Anda di halaman 1dari 14

IKONOGRAFI

DIBUAT OLEH :
Khristy Chang 07120100107
Karen Afian 07120110092
Sreshta Jaikumar Mukhi 07120110093
Nabila Nurul Hasanah 07120110095

UNIVERSITAS PELITA HARAPAN


TANGERANG
2014

DEFINISI
Menurut pendapat Panofsky, Ikonografi adalah cabang sejarah seni yang
mempelajari identifikasi, deskripsi, dan interpretasi isi gambar. Kata Ikonografi
berarti Penulisan Gambar, dan berasal dari bahasa Yunani kuno.
Ikonografi juga merupakan persoalan ikon yang menjelaskan mengenai objek
dan makna. Pada strata pertama Panofsky, beliau menerangkan mengenai objek dan
makna. Beliau menceritakan bahwa kawannya menegur beliau di jalan dengan
mengangkat topinya. Dengan mengangkat topi itu beliau telah mengatakan itu
menjadi sesuatu petanda tentang objek dan makna. Simbol mengangkat topi adalah
suatu makna yang mendalam sama artinya dengan menghormati,menegur,bermesraan,
atau sopan santun. Makna itu juga boleh dikatakan sebagai makna inprisit atau makna
yang mendalam. Makna tersebut tidak dapat diterima pada tempat yang lain.
Erwin Panofsky lahir pada 30 Maret 1892, Hannover, Jerman, dan wafat pada
14 Maret 1968 di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Beliau adalah seorang
sejarawan seni Jerman-Amerika yang terkenal karena studinya tentang ikonografi.
Panofsky menempuh ilmu di Universitas Freiburg di Breisgau dan pernah menjadi
professor di Universitas Hamburg dari tahun 1926-1933. Di 1935 dia menjadi
professor sejarah seni di Instute for Advance Study di Princeton, New Jersey.
Beliau belajar banyak mengenai ikonografi, gaya, dan aspek-aspek teoritis dari
abad pertengahan dan seni pada era Renaissance, dan beliau menuliskan catatan
penting mengenai Albrecht Durer, serta sejarah lukisan Belanda jaman awal.

TABEL PANOFSKY
Objek Penafsiran

Tindak

Perangkat

Penafsiran
I. Makna primer Deskripsi
praatau

(A), analisis

ekspresional

(B)-, formal).

yang

Penafsiran
Penafsiran
Pengalaman praktis Sejarah pengayaan

alamiah- ikonolografis (dan (pengenalan

factual

membentuk

jagat motif artistic.

Prinsip Pemandu

semi objek
peristiwa).

atas (telaah atas cara


dan

objek dan peristiwa


diungkapkan
melalui
dalam

bentuk
berbagai

kondisi historis).

II. Makna sekunder

Analisis

Pengetahuan

Sejarah

ragam

atau konvensional, ikonografis dalam mengenai

bahan- karya (telaah atas

yang

bacaan cara

membentuk pengertian

citra, cerita dan

yang bahan

lebih ketat.

(pengenalan

alegori.

tema

atas konsep

melalui objek atau


peristiwa
dalam

Makna

khusus

tema dan konsep yang diungkapkan


khusus).

III.

atau

atau Penafsiran

kandungan

Intuisi

yang pengertian

membentuk

nilai- lebih

nilai simbolis.

berbagai

kondisi historis).
sintetis Sejarah
gejala

ikonografis dalam (pengenalan

intrinsik,

khusus,

atas budaya

yang kecenderungan-

mendalam kecenderungan

atau

symbol

pada

umumnya

(telaah

(sintesis

hakiki dari pikiran

ikonografis).

manusia),

yang kecenderungan-

dikondisikan

oleh kecenderungan

kepribadian

dan hakiki dan pikiran

Weltanschauung

atas

cara

manusia
diungkapkan
melalui tema dan
konsep

khusus,

dalam

berbagai

kondisi historis).
I. Makna Subjek Primer atau Alamiah
Tahap pertama dibagi menjadi dua subdivisi yaitu faktual dan ekspresional.
Makna ini diperoleh dengan mengidentifikasi bentuk murni yaitu suatu konfigurasi
dari garis dan warna atau suatu bentuk benjolan yang khusus dari perunggu atau batu
yang merepresentasikan objek alamiah seperti manusia, hewan, tumbuhan, rumah,
peralatan, dan seterusnya. Dengan mengidentifikasi hal tersebut maka kita akan
mendapatkan hubungan mutual sebagai sebuah peristiwa, dan dengan memahami
kualitas ekspresional seperti memahami kesedihan sebuah karakter berdasarkan
gesture atau geraknya, atau bisa juga kita memahami suasana yang menyenangkan
dan atmosfir kedamaian dari sebuah interior. Dengan kata lain, bentuk murni itu

merupakan pembawa dari arti primer atau alamiah yang disebut dunia dari motif
artistic. Satu demi satu, motif-motif ini bisa disebut sebagai deskripsi preikonografikal dari sebuah karya seni.
II. Makna Sekunder atau Konvensional
Beliau menggambarkan sebuah arca objek lelaki yang memegang pisau
mewakili St Bartholomew dan objek perempuan memegang buah persik adalah
sebagai lambang kejujuran. Beliau juga menggambarkan objek karya lukisan The
Last Supper dalam gambaran dua watak, jahat dan baik. Karya tersebut
menunjukkan peristiwa dan makna. Dalam hal demikian maka dalam pengolahan
karya diatas, telah dirangkum mengenai persoalan objek yang digambarkan dengan
peristiwa.
III. Makna atau Kandungan Intrinsik
Beliau mendefinisikan makna melalui sejumlah prinsip yang menentukan
sikap suatu negara, zaman, kelas atau pendirian agama dan falsafah. Semua hal diatas
dinyatakan melalui kepribadian seseorang melalui karya seni. Beliau menyatakan
kepentingan kaedah komposisi dan ikonografi dalam sebuah karya. Beliau telah
membuktikan sebuah karya bertajuk Virgin Mary dimana Mary terbaring diatas sofa
berlutut memuja baby Jesus.Gambaran objek karya menunjukkan skema segitiga.
Penemuan dan interpretasi dari nilai-nilai simbolik adalah yang kita kenal dengan
ikonografi dengan rasa yang lebih mendalam.

THE LAST JUDGEMENT ( Michelangelo, 48x44 feet, 1536-1541, Fresco )

I. DESKRIPSI PRA-IKONOLOGIK
Lukisan ini terfokus pada satu orang yang berada ditengah dan dia bermandikan
cahaya, hal ini mengesankan bahwa Ia adalah orang yang mulia (Tuhan). Dia
dikelilingi oleh segerembolan manusia yang setengah telanjang. Mereka terbagi dalam
tiga kelompok. Ada yang berada di awing-awang, ada yang berdiri di atas awan, dan
ada juga yang berpijak diatas tanah maupun sebuah perahu. Terdapat berbagai emosi
contohnya rasa cemas dan rasa takut. Terlihat adanya kekacauan disana. Bila dilihat
kelompok orang yang berada dibawah terlihat lebih tersiksa dan kacau serta terdapat
pula bara api, sedangkan yang berada diatas terlihat lebih damai, terdapat orang yang
terbang dan memegang salib, pilar maupun diatas awan seakan menggambarkan
keselamatan kepada kesucian. Ada sebuah kontras seperti gambaran antara surga dan
neraka. Terlihat pula segerombolan orang-orang yang meniupkan terompet,
kemungkinan mereka adalah malaikat yang sedang meniupkan sangkakala untuk
membangunkan orang-orang yang telah mati. Mereka semua seakan-akan sedang
menunggu masa penimbangan apakah mereka akan naik ke surge ataupun dijatuhkan
ke neraka.
II. ANALISIS IKONOGRAFIS
Matius 25:31-46
31 Apabila anak manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat
bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam diatas tahta kemuliaan-Nya.
32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan dihadapan-Nya dan ia akan memisahkan
mereka seorang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari
kambing
33 Dan Ia akan menempatkan domba-domba disebelah kanan-Nya dan kambingkambing sebelah kiri-Nya.
34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang disebelah kanan-Nya : Mari, Hai
Kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagiMu sejak dunia dijadikan.
35 Sebab ketika aku lapar, kamu memberi aku makan; ketika aku haus, kamu
memberi aku minum; ketika aku seoranga asing, kamu memberi aku tumpangan;
36 Ketika aku telanjang, kamu memberi aku pakaian; ketika aku sakit, kamu merawat
aku; ketika aku didalam penjara, kamu mengunjungi aku.

37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab dia, katanya: Tuhan, bilamanakah
kami melihat engkau lapar dan kami memberi engkau makan, atau haus dan kami
memberi engkau minum ?
38 Bilamanakah kami melihat engkau sebagai orang asing dan kami memberi engkau
tumpangan, atau telanjang dan kami memberi engkau pakaian?
39 Bilamanakah kami melihat engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi
engkau ?
40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
segala sesuatu yang kamu lakukan, untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling
hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang disebelah kiri-Nya : Enyahlah dari
hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah kedalam api yang kekal yang
telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya.
42 Sebab ketika aku lapar, kamu tidak memberi aku makan; ketika aku haus, kamu
tidak memberi aku minum;
43 Ketika aku seorang asing, kamu tidak memberi aku tumpangan; ketika aku
telanjang, kamu tidak memberi aku pakaian; ketika aku sakit dan dalam penjara, kamu
tidak melawat aku
44 Lalu merekapun akan menjawab Dia katanya : Tuhan, bilamanakah kami melihat
Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang, atau sakit, atau
dalam penjara dan kami tidak melayani engkau ?
45 Maka ia akan menjawab mereka : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala
sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu
tidak melakukannya juga untuk Aku.
46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar
kedalam hidup yang kekal
Berdasarkan ayat-ayat diatas, mereka ada segerombol manusia yang sedang
ditentukan nasib nya dihadapan Tuhan., dimana Tuhan berada di tengah dan di
sekitarnya terbagi menjadi dua kubu, kiri dan kanan. Mereka sedang melakukan
percakapan dengan Tuhan dan bertanya-tanya tentang nasib mereka. Menurut Tuhan
kubu yang kanan adalah orang-orang yang dahulu berbuat kebaikan dan bagi mereka
disediakan tempat yang diberkati (surga). Sedangkan kubu kiri merupakan orangorang yang terkutuk karena berbuat kejelekan saat di dunia. Maka, tempat mereka

adalah di api neraka. Di lukiskan di pojok kiri, api yang membara yang
menggambarkan neraka, tempatnya orang-orang yang terkutuk beserta iblis-iblis.
Lukisan menyatakan suatu kehidupan yang kekal setelah kehidupan duniawi yang
sementara.
Matius 16:27
27 Sebab anak manusia akan datang dalam kemulian Bapa-Nya diiringi malaikatmalaikatnya pada waktu itu ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Ayat diatas menjelaskan bahwa dalam gambar ini, segerombolan manusia juga
dikelilingi oleh malaikat-malaikat yang membalas perbuatan manusia. Terlihat ada
malaikat yang sedang menyiksa, menjatuhkan manusia ke neraka, menggeret maupun
mengangkatnya ke surga sebagai pertolongan.
Matius 19:28
28 Kata Yesus kepada mereka :Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu
penciptaan kembali, apabila anak manusia bersemayam di tahta kemulian-Nya, kamu,
yang telah mengikut aku, akan duduk juga diatas 12 tahta untuk menghakimi ke dua
belas suku Israel.
Daniel 12:2
Dan banyak dari antara orang yang telah tidur didalam debu tanah, akan bangun,
sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan
kengerian yang kekal.
Ayat-ayat diatas menjelaskan perisitiwa yang sedang terjadi pada sisi kanan bawah
yaitu peristiwa kebangkitan manusia dari tanah dalam proses penciptaan kembali.

III. INTERPRETASI IKONOLOGIKAL


Lukisan diatas dilukiskan oleh Michelangelo atas perintah patronnya yaitu Pope
Clement VII. Karena Pope merupakan figur religius, maka Michelangelo diperintah
untuk menghiasi suatu gereja yaitu Sistine chapel yang berada di Vatikan, Roma, Itali.
Pada kesempatan ini, Michelangelo diminta untuk melukiskan peristiwa penimbangan
(Judgement). Ini dilukiskan dengan teknik Fresco yang merupakan sebuah teknik
yang muncul pada era Reinassance jaman ketika lukisan ini dibuat. Sesuai dengan ciri
yang terdapat pada era Reinassance, sapuan kuas sangatlah halus hampir tak terlihat.
Michelangelo sendiri sudah terbiasa mendapat inspirasi lukisan-lukisannya dari
Alkitab karena patron-patronnya yang rata-rata merupakan kaum pendeta. Maka dari
itu, lukisan ini bukanlah lukisan pertama ia yang diambil berdasarkan kisah dalam
Alkitab. Lukisan ini menonjolkan ciri khas dari lukisan-lukisan yang berasal dari era
Reinassance yaitu pertama, teknik Chiaroscuro yang memberi kontras antara gelap
dan terang untuk memberikan kesan tiga dimensi. Kedua, teknik sfumato yang
membuat warna dari gambar menyatu satu sama lain dengan memburamkannya.
Ketiga, Foreshortening yaitu efek memendekan garis untuk menimbulkan kesan ilusi.
Keempat, penggunaan perspektif untuk menghasilkan karya yang lebih realistis.
Kelima, keseimbangan dan proporsinya terlihat sesuai.

Bila dilihat secara keseluruhan, ternyata lukisan ini memiliki bentuk tersirat, yaitu
membentuk wajah Dante Alghieri, menurut buku sejarah yang dituliskan oleh Simon
Abrahams. Dante Alghieri merupakan guru dari Michelangelo.

Kristus Sebagai Hakim (Christ The Judge)


Centre dari figur dalam lukisan ini adalah Kristus
sedang memutuskan nasib dari umat manusia. Dengan
sikap tangannya, Ia memutuskan sebagian besar umat
manusia untuk terjun ke neraka, tetapi sebagian dari
mereka diangkat dan diselamatkan naik ke surga.
Bahkan Madonna yang berada disampingnya terlihat
meringkuk dalam ketakutan.

MALAIKAT DAN ORANG-ORANG KUDUS (Angels and Saints)


Terompet Malaikat dan Michael, Malaikat
yang terpenting (Angels Trumpets and The
Archangel Michael)
Mayat-mayat dibangkitkan oleh terompet dari
malaikat dan diselamatkan oleh bacaan Book of
Souis yang dibacakan oleh Michael. Buku yang
berukuran agak lebih besar di sisi kanan berisi
daftar manusia yang dikutuk masuk ke neraka.

St Bartholomew Menggengam Kulitnya Sendiri


(St Bartholomew Holds His Own Skin)
Disisi bawah figur dari Kristus, terdapat Santo
Lawrence

menggengam

tangga,

dimana

menyimbolkan para martir berada dalam jeruji


diatas bara panas. Santo Bartholomew menggengam
selembar dari kulitNya sendiri dengan tangan kiri,
dan dengan tangan kanannya, Ia menggengam
sebilah pisau. Ini menyimbolkan nasib mengerikan
dari Bartholomew, dimana Ia dikuliti hidup-hidup. Gambar muka pada kulit tersebut
menggambarkan portrait diri dari si pelukis.

St John Pembaptis (St John The Baptist)


Di bagian sisi kiri lukisan terdapat St Andrew
mengenggam salib dan St John pembaptis
adalah sosok seseorang yang kekar dimana Ia
sedang memandangi Kristus.

St Peter
Figur dari St Peter di bagian kanan yang sedang
menggengam kunci perak dan emas, yang mana
kunci tersebut adalah kunci menuju surga, Ini
sebenarnya menggambarkan portrait dari Pope
Paul III.

St Sebastian, St Blaise, and St Catherine


St Catherine menggengam bagian dari roda
berduri

yang

terikat

dibadannya

yang

berhubungan dengan penyiksaan dari dirinya.


Roda tersebut akhirnya patah dan memenggal
kepalanya. Di atas St Catherine, ada St Blaise
yang

menggengam

sisir

besi

dan

menggunakannya untuk merobek daging dari


tubuhnya, dia akhirnya juga dipenggal. St
Sebastian memegang panah yang akhirnya digunakan untuk memanah tubuhnya
sendiri, Tetapi ini gagal untuk membunuhnya sehingga dipukuli hingga meninggal.

YANG TERKUTUK DAN YANG DISELAMATKAN (The Damned and The


Saved)
Baigio da Cesena as Minos
Da Cesena, satu dari tiga hakim neraka.
Minos adalah Raja dari Crete dan anak dari
Zeus dan Europa. Ia menjadi satu dari tiga
hakim

neraka

setelah

kematiannya.

Digambarkan dengan telinga aneh dan terlilit


oleh kumparan ular-ular. Kumparan ini
menandakan takdir mereka untuk dikutuk
masuk ke lingkaran neraka. Gigitan ular di
bagian genitalia dari Minos menggambarkan
penghinaan untuk para Kardinal.

Charon si Tukang Perahu (The Boatman


Charon)
Di bawah sisi lukisan terdapat gambar
Charon si Tukang Perahu dan mengangkut
makhluk yang dikutuk ke dalam neraka.
Charon adalah mitos tukang perahu dalam
mitologi Roman dan Yunani dimana ia
mengangkut mahkluk yang dikutuk untuk
masuk ke dalam neraka.

Makhluk yang Dikutuk (Damned Man)


Dibagian kanan bawah dari sosok Kristus
terdapat figur manusia yang dikutuk yang
menutup

satu

matanya

menunjukkan

ketakutan akan nasib buruknya.

Makhluk yang Dikutuk Dilempar ke Neraka (The


Damned are Cast into The Underworld)
Di Gambar ini terlihat Malaikat mendorong dan
meninju orang yang malang yang dikutuk agar jatuh
kearah Charon agar mereka bisa bersama dalam
perjalanannya ke neraka. Makhluk setan mempercepat
takdir mereka ke neraka.
Kebangkitan dari yang Telah Mati (The
Resurrection of the Dead)
Di sisi kiri bawah dari lukisan terlihat adanya
kebangkitan dari manusia-manusia yang telah
mati.

Manusia yang Adil Diangkat Naik ke Surga


(The Righteous are Raised into Heaven)
Pengetahuan

anatomi

dari

Michelangelo

diilustrasikan dalam bentuk tubuh manusia


yang dapat terlihat dari berbagai macam sisi,
seakan mereka sedang diangkat untuk naik ke
surga.

Yang Bersuka Cita (The Saved Rejoice)

Tampak

manusia-manusia

yang

diselamatkan sedang bersuka cita.

REFERENSI
Abraham S. Michelangelo's Art Through
Michelangelo's Eyes. 1st ed. United States . ;
2005
Sayre HM. A World of Art. 6th ed. New Jersey. Pearson ; 2010
The Last Judgement, Images of Masterpiece. http://www.italian-renaissanceart.com/Last-Judgement.html (accessed 25 October 2014).
Panofsky E. Studies In Iconology Humanistic Themes In the Art of the Renaissance.
1st ed. United States . Westview Press; 1939
Erwin

Panofsky.

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/441445/Erwin-

Panofsky (accessed 25 October 2014).