Anda di halaman 1dari 47

FISIOLOGI MEMBRAN SEL

Mochammad Erwin Rachman


The Department of Physiology FK-UMI
BLOK III

TUJUAN POKOK BAHASAN

Menjelaskan struktur dan fungsi


membran
Menjelaskan peranan membran dalam
mengatur proses homeostasis
Menjelaskan
mekanisme
transport
melalui membran

MEMBRAN SEL
Sel dan organel yang terdapat dalam sel, dilapisi oleh membran
yang komposisinya terutama terdiri dari protein 55%, lemak 42%
dan karbohidrat 3%, tetapi persentase ini bervariasi pada berbagai
sel.
Lemak yang terdapat pada membran memungkinkan membran
berfungsi sebagai barrier yang membatasi pergerakan molekul
yang dapat larut dalam air melewati membran.
Molekul protein yang dapat menembus membran sel, berfungsi
sebagai tempat lewatnya bahan-bahan tertentu.Selain itu protein
yang terdapat pada permukaan membran seperti reseptor, enzim
dan pump (pompa) masing-masing berfungsi sebagai katalisator
dan pompa yang melakukan transport aktif ion-ion tertentu
kedalam maupun keluar sel.

MEMBRANE FUNCTIONS
Physical barrier
Cells shape
Transport of molecules
Signal and energy transduction
Cell to cell communication

05/04/15

CHEMICAL COMPOSITIONS

05/04/15

LIPIDS
Phospholipids
Cholesterol
Glycolipids
PROTEINS
CARBOHYDRATES
Glycoproteins
Glycolipids

PERCENTAGE OF CHEMICAL
COMPOSITION IN VARIOUS MEMBRANES
(%)
Membrane
Erythrocyte
Myelin
Mitochondria
Outer membrane
Inner membrane
Hepatocyte

05/04/15

Lipid

Protein

Carbohydrate

49
79

43
18

8
3

50
24
48

50
76
52

0
0
4

A. LIPIDS OF THE MEMBRANES

Hydrophilic and hydrophobic


Major types of membrane lipids are:

phospholipids
glycolipids
cholesterol

Fluidity is influenced by lipid composition


Lipids membranes are impermeable to
most biological molecules

05/04/15

Lemak pada membran sel


Terdapat 3 jenis lemak yang terdapat pada membran
sel yaitu fosfolipid, kolesterol dan glikolipid. Pada
membran sel fosfolipid membentuk dua lapisan
(lipid bilayer) dimana lapisan hidrofilik terletak pada
bagian luar (berhadapan dengan cairan ekstrasel) dan
bagian dalam sel (berhadapan dengan sitoplasma),
sementara bagian hidrofobik terletak antara kedua
lapisan hidrofilik ini.

Lipid bilayer

B. PROTEINS OF THE MEMBRANES

Composed of integral and peripheral proteins


Mediates distinctive functions
Pumps
Channels
Transporters
Receptors
Energy transducers
Enzymes
05/04/15

2. Protein pada membran sel


Sebagian besar protein integral membentuk
channel pada membran atau membentuk pompa
sebagai tempat lewatnya ion-ion.
Sementara protein perifer biasanya hanya terikat
dengan protein integral atau dengan bagian
hidrofilik membran, dan umumnya protein perifer
ini membentuk enzim.

Mosaic models of the membrane


Glycoprotein

Integral protein
Peripheral protein

Lipid bilayer

SOME FUNCTIONS OF MEMBRANE


PROTEINS
Extracellulare
Na+

Ca2+ Pump

Ca2+

Intracellulare

Na+Channel

Cl-

Anion exchanger

HCO3-

Receptor

Enzyme
adenylate cyclase

ATP

cAMP

C. Karbohidrat pada membran sel


Pada membran umumnya dalam bentuk glikolipid
dan glikoprotein.
Karbohidrat ini berfungsi meningkatkan hidrofilisitas
lemak dan protein, mempertahankan stabilitas
membran oleh adanya struktur yang disebut
glikokaliks.
Glikokaliks akan berinteraksi dengan glikokaliks sel
lain sehingga berfungsi melekatkan satu sel dengan
sel yang lainnya.
Glikolipid yang terdapat pada membran sel juga
berperanan dalam reaksi imunologis, dengan
membentuk antigen golongan darah.

Ikatan Antarsel
Ada 2 jenis hubungan antara sel yang
membentuk jaringan :
1. Hubungan yang mengikat sel dengan sel
lainnya atau jaringan disekitarnya ,
2. Hubungan tempat pemindahan molekulmolekul .

Hubungan yang mengikat sel dengan sel lainnya


atau jaringan disekitarnya

- Tight junction /zonula akludens


(hubungan erat) stabilitas jaringan
- zonula adheren dan desmosom menyatukan
sel-sel.
- Hemidesmosom dan adhesi lokal melekatkan
sel ke lamina basalis.

Hubungan tempat pemindahan molekul


Hubungan Taut celah (gap junction)
penghantaran impuls pada sel otot polos .
Contoh pada peristaltik saluran cerna.

ISTIRAHAT 3 MENIT
KITA LANJUT LAGI
YAA

TRANSPORT SEL
Mochammad Erwin Rachman
The Department of Physiology FK-UMI
BLOK III

A. TRANSPORT LINTAS MEMBRAN


Proses transport melalui membran terjadi
melalui 2 mekanisme, yaitu:
1. transport pasif.
2. transport aktif

BASIC PRINCIPLES OF
MEMBRANE TRANSPORT
3 general ways for a solute to cross a membrane:
Physical move through the lipid bilayer gases,
steroid hormones , drugs. These molecules move
depend on gradient concentration
Interact with membrane protein that function as a
sepecific transporter most small, water-soluble
solutes move this way
Endocytosis
large molecules, aggregates,
microbes

BASIC PRINCIPLES OF
MEMBRANE TRANSPORT
Membrane transport depend on:
Membrane structure
Structure and characteristics of ions
and molecules
Concentration difference of ions and
molecules

05/04/15

O2
Small hydrophobic
molecules

CO2
N2
H2O

Small uncharged
polar molecules

Larger uncharged
polar molecules

Ion-ion

Ethanol
Glycerol
Asam amino
Glukosa
Nucleotides
H+, Na+
HCO3-, K+
Ca2+, Cl-

The relative permeability of a synthetic lipid bilayer to different


classes of molecules.

CLASSIFICATION OF MEMBRANE
TRANSPORT

PASSIVE TRANSPORT

Passive diffusion
Facilitated diffusion
Transport via ion channel.

ACTIVE TRANSPORT

Primary active transport


Secondary active transport

1. Transportasi pasif
Transport pasif terjadi tanpa memerlukan
energi , sedangkan transport aktif memerlukan
energi.
Yang termasuk transport pasif adalah :
a. difusi sederhana,
b. transport dengan fasilitas,
c. transport lewat ion channel

a. difusi sederhana
Kecepatan difusi suatu zat dipengaruhi oleh
beberapa faktor :
1.Permeabilitas membran sel (ditentukan oleh
ketebalan membran,kelarutan suatu bahan
dalam lemak,jumlah channel,temperatur, dan
diameter molekul).
2.Perbedaan konsentrasi molekul/ion
3.Perbedaan tekanan pada kedua sisi membran
4.Perbedaan potensial listrik pada kedua sisi
membran
5.Luas permukaan membran

Passive diffusion

Facilitated diffusion

Rate of transport

Rate of transport

Vmax

Concentration gradient

Concentration gradient

b. Difusi fasilitas
Transport dengan cara difusi fasilitas mempunyai
perbedaan dengan difusi sederhana yaitu difusi
fasilitas terjadi melalui carrier spesifik dan difusi ini
mempunyai kecepatan transport maksimum (Vmax).
Suatu bahan yang akan ditransport lewat cara ini
akan terikat lebih dahulu dengan carrier protein
yang spesifik, dan ikatan ini akan membuka channel
tertentu untuk membawa ikatan ini ke dalam sel.
Jika konsentrasi bahan ini terus ditingkatkan, maka
jumlah carrier akan habis berikatan dengan bahan
tersebut sehingga pada saat itu kecepatan difusi
menjadi maksimal (Vmax). Pada difusi sederhana

FACILITATED DIFFUSION
Depend on electrochemical gradient
Using specific transporters
Saturable process
Transport Maximal (Tmax)
Steps in facilitated diffusion

recognition
transport
release
recovery

Lipid bilayer

Side 1
Recognition
Transport
Release
Recovery

Side 2

c. Transport Ion Channel


Transport lewat ion channel khusus bagi
ion-ion yang sulit ditransport secara difusi
akibat muatan listriknya. Ion channel ini
mempunyai sifat yang sangat selektif dan
terbukanya channel tersebut akibat
potensial listrik sepanjang membran sel dan
melalui ikatan channel dengan hormon atau
neurotransmitter.

TRANSPORTERS
CLASSIFICATION

UNIPORT, single molecule in one directions


Glucose transporter
SYMPORT, two molecules in one directions
Naglucose transporter
ANTIPORT, two molecules in opposite directions
Anion exchanger (Cl/HCO3)

Lipid bilayer

Side 2

Side 1
Transporter
Glucose

Glucose

Glucose

Glucose

Uniport

Symport
Na+
Cl-

Na+
Cl-

Antiport
HCO3-

HCO3-

2. Transport Aktif
Transport aktif terbagi atas:
1. transport aktif primer
2. transport aktif sekunder.
Transport aktif primer memakai energi langsung
dari ATP, misalnya pada Na-K pump dan Ca pump.
Pada Na-K pump, 3 Na akan dipompa keluar sel
sedang 2 K akan dipompa kedalam sel.
Pada Ca pump, Ca akan dipompa keluar sel agar
konsentrasi Ca dalam sel rendah.
Transport aktif sekunder juga terdiri atas :
1. co-transport
2. counter transport (exchange).

1. Transport sekunder co-transport


Pada transport sekunder co-transport , glukosa atau
asam amino akan ditransport masuk dalam sel
mengikuti masuknya Natrium. Natrium yang masuk
akibat perbedaan konsentrasi mengikutkan glukosa
atau asam amino ke dalam sel, meskipun asam
amino atau glukosa di dalam sel konsentrasinya
lebih tinggi dari luar sel, tetapi asam amino atau
glukosa ini memakai energi dari Na (akibat
perbedaan konsentrasi Na). Sehingga glukosa atau
asam amino ditransport secara transport aktif
sekunder co-transport.

2. Transport sekunder counter-transport


Pada proses counter transport/exchange, masuknya
ion Na ke dalam sel akan menyebabkan bahan lain
ditransport keluar. Misalnya pada Na-Ca exchange
dan Na-H exchange. Pada Na-Ca exchange, 3 ion Na
akan ditransport kedalam sel untuk setiap 1 ion Ca
yang ditransport keluar sel, hal ini untuk menjaga
kadar Ca intrasel, khususnya pada otot jantung
sehingga berperan pada kontraktiitas jantung. Na-H
exchange terutama berperan mengatur konsentrasi
ion Na dan Hidrogen dalam tubulus proksimal
ginjal, sehingga turut mengatur pH dalam sel.

Fagositosis dan Pinositosis


Untuk partikel-partikel besar, misalnya bakteri tidak
dapat ditransport seperti yang dikemukakan di atas.
Transport molekul besar lewat mekanisme
fagositosis (eksositosis, endositosis) dan
pinositosis.
Pinositosis disebut juga drinking sel, sebab yang
ditransport adalah molekul yang mengandung
cairan ekstrasel. Molekul tadi ditelan seluruhnya
dan terbentuk dalam vesikel pinositik. Mekanisme
ini sama dengan proses fagositosis, hanya saja
molekul pada fagositosis lebih padat misalnya
bakteri atau bagian sel yang rusak.

pinositosis

Komunikasi Antar Sel


Melalui perantara (messenger) kimiawi
Berikatan dengan reseptor pada permukaan,
sitoplasma ataupun inti sel.
Ada 3 jenis :
1. Komunikasi neural Neurotransmitter pada
sinaps sel neuron.
2. Komunikasi endokrin hormon.
3. Komunikasi parakrin sel-sel sekitarnya.

SEKIAN
SELAMAT BELAJAR
WASSALAMU ALAIKUM WRWB