Anda di halaman 1dari 22

i

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN TENAGA SURYA MENGGUNAKAN RANCANGAN


PANEL SURYA BERBASIS TRANSISTOR 2N3055 DALAM PENYEDIAAN
ENERGI LISTRIK ALTERNATIF RUMAH TINGGAL
BIDANG KEGIATAN:
PKMT

Diusulkan oleh:
Ima Maysha

0902095

(Angkatan 2009)

Dwi Pury Umbarawaty

0900737

(Angkatan 2009)

Nia Nurlina

0900062

(Angkatan 2009)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


BANDUNG
2012

0016077404

082118448207

NIDN. 0016077404

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .........................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN ..........................................................................

ii

DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii


DAFTAR TABEL .............................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN ...........................................................................

A. Latar Belakang ..............................................................................................

B. Perumusan Masalah .....................................................................................

C. Tujuan ...........................................................................................................

D. Luaran yang Diharapkan ...............................................................................

E. Kegunaan .......................................................................................................

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................

A. Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ...........................................

B. Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya ..............................................

BAB III

METODE PELAKSANAAN ..........................................................

A. Komponen Utama .........................................................................................

B. Prosedur Kerja ..............................................................................................

iii

C. Efisiensi dan Kelebihan PLTS dengan Menggunakan Panel Surya Berbasis


Transistor 2N3055 .........................................................................................

D. Jadwal Kegiatan Program ..............................................................................

E. Rancangan Biaya ...........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................

LAMPIRAN

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jadwal kegiatan program ....................................................................

Tabel 3.2 Biaya alat ............................................................................................

Tabel 3.3 Biaya bahan habis pakai .....................................................................

Tabel 3.4 Biaya lain-lain ....................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Energi baru dan yang terbarukan mempunyai peran yang sangat penting dalam
memenuhi kebutuhan energi. Hal ini disebabkan penggunaan bahan bakar
untuk pembangkit-pembangkit listrik konvensional dalam jangka waktu yang
panjang akan menguras sumber minyak bumi, gas dan batu bara yang makin
menipis dan juga dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Selain itu, di
Indonesia yang merupakan daerah tropis mempunyai potensi energi matahari
sangat besar dengan insolasi harian rata-rata 4,5 - 4,8 KWh/m / hari, tetapi
masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Adapun untuk lebih meringankan masalah tersebut, penulis berusaha memberi


solusi dengan memberi suatu rancangan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga
Surya) yang lebih ekonomis menggunakan panel surya yang berbasis
transistor 2N3055 dengan bahan komponen bekas maupun baru.

B. Perumusan Masalah
Adapun beberapa pertanyaan yang akan dijadikan landasan pembahasan
adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran umum penanganan krisis energi dan ketergantungan
bahan bakar fosil ?
2. Bagaimana upaya untuk menanggulangi pencemaran lingkungan yang
disebabkan limbah/emisi gas buangan bahan bakar fosil ?
3. Bagaimana mengaplikasikan PLTS menggunakan Panel Surya Berbasis
Transistor 2N3055 sebagai wujud teknologi tepat guna yang bermanfaat
bagi masyarakat?
4. Bagaimanakah proses pembuatan dan pengoperasian PLTS dengan Panel
Surya Berbasis Transistor 2N3055?

C. Tujuan
Tujuan PKMT ini adalah :
1. Membuat suatu sistem pembangkit tenaga surya untuk keperluan rumah
tinggal
2. Merancang suatu panel surya yang lebih ekonomis
3. Mengoptimalkan komponen transistor yang sudah tidak terpakai namun
masih layak digunakan untuk keperluan pembuatan panel surya.
D. Luaran Yang Diharapkan
PKMT yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan suatu pembangkit
listrik alternatif dan juga ekonomis dengan menyediakan suatu alat yang
memanfaatkan transistor 2N3055 sebagai bahan dasar pembuatan PLTS
(Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang dapat digunakan sebagai solusi
ketergantungan energi khususnya bahan bakar fosil yang memenuhi syarat
kesehatan dengan suatu proses yang lebih sederhana, murah, efektif, efisien
dan aman digunakan baik bagi kesehatan maupun lingkungan.
E. Kegunaan
Manfaat yang dapat diambil dari PKMT ini antara lain :
1.

Manfaat sosial-ekonomi dari PKMT bagi pengguna/masyarakat:


a. Mengurangi konsumsi bahan bakar minyak/fosil dan batu bara yang
cadangannya semakin menipis.
b. Teknologi yang diaplikasikan mudah dibuat dan ekonomis
c. Membantu mengatasi krisis energi.

2.

Manfaat PKMT bagi lingkungan :


a. Memanfaatkan atau mendaur ulang limbah.
b. Mengurangi dampak limbah/polusi/emisi gas buangan (CO2).
c. Memanfaatkan energi terbarukan.
d. Menjaga kelestarian lingkungan.
e. Mencegah global warming.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang ramah lingkungan,
dan sangat menjanjikan. Sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan
pembangkit

listrik

menggunakan

uap

(dengan

minyak

dan

batubara).

Perkembangan teknologi dalam membuat solar panel yang lebih baik dari tingkat
efisiensi, pembuatan aki yang tahan lama, dan pembuatan alat elektronik yang
dapat menggunakan Direct Current. Pada saat ini penggunaan tenaga matahari
(solar panel) masih dirasakan mahal karena tidak adanya subsidi. Listrik yang kita
gunakan saat ini sebenarnya adalah listrik bersubsidi. Bayangkan perusahaan/
penambangan minyak tanah, batubara (yang merusak lingkungan), pembuatan
pembangkit tenaga listrik uap, distribusi tenaga listrik, yang semuanya dibangun
dengan biaya besar.
A. Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Karena pembangkit listrik tenaga surya sangat tergantung kepada sinar
matahari, maka perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaan terdiri
dari:
1. Jumlah daya (Watt) yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari.
2. Berapa besar arus yang dihasilkan solar cells panel (dalam Ampere
hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya yang
harus dipasang.
3. Berapa unit baterai (Ampere hour) yang diperlukan untuk kapasitas yang
diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari.
Dalam nilai keekonomian, pembangkit listrik tenaga surya memiliki nilai
yang lebih tinggi, dimana listrik dari PT. PLN tidak dimungkinkan, ataupun
instalasi generator listrik bensin ataupun solar. Misalnya daerah terpencil
seperti daerah pertambangan, perkebunan, perikanan, desa terpencil, dll. Dari
segi jangka panjang, nilai ke-ekonomian juga tinggi, karena dengan

perencanaan yang baik, pembangkit listrik tenaga surya dengan panel surya
memiliki daya tahan 20 - 25 tahun. Baterai dan beberapa komponen lainnya
dengan daya tahan 3 - 5 tahun.
B. Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Untuk instalasi listrik tenaga surya sebagai pembangkit listrik, diperlukan
komponen sebagai berikut:
1. Solar panel mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon
(disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon
yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang
lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari
kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun).
Tapi pada rancangan panel surya ini penulis menggunakan transistor
2N3055 yang terbuat dari germanium dalam pembuatan panel surya nya.
2. Charge controller, digunakan untuk mengatur pengaturan pengisian
baterai. Tegangan maksimun yang dihasilkan solar cells panel pada hari
yang terik akan menghasilkan tegangan tinggi yang dapat merusak
baterai.
3. Inverter, adalah perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan
searah (DC - direct current) menjadi tegangan bolak balik (AC alternating current).
4. Baterai, adalah perangkat kimia untuk menyimpan tenaga listrik dari
tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada
saat ada sinar matahari.

BAB III
METODE PELAKSANAAN

A. Komponen Utama
1. Solar panel
2. Charge controller
3. Inverter
4. Baterai

B. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pembuatan PLTS dengan Panel Surya Berbasis Transistor
2N3055 dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pembuatan Panel Surya:
a. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
b. Memperhitungkan kebutuhan jumlah transistor 2N3055 untuk
keluaran arus dan tegangan yang dbutuhkan yaitu untuk kebutuhan
tegangannya sekitar 12 VDC.
c. Membuat desain untuk penempatan transistor dan pendingin.
d. Merangkai rangkaian transistor yang sudah disediakan untuk
menghasilkan tegangan.
e. Pembuatan pendingin untuk panel surya.
f. Pemasangan kaca dan pembuatan box untuk penyimpanan panel
surya.
2. Pemasangan Charge Control.
3. Pemasangan Baterai.
4. Pemasangan Inverter.
5. Pengaplikasian sistem yang sudah dibuat yaitu dengan menghubungkan
ke beban (peralatan elektronik).

C. Efisiensi dan Kelebihan PLTS dengan Menggunakan Panel Surya


Berbasis Transistor 2N3055

Kelebihan PLTS dengan Teknologi menggunakan Panel Surya berbasis


Transistor 2N3055 ini adalah:
1. Energi yang terbarukan/ tidak pernah habis
2. Bersih, ramah lingkungan
3. Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang
4. Praktis, tidak memerlukan perawatan
5. Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia
D. Jadwal Kegiatan Program
Tabel 3.1 Jadwal kegiatan program.
No

Bulan

Kegiatan

Penyusunan proposal

Pembuatan Alat dan pengujian

Evaluasi

Laporan Akhir

E. Rancangan Biaya
1. Biaya Alat
Tabel 3.2 Biaya Alat
No

Jenis

Jumlah

Harga Satuan

Jumlah Biaya

1.

Solder

1buah

100.000

100.000

2.

Mesin gerinda listrik kecil

1buah

350.000

350.000

3.

Lem lilin

2 buah

30.000

60.000

4.

Listrik Terminal

1buah

50.000

50.000

5.

Mesin Bor

1buah

350.000

350.000

6.

Tang kombinasi

1set

50.000

50.000

7.

Obeng

1set

50.000

50.000

8.

Multitester

1buah

200.000

200.000

9.

Gergaji besi

1buah

50.000

50.000

10.

Timah

1 rol

50.000

50.000

11.

Terminal Listrik

1buah

50.000

50.000

12.

Mata Gergaji

1buah

50.000

50.000

13.

kunci pas

2 buah

30.000

60.000

14.

Kunci Inggris

1buah

50.000

50.000

15.

Kikir segitiga

1set

30.000

30.000

16

Palu

1 buah

30.000

30.000
Rp. 1.580.000

Total Biaya
2. Biaya Bahan Habis Pakai
Tabel 3.3 Biaya bahan habis pakai
No

Jenis

Jumlah

Harga Satuan

Jumlah biaya

1.

Transistor

400 buah

5.000

2.000.000

2.

Ampelas

2 meter

30.000

60.000

3.

Penggaris

2 buah

20.000

40.000

4.

Charge Controller

1 buah

1.000.000

1.000.000

5.

Ring isolator

5 buah

10.000

50.000

6.

Pendingin

60 buah

20.000

1.200.000

7.

Mur ukuran 14 x 50 mm

20 buah

500

10.000

8.

Mur ukuran 10 x 30 mm

500 buah

500

250.000

9.

Kaca bening 100 x 100 cm

1 lembar

100.000

100.000

10.

Besi plat 4 mm

4 lembar

50.000

200.000

11.

Baterai

2 buah

1.000.000

2.000.000

12.

Inverter

1 buah

770.000

770.000

13.

Cat

1 kaleng

50.000

50.000

14.

Relay

2 buah

100.000

200.000

15.

PCB

4 buah

50.000

400.000

16.

Ferit Clorit

2 buah

50.000

100.000

17.

Slotif

1 buah

20.000

20.000

18.

Kertas Foto

2 pak

30.000

60.000

19.

Besi Lubang

6 batang

50.000

300.000

20.

Baud besi lubang

60 buah

3.000

180.000

21.

Tipblok

1 lembar

200.000

200.000

22.

Pemotongan tipblok

100.000

100.000

23.

Siku-siku besi

20 buah

5.000

100.000

24.

Plat Almunium

4 lembar

100.000

400.000

25.

Tali rep

2 pak

20.000

40.000

26.

Jack AC

2 buah

20.000

40.000

Total Biaya

Rp. 9.870.000

3. Lain-lain
Tabel 3.4 Biaya lain-lain
No

Jenis

1.

Dokumentasi

50.000

2.

Transfortasi

300.000

3.

Komunikasi

100.000

4.

Penyusinan proposal, laporan

100.000

Total Biaya
Total biaya

Jumlah

Rp. 550.000

= Biaya Alat + Biaya Bahan Habis Pakai + Lain-lain


= Rp. 1.580.000 + Rp.9.870.000+Rp.550.000
= Rp. 12.000.000,-

Total biaya yang dibutuhkan = Rp. 12.000.000,-

DAFTAR PUSTAKA

Malvino.1981.Prinsip-prinsip Elektronik. Jakarta: Erlangga.


Marsudi, Djiteng. 2005. Pembangkitan Energi Listrik. Jakarta: Erlangga.
Stevanus, Widianto. 2011. Makalah Seminar Kerja Praktek Sistem Intalasi PLTS
1000 Wp Sitting Ground Teknik Elektro UNDIP Semarang. Semarang:
Universitas Diponegoro.
Ramdani, Mohamad. 2008. Rangkaian Listrik. Jakarta: Erlangga.

10

11

12

13

0016077404

NIDN. 0016077404

14

Gambaran Teknologi Yang Akan Diterapkan

15

16

DENAH LOKASI AM ELEKTRONIK


JL.NAMPONG NO. 2 RT 01/06 DESA CIAWI KECAMATAN CIAWI
KABUPATEN TASIKMALAYA