Anda di halaman 1dari 26

2.

3 Anatomi dan Fisiologi


Rongga Thorax
Rongga thorax dibentuk oleh sternum dan tulang rawan kosta dibagian
depan, kolumna vertebra di bagian belakang, dan iga-iga dibagian lateral. Rongga
ini dipisahkan dari rongga abdomen oleh diafragma dan memiliki hubungan ke
atas dengan pangkal leher melalui pintu atas thorax.

Kosta
Dari 12 pasang kosta, tujuh pasang pertama memiliki artikulasi dengan
vertebra di posterior dan dengan sternum di anterior melalui kartilago kosta (kosta
sejati). Kartilago dari kosta ke-8, ke-9, dan ke-10 memiliki artikulasi dengan
kartilago kosta di atas (kosta palsu), kosta ke-11 dan ke-12 disebut melayang
karena tidak memiliki artikulasi di anterior (kosta palsu).
Kosta tipikal (ke-3 sampai ke-9)
Memiliki ciri-ciri berikut, kaput di mana terdapat dua demifacet untuk
artikulasi dengan korpus dari vertebra bernomor sama, dan vertebra di atasnya.
Tuberkulum yang terdiri dari facet lateral kasar bukan untuk artikulasi dan facet
medial yang halus. Facet medial ini merupakan tempat artikulasi dengan prosesus
transversus dari vertebra yang sesuai. Sulkus subcostal merupakan bagian yang
kosong di aspek inferior dalam dari tangkao yang merupakan tempat lewatnya
struktur neurovascular intercostal.
Kosta Atipikal (ke-1,ke-2,ke-10,ke-11,ke-12)
Kosta ke-1 pendek, datar, dan memiliki lengkungan tajam. Kaputnya

memiliki facet artikulasi tunggal. Terdapat tuberkulum yang menonjol


(tuberculum skalenus) pada batas dalam permukaan atasnya yang menjadi tempat
insersi skalenus anterior. Vena Subklavia lewat disebelah atas anterior kosta ke-1
pada tuberkulum ini sedangkan arteri subklavia dan bagian bawah pleksus
brachialis lewat dibagian posteriornya.
Kosta servikalis adalah kosta tambahan yang jarang di-jumpai yang
memiliki artikulasi dengan C7 di posterior dan kosta ke-1 dianterior. Penekanan
kosta ini dibagian bawah pleksus brachialis (T1) dan arteri subklavia masingmasing menyebabkan deficit neurologis dan insufisiensi vascular.
Kosta ke-2 memiliki lengkungan lebih kecil dan lebih panjang daripada
kosta ke-1. Kosta ke-10 hanya memiliki satu facet artikularis pada kaput. Kosta
ke-11 dan ke-12 pendek dan tidak memiliki artikulasi anterior. Artikulasi posterior
dengan vertebra melalui facet tunggal di bagian kaput. Kedua kosta ini tidak
memiliki tuberkulum ataupun sulkus subcostal.
Sternum
Sternum terdiri dari manubrium, korpus, dan prosesus xiphoideus.
Manubrium memiliki facet untuk artikulasi dengan klavikula, kartilago kosta ke-1
dan bagian atas dari kartilago kosta ke-2. Dibagian inferior berartikulasi dengan
korpus sternum pada sendi manubriosternal. Korpus terdiri dari 4 bagian
sternebrae yang bersatu antara usia 15-25 tahun. Terdapat facet untuk artikulasi
dengan bagian bawah kartilago kosta ke-2 serta kartilago kosta ke-3 sampai ke-7.
Xiphoid memiliki artikulasi atas dengan korpus pada sendi xifisternal. Xiphoid
biasanya tetap kartilaginosa sampai masa dewasa.
Kartilago Kosta
Merupakan batang-batang kartilago hialin yang menghubungkan ke-7
kosta teratas langsung ke sternum serta ke-8, ke-9, dan ke-10 dengan kartilago
tepat diatasnya.
Sendi-Sendi pada kartilago kosta
Sendi manubriosternal merupakan suatu simphisis biasanya mengalami

penulangan setelah usia 30. Sendi xifisternal juga merupakan suatu simphisis.
Sendi sternokostal ke-1 adalah sendi kartilaginosa primer. Sisanya (ke-2 sampai
ke-7) merupakan sendi synovial. Semua merupakan sendi synovial tunggal
kecuali kosta ke-2 yang memiliki sendi ganda.
Sendi kostokondral (antara kosta dan kartilago kosta) merupakan sendi
kartilaginosa primer. Sendi interkondral (antara kartilago kosta pada kosta ke8,ke-9,dan ke-10) merupakan sendi synovial.
Sendi kostovertebral terdiri dari dua sendi synovial yang dibentuk oleh
artikulasi demifacet pada kaput tiap kosta dengan korpus dari vertebra yang sesuai
bersama dengan vertebra diatasnya. Kosta ke-1 dan ke-10 sampai ke-12 memiliki
sendi synovial tunggal dengan korpus vertebra yang sesuai.
Sendi kostotransversal adalah sendi synovial yang dibentuk oleh artikulasi
antara permukaan tuberkulum kosta dengan prosesus transversus dari vertebra
yang sesuai.
Rongga Interkostalis
Biasanya tiap rongga memiliki tiga otot yang menyerupai otot dinding
abdomen. Ketiga otot ini adalah:

M. Interkostalis Externa: Otot ini mengisi rongga interkostalis dari


vertebra di posterior sampai perbatasan kostokondral dianterior dimana
otot tersebut berubah menjadi membran interkostalis anterior yang tipis.
Serabut-serabutnya berjalan kebawah dan kedepan dari kosta atas ke kosta

dibawahnya.
M. Interkostalis Interna: Otot ini mengisi rongga interkostalis dari sternum
di anterior sampai angulus kosta di posterior dimana otot ini berubah
menjadi membrane interkostalis posterior yang mencapai korpus

vertebralis dibelakang.
M. Interkostalis Terdalam ( Innermost ): Kelompok otot ini terdiri dari
mm. subkostalis di posterior, m. interkostalis intima di lateral, dan
m.thoracalis transversus di anterior. Serabut-serabutnya meliputi lebih dari
satu rongga interkostalis.
Rongga neurovascular adalah bidang dimana bundelan neurovascular

(vena, arteri, dan nervus interkostalis) berjalan. Letaknya diantara lapisan

m.Interkostalis Interna dan m.Interkostalis terdalam.


Struktur interkostalis berjalan dibawah lapisan penutup pada sulkus
interkostalis. Aspirasi pleura harus dilakukan dekat batas atas suatu kosta
untuk meminimalkan resiko cedera.
Pasokan darah dan drainase vena dinding dada
Rongga interkostalis menerima darah arteri dari aa.interkostalis anterior
dan posterior. Arteri interkostalis anterior adalah cabang dari a.thoracalis interna
dan cabang terminalnya adalah a.muskulophrenicus. Kedua rongga terbawah tidak
mendapat suplai a.interkostalis. Dua sampai tiga aa.interkostalis posterior teratas
berasal dari cabang a.interkostalis superior dari trunkus kostoservikalis, suatu
cabang dari bagian kedua a.subklavia. Kesembilan aa.interkostalis posterior yang
terbawah adalah cabang dari aorta thorakalis. A.Interkostalis posterior lebih
panjang daripada a.interkostalis anterior.
V. Interkostalis anterior mengalir ke anterior ke v.thorakalis interna dan
muskulophrenics. V.interkostalis posterior mengalir ke sistem azygous dan
hemiazygous.
Drainase Limfatik Dinding Dada
Drainase Limfe dari:

Dinding dada anterior: ke kelenjar getah bening aksilaris anterior.


Dinding dada posterior: ke kelenjar getah bening aksilaris posterior.
Rongga interkostalis anterior: ke kekelenjar getah bening thorakalis

interna.
Rongga interkostalis posterior: ke kelenjar getah bening paraaorta.

Persyarafan Dinding Dada


N.interkostalis adalah rami anterior primer dari n.segmentalis thorakalis.
Hanya enam nervus teratas yang berjalan dalam rongga interkostalis, sisanya
masuk dalam dinding anterior abdomen.
Yang Termasuk Cabang n.Interkostalis adalah:

N.kutaneus anterior dan cabang-cabang lateralnya. Cabang kolateral yang


menyuplai otot di rongga interkostalis (juga disuplai oleh n.interkostalis utama).
Cabang sensoris dari pleura (nervus atas dan peritoneum).
Yang merupakan perkecualian adalah N. interkostalis ke-1 bergabung
dengan pleksus brachialis dan tidak memiliki cabang kutaneus anterior. N.
interkostalis ke-2 bergabung dengan n.kutaneus medialis dilengan melalui cabang
n.interkostobrachialis. Oleh karena itu nervus ini menyuplai ketiak dan sisi medial
lengan.
Diafragma
Diafragma memisahkan rongga thoraks dan abdomen, strukturnya terdiri
dari bagian muskularis, perifer yang berinsersi diaponeurosis anteriortendon
sentralis.
Bagian muskularis memiliki tiga asal komponen:

Bagian vertebralis: terdiri dari ligamentum krura dan arkuata.


Kruris dekstra berasal dari bagian depan korpus vertebra. L1-3 dan diskus
intervertebralisnya. Sebagian serabut dari kruris dekstra melewati bagian

bawah esophagus.
Kruris sinistra hanya keluar dari L1 dan L2.
Ligamentum arkuata medial terdiri dari fasia yang menebal yang menutupi
m. psoas mayor dan melekat di medial korpus vertebra L1 dan di lateral ke
prosesus transversus L1. Ligamentum arkuata lateral terdiri dari fasia yang
menutupi mm.kuadratus lumborum dari prosesus transversus L1 di medial

ke kosta ke-12 di lateral.


Ligamentum arkuata medianus

menghubungkan kruris dekstra dan sinistra.


Bagian kostalis melekat ke aspek terdalam dari ke enam kosta terbawah.
Bagian sternalis: terdiri dari dua lembaran kecil yang keluar dari

adalah

arkus

fibrosum

yang

permukaan dalam prosesus xiphoideus.


Pintu Keluar Diafragma
Banyak struktur yang melewati diafragma dengan ketinggian berbeda dari
rongga thorax ke abdomen dan sebaliknya. Ketinggiannya adalah sebagai berikut:

T8, pintu masuk v.kava inferior: tempat lewat V.kava inferior dan

m.phrenikus dextra.
T10, pintu esophagus: tempat lewat esophagus, vagi, dan cabang-cabang

arteri atau vena gastrika sinistra.


T12, pintu aorta: tempat lewat aorta, duktus thoracicus dan v.azygous.
N.Phrenicus sinistra melewati diafragma sebagai struktur tunggal.

Persarafan Diafragma

Saraf Motoris: seluruh saraf motoris berasal dari n.phrenicus (C3,4,5).

Kontraksi diafragma adalah mekanisme utama inspirasi.


Saraf Sensoris: Bagian perifer diafragma mendapat serabut sensoris dari
n.intercostalis bawah. Saraf sensoris bagian sentral berasal dari
n.phrenicus.

Subdivisi Mediastinum
Mediastinum adalah rongga yang terletak antara dua kantung pleura.
Untuk tujuan deskriptif mediastinum dibagi menjadi regio superior dan inferior
oleh garis yang ditarik ke arah horizontal belakang angulus ludovici (sendi
manubriosternal) ke kolumna vertebralis (diskus intervertebralis T4/5).
Mediastinum superior berhubungan dengan radiks atas leher melalui
pintu atas thorax. Pintu ini dibatasi oleh manubrium di anterior, vertebra T1
diposterior, dan kosta ke-1 di lateral.
Mediastinum inferior kemudian dibagi lagi menjadi:

Mediastinum anterior: daerah didepan pericardium.


Mediastinum media: pericardium dan jantung.
Mediastinum posterior: regio antara pericardium dengan vertebra.

Isi Mediastinum
Esofagus
Perjalanan: Esophagus berawal sebagai struktur servikal setinggi kartilago krikoid
pada C6 dileher. Didalam thorax, esophagus melewati mediastinum superior
diatas dan mediastinum posterior dibawah. Setelah miring sedikit kekiri didaerah
leher esophagus kembali ke garis tengah di thorax setinggi T5. Dari situ,
esophagus terus turun kearah bawah dan depan sampai ke pintu esophageal di

diafragma (T10).
Esophagus terdiri dari 4 lapisan :

Lapisan mukosa dalam berupa epitel gepeng berlapis.


Lapisan submukosa.
Dua lapisan otot- lapisan luar otot longitudinal dan lapisan dalam otot
sirkular. 2/3 bagian atas adalah otot lurik sedangkan 1/3 bagian bawah

berupa otot polos.


Lapisan jaringan areolar diluar.

Batas-batas esophagus ditunjukkan :

Disisi kanan esophagus hanya disilang oleh v.azygous dan n.vagus dextra

sehingga daerah ini merupakan daerah insisi bedah yang paling aman.
Pasokan darah dan drainase: mengingat esophagus cukup panjang (25cm),
pasokan darahnya didapat dari beberapa cabang arteri sesuai dengan

perjalanannya.
1/3 atas- A.tyroid inferior. 1/3 tengah- cabang esophageal dari aorta

thorakalis. 1/3 bawah- cabang gastrika sinistra dari a.celiaca.


Begitupula drainase vena berbeda-beda disepanjang esophagus. 1/3 atas
v.tyroid inferior. 1/3 tengah sistem azygous. 1/3 bawah-sistem azygous
(sistem sistemik) dan v.gastrika sinistra (sistem portal).

Adanya drainase pada 1/3 bagian bawah membentuk anastomosis portosistemik.


Pada sirosis hepatis yang berat kenaikan tekanan portal menyebabkan
menurunnya tekanan pada cabang gastrika sinistra diesofagus dibagian bawah.
Vena ini menjadi regang dan rapuh dan menimbulkan varises esophagus (sehingga
mudah rupture, menyebabkan pasokan darah yang membahayakan jiwa).
Drainase Limfatik:

Menuju pleksus limfe periesofageal dan kemudian ke kelenjar getah


bening mediastinal posterior. Dari sini llimfe mengalir ke kelenjar getah
bening supraklavikula. Esofagus bagian bawah juga mengalirkan limfe ke

kelenjar getah bening disekitar pembuluh darah gastrika sinistra.


Karsinoma esophagus memiliki prognosis yang sangat buruk. 2 tipe
histologis utama skuamous dan adenocarcinoma merupakan jenis tumor
terbanyak. Insidensi adenokarsinoma yang mengenai 1/3 bagian bawah
esophagus sekarang ini meningkat dengan sebab yang belum diketahui.

Sebagian besar tumor terdiagnosis pada stadium lanjut sehingga tak dapat
dioperasi. Pemasangan stent dan penggunaan laser untuk mengatasi
obstruksi akibat tumor merupakan metode paliatif utama.
Ductus Thoracicus

Chyli sisterna adalah kantung limfatik yang menerima limfe dari abdomen
dan tubuh bagian bawah. Letaknya diantara aorta abdominalis dan kruris

dekstra diafragma.
Duktus thoracicus membawa limfe dari chyli sisterna melalui thorax dan
mengalir ke v.brachiocephalica sinistra. Duktus ini biasanya juga
menerima cabang dari v.jugularis sinistra, trunkus limfatikus subklavia dan
mediastinal, walaupun bisa juga cabang ini langsung mengalir ke vena-

vena besar di leher.


Disisi kanan trunkus limfe utama dari tubuh bagian kanan atas biasanya
bergabung dengan mengalir langsung melalui cabang komunis, duktus
limfatikus dekstra, v.brachiocephalica dekstra.

Kelenjar Timus

Kelenjar ini merupakan komponen penting dari sistem limfatik. Letaknya


dibelakang manubrium (di mediastinum superior), namun bisa terjulur
sampai ke atas kartilago kosta ke-4 di mediastinum anterior. Setelah
pubertas timus perlahan-lahan digantikan oleh jaringan lemak.

Aorta Thorakalis
Aorta ascendens keluar dari vestibulum aorta dibelakang infundibulum
ventrikel kanan dan trunkus pulmonaris. Aorta Ascendens berlanjur sebagai arkus
aorta. Arkus aorta terletak disebelah posterior dari bagian bawah manubrium
dan melengkung dari depan ke belakang diatas bronkus utama sinistra. Arkus
melanjutkan sebagai aorta thorakalis descendens dan dimulai dibawah dibatas
bawah korpus T4. Awalnya agak kesebelah kiri dari garis bawah tengah, kemudia
ke garis tengah untuk masuk ke abdomen dengan melewati ligamentum arkuata
medianus diafragma setinggi T12.
abdominalis.

Dari situ melanjutkan sebagai aorta

Cabang-cabang aorta ascendens:

Aa.Koronaria dekstra dan sinistra

Cabang-cabang arkus aorta :

A. brachiocephalica : keluar dari arkus dibelakang manubrium dan


berjalan keatas dan membentuk bifurkasio menjadi cabang subklavia
dekstra dan cabang karotis komunis dekstra disebelah posterior sendi

sternoklavikular dekstra.
A. karotis komunis sinistra
A. subklavia sinistra
A. thyroidea ima

Cabang-cabang aorta thoracalis descendens:

Aa. Esophageal, bronchial, mediastinal, interkostalis posterior dan


subkostalis.

SUBKLAVIA
A.Subklavia menjadi a. aksilaris dibatas luar kosta ke-1. Tiap arteri dibagi
menjadi 3 bagian oleh skalenus anterior:

Bagian-1: Bagian arteri yang terletak disebelah medial dari batas medial
skalenus anterior. Memiliki tiga cabang yaitu a.vertebralis, trunkus
tiroservikalis dan a.thorakalis interna (mamilaris). A.thorakalis interna ini
berjalan di permukaan posterior dari dinding dada anterior selebar satu jari
dari batas lateral sternum. Sepanjang perjalanannya terdapat cabangcabang a. interkostalis anterior, a.timika, dan a.perforata, perforator ini

melewati dinding dada anterior dan memasok darah ke payudara.


A.thoracalis interna dibagi menjadi cabang epigastrika superior dan
muskulophrenicus dibelakang kartilago kosta ke-6. Trunkus tyrocervikalis

berakhir sebagai a. tyroidea inferior.


Bagian-2: Bagian arteri yang terletak dibelakang skalenus anterior

memiliki cabang trunkus costocervikalis.


Bagian-3: Bagian arteri yang terletak di lateral dari batas lateral skalenus
anterior. Bagian ini memiliki cabang A.skapularis dorsal.

VENA-VENA BESAR
V.brachiocephalica dibentuk dari gabungan v.subklavia dan v.jugularis
interna dibelakang sendi sternoclavicular. V.brachiocephalica sinistra terletak
diagonal dibelakang manubrium dan bergabung dengan v.brachiocephalica dekstra
dibelakang kartilago kosta-1 sehingga membentuk v.kava superior. V.kava
superior hanya menerima satu cabang---v.azygos.

SISTEM VENA AZYGOS

V.Azygos: Dimulai sebagai gabungan dari v. subkostalis dekstra dan


satu/lebih vena dari abdomen. Vena ini melewati pintu aorta diafragma,
naik di dinding dada posterior sampai setinggi T4 dan kemudian
melengkung diatas pangkal paru dekstra dan memasuki v.kava superior.
Vena ini memiliki cabang dari delapan vv.interkostalis terbawah, v.

interkostalis superior dekstra, dan v.hemiazygos.


V.hemiazygos: keluar dari sisi kiri dengan cara yang sama seperti
v.azygos. Melewati melewati pintu aorta diafragma dan keatas setinggi T9

dimana vena ini lewat dibelakang aorta secara diagonal dan ductus
thoracicus mengalir ke v.azygos setinggi T8. Vena ini menerima dari darah

dari empat vv.interkostalis posterior terbawah.


V. Azygous aksesorius: Mengalir dari darah vv. Interkostalis posterior
tengah (juga sebagai vena bronkial dan mid-esophageal). V.Hemiazygos
aksesorius menyilang ke kanan untuk mengalirkan darah ke v.azygos

setinggi T7.
Keempat vena interkostalis sinistra teratas mengalir ke v.brachiocephalica
sinistra melalui v.interkostalis superior sinistra.

Dalam pembahasan, traktus respiratorius dibagi menjadi bagian atas dan bawah.
Traktus respiratorius atas berhubungan dengan nasofaring dan laring sedangkan
bagian bawah berhubungan dengan trakea, bronki, dan pari-paru.
PLEURA

Pleura terdiri dari dua lapisan: lapisan viseralis yang melekat pada paru
dan lapisan parietalis yang membatasi aspek terdalam dinding dada,

diafragma, serta sisi pericardium dan mediastinum.


Pada hilus paru kedua lapisan pleura ini berhubungan. Hubungan ini
bergantung longgar diatas hilus dan disebut ligamentum pulmonale.
Adanya ligamentum ini memungkinkan peregangan vv.pulmonalis dan

pergerakkan struktur hilus selama respirasi.


Kedua rongga pleura tidak berhubungan.
Rongga pleura mengandung sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas

untuk mengurangi friksi antara kedua pleura.


Selama inspirasi maksimal paru hampir mengisi seluruh rongga pleura.
Pada inspirasi tenang paru-paru tidak mengembang sepenuhnya,
melainkan

menyisakan

ruangan

sisa

kostodiafragmatikus

dan

kostomediastinal dari rongga pleura.


Pleura parietalis sensitive terhadap nyeri dan raba (melalui n.interkostalis
dan n.phrenicus). Pleura visceralis hanya sensitive terhadap regangan

(melalui serabut aferen otonom dari pleksus pulmonalis).


Udara bisa masuk ke rongga pleura bila terjadi fraktur kosta atau robekkan
paru (pneumothorax). Kejadian ini akan menghilangkan tekanan negative

pleura normal, sehingga menyebabkan kolaps pleura.


Peradangan pleura (pleuritis) terjadi akibat infeksi pada bagian paru yang
melekat ke pleura (pneumonia). Bila terjadi, proses peradangan
menyebabkan pleura menjadi lengket. Dalam keadaan ini bisa terdengar
pleural rub pada region yang terkena saat inspirasi dan ekspirasi. Pus
dalam rongga pleura (sekunder akibat proses infektif disebut empyema).

TRAKEA

Perjalanan: Trakea berawal setinggi kartilago krikoid dileher (C6) dan


berakhir setinggi angulus ludovici (T4/5) dimana terjadi bifurkasio

menjadi bronki utama dekstra dan sinistra.


Struktur: Trakea adalah struktur fibroelastis yang kaku. Kartilago hialin
berbentuk setengah cincin yang saling menyambung mempertahankan
bentuk lumen trakea. Bagian dalam trakea dibatasi oleh epitel kolumnar

bersilia.
Batas-batas: Dibelakang trakea berjalan esophagus. Cincin trakea ke-2-3-4

dilewati oleh ismus tyroid disebelah anterior.


Pasokan darah: trakea menerima pasokan darah dari cabang-cabang aa.
Tyroidea inferior dan bronkial.

BRONKI DAN SEGMEN BRONKOPULMONALIS

Bronkus utama kanan lebih pendek dan lebih lebar, dan lebih vertical
letakknya dibanding yang kiri. Oleh karena itu benda asing yang terhirup
lebih cenderung masuk ke bronki kanan dan terus ke lobus kanan setelah

lobus tengah dan lobus bawah bronki.


Bronkus utama kiri memasuki hilus dan terbagi menjadi bronkus lobus
superior dan inferior. Bronkus utama kanan bercabang menjadi bronkus ke
lobus atas sebelum memasuki hilus dan begitu memasuki hilus terbagi

menjadi bronki lobus medial dan inferior.


Tiap bronkus lobus bercabang menjadi bronki segmental. Tiap bronkus

segmental memasuki sebuah segmen bronkopulmonalis.


Tiap segmen bronkopulmonalis berbentuk pyramid dengan apeks ke atas
hilus, segmen merupakan unit struktural lobus yang memiliki bronkus
segmental, arteri, dan sistem limfatikus sendiri. Jika suatu segmen

bronkopulmonalis terkena penyakit, bisa dilakukan reseksi segmen dengan


mempertahankan bagian lobus yang lain. Darah dari tiap segmen mengalir
ke vv. Intersegmental.
PARU-PARU

Paru-paru memiliki area permukaan alveolar kurang lebih seluas 40 meter 2

untuk pertukaran udara.


Tiap paru memiliki: apeks yang mencapai ujung sternal kosta ke-1;
permukaan kostovertebral; basis yang terletak diatas diafragma dan
permukaan mediastinal yang menempel dan membentuk struktur

mediastinal.
Struktur: paru kanan terbagi menjadi lobus atas, tengah, bawah, oleh fisura
oblikus dan horizontal. Paru kiri hanya memiliki fisura oblikus sehingga
tidak ada lobus tengah. Segmen lingular merupakan sisi kiri yang
ekuivalen dengan lobus tengah kanan. Namun, secara anatomis lingula
merupakan bagian dari lobus atas kiri. Struktur yang masuk dan keluar
dari paru-paru melewati hilus paru yang, seperti telah disebut sebelumnya,

diselubungi oleh kantung pleura yang longgar.


Pasokan darah: bronki dan jaringan parenkim paru mendapat pasokan dari
darah a.bronkialis---cabang-cabang dari aorta thorakalis descendens.
V.bronkialis, yang berhubungan dengan v.pulmonalis, mengalir darah ke
v.azygos dan v.hemiazygos. Pulmonalis mengalirkan darah ke v.dari
cabang-cabang terminal a.pulmonalis dan darah yang teroksigenasi
mengalir kembali melalui cabang-cabang v.pulmonalis. Dua v.pulmonalis

mengalirkan darah kembali dari tiap paru ke atrium kiri jantung.


Drainase limfatik paru-paru: limfe mengalirkan kembali dari perifer
menuju kelompok kelenjar getah bening trakeobronkial, hiler, dan menuju

trunkus limfatikus mediastinal.


Persarafan paru-paru: pleksus pulmonalis terletak dipangkal tiap paru.
Pleksus ini terdiri dari sebuah simpatis (dari trunkus simpatikus dan
serabut parasimpatis, dari n.vagus). Serabut eferen dari pleksus
mempersarafi otot-otot bronkus dan serabut aferen diterima dari
membrane mukosa bronkioli dan alveoli.

MEKANISME RESPIRASI

Tekanan negative intrapleura membuat paru-paru selalu dalam keadaan

setengah inflasi.
Selama inspirasi normal, kontraksi m.interkostalis eksternal atas
memperbesar diameter A-P dari thorax atas kontraksi m.interkostalis
eksternal bawah memperbesar diameter transversal thorax bawah; dan
kontraksi diafragma memperpanjang thoraks internal kearah vertical.
Perubahan-perubahan ini meningkatkan volume paru dan oleh karena itu
menyebabkan reduksi tekanan intrapulmonal sehingga udara terhisap ke
dalam

paru-paru.

Pada

inspirasi

dalam

m.sternocleidomastoideus,

mm.skalenus anterior dan medius, m.seratus anterior serta mm.pectoralis


mayor dan minor semua membantu memaksimalkan kapasitas thoraks.

Semua otot ini bersama-sama disebut sebagai otot-otot bantu pernafasan.


Ekspirasi sebagian besar terjadi akibat relaksasi positive otot-otot inspirasi
daya recoil elastis (elastis recoil dari paru-paru). Pada ekspirasi paksa otototot abdomen membantu mengangkat diafragma.

FOTO THORAX
Foto thorax standar adalah dengan posisi postero-anterior (PA). Foto diambil
dengan dada subjek mengenai film dan sinar rontgen disorotkan kearah anterior
dari belakang.
Struktur yang Nampak pada foto thoraks adalah:

Batas-batas jantung : Tiap pembesaran signifikan dari bilik jantung


tertentu bisa terlihat pada foto thorax. Pada gagal jantung kongestif
keempat bilik jantung membesar (Cardiomegali). Pada pandangan PA
tampak rasio cardiothorax >50%. Rasio ini dihitung dengan membagi

lebar jantung dengan lebar rongga thorax pada titik terlebar.


Paru-paru: Paru-paru adalah struktur yang radiolusen. Bayangan padat
beralur, terlihat dipangkal paru, merupakan pembuluh darah paru yang

terisi darah.
Diafragma: Sudut yang dibuat antar diafragma dengan dinding dada
disebut angulus costophrenicus. Angulus ini menghilang bila terkumpul

cairan efusi pleura.


Struktur mediastinal: Sulit dibedakan karena cukup banyak terjadi
penumpukkan. Namun, arkus aorta Nampak cukup jelas, yang bila
mengalami dilatasi patologis (aneurisma), menimbulkan kesan-kesan
pelebaran mediastinum.

Jantung, pericardium, pangkal paru, dan bagian-bagian pembuluh besar yang


bergabung dengannya mengisi bagian tengah mediastinum.
PERIKARDIUM
Perikardium terdiri dari komponen fibrosa dan serosa. Perikardium fibrosa
adalah lapisan kuat yang menyelimuti jantung, lapisan ini bergabung dengan
pangkal pembuluh besar yang diatasnya dan dengan tendon sentral diafragma
dibawahnya. Perikardium serosa melapisi pericardium fibrosa (lapisan parietalis)
dan pada pangkal pembuluh darah membalik untuk menutupi permukaan jantung
(lapisan viseralis). Perikardium serosa merupakan permukaan halus sebagai
bantalan bagi jantung. Dua sinus yang penting terletak diantara lapisan parietalis
dan viseralis, yaitu:

Sinus transversus: terletak antara v.kava superior dan atrium kiri di

posterior serta trunkus pulmonaris dan aorta di anterior.


Sinus oblikus: dibelakang atrium kiri, sinus dibatasi oleh v.kava inferior

dan vv.pulmonalis.
Pasokan darah: dari cabang-cabang perikardiophrenicus dari a.thoracalis

interna.
Persarafan: pericardium fibrosa dan lapisan parietalis dari pericardium

serosa dipersarafi oleh n.phrenicus.


Setelah terjadi suatu trauma thorax darah bisa berkumpul di rongga
pericardium (hemoperikardium) yang akhirnya bisa menyebabkan
tamponade jantung. Manifestasi klinisnya adalah shock, pelebaran vena
leher dan tidak ada/redupnya bunyi jantung (trias beck). Keadaan ini fatal
kecuali bila segera dilakukan dekompresi pericardial.

PERMUKAAN JANTUNG

Permukaan anterior (sternokostalis) terdiri dari: atrium kanan, sulkus


arterioventrikular, ventrikel kanan, segaris tipis ventrikel kiri, dan

auricular atrium kiri.


Permukaan inferior (diafragmatika) terdiri dari: atrium kanan, sulkus
arterioventrikular, dan kedua ventrikel yang dipisahkan oleh sulkus

interventrikular.
Permukaan posterior (basalis) terdiri dari: atrium kiri yang menerima
keempat vv. Pulmonalis.

BILIK-BILIK JANTUNG
Atrium Kanan

Menerima darah deoksigenasi dari v.kava inferior di bawah dan v.kava

superior diatas.
Menerima darah dari sinus koronarius pada bagian bawahnya.
Ujung atas atrium menonjol ke bagian kiri v.kava superior menjadi

aurikula dekstra.
Sulkus terminalis adalah sulkus vertical di permukaan luar atrium. Sulkus
ini berhubungan internal dengan krista terminalissuatu tonjolan otot
yang memisahkan lapisan otot polos atrium (berasal dari sinus venosus)
dari bagian lain atrium (berasal dari atrium fetus sejati). Pada bagian lain

atrium terdapat tonjolan otot horizontalmuskuli pektinatus.


Diatas sinus koronarius septum interatrial membentuk dinding posterior.
Depresi septumfosa ovalistadinya merupakan foramen ovale.
Dasarnya adalah septum primum fetal. Tonjolan atas fosa ovalis disebut
limbus, yang mewakili septum sekundum. Kegagalan penyatuan septum
primum dengan septum sekundum menyebabkan menetapnya foramen

ovale (defek septal atrial) namun selama kedua septa saling bertindihan,
tidak akan terjadi disabilitas fungsional. Foramen yang menetap
menyebabkan terjadinya pirau kiri-kanan.
Ventrikel kanan

Menerima darah dari atrium kanan melalui katup tricuspid. Bagian tepi
daun katup melekat pada korda tendinea yang akhirnya melekat ke
m.papilaris. Muskulus ini merupakan proyeksi kelompok otot dinding

ventrikel.
Dinding ventrikel kanan lebih tebal dari atrium namun tidak setebal
dinding ventrikel kiri. Dinding ini mengandung sekelompok massa otot
yang disebut trabekula karnea. Suatua kelompok menonjol ke depan dari
septum interventrikular ke dinding anterior. Kelompok otot ini disebut pita
moderator (trabekula septomarginal) dan penting dalam konduksi impuls

karena mengandung cabang kanan dari nodus atrioventrikular.


Infundibulum adalah traktus aliran keluar yang berdinding halus di

ventrikel kanan.
Katup pulmonal terletak di bagian puncak infundibulum. Katup ini terdiri
dari tiga daun ketup semilunaris. Darah mengalir melalui katup dan
menuju ke a.pulmonalis melalui trunkus pulmonalis dan mengalami
oksigenasi di paru-paru.

Atrium Kiri

Menerima darah teroksigenasi dari keempat vv.pulmonali yang mengalir

ke posterior.
Rongga ini berdinding halus kecuali pada tempat adanya anggota badan

atrial.
Pada permukaaan septal terdapat lekukan yang menandai fosa ovalis.
Katup mitral (bicuspid) menjaga aliran darah dari atrium kiri ke ventrikel
kiri.

Ventrikel Kiri

Dinding ventrikel kiri jauh lebih tebal dibandingkan dengan ventrikel

kanan namun strukturnya sama. Dinding yang tebal diperlukan untuk


memompa darah teroksigenasi dengan tekanan tinggi melalui sirkulasi
sistemik. Proyeksi trabekula karnea dari dinding dengan m.papilaris

melekat ke tepi daun katup mitral melalui korda tendinea.


Vestibulum adalah bagian berdinding halus dari ventrikel kiri yang terletak
dibawah katup aorta dan terdiri dari saluran keluar.

KATUP-KATUP JANTUNG

Fungsi katup jantung adalah untuk mempertahankan aliran satu arah.


Katup mitral dan tricuspid letaknya mendatar. Selama sistolik ventrikel
tepi daun katup yang bebas saling menyentuh dan adanya terikan korda
mencegah terjadinya eversi. M.papilaris bisa mengalami rupture sebagai
komplikasi infark miokard. Secara klinis terdengar sebagai murmur
pansistolik yang menandai adanya aliran regurgitasi darah dari ventrikel ke

atrium.
Katup aorta dan pulmonal terdiri dari tiga daun katup semilunaris yang
berbentuk cangkir. Selama diastolic ventrikel tekanan darah yang ada di
atas katup menyebabkan terjadinya pengisian dan kemudia penutupan
katup.

Sulkus antara keempat bilik jantung menunjukkan tempat dengan regangan


terkecil selama sistol, dan oleh karena itu merupakan tempat dimana sebagian
besar pembuluh yang memasok darah ke jantung berada.
PASOKAN DARAH ARTERI JANTUNG
A.Koronaria memasok jantung dengan darah teroksigenasi.
A.Koronaria adalah arteri-ujung fungsional sehingga bila terjadi sumbatan
total, miokardium yang mendapat darah dari arteri yang tersumbat mengalami
kekurangan darah. Bila lumen pembuluh darah menyempit perlahan-lahan akibat
perubahan ateromatosa pada dindingnya, pasien mengeluhkan nyeri dada yang
semakin bertambah saat aktifitas. Pada keadaan ini tuntutan kerja miokardium
yang meningkat tidak bisa dipenuhi karena berkurangnya pasokan darah. Angina
yang tidak dapat diatasi oleh control farmakologis bisa diatasi dengan dilatasi

(angioplasti) atau bypass arteri yang mengalami stenosis. Prosedur bypass


biasanya dilakukan menggunakan v.safena magna yang dibalikkan dan dilakukan
anastomosis dengan aorta di proksimal kemudia di distal dengan a.koronaria di
atas stenosis.
Asal arteri koroner adalah sebagai berikut:

A.Koronaria sinistra keluar dari sinus aorta tepat diatas daun posterior kiri

katup aorta.
A.Koronaria dekstra keluar dari sinus aorta tepat diatas daun anterior
katup aorta.

Terdapat banyak variasi ukuran dan zona distribusi a.koronaria, misalnya pada
orang cabang interventrikular posterior dari a.koronaria dekstra lebih besar dan
memasok darah ke sebagain besar ventrikel kiri sedangkan pada sebagian besar
ventrikel ini mendapat darah dari cabang interventrikular anterior a.koronaria
sinistra.
Begitu pula, nodus sino-atrial biasanya menerima darah dari cabang nodal dari
a.koronaria dekstra namun pada 30%-40% populasi menerima darah dari
a.koronaria sinistra.
DRAINASE VENA JANTUNG
Sistem drainase vena jantung diantaranya adalah:

Vena yang berjalan bersama a.koronaria dan mengalir ke atrium kanan


melalui sinus koronarius. Sinus koronarius mengalir ke atrium kanan di
sebelah kiri dan diatas pintu vena kava inferior. Vena besar jantung
mengikuti cabang interventrikular anterior dari a. koronaria sinistra
kemudian mengalir kembali ke sebelah kiri pada sulkus atrioventrikular.
Vena tengah jantung mengikuti arteri interventrikuler posterior dan
bersama-sama dengan vena kecil jantung yang mengikuti arteri marginalis,
mengalir ke sinus koronarius. Sinus koronarius mengalirkan sebagian

besar dari darah vena jantung.


Vv. Kordis minimi: merupakan vena-vena kecil yang langsung mengalir

ke dalam bilik-bilik jantung.


Vv. Kordis anterior: merupakan vena-vena kecil yang menyilang sulkus

atrioventrikular dan mengalir langsung ke atrium kanan.


SISTEM KONDUKSI JANTUNG

Nodus sino-atrial (SA) adalah pencetus aliran listrik pada jantung.


Letaknya dekat dengan puncak krista terminalis, dibawah pintu v.kava
superior menuju atrium kanan. Impuls yang dibuat oleh nodus SA di
konduksikan sepanjang otot-otot atrium untuk menghasilkan kontraksi
atrium yang sinkron. Penyakit atau degenerasi dari bagian manapun pada
jalur konduksi bisa menyebabkan gangguan irama jantung yang
berbahaya. Degenerasi nodus SA menyebabkan peran pacu jantung
diambil alih oleh bagian lain dari jalur konduksi, sekalipun biasanya

dengan kecepatan denyut yang lebih lambat.


Impuls mencapai nodus atrioventrikular (AV) yang terletak di septum
intratrial tepat di atas pintu sinus koronarius. Dari sini impuls diteruskan
ke ventrikel melalui atrioventrikular bundle (of his) yang turun ke septum

interventrikular.
Bundle of His terbagi menjadi cabang kanan dan kiri yang mengirim
serabut purkinje di bagian subendokardium dari ventrikel. Posisi serabut
purkinje menyebabkan kontraksi ventrikel yang hampir sinkron.

PERSARAFAN JANTUNG
Jantung menerima persarafan simpatis dan parasimpatis sehingga denyut jantung
bisa dikendalikan sesuai kebutuhan.

Persarafan parasimpatis (efek bradikardi): berasal dari n.vagus.


Persarafan simpatis (efek takikardi dan inotropic positif): berasal dari
ganglia simpatis servikalis dan torakalis atas melalui pleksus kordis
superfisialis dan profunda.

PERSARAFAN THORAX
N.Phrenicus
N.Phrenicus keluar dari radiks saraf C3,C4,dan C5 dileher.

N.Phrenicus dekstra turun sepanjang jalur yang hampir vertical, disebelah


anterior pangkal paru, berdampingan dengan v.brachiocephalica dekstra,
v.kava superior, dan atrium kanan sebelum melewati pintu v.kava inferior

pada diafragma (T8). Di sini n.phrenicus memasuki pintu kava dan

langsung menembus diafragma yang dipersarafinya.


N. Phrenicus sinistra turun sepanjang a. subklavia sinistra. Pada arkus
aorta nervus ini melewati v.interkostalis superior sinistra dan turun
didepan pangkal paru kiri menuju pericardium yang terletak diatas
ventrikel kiri. Nervus ini kemudia melubangi otot diafragma sebagai

struktur soliter.
N.Phrenicus sebagian besar terdiri dari serabut motoris yang mempersarafi
diafragma. Namun, ada juga serabut sensoris menuju pericardium fibrosa,
pleura mediastinal dan peritoneum, serta bagian tengah diafragma.

N. Vagus
Yang disebut n.vagus adalah n.kranialis ke-10

N.Vagus dextra turun melekat pada trakea torakalis sebelum lewat di


belakang pangkal paru untuk membentuk pleksus pulmonalis posterior.
Akhirnya nervus ini mencapai esophagus bawah dimana terbentuk pleksus
esophageal dengan vagus sinistra. Dari pleksus ini, trunkus vagal anterior
dan posterior turun (membawa serabut dari kedua n.vagus dekstra dan
sinistra) pada esophagus dan lewat ke abdomen melalui pintu abdomen

pada diafragma setinggi T10.


N.Vagus sinistra menyilang arkus aorta dan cabang-cabangnya. Di sini,
dengan sendirinya nervus ini disilang oleh v.interkostalis superior sinistra.
Di bawah, nervus ini turun dibelakang pangkal paru unruk mencapai
esophagus dimana nervus ini bergabung membentuk pleksus esophageal.

Cabang-cabang vagal

N.Laringeus rekuren sinistra keluar dari n.vagus sinistra di bawah arkus


aorta. Nervus ini melingkari ligamentum arteriosum dan naik di sulkus

antara trakea dan esophagus untuk mencapai laring.


N. Laringeus rekuren dekstra keluar dari n.vagus dekstra di leher dan
melingkari a.subklavia dekstra sebelum naik di sulkus antara trakea dan

esophagus kemudia akhirnya mencapai laring.


N.Laringeus rekuren mempersyarafi mukosa trakea bagian atas dan

esophagus selain membawa serabut saraf motoris ke semua otot laring

(kecuali krikotiroid) dan serabut sensoris laring ke bagian bawah.


N. Vagus juga memiliki cabang ke pleksus kordis dan pulmonalis.

TRUNKUS SIMPATIS TORAKALIS

Rantai simpatis torakalis adalah kelanjutan dari rantai servikalis. Rantai ini
turun sepanjang thorax di belakang pleura tepat di lateral korpus
vertebralis dan lewat di bawah ligamentum arkuata mediale diafragma

dan berlanjut sebagai trunkus simpatis lumbalis.


Rantai torakalis membawa ganglion untuk setiap saraf spinalis yang
teratas seringkali bergabung dengan gangliom servikalis inferior
membentuk ganglion stelata. Tiap ganglion menerima ramus komunikans
alba yang mengandung serabut preganglionic dari saraf spinalik yang
berhubungan dan mengirim balik ramus grisea, yang membawa serabut
post ganglionic.

Cabang:

Serabut simpatos didistribusikan ke kulit dengan tiap saraf spinalis

torakalis.
Serabut post ganglionic dari T1-5 didistribusikan ke visera toraks

jantung dan pembuluh besar, paru-paru, dan esophagus.


Serabut preganglionic terutama T5-12 membentuk n.splanknikus, yang
menembus krura diafragma dan menuju ganglia seliaka dan renalis dimana
serabut ini kemudian diteruskan sebagai serabut postganglionic ke visera
abdomen. Yang termasuk n.splanknikus adalah: n.splanknikus magna(T510), n. splanknikus parva (T10-11), dan n.splanknikus bawah (T12).
Nervus ini terletak disebelah medial trunkus simpatis pada korpus vertebra
torakalis dan cukup mudah terlihat melalui pleura parietalis.

PLEKSUS KORDIS
Untuk tujuan deskriptif pleksus ini dibagi menjadi superfisialis dan profunda.
Terdiri dari serabut eferen dan juga aferen simpatis dan parasimpatis.

Cabang kordis dari pleksus ini mempersarafi jantung di mana saraf ini

berjalan bersama a.koronaria sebagai control vasomotor dan mempersarafi


nodus sino-atrial serta atrioventrikular dengan fungsi kardio-inhibisi dan

kardio-akselerasi.
Cabang pulmonal mempersarafi otot polos dinding bronkial (control
diameter) dan pembuluh darah pulmonal sebagai control vasomotor.

THORAX ANTERIOR
Yang terdapat pada thorax anterior di antaranya adalah:

Angulus ludovici: dibentuk oleh sendi antara manubrum dan korpus


sternum. Merupakan tempat penting karena adanya artikulasi kartilago
kosta ke-2 di tiap sisinya dan dengan mengikuti garis ini ke kosta ke-2 dan
rongga

interkostalis

berikutnya

bisa

dikenali.

Angulus

sternalis

berhubungan dengan titik horizontal setinggi diskus intervertebralis antara

T4-T5.
Insisura suprasternalis: terletak di garis tengah antara ujung medial

klavikula dan di atas ujung atas manubrium.


Batas kosta: dibentuk oleh batas bawah kartilago kosta ke-7, ke-8, ke-9,

dan ke-10 dan ujung kosta ke-11 dan ke-12.


Sendi xifisternalis: dibentuk oleh sendi antara korpus sternum dan
xifisternum.

THORAX POSTERIOR
Pada thorax posterior terdapat:

Prosesus spinosus teratas yang teraba adalah C7. Vertebra C1-C6 dilapisi
oleh ligamentum nuchae yang tebal. Prosesus spinosus dari vertebra

thoracalis bisa diraba dan dihitung di garis tengah posterior.


Skapula terletak di bagian posterior atas dinding dada. Pada subjek yang
kurus angulus superior, inferior, serta batas spinalis dan medial (vertebral)
dari scapula bisa teraba dengan mudah.

GARIS ORIENTASI

Terdapat garis-garis vertical imajiner yang digunakan untuk mendeskripsikan


lokasi dinding dada. Di antaranya adalah:

Garis mid-klavikularis: garis vertical dari titik tengah klavikula ke bawah.


Garis aksilaris anterior dan posterior: dari lipatan aksilaris anterior dan

posterior vertical kearah bawah.


Garis mid-aksilaris: dari titik tengah antara garis aksilaris anterior dan
posterior vertical kearah bawah.

TINGKAT VERTEBRA
Tonjolan tulang yang bisa diraba bisa digunakan untuk menemukan lokasi struktur
penting dibawahnya. Tonjolan tulang berikut ini sesuai dengan tingkat vertebra di
bawahnya:

Insisura suprasternalis: T2/3


Angulus sternalis: T4/5
Angulus scapula superior: T2
Angulus scapula inferior: T8
Sendi Xifisternalis: T9
Bidang subkostalis: :L3

PENANDA PERMUKAAN STRUKTUR THORAX


Trakea
Trakea berawal dibatas bawah kartilago krikoid (setinggi C6). Trakea
berjalan ke bawah di garis tengah dan berakhir agak ke kanan membentuk
bifurkasio menjadi bronki utama kiri dan akanan. Bifurkasio ini terjadi setinggi
angulus sternalis (T4/5).
Pleura
Proyeksi apeks pleura sekitar 2.5cm diatas sepertiga medial klavikula.
Garis refleksi pleura lewat dibelakang sendi sternoklavikular dan bertemu di garis
tengah setinggi angulus sternalis. Pleura kanan kemudia lewat ke bawah menuju
kartilago kosta ke-6. Pleura kiri lewat di sebelah lateral dekat dengan kartilago
kosta ke-4 dan turun vertical di sebelah lateral tepi sternalis kartilago kosta ke-6.
Dari titik ini kedua pleura lewat disebelah posterior sambil menyilang kosta ke-8
di garis midklavikularis, kosta ke-10 di garis mid aksilaris dan akhirnya sejajar

dengan kosta ke-12 di posterior.


Paru-paru
Apeks dan batas mediastinal paru kanan mengikuti garis luar pleura. Saat
mid inspirasi batas bawah paru kanan menyilang kosta ke-6 pada garis midklavikularis, kosta ke-8 di garis mid-aksilaris, dan sejajar dengan kosta ke-10 di
posterior. Batas paru kiri sama dengan kecuali pada batas mediastinal melengkung
kearah lateral (insisura kordis) namun kemudian kembali ke jalur yang disebutkan
diatas.

Fisura oblikus: diwakili oleh garis miring yang ditarik dari titik 2.5 cm
disebelah lateral prosesus spinosus torakalis ke-5 menuju kartilago kosta
ke-6 di anterior. Fisura oblikus membagi paru-paru menjadi lobus atas dan

bawah.
Fisura transversalis: diwakili oleh garis yang ditarik horizontal dari
kartilago kosta ke-4 menuju titik di mana garis ini memotong fisura
oblikus. Fisura ini memisahkan lobus atas dan tengah paru kanan.

JANTUNG

Batas-batas jantung digambarkan dengan menggabungakan empat titik


Apeks ventrikel kiri berhubungan dengan tempat dimana apeks kordis bisa
diraba. Penanda permukaan apeks kordis adalah pada rongga interkostalis
ke-5 di garis mid-klavikularis.

PEMBULUH BESAR

Arkus aorta: melengkung dari anterior ke posterior di belakang

manubrium. Titik tertinggi dari arkus mencapai titik tengah manubrium.


A.brakiocephalica dan a. karotis komunis sinistra: naik di sebelah

posterior manubrium.
Vv. Brachiocephalica: dibentuk oleh gabungan vv.jugularis interna dan
v.subklavia. Gabungan ini terjadi disebelah posterior dari sendi

sternoklavikular.
V.kava superior: dibentuk oleh gabungan vv.brachiocephalica sinistra dan
dekstra di antara kartilago kosta ke-2 dan ke-3 pada batas kanan sternum.

PAYUDARA
Dasar payudara tetap konstan, terletak setinggi kosta ke-2 sampai ke-6 dan
menutupi kartilago kosta di anterior dan dari batas lateral sternum ke garis midaksilaris. Posisi putting bervariasi pada wanita namun pada pria biasanya setinggi
rongga intercostal ke-4 di garis mid-klavikularis.
PEMBULUH TORAKALIS INTERNA
Arteri atau vena torakalis interna turun 1 cm di sebelah laternal tepi
sternum.
DIAFRAGMA
Saat mid-inspirasi bagian tertinggi dari kubah kanan mencapai batas atas
kosta ke-5 pada garis mid-klavikularis. Kubah kiri hanya mencapai batas bawah
kosta ke-5. 7