ targetnya (definisi klasik dari hormon).Kata hormon berasal dari istilah Yunani
yang berarti membangkitkan aktifitas

I.. 1. SEKR
SEKRESI HORM
ORMONAL
.

Hormon merupakan

mediator kimia yang mengatur aktivitas sel / organ tertentu.

Dahulu sekresi hormonal dikenal dengan cara dimana hormon disintesis dalam suatu jaringan
diangkut oleh sistem sirkulasi untuk bekerja pada organ lain disebut sebagai fungsi Endokrin
Ini bisa dilihat dari sekresi hormon Insulin oleh pulau Langerhans Pankreas yang akan
dibawa melalui sirkulasi darah ke organ targetnya sel-sel hepar.
Sekarang diakui hormon dapat bertindak setempat di sekitar mana mereka dilepaskan
tanpa melalui sirkulasi dalam plasma di sebut sebagai fungsi Parakrin, digambarkan oleh kerja
Steroid seks dalam ovarium, Angiotensin II dalam ginjal, Insulin pada sel pulau
Langerhans.Hormon juga dapat bekerja pada sel dimana dia disintesa disebut sebagai fungsi
Autokrin. Secara khusus kerja autokrin pada sel kanker yang mensintesis berbagai produk
onkogen yang bertindak dalam sel yang sama untuk merangsang pembelahan sel dan
meningkatkan pertumbuhan kanker secara keseluruhan.

Gambar 1. Sintesis Hormon

Gambar 1.1. Sekresi Hormon

II.. RESEPTOR HORMON


Konsentasi hormon dalam cairan ekstrasel sangat rendah berkisar 10-15 10-9. Sel target

harus membedakan antara berbagai hormon dengan konsentrasi yang kecil, juga antar
hormon dengan molekul lain.Derjad pembeda dilakukan oleh molekul pengenal yangterikat
pada sel target disebut Reseptor
Reseptor Hormon: Molekul pengenal spesifik dari sel tempat hormon berikatan sebelum
memulai efek biologiknya
Umumnya pengikatan Hormon Reseptor ini bersifat reversibel dan nonkovalen Reseptor
hormon bisa terdapat pada permukaan sel (membran plasma) atau pun intraselluler.
Interaksi hormon dengan reseptor permukaan sel akan memberikan sinyal pembentukan
senyawa yang disebut sebagai second messenger (hormon sendiri dianggap sebagai first
messenger)
Jika hormon sudah berinteraksi dengan reseptor spesifiknya pada sel-sel target,
maka peristiwa-peristiwa komunikasi intraseluler dimulai.Hal ini dapat melibatkan reaksi
modifikasi seperti fosforilasi dan dapat mempunyai pengaruh pada ekspresi gen dan kadar ion.
Peristiwa-peristiwa ini hanya memerlukan dilepaskannya zat-zat pengatur

II.1.Struktur Reseptor Hormon


Setiap reseptor hormon mempunyai sedikitnya dua daerah domain fungsional yaitu :
1. Domain pengenal akan mengikat hormon
2. Regio skunder menghasilkan (tranduksi) signal yang merangkaikan pengaturan beberapa
fungsi intrasel
Reseptor hormon Steroid dan Thyroid membentuk suatu superfamili yang besar dari
faktor transkripsi. Disini termasuk juga reseptor untuk vitamin D dan Asam retinoid.
Reseptor
untuk
hormon
Glukokortikoid
mempunyai
beberapa
domain
fungsionalyaitu:
1. Regio pengikat hormon dalam bagian terminal karboksil 2. Regio pengikatan DNA yang
berdekatan
3. Sedikitnya dua regio yang mengaktifkan transkripsi gen
4. Sedikitnya dua regio yang bertanggung jawab atas translokasi reseptor dari sitoplasma ke
nukleus
5. Regio yang mengikat protein renjatan panas tanpa adanya ligand (Gambar 2)

Gambar 2. Struktur reseptor dari superfamili hormon Thyroid-Steroid Bagian atas adalah
klasifikasi domain beberapa fungsi domain individual bagian bawah adalah contohcontoh reseptor dengan berbagai domain digambarkan dalam skala Reseptor hormon
Thyroid 2 dan faktor transkripsi COUP (Chicken Ovalbumin Upstream Promoter)
diperlihatkan sebagai pembanding dan mewakili kelompok yang diperkirakan tidak mengikat
suatu hormon

Reseptor Insulin berupa heterotetramer (22) terikat lewat ikatan disulfida yang
multipel :
- Subunit ekstramembran akan mengikat insulin
- Subunit perentang membran akan mentransduksi sinyal yang mungkin terjadi
lewat komponen tirosin kinase pada bagian sitoplasmik polipeptida ini
Reseptor IGF, EGF , LDL, umumnya serupa dengan dengan reseptor insulin
ini.Reseptor untuk ANF yang memiliki aktifitas guanilil siklase juga termasuk dalam kelas ini.

Reseptor hormon polipeptida yang mentransduksikan sinyal melalui pengubahan kecepatan


produksi cAMP ditandai dengan adanya tujuh buah domain yang merentangkan membran plasma
(Gambar 3)

Gambar 3. gambaran berbagai jenis reseptor membran dengan contoh masing-masing

III.
III .KLASIFIK
ASIFIKASI HORMON
Hormon dapat diklasifikasikan melalui berbagai cara yaitu menurut komposisi kimia,
sifat kelarutan, lokasi reseptor dan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel
Klasifikasi hormon berdasarkan senyawa kimia pembentuknya
1.Golongan Steroidturunan dari kolestrerol
2.Golongan Eikosanoid yaitu dari asam arachidonat
3.Golongan derivat Asam Amino dengan molekul yang kecil
Thyroid,Katekolamin
4.Golongan Polipeptida/Protein
Insulin,Glukagon,GH,TSH
Berdasarkan sifat kelarutan molekul hormon
1. Lipofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam lemak 2.
Hidrofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam air
Berdasarkan lokasi reseptor hormon
1.Hormon yang berikatan dengan hormon dengan reseptor intraseluler 2.Hormon
yang berikatan dengan reseptor permukaan sel (plasma membran)
Berdasarkan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam
sel:kelompok
Hormon yang menggunakan
kelompok second
messenger
senyawa
cAMP,cGMP,Ca2+,
Fosfoinositol, Lintasan Kinase sebagai mediator intraseluler

Tabel
Klas
kasisi iHormon
Tabe 1l.K
Hormon
Berdas
dasar Loka
Lokassi Res
Resepto
eptor Hormon
.asiflfika
i Ber
i
Golongan I
Reseptor
Tipe
Solubilitas
Protein

Intraseluler
Steroid,Yodotironin,Kalsitriol,Retinoid
Lipofilik/Hidrofobik
Ada

Golongan II
Membran plasma
Polipeptida,Protein,Glikoprotein
Hidrofilik/Lipofobik
Tidak ada

pengangkut
Usia

Panjang (Berjam-jam/berhari-hari)

Pendek (menit)

paruh
Mediator

Kompleks hormon Reseptor

Second messenger berupa :


cAMP,cGMP,Ca2+,
Fosfotidilinositol, Lintasan Kinase

IV. Kelompok Hormon yang Berikatan dengan Reseptor Permukaan Sel


Kelompok hormon ini terdiri dari hormon-hormon yang bersifat larut dalam air dan terikat
pada membran plasma sel sasaran. Hormon-hormon ini akan berkomunikasi dengan
proses meabolisme intraselluler melalui senyawa yang disebut sebagai second messenger.Konsep
second messenger timbul dari pengamatan Earl Sutherland dan rekan-rekan,bahwa Epineprin
terikat pada membran plasma eritrosit burung merpati dan meningkatkan cAMP.Diikuti oleh
berbagai macam percobaan ditemukan bahwa cAMP ternyata mengantarai efek metabolik banyak
hormon.
Senyawa second messenger yang diaktivasi oleh pengikatan antara hormon
dengan reseptor spesifiknya di membran plasma didata dalam tabel di bawah ini

Tabel
cont
Tabe 2.C
ntohontoh sec
second mess
messenge
engerr untuk berba
berbagai
ga horm
ormon
lContoh-c
.
Sisstem
em cAM
cAMP
i t

Pera
Perangsang
ngsangan:

adren
k
adreneergik

GRH,
GRH

Pros
andin(
n(E
E,Dd
Ddaan I),G
ukagon
n,
rostaagland
I) Glukago

,
t adrenergik
l
i
,
Vasopr
H, TSH, CG,
2,
Vasopresin
es n, LH,FS
LH FSH
CG Ai CTH,
CTH ,PTH Penghambatan:
Opiod,
, l Somatostatin,
,

i ,

Asetilkolin(muskarinik),Dopamin

Fosfotidilinositol,

adrenergik

1,GnRH,

TRH,

Dopamin,

PGF2,

TXA2,

Endoperokside,
Ca2+

Leukotrien, Vasopresin, Bradikinin, Asetilkolin,Endotelin,

PTH
Tirosin Kinase

Insulin, Makrofage-coloni stimulating faktor(M-CSF), platelet

derived
growth faktor(PDGF)
cGMP

Endothelium-derived releasing factor (EDRF),ANF, Asetilkolin

IV.1
IV 1. cAMP SEBAG
SEBAGAI SECON
SECON. D MESSENGE
ESSENGER
.

cAMP merupakan second messenger yang dibentuk dari senyawa ATP oleh kerja
enzim Adenilat Siklase dengan adanya Mg2+ yang membentuk suatu kompleks dengan ATP
untuk bertindak sebagai substrat untuk reaksi.
Mg2+
ATP
cAMP + PPi + H+ Adenilat siklase
cAMP mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam proses kerja sejumlah
hormon.Epineprin meningkatkan kadar cAMP yang tinggi di dalam sel-sel otot dan perubahan
yang relatif kecil dalam sel-sel hati
NH2

cAMP

N
H2

5' C

O
P
O

O
4'

H
O-

H
3'

1'

H
OH

2'

Sistem Adenilat siklase


Enzim Adenilat Siklase berada pada permukaan internal membran plasma
mengkatalisasi pembentukan cAMP dari ATP
Aktifitas enzim Adenilat Siklase

jumlah cAMP

Pengaturan aktivasi dan inaktivasi enzim Adenilat siklase oleh hormon berlangsung
dengan pengantara :

Reseptor spesifik hormon pada permukaan luar membran plasma (Rs atau Ri)

Paling sedikit 2 protein pengatur nukleotida guanosin (protein G) yang


tergantung GTP

Protein pengatur ini diberi simbol Gs(stimulasi) dan Gi(inhibisi) yang masing-masing
tersusun tiga subunit ,, .Subunit dan dalam Gs identik dengan dalam Gi, sedangkan
subunit dalam Gs berbeda dengan dalam Gi diberi tanda s dan i
Pengikatan sebuah hormon dengan reseptor meningkatkan interaksi reseptor dengan
kompleks perangsang Gs .Dengan pengantaraan reseptor berlangsung pengikatan GTP yang
tergantung pada Mg2+ oleh dan disosiasi sekaligus dan dari .Subunit dapat juga
merupakan
ADP
ter-ribosilasi
sebagai
respon
terhadap
toksin Kolera
yang
mengaktivasinya.Dalam menimbulkan proses tersebut akan membuat inaktif enzim
GTPase,dengan demikian
s dibekukan dalam bentuk aktif.Toksin Pertusis dapat
memblokir inaktivasi dari adenilat siklase melalui aktivitas ribosiltransferase-ADP pada
subunit i

Gambar 4. The complex of & subunits G , , inhibits G .

i
i se oleh
Peng
Protein
nas
ehl cAMP
Pengaktifan
akt fan
Prote ni Kina

Dalam sel eukariot, cAMP berikatan dengan Protein Kinase yaitu sebuah
Molekul

heterotetramer terdiri atas 2 subunit regulasi dan 2 subunit katalitik. Pengikatan

cAMP menghasilkan reaksi :


4 cAMP + R2C2
Kompleks R2C2

2 (R-2cAMP) + 2C

tidak punya aktifitas enzim tetapi pengikatan cAMP dengan R

memisahkan R dari C dengan demikian mengaktifkan unsur C ini. Subunit C yang aktif
mengkatalisis pemindahan P dari ATP ke residu serin atau treonin dari protein ( efek fisiologik)
Fosfodiesterase
Kerja yang ditimbulkan oleh hormon yang meningkatkan konsentrasi cAMP

bisa diakhiri dengan sejumlah cara termasuk hidrolisis cAMP oleh fosfodiesterase.Enzim
hidrolisis ini menjamin proses pergantian sinyal yang cepat dengan demikian juga penghentian
proses
biologik
yang
cepat
begitu
stimulus
hormonal dihilangkan.Inhibitor
fosfodiesterase,yang paling terkenal
adalah derivat xantintermetilasi seperti kafein dan
teofilin, akan meningkatkan cAMP intrasel,meniru atau memperpanjang kerja hormon
Reseptor Adrenergik Terangkai dengan sistem Adenilat Siklase
Tiga subkelompok reseptor adrenergik berhubungan dengan sistem adenilat siklase.
Hormon yang terikat pada reseptor 1 dan 2 akan mengaktifkan enzim adenilat siklase,
sedangkan hormon yang terikat pada reseptor 2 akan menghambat enzim ini.Kerja
hormon epineprin dapat meningkatkan kadar cAMP dalam sel otot melalui pengaktifan
sistem adrenergik ini yang melalui perangkaian reseptor pada Potein G.
Protein G mengikat GTP merangsang adenilat siklase sintesis cAMP
cAMP yang terbentuk akan mengaktifkan enzim fosforilase kinase dan
menginaktifkan enzim glikogen sintase melalui aktifitas protein kinase.
fosforilase kinase
cAMP protein kinase
glikogen sintase

Efek yang terjadi adalah pemecahan glikogen dan penghalangan pembentukan glikogen
Mekanisme yang sama berlangsung di hepar oleh hormon glukagon.Kerja ini berlawanan dengan
kerja hormon Insulin
IV.2
IV.2. cGM
cGMP SEBAG
SEBAGAI SEC
SECOND MESSENG
SSENGER
.

Merupakan senyawa second messenger yang dibentuk dari GTP oleh kerja enzim
Guanilil Siklase, yang terdapat dalam bentuk larut dan terikat membran.Hormon
Atriopeptin, suatu famili peptida dihasilkan dalam atrium jantung,menyebabkan natriuresis,
diuresis,vasodilatasi otot dan inhibisi sekresi aldosteron .
Hormon peptida ini mis:ANF akan mengaktifkan enzim guanilil siklase cGMP
mengantarai efek hormon.Senyawa nitroprusida,nitrogliserin ,natrium nitrit, natrium
azida,nitogen oksida (NO) meningkatkan cGMP dengan mengaktifkan guanilil siklase .
Peningkatan cGMP akan berikatan dan mengaktifkan Protein Kinase Spesifik (Kinase G ) yang
analog dengan Kinase A.Enzim ini akan melakukan fosforilasi terhadap sejumlah protein otot
polos .Peristiwa ini agaknya terlibat dalam proses relaksasi otot polos dan vasodilatasi.

. .
IV.3
IV 3. Ca2+ Sebagai
Sebaga Seco
Second Mes
Messeng
senger
i

Secara luas kalsium terionisasi merupakan unsur regulator proses seluler termasuk
kontraksi otot, rangkaian proses pembekuan darah, aktifitas enzim dan eksitabilitas membran
dan mediator dari kerja hormon.Peran kalsium ion dalam aksi hormon diusulkan karena banyak
hormon :
1. Dihambat dalam media kalsium bebas atau bila kadar kalsium intrasel berkurang
2. Mempengaruhi aliran kalsium sel
Diketahui konsentrasi Ca2+ sitosol lebih rendah dibandingkan konsentrasi Ca2+
dalam cairan ekstraseluler dan organela intraseluler.Keadaan ini dipertahankan oleh adanya
pompa Ca2+ / Mg2+ ATPase dependent.Hormon dan zat efektor lain dapat merangsang
pelepasan

ion

kalsium ke dalam sitosol. Jalan utama hormon meningkatkan


penambahan Ca2+ adalahmelalui stimulasi dari produksi InsP3 yang dihasilkan oleh
pemecahan dari PIP2 yang diperantarai fosfolipase C
KALMO
KALMODULIN
ULIN
Protein pengatur yang tergantung Ca2+.Kalmodulin mempunyai 4 tempat pengikatan
Ca2+ dan pendudukan seluruh tempat mengakibatkan perubahan bentuk nyata, berkaitan dengan
kemampuan kalmodulin mengaktivasi dan inaktivasi enzim. Interaksi Ca2+ dan kalmodulin
secara konseptual serupa dengan pengikatan cAMP pada protein Kinase dan aktivasi selanjutnya
molekul ini.

2+

Gambar 5. Mekanisme kerja Ca

dan Kalmodulin

.
.

IV.
IV 4. PIP
PIP2

PIP2 (Phosphatidil Inositida 4,5 Bisphosphat) merupakan senyawa


phospholipid dari membran, memainkan peranan dalam aksi hormon yang tergantung
Ca2+. Produk metabolisme PIP2 diusulkan menyediakan komunikasi antara reseptor
hormon membran plasma dengan reservoir Ca2+ intrasel mempengaruhi Ca2+
channel
O
O
R1

H2C
O

CH
H2C

R2

O
O

O
1
OH
H
2

phosphatidyl
-inositol

OH

OH

OH
H

OH

O
O
R1

H2C
O

R2

CH
H2C

cleavage by
Phospholipase C

H
OH
2

H
PIP 2
phosphatidylinositol4,5-bisphosphate

H
OH
3

OH
H

Dalam aksi hormon PIP2 akan dihidrolisis menjadi dua senyawa yaitu :
1. Inositol 1,4,5 Triphosphat (InsP3), merupakan senyawa yang efektif
mempengaruhi mitokhondria dan RES mengeluarkan Ca2 + k sitoplasma

OPO 3 2

OH
2

OH

OH

3H

OPO

OPO 3 2
5

3
IP 3
2
inositol-1,4,5-trisphosphate

Gambar 6. IP3 activates Ca++-release channels in ER membranes.

2. Diasil Gliserol, mampu mengaktifkan protein kinase sehingga terjadi fosforilasi sejumlah
protein, sebahagian merupalan komponen pompa ion dan mendorong peningkatan ion
kalsium sitoplasma

O
H2C

O
R1

CH
H2C

diacylglycerol

Efek yang ditimbulkan oleh pengaktifan InsP3 :


- Glikogenolisis di sel hepar
- Sekresi histamin dari mast sel
- Pembebasan serotonin dari platelet
- Agregasi dari platelet
- Sekresi insulin dari pankreas
- Sekresi adrenalin dari korteks adrenal
- Kontaksi otot polos

OH

R2

IV.
an Pro
nase
IV 5. Hor
Hormon Pada Rangk
Rangkaian
Protein
te n Kinase
beberapa reseptor hormon seperti reseptor hormon Insulin, EGF, IGF memiliki aktivitas
Tirosin Kinase Intrinsik. Perubahan penyesuaian yang yang ditimbulkan interaksi antara
hormon dan reseptor pada reseptor ini mengaktivasi aktivitas kinase tirosin. Aktifitas enzim
kinase ini mengakibatkan fosforilasi substrat pada residu tirosin
Aktivitas tirosin dapat pula memulai serangkaian fosforilasi .Mekanisme
umum
untuk
hal ini adalah melalui domain SH2 yang berikatan dengan fosfotirosin pada reseptor. Tirosin
Fosfatase mengangkat gugus fosfat tirosin mengakhiri kerja dari protein terfosforilasi (Gambar 7)

INSULIN
Pulau Pankreas mensekresikan paling sedikit empat jenis hormon yaitu:
- Isulin
- Glukagon
- Somastotatin
- Polipeptida Pankreas
Gen insulin manusia terdapat pada lengan pendek dari kromoson 11. Insulin
disekresikan sebagai preproinsulin . Preproinsulin suatu peptida rantai panjang dengan BM
11.500.
Rangkain pemandu/sequence yang bersifat Hydropfobik berfungsi untuk signal
mengarahkan molekul ini ke endoplasma retikulum dan kemudian dikeluarkan.Disini
terjadi proses pembelahan molekul preproinsulin oleh enzim-enzim mikrosomal menghasilkan
molekul proinsulin (BM kira-kira 9000).
Proinsulin diangkut ke badan golgi dimana berlangsung proses pengemasan menjadi
granula-granula sekretorik berlapis klatrin.Granula-granula ini matang, mengandung insulin
yang terdiri dari 51 asam amino ;terkandung dalam rantai A 21 asam amino dan rantai B 30 asam

amino serta C-Peptida .


Insulin disekresikan
dari
pankreas
40-50
penyimpanan ).Sekresi insulin dapat berlangsung secara :
-

unit/hari

(15-20%

dari

Sekresi insulin basal: terjadi tanpa adanya rangsangan eksogen


Ini merupakan jumlah insulin yang disekresikan dalam keadaan puasa
Sekresi insulin yang dirangsang : sekresi insulin karrena adanya respon
terhadap rangsang eksogen. Sejumlah zat yang terlibat dalam pelepasan
insulin disini adalah :

1. Glukosa rangsang pelepasan insulin paling poten


Glukosa dapat masuk kedalam sel pankreas secara difusi pasif yang
diperantarai protein membran yang spesifik disebut Glukosa Transpoter 2
rangsang sekresi insulin
2. Asam Amino, Asam lemak, Badan keton
3. Faktor hormonal
Preparat adrenergik merangsang pelepasa insulin yang mungkin dengan cara
peningkatan cAMP intrasel.Paparanyang terus menerus dengan hormon pertumbuhan,
kortisol,laktogen plasenta, estrogen, progestin dalam jumlah yang berlebihan juga
meningkatkan sekresi insulin
4. Preparat farmalologik : Senyawa Sulfonilurea
Tolbutamid
Mekanis
Mekan sme Kerja
Ker a Insulin
su n
Dimulai dengan berikatnya insulun dengan reseptor glikoprotein yang spesifik pada
permukaan sel sasaran. Reseptor ini terdiri dari 2 subunit yaitu:
- subunit yang besar dengan BM 130.000 yang meluas ekstraseluler terlibat pada
pengikatan molekul insulin
- subunit yang lebih kecil dengan BM 90.000yang dominan di dalam sitoplasma
mengandung suatu kinase yang akan teraktivasi pada pengikatan insulin dengan
akibatfosforilasi terhadap subunit itu sendiri (autofosforilasi)
Reseptor insulin yang sudah terfosforilasi melakukan reaksi fosforilasi terhadap
substrat reseptor insulin ( IRS -1).IRS-1 yang terfosforilasi akan terikat dengan domain SH2
pada sejumlah proteinyang terlibat langsung dalam pengantara berbagai efek insulin yang
berbeda.
Pada dua jaringan sasaran insulin yang utama yaitu otot lurik dan jaringan adiposa,
serangkaian proses fosforilasi yang berawal dari daerah kinase teraktivasi tersebut akan
merangsang protein-protein intraseluler, termasuk Glukosa Transpoter 4 untuk berpindah ke
permukaan sel. Jika proses ini berlangsung pada saat pemberian makan, maka akan
mempermudah transport zat-zat gizi ke dalam jaringan-jaringan sasaran insulin tersebut.
Gam
kan sejum
umlah
ah Tra
Gambar 8.
8 Ker
Ke
nsu
meng
setif
Trajnspote
nspol er
. rjaa Insulin
j n menga
li aktifkan

Kela
nan rese
or insu
n dalam
umlah
ah, afin
nitas
as ataupun
aupun ked
Kel aiinan
reseptor
nsulin
da am ju
keduanya akan
ber
h terh
erhaadap kerja
nsulin
n. Down Regula
on adalah
enomeena dimana
mana
berpengaru
pengaruh
ker a insu
Regu atio
adal ah fenom
jum
umlaah ika
katan
an rese
or insu
nsulin
n jad
adi berkurang sebagai
erhada
dap
p kadar in
nsulin
reseptor
sebaga res
respon terha
su n
dalam
rkulas
asi yang meningg
da am sirku
men nggi kronik
kron k, contohnya
con ohnya pad
pada keada
keadaan adanya kortiso
or sol
dalam
umlah
ah ber
ebihan
han.
da am jum
berleb
Seba
knya jika
ka kadar insu
nsulin
n rendah , ,m
maka ika
katan
an resepto
Sebaliknya
resept or akan men
mengalaami
peningka
Kondis
ni teerliha
hat pada ke
han fissik
k dan pua
pen ngkataan.K
nd si in
keada
adaan laatihan
puasa
Efek Insulin
Insu n
Efek pada hati
- membantu glikogenesis
- meningkatkan sintesis trigliserida, kolesterol, VLDL
- meningkatkan sintesis protein
- menghambat glikogenolisis
- menghambat ketogenesis

- menghambat glukoneogenesis
Efek pada otot
- membantu sintesis protein dengan :
meningkatkan transport asam amino
merangsang sintesis protein ribosomal
- membantu sintesis glikogen
Efek pada lemak
- membantu penyimpanan triglserida
- meningkatkan transport glukosa ke dalam sel lemak
- menghambat lipolisis intraseluler

V. Kelo
Ke ompo
mpok Hormo
Hormon Mem
Mempunyai
punya Res
Resept
eptor Intras
Intrasel

Kelompok hormon ini bersifat lipofilik dan dapat berdifusi lewat membrane plasma
semua sel, tetapi hanya menjumpai reseptor spesifiknya di dalam sel sasaran. Kompleks
Hormon Reseptor selanjutnya menjalani reaksi aktivasi yang tergantung pada suhu serta
garam dan reaksi ini akan mengakibatkan perubahan ukuran, bentuk, muatan permukaan
yang membuat kompleks hormon tersebut mampu berikatan dengan kromatin pada inti sel.
Komplek hormone reseptor berikatan pada suatu regio spesifik DNA yang dinamakan unsur
respon hormon/HRE dan membuat aktif dan inaktif gen spesifik.Dengan memberi pengaruh yang
selektif pada transkripsi gen dan produksi masing-masing mRNA ,pembentukan protein
spesifik dan proses metabolik dipengaruhi.

Gambar 9.

Resseptor Hormon Intrasel

Kelompok hormon steroid seperti Estrogen,Progsteron, dan Kortison member pengaruh


dominan pada transkripsi gen.Hormon ini akan berikatan dengan reseptornya di intrasel
dari sel target. Kompleks hormon reseptor berbertindak sebagai sinyal intrasel akan terikat

pada pada unsur respon hormon yang barfungsi mengaktivasi proses tanskripsi menyebabkan
pembentukan mRNA spesifik. Efek yang sama juga terhadap hormon Thyroid

Gambar 10. Kerja hormon dalam mempengaruhi transkripsi gen

Hormon Thyroid
hyro d

Kelenjar thyroid merupakan organ yang mensekresikan terutama hormon 3,5,3-ltriiodotironin ( T3) dan 3,5,3,5-l- tetraiodotironin (T4). Hormon ini membutuhkan
Iodium untuk aktifitas biologiknya. Pada kelenjar Thyroid T3 dan T4 terikat pada
thyroglobulin, tempat berlangsungnya biosintesa hormon ini . Pembebasan T3 dan T4
dari thyroglobulin memerlukan enzim proteolitik yang distimulasi oleh TSH (atau cAMP)
tetapi dihambat oleh Iodium dan oleh Litium seperti Litium Karbonat yang digunakan
untuk terapi manik depresif .Efek ini dimanfaatkan dengan penggunaan Kalium Iodida untuk
terapi hiperthyroidisme.
T3 dan T4 yang berada di sirkulasi berikatan dengan protein darah yaitu :
- TBG ( 85 % )
- TBPA
- Albumin (sedikit )
Aktifitas biologik hormon ini adalah oleh fraksi yang tidak terikat (bebas)
Mekanis
Mekan sme Kerja
Ker a
Hormon T3 dan T4 berikatan dengan reseptor spesifiknya dengan afinitas yang
tinggi di nukleus sel sasaran. Di sitoplasma hormon ini berikatan pada tempat
dengan afinitas yang rendah
dengan reseptor spesifiknya. Kompleks hormon
reseptor berikatan pada suatu regio spesifik DNA, menginduksi atau merepresi
sintesis protein dengan meningkatkan atau menurunkan transkripsi gen.
Dari transkripsi gengen ini timbul perubahan dari tingkat transkripsi m RNA
mereka. Perubahan tingkat mRNA ini mengubah tingkatan dari produk protein dari gen
ini.Protein ini kemudian memperantarai respon hormon Thyroid. Hormon Thyroid dikenal

sebagai modulator tumbuh kembang penting pada usia balita Patofis


olo
ogi
Patof sio
Pembesaran Thyroid goiter
Simple goiter : usaha mengkompensasi produksi hormon thyroid yang kurang
Jika berat Hypothyroidisme
Therapi dengan hormon thyroid eksogen (Levotiroksin)
Hipothyroidisme
Dibedakan : - Kreatinisme Miksedema
Gambaran menonjol : - bradikardi
- hipertensi diastolik
- kulit dan rambut kering
- sensitif terhadap dingin
Hiperthyroidisme
Produksi thyroid berlebihan
Penyebab bermacam macam :
- Penyakit Grave produksi thyroid merangsang IgG mengaktifkan reseptor TSH,
pembesaran difus kelenjar thyroid
- Penyakit Plumer thyroid membesar pada satu nodul
VI.
VI Hor
Hormon Turunan Eiccosanoid
osano d
Tidak semua hormon dihasilkan oleh suatu kelenjar tertentu.Hormon golongan
Eicosanoid mencakup: Prostanoid (Prostaglandin, Prostasiklin Tromboxan) dan Leukotrien
adalah derivat asam lemak tak jenuh dengan kerangka 18,20 atau 22 karbon.Asam Arachidonat
adalahsubstrat untuk sintesis berbagai eicosanoid pada manusia. Prekursor asam arachidonat
ditemukan dalam membran lipid darimana ia dilepaskan sebagai respon dari berbagai
rangsangan melalui kerja dari berbagai fosfolipase baik fosfolipase A atau fosfolipase C
maupun lipase digliserida.Aktifitas fosfolipase A2 in vitro dapat dihambat oleh
glukokortikoid melalui induksi dari protein yang disebut lipokortin, hal ini dapat
menyumbang pada supresi glukokortikoid dari reaksi peradangan tertentu, tetapi makna
inhibisi ini pada manusia belum ditetapkan. Sintesis prostanoid dari asam arachidonat dikatalisis
oleh jalan Siklooksigenase. Sintesis Leukotrien dikatalisis oleh jalan Lipoksigenase Kerja enzim
siklooksigenase dapat dihambat oleh Aspirin, Indometasin dan obat-obat antiinflamasi steroid
lainnya menghambat sintesis prostanoid
Kerja kelompok hormon ini serupa dengan hormon yang bertindak pada permukaan
sel dan diduga secara predominan bertindak dalam suatu model parakrin dan autokrin.
Eicosanoid pada hakekatnya mempengaruhi setiap jenis sel dalam berbagai cara Efek
Prostaglandin seperti :
Mencegah konsepsi
Induksi akhir kehamilan terminasi kehamilan
Pencegahan dan pengurangan ulkus ventrikuli

Kontrol inflamasi dan tekanan darah


Kontrol transport ion melalui membrane
Modulasi transfer synaps
Pengobatan asma
Kongesti hidung
VII.
RPHIN
NE
VII . ENDO
ENDORPHI
endorphine terdiri atas 31 asam amino yang ditemukan dalam hipofise tapi disana akan
mengalami asetilasi .Berikatan dengan reseptor SSP sama seperti opium morphin dimana jaringan
otak dari vertebrata mempunyai reseptor untuk alkaloid (morphin ) opium.
Senyawa endorphine yang dibentuk dari Proopiocortin ini,berperan dalam mengontrol
persepsi rasa nyeri secara endogen sehingga dapat berperan analgesik yang kuat untuk rasa
sakit pada tubuh selama beberapa jam. Potensi analgesik senyawa 18-30 kali lebih kuat dari
morphin
VIII.
VIII .Hubungan Hor
Hormon Pertu
ertumbuha
mbuhan dengan Onkogen
kogen
Onkogen merupakan gen yang mempromosikan kanker. Mereka lazimnya mengalami
perubahan melalui mutasi ataupun versi dari gen seluler normal yang diekspresikan secara
berlebihan.Dalam banyak kasus onkogen merupakan analog dari hormon maupun faktor
pertumbuhan, reseptor hormon,molekul yang mentransmisikan kerja hormon. Mekanisme
kerja onkogen secara :
Terlibat dalam pengendalian pertumbuhan
Meniru kerja faktor pertumbuhan
Meniru reseptor yang ditempati faktor pertumbuhan
Produk beberapa onkogen berupa faktor pertumbuhan atau sebahagian dari
reseptor faktor pertumbuhan seperti :
- Produk src, bertindak sebagai protein kinase
- Produk ras bekerja stimulasi aktivitas adenilat siklase
- Produk myc bertindak sebagai protein pengikat DNA

Produk-produk tersebut berfungsi sebagai lintasan kunci intrasel yang terlibat dalam
pengendalian pertumbuhan. Masing-masing produk mempengaruhi pengendalian mitosis
yang melibatkan fosforilasi protein.Pada faktor pertumbuhan efek yang ditimbulkan bisa bersifat :
-endokrin
-parakrin
-autokrin
XI. Rangkuman
Hormon merupakan mediator kimia yang mengatur aktivitas sel / organ tertentu.
Sekresi hormon dikenal secara Endokrin, Parakrin dan Autokrin.Hormon sebelum memulai efek
biologiknya harus berikatan dengan reseptor pengenal Spesifiknya. Reseptor hormon bisa
terdapat pada permukaan sel (membran plasma) atau pun intraselluler. Interaksi hormon
dengan reseptor permukaan sel akan memberikan sinyal pembentukan senyawa yang disebut
sebagai second messenger . Yang merupakan kelompok second messenger adalah senyawa
cAMP,cGMP,Ca2+,Fosfoinositol, Lintasan Kinase
Kelo
ntrase
rasel bersifat lipofilik dan dapat berdifusi
Kel ompok horm
ormon mempun
mempunyai
ya i reseptor
resep tor in
lewat membran plasma semua sel, tetapi hanya menjumpai reseptor spesifiknya di dalam
sel sasaran Dengan memberi pengaruh yang selektif pada transkripsi gen dan produksi
masing-masing mRNA ,kelompok hormon ini mempengaruhi pembentukan protein spesifik
dan proses metabolik dipengaruhi
Tidak semua hormon dihasilkan oleh suatu kelenjar tertentu.Hormon golongan
Eicosanoid mencakup: Prostanoid (Prostaglandin, Prostasiklin Tromboxan) dan Leukotrien
adalah derivat asam lemak tak jenuh dengan kerangka 18,20 atau 22 karbon.
endorphine terdiri atas 31 asam amino yang ditemukan dalam hipofise dapat
berperan dalam mengontrol persepsi rasa nyeri secara endogen sehingga dapat berperan
analgesik yang kuat untuk rasa sakit pada tubuh selama beberapa jam .Potensi analgesik
senyawa 18-30 kali lebih kuat dari morphin
Onkogen merupakan gen yang mempromosikan kanker. Mengalami perubahan
melalui mutasi ataupun versi dari gen seluler normal yang diekspresikan secara
berlebihan.Dalam banyak kasus onkogen merupakan analog dari hormon maupun faktor
pertumbuhan, reseptor hormon,molekul yang mentransmisikan kerja hormon.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
nd

Champe P C PhD , Harvey R A PhD. Lippincotts Illustrated Reviews: Biochemistry 2 .1994 : 78- 85
th

Greenspan F S MD, Baxter J D MD. Basic and Clinical Endocrinology 4 .1994 : 2- 55


nd

Lehninger A, Nelson D , Cox M M .Principles of Biochemistry 2

1993 : 746-783

th

Murray R K, et al. Harpers Biochemistry 25 ed. Appleton & Lange. America 2000 : 534-626
th

Stryer L .1995. Biochemistry 4

: 594-597

26