Anda di halaman 1dari 8

REFLEKSI KASUS

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

Oleh :
MELISSA, S.Ked
N 111 13 026

Pembimbing Klinik :
dr. NUR HIDAYAT, Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KESEHATAN


KULIT DAN KELAMIN
RSUD UNDATA PALU DAN UNIVERSITAS TADULAKO
2014

STATUS PASIEN
BAGIAN KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
RSUD UNDATA PALU
I.

II.

Identitas Pasien
Nama pasien
TTL/Umur
Berat badan
Jenis kelamin
Alamat
Agama
Tanggal masuk poli

: An. S
: 29 Maret 2008/ 6 tahun 3 bulan
: 10 kg
: Wanita
: Jl. Sintiyu no. 14 Talise
: Islam
: 14 Juli 2014

Anamnesis
1. Keluhan utama : Bintil-bintil pada muka
2. Riwayat penyakit sekarang :
Seorang anak perempuan umur 6 tahun 3 bulan datang ke poli
kesehatan kulit dan kelamin RSUD Undata bersama Ayahnya dengan
keluhan munculnya bintil-bintil kecil pada muka. Kemudian bintilan
juga mulai muncul pada daerah punggung bawah. Awalnya anak merasa
gatal pada daerah wajah. Hal ini sudah dirasakan 1 bulan. Semakin
lama bintilannya bertambah banyak, ayah pasien mengaku pernah
mencoba untuk menghilangkan bintilan tersebut dengan cara memencet.
Saat dipencet bintilan tersebut pecah dan mengeluarkan isi berwarna
putih seperti nasi. Ayahnya mengaku pasien juga sering berenang dilaut
sebelumnya dan juga mengaku air di tempat tinggalnya ternyata

memiliki jentik nyamuk.


3. Riwayat penyakit sebelumnya:
Pasien belum pernah mengalami hal semacam ini sebelumnya
4. Riwayat penyakit keluarga:
Tidak ada
III. Pemeriksaan Fisik
Status generalisata:
1. Keadaan umum: sakit ringan, gizi kurang, komposmentis
2. Tanda vital :
Tekanan darah
:Nadi
: 100x/menit

Pernapasan
Suhu
IV.

: 24x/menit
:-

Status Dermatologis
Ujud kelainan kulit : papul millier berwarna putih seperti lilin dengan
diameter 3-6mm, berbentuk kubah dan ditengahnya terdapat lekukan yang
berisi badan moluskum (delle)
Lokalisasi : wajah dan punggung bawah
1. Kepala : terdapat papul millier berwarna putih seperti lilin
dengan diameter 3-6mm pada wajah.
2. Leher : tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
3. Dada : tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
4. Punggung : terdapat papul millier berwarna putih seperti lilin
dengan diameter 3-6mm.
5. Perut : tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
6. Genitalia : tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
7. Selangkangan : tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
8. Bokong : tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
9. Ekstremitas atas : tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
10. Ekstremitas bawah : tidak terdapat ujud kelainan kulit (UKK)
11. Kelenjar getah bening : tidak terdapat ujud kelainan kulit
(UKK)

V.

Gambar

VI.

Resume
Seorang anak perempuan umur 6 tahun 3 bulan datang ke poli kesehatan

kulit dan kelamin RSUD Undata bersama Ayahnya dengan keluhan adanya papul
pada facial yang kemudian diikuti munculnya papul millier berwarna putih seperti
lilin dengan diameter 3-6mm pada bagian thorax posterior dan abdomen posterior.

Awalnya anak merasa pruritus pada daerah wajah. Hal ini sudah dirasakan 1
bulan. Riwayat sering berenang dilaut dan memakai air yang berjentik nyamuk.

VII. Diagnosis banding :


1. Moluskum Kontagiosum
2. Veruka Vulgaris
3. Miliaria
VIII. Anjuran Pemeriksaan :
Histopatologi
IX.

Diagnosis Kerja :
Moluskum Kontagiosum

X.

Penatalaksanaan :
Prinsip pengobatannya adalah mengeluarkan massa yang mengandung
badan moluskum dengan memakai alat seperti ekstraktor komeda, jarum
suntik. Cara lain yang dapat digunakana adalah:
-

XI.

Elektrokauterisasi
Bedah beku dengan CO2
Pemberian antibiotik setelah penatalaksanaan intensif

Prognosis
Quo ad vitam
Quo ad sanationam
Quo ad kosmetikan
Quo ad fungsionam

: ad bonam
: ad bonam
: ad bonam
: ad bonam

PEMBAHASAN

Seorang anak perempuan umur 6 tahun 3 bulan datang ke poli kesehatan


kulit dan kelamin RSUD Undata bersama Ayahnya dengan keluhan adanya papul
pada facial yang kemudian diikuti munculnya papul millier berwarna putih seperti
lilin dengan diameter 3-6mm pada bagian thorax posterior dan abdomen posterior.
Awalnya anak merasa pruritus pada daerah wajah. Hal ini sudah dirasakan 1
bulan.
Dari pemeriksaan fisik di dapatkan pada daerah wajah, thorax posterior dan
abdomen posterior terdapat ujud kelainan kulit berupa papul millier berwarna
putih seperti lilin dengan diameter 3-6mm, berbentuk kubah dan ditengahnya
terdapat lekukan yang berisi badan moluskum (delle). Setelah dilakukan
anamnesa dan pemeriksaan fisik, didapatkan diagnosa kerja yaitu moluskum
kontagiosum.
Berdasarkan teori penyakit moluskum kontagiosum diakibatkan oleh virus
poks. Penyakit ini dapat timbul pada semua umur namun kebanyakan terjadi pada
anak-anak dan kadang juga orang dewasa. Jika pada orang dewasa digolongkan
dalam Penyakit akibat Hubungan Seksual (P.H.S). transmisinya melalui kontak
kulit langsung dan otoinokulasi.
Pada pasien ini didapatkan adanya papul millier berwarna putih seperti lilin
dengan diameter 3-6mm pada bagian thorax posterior dan abdomen posterior 1
bulan . Hal ini sesuai dengan teori bahwa masa inkubasi virus poks berlangsung
satu sampai beberapa minggu. Kelainan kulit berupa papul miliar, kadang-kadang
lentikular dan berwarna putih seperti lilin, berbentuk kubah yang kemudian di
tengahnya terdapat lekukan (delle). Jika dipijat akan tampak massa yang berwarna
putih seperti nasi. Lokalisasi penyakit ini di daerah muka, badan dan ektremitas,
sedangkan pada orang dewasa di daerah pubis dan genitalia eksterna. Kadangkadang dapat timbul infeksi sekunder sehingga timbul supurasi.
Prinsip pengobatan penyakit ini adalah mengeluarkan massa yang
mengandung badan moluskum dengan memakai alat seperti ekstraktor komedo,
jarum suntik. Cara lain yang dapat digunakan adalah elektrokauterisasi atau bedah
beku dengan CO2. Pemberian antibiotik setelah penatalaksanaan intensif yang
bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. Kemudian dilakukan

pemberian edukasi mengenai cara untuk mencegah terjadinya penyakit sepeti


menghentikan semua penggunaan obat penekan imun, tidak memakai peralatan
secara bergantian, menghindari kontak langsung dengan penderita moluskum
kontagiosum dan menghindari berganti-ganti pasangan sexual (khusus orang
dewasa).

DAFTAR PUSTAKA

Djuanda, A, dkk, 2011. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Edisi keenam. Penerbit:
FKUI. Jakarta.
Masjoer, A, dkk, 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2. Penerbit:
Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.