Anda di halaman 1dari 9

10 Permasalahan yang Terjadi di Negara Berkembang

Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah,
infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang
dibandingkan negara global. Sesuai namanya, negara berkembang pastilah memiliki
berbagai macam permasalahan yang masih harus ditangani. Dibutuhkan waktu yang
cukup lama untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di negara
berkembang. Nah, apa sajakah permasalahan yang terjadi di negara berkembang?
Langsung saja kita simak yang pertama:
1. Penduduk
Permasalahan utama di negara berkembang adalah pertumbuhan penduduk yang tidak
dapat dikendalikan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang pentingnya
membatasi jumlah anak dalam keluarga. Jika pertumbuhan penduduk tidak diimbangi
dengan peingkatan kualitas penduduknya, maka hal ini dapat membuat rendahnya
tingkat Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI). Oleh
karena itu maka diperlukan pengembangan sistem pendidikan yang lebih intens untuk
memperkecil resiko ledakan penduduk ini.
2. Ekonomi
Dengan jumlah penduduk yang meningkat pesat, maka akibatnya adalah terjadi banyak
pengangguran yang tidak mendapat kesempatan kerja. Hal ini menyebabkan angka
kemiskinan juga meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi di negara berkembang
juga terhambat.
3. Pendidikan
Di negara berkembang karena jumlah penduduk yang terlalu banyak, maka pendidikan
masih kurang merata. Banyak penduduk yang belum mendapatkan pendidikan yang
layak. Hal ini menyebabkan banyaknya pengangguran dan rendahnya kualitas sumber
daya manusia tersebut.
4. Kesehatan
Kesehatan juga merupakan salah satu permasalahan di negara berkembang yang
harus ditangani. Karena di negara berkembang pastilah fasilitas kesehatannya masih
kurang merata dan kualitasnya masih rendah. Selain itu, kesadaran masyarakat di
negara berkembang akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan masih
kurang.
5. Infrastruktur

Negara berkembang pada umumnya memiliki luas wilayah yang cukup luas
dibandingkan negara maju. Dengan luas wilayah tersebut, sarana infrastruktur haruslah
berkembang dengan baik. Namun karena kurangnya anggaran yang ada, pastilah
banyak infrastruktur yang belum dibangun atau tidak dirawat dengan baik.
6. Penegakan Hukum
Penduduk di negara berkembang umumnya kurang menyadari akan pentingnya
mematuhi hukum yang berlaku di suatu negara. Jangankan penduduk, dalam
pemerintahanpun masih banyak yang suka melanggar hukum seperti koruptor
misalnya. Orang yang mengetahui seluk-beluk hukum akan menggunakan hukum untuk
menguntungkan dirinya sendiri.
7. Tingkat Produksi
TIngkat produksi di negara berkembang masih rendah. Hal ini diakibatkan oleh kualitas
sumber daya manusia yang kurang dan kurangnya inovasi dari masyarakat. Industri di
negara berkembang umumnya masih menggunakan tenaga manusia sehingga hasilnya
kalah banyak dibandingkan dengan menggunakan mesin.
8. Kualitas Penduduk
Kualitas penduduk rata-rata di negara berkembang masih rendah. Hal ini disebabkan
oleh pendidikan yang kurang merata. Ini juga berpengaruh pada pertumbuhan di
negara tersebut.
9. Ketidakmerataan Hasil Pembangunan
Infrastruktur yang kurang menyebabkan ketidakmerataan pada hasil pembangunan.
Sehingga hanya daerah ibukota saja yang mendapatkan hasil pembangunan yang
layak. Hal ini juga disebabkan oleh ketidak merataan pendapatan masyarakat.
10. Ketergantungan Pada Luar Negeri
Negara berkembang umumnya masih belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri
dan masih mengimpor barang-barang dari luar negeri. Selain itu, kecintaan terhadap
produk dalam negeri masih kurang sehingga masyarakat hanya ingin menggunakan
barang impor.

PERMASALAHAN EKONOMI DI NEGARA BERKEMBANG


Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang
rendah,infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang
kurangdibandingkan negara global. Indonesia merupakan salah satu negara

berkembang yangtentunya memiliki permasalahan ekonomi, masalah perekonomian


Indonesia akhir-akhir inisemakin meningkat, dan para ahli ekonomi kita malah semakin
pesimis dengan programpemulihan ekonomi indonesia (Gombloh :1998). Kondisi
perekonomian global yang rapuhdengan sistem finansialnya yang tidak berfungsi baik,
menempatkan negara-negaraberkembang pada posisi yang kian rentan seperti halnya
negara Indonesia.Indonesia sebagai salah satu negara berkembang seharusnya lebih
memperhatikan kondisi iniagar dapat bersaing dalam pasar global yang bersifat terbuka
dimana semua orang bebasmelakukan kegiatan ekonomi untuk mencapai
tujuannya.Permasalahan ekonomi yang sering dialami oleh negara berkembang
termasuk Indonesiasalah satunya adalah :
Penduduk, pertumbuhan penduduk yang sangat besar jumlahnya menambahkerumitan
masalah-masalah pembangunan yang dihadapi. Tingkat kelahiran dinegara-negara
berkembang umumnya sangat tinggi yakni sekitar 35-40 setiap 1.000orang penduduk.
Sedangkan di negara-negara maju kurang dari setengahnya. Begitupula tingkat
kematian di negara-negara berkembang relatif tinggi dibandingkandengan di negara
maju.Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan sehingga tidak seluruh penduduk
Indonesia dapat melakukan kegiatan ekonomi karena untuk berinvestasi kita
harusmemiliki uang lebih sedangkan para pengangguran dan masyarakat miskin untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangat sulit.Masalah kesempatan kerja dan
pengangguran yang semakin kompleks inimenyebabkan jalannya perekonomian
menjadi terhambat. Menurut (Bachrawi :2004) Adapun faktor-faktor yang menyebabkan
rendahnya tingkat hidup di negaraberkembang diakibatkan kurangnya penggunaan
tenaga kerja yang efisien dimanamereka tergolong bekerja secara normal dengan
waktu penuh tetapi tingkatproduktivitasnya rendah sehingga tidak menghasilkan output
yang baik sedangkanpenduduk yang mampu dan ingin bekerja tetapi tidak tersedia
lapangan pekerjaan.
Tingkat Produksi yang rendah, produksi yang rendah ini diakibatkan oleh sumber daya
manusia yang kurang memadai sehingga kurang adanya inovasi dalammeningkatkan
nilai tambah suatu barang guna mencapai keuntungan yang maksimal.Selain itu
rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja bisa disebabkan karenakekurangan faktor
input komplementer seperti kekurangan modal atau kurang baiknyamanajemen yang
profesional (Bachrawi :2004)
Ekonomi Indonesia sangat tergantung kepada ekonomi eksternal, dalam hal inieksternal
yang dimaksud yaitu siklus ekonomi Internasional, misalnya pada periode1970-an
membumbungnya harga minyak dunia hal ini berakibat postif bagi Indonesiayaitu
meningkatnya penerimaan dari ekspor migas sehingga meningkatkan APBNsedangkan
pada periode 1982 perekonomian dunia mengalami resesi. Melemahnyaperekonomian
dunia bermakna melemahnya permintaan terhadap ekspor Indonesia,yang pada
gilirannya akan melemahkan kemampuan Indonesia dalam kegiatan impor (Prathama :
2004).

Tingkat pendidikan, terdapatnya kegagalan-kegagalan dalam mengembangkan projek di


negara-negara berkembang menimbulkan kesadaran kepada ahli-ahli ekonomibahwa
kemampuan suatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakanpembangunan
antara lain tergantung kepada taraf pendidikan masyarakatnya(Sadono :1985).
Melihat berbagai permasalahan yang dihadapi Indonesia diharapkan perlunya
upayamengatasi masalah yang ada agar negara Indonesia dapat bersaing dalam
perekonomianInternasional dan bersaing dengan negara-negara maju. Adapun
berbagai solusi yangdiharapkan mampu mengatasi permasalahan perekonomian
Indonesia:

Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)Perlu adanya peningkatan sumber daya


manusia agar penduduk asli tidak hanyamenjadi pekerja kasar dalam mengelolola
sumber daya alam yang dimiliki sehinggamereka tidak hanya menjual barang mentah
melainkan mampu mengubah barang mentah menjadi barang jadi/setengah jadi agar
pada akhirnya dapat meningkatkannilai jual dan mampu bersaing di pasaran sehingga
tidak kalah dari produk luar.

Perlu adanya kebijakan dari Pemerintah yang dapat mendorong kemajuan


ekonomi,misalnya dukungan dari pemerintah, dengan adanya program UKM (Usaha
Kecil danMenengah) yaitu program yang dapat membantu masyarakat yang ingin
berwirausahatetapi tidak memiliki modal yang cukup.

Mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing agar seluruh hasil sumber


dayaalam yang dikelola, keuntungannya dapat dinikmati sepenuhnya sehingga
dapatmeningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menciptakan iklim investasi yang baik, apabila ada investor ingin


berinvestasisebaiknya tidak dihambat dalam hal perijinan karena hal ini membuat para
investor akan berfikir dua kali untuk berinvestasi.

Revitalisasi pembagian keuntungan perusahaan asing terhadap indonesiaKetika


perusahaan asing melakukan kerjasama terhadap Indonesia, keuntungan
yangdidapatkan harus seimbang, dalam arti tidak ada yang lebih diuntungkan pada
satupihak. Saat ini, perusahaan-perusahaan asing yang ada di Indonesia lebih
kepadaeksploitasi pada sumber daya alam dan keuntungan yang didapat. Oleh karena
itu,perlu adanya revitalisasi pembagian keuntungan.

MASALAH EKONOMI DI NEGARA BERKEMBANG

MASALAH EKONOMI DI NEGARA BERKEMBANG


Menurut Michael P. Todaro, seorang profesor ilmu ekonomi di New York University, dalam
bukunya yang berjudul Economic Developments, ada 16 masalah utama yang dihadapi oleh
negara-negara tersebut, adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

Standar hidup yang rendah


Pendapatan nasional per kapita
Tingkat pertumbuhan relatif pendapatan nasional dan pendapatan per kapita
Distribusi pendapatan nasional
Tingkat kemiskinan
Kesehatan
Pendidikan
Produktivitas yang rendah
Kesehatan fisik yang rendah
Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Beban Ketergantungan yang Terlampau
Tinggi
Tingkat pengangguran penuh dan terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak
Ketergantungan terhadap produksi pertanian dan ekspor barang-barang primer
Tingkat produktivitas pertanian yang rendah
Ketergantungan pada ekspor primer
Sistem hukum dan infrastruktur yang tidak mapan
Ketergantungan yang dominan pada dunia internasional

PERMASALAHAN EKONOMI DI NEGARA BERKEMBANG

PERMASALAHAN EKONOMI DI NEGARA BERKEMBANG


Negara berkembang adalah sebuah Negara dengan rata-rata pendapatan
yang rendah, infrastruktur yang relative terbelakang, dan indeks perkembangan
manusia yang kurang dibandingkan negara global.
Permasalahan ekonomi yang sering di alami Negara-negara berkembang :

Pertumbuhan penduduk yang sangat besar jumlahnya menambah kerumitan masalah-masalah


pembangunan yang dihadapi.

Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan sehingga tidak seluruh penduduk dapat
melakukan kegiatan ekonomi karena untuk berinvestasi kita harus memiliki uang lebih,
sedangkan para pengangguran dan masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
pun sangat sulit.

Tingkat Produksi yang rendah, produksi yang rendah ini diakibatkan oleh sumber daya
manusia yang kurang memadai sehingga kurang adanya inovasi dalam meningkatkan nilai
tambah suatu barang guna mencapai keuntungan yang maksimal.

Ekonomi yang sangat tergantung kepada ekonomi eksternal, dalam hal inieksternal yang
dimaksud yaitu silkus ekonomi internasional.

Tingkat pendidikan, terdapat kegagalan dalam mengembangkan projek di Negara-negara


berkembang menimbulkan kesadaran kepada ahli-ahli ekonomi bahwa kemampuan suatu
masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan antara lain tergantung
kepada taraf pendidikan masyarakatnya

Melihat berbagai permasalahan yang dihadapi diharapkan upaya mengatasi masalah yang ada agar
Negara-negara berkembang dapat bersaing dalam perekonomian internasional dan bersaing dengan
Negara-negara maju, adapun solusi yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan perekonomian
di Negara berkembang:

1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)


2. Perlu adanya kebijakan dari Pemerintah yang dapat mendorong kemajuan ekonomi
3. Mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing
4. Menciptakan iklim investasi yang baik
5. Revitalisasi pembagian keuntungan perusahaan asing

Contoh :
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang tentunya memilik permasalahan
ekonomi, masalah perekonomian Indonesia akhir-akhir ini semakin meningkat. Kondisi
perekonomian yang rapuh dengan system financial yang tidak berfungsi baik, menempatkan
Indonesia pada posisi yang kian rentan.
Faktor-faktor yang menyebabkan perekonomian Indonesia mengalami banyak permasalahan :

Tingkat kelahiran di Indonesia umumnya sangat tinggi yakni sekitar 35-40 setiap 1000 orang
penduduk. Sedangkan di Negara-negara maju kurang dari setengahnya. Begitu pula dengan
tingkat kematian di Indonesia relative tinggi dibanding Negara maju.

Banyaknya pengganguran di usia produktifitas serta rakyat miskin di Indonesia.

Kurangnya lapangan pekerjaan dan kurangnya penyebaran lapangan pekerjaan yang merata.
Apabila lapangan pekerjaan merata pada seluruh daerah, maka tidak perlu lagi untuk
masyarakat desa mengadu nasib di kota-kota besar seperti Jakarta.

Melemahnya perekonomian dunia bermakna melemahnya permintaan terhadap ekspor


Indonesia, yang pada gilirannya akan melemahkan kemampuan Indonesia dalam kegiatan
impor.

Taraf pendidikan di Indonesia rendah dan tidak merata disetiap daerah.

Solusi Penyelesaian Masalah di Negara Berkembang:


Perubahan Aktor atau Sistem??
This entry was posted on 6 November 2010, in Hubungan Internasional. Bookmark
the permalink. 1 Komentar

1 Votes

Setiap negara, baik itu negara maju dan negara berkembang, pada hakikatnya selalu berusaha
untuk memajukan kondisi internal maupun eksternalnya, dengan kata lain berusaha untuk
mencapai dan mewujudkan kepentingan nasionalnya. Namun cara yang ditempuh antara kedua
jenis negara tersebut memiliki perbedaan yang sangat mencolok disebakan karena adanya
perbedaan dalam segi modal, sumber daya alam, serta sumber daya manusianya.

Negara berkembang sebagai negara dengan kategori-kategori yang membedakannya dari negara
maju seperti tingkat produktifitas dan tenaga kerja yang minim, menjadikan hal tersebut sebagai
tantangan bagi negara berkembang untuk membuat suatu perubahan ke arah yang lebih baik.
Maka tidak tanggung-tanggung cara yang ditempuh oleh negara berkembang adalah dengan
menerapkan berbagai kebijakan serta regulasi seperti yang dilaksanakan di negara maju. Dengan
harapan yang terlampau besar, bahwa dengan melakukan pecontohan dan mengkiblatkan diri
pada negara maju hal ini serta merta akan membuahkan hasil yang serupa seperti yang diperoleh
negara maju. Namun teori terkadang tidak sejalan dengan prakteknya. Seiring dalam
perkembangannya kebijakan serta regulasi yang diterapkan ternyata tidak memberikan kemajuan
justru yang terjadi adalah keterpurukkan dan kesenjangan di segala aspek kehidupan masyarakat
di negara berkembang.

Adapun yang menjadi akar permasalahan tersebut adalah SISTEM NEOLIBERALISME dan
SISTEM EKONOMI KAPITALIS. Kedua sistem inilah yang senantiasa secara intens di koarkoarkan oleh negara maju dan dengan suskes menarik hati pemerintah-pemerintah di negara
berkembang. Turunan dari sistem ini berupa : deregulasi, privatisasi, dan liberalisasi, sehingga
menghasilkan berbagai macam kebijakan yang memperlihatkan secara gamblang kepada kita,
bentuk pemerintahan yang lepas tangan terhadap perekonomian negara dengan menyerahkan
sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Meskipun mekanisme pasar memang mampu
menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja yang optimal, namun ia selalu gagal
menciptakan pemerataan pendapatan dan memberantas masalah sosial. Pasar secara teoritis
hanya memeratakan kesempatan. Dan hal inilah yang terjadi di negara berkembang, sehingga
kemudian menelurkan berbagai persoalan seperti kemiskinan dan keterbelakangan yang semakin
parah dari hari ke hari. Ternyata tanpa melalukan analisis dengan mendalam pun kita dapat
dengan jelas melihat kebobrokan dari sistem yang di usung oleh negara maju. Dimana
kapitalisme yang ada, menjadikan negara-negara berkembang sebagai lahan eksploitasi negaranegara maju yang notabene kekurangan bahan-bahan mentah untuk industrinya. Friedrich List,
mengumpamakan bahwa jika negara berkembang adalah seseorang yang menaiki tangga ke satu
puncak bangunan, maka negara maju adalah orang yang menendang tangga pembangunan
tersebut melalui lembaga-lembaga keuangan internasional dan instrumen utang mereka.

Kritik akan sistem ini kemudian datang dari kaum kiri penentang neoliberalisme dan
kapitalisme. Sosialisme mengkritik secara terang-terangan kebobrokan kedua sistem tersebut.
Dikatakan bahwa sistem pasar yang ada mengandung benih-benih destruktif untuk itu diperlukan
intervensi mutlak dari pemerintah untuk mengkritik dan mengoreksi kelemahan pasar. Sistem ini

juga mengkritik cara kerja kapitalisme global yang tidak adil dan cenderung menempatkan
negara-negara berkembang dalam posisi terpinggirkan bahkan terjajah. Sistem kapitalisme
neoliberalisme telah bermetamorfosis menjadi sebuah bentuk kolinialisme dan imperialisme.
Dalam sebuah kutipan, Evo Morales(presiden haluan kiri dari Bolivia) menuturkan bahwa
selama imperialisme bercokol, perluasan dan pembangunan tidak akan terjadi, bahkan
interdependensia dan kedaulatan akan kehilangan makna.

Dari penjelasan di atas, rumusan cara yang harus di tempuh untuk memperbaiki kondisi di
negara berkembang secara fundamental adalah dengan melakukan perubahan sistem. Sebab
yang memang menjadi akar permasalahan utama yang terjadi di negara-negara berkembang
adalah sistem. Memang yang menjalankan sistem tersebut adalah aktor/pemerintah namun
harus di garis bawahi bahwa melalukan perubahan terhadap aktor/tidak akan serta merta
membawa perubahan bagi kondisi di negara berkembang jika ternyata mereka masih berotak
kapitalisme neoliberalisme sehingga yang dibutuhkan kemudian adalah aktor/pemerintah yang
memahami dengan baik bentuk sistem ekonomi politik yang mampu membawa kesejahteraan
bagi masyarakatnya bukan sebaliknya membawa kesehjahteraan bagi kaum-kaum elit/pemodal
saja. Kita dapat mengambil contoh nyata melalui kebangkitan Sosialisme yang dicanangkan
negara-negara Amerika Latin yang lahir dari issue kemiskinan dan ketidakadilan sistem ekonomi
yang sangat kapitalistik dan berpihak pada segelintir pemilik modal saja.