Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

AGAMA
ABIYYA
YANG NGERJAIN ARGIA
ANJANI 1102013041

10. Kloning Embrio


Terjadi pada sel embrio yang terbentuk
antara sel sperma dan telur, dengan
teknik
penggandaan,
sel
tersebut
kemudian dibagi menjadi beberapa sel
embrio
yang
berpotensi
untuk
berkembang sama persis dengan embrio
pertama. Selanjutnya akan ditanamkan
dalam rahim.

Jika diambil dari pasangan suami-istri sah,


dan ditanam kembali pada rahim istrinya,
upaya yang dilakukan para ahli disini
sebatas mempertemukan sel sperma di
ovum agar terjadi pembuahan di luar
tubuh. Ini jelas tidak masalah dalam islam.
Yang dipertanyakan, bagaimana jika
sel tersebut diimplementasikan pada
rahim wanita lain yang bukan pemilik
ovum?

Jawabannya, jelas akan menimbulkan


kerancuan nasab. Hubungan antara ibu
yang mengandung dan laki-laki pemilik
sperma tidak ada hubungan nikah.
Jika ovum diambil dari salah satu isteri
dan sel sperma suami namun dititipkan ke
rahim isteri yang lain, akan timbul
pertanyaan,
siapa
yang
menjadi
ibunya?

Penitipan embrio akan menyebabkan rusaknya


kemurnian keturunan, terjadi pencampuran
nasab,
dan
bertentangan
dengan
pemeliharaan al-Kulliyyat al-Khams, yaitu
Hifzh al-Nasl (pemeliharaan keturunan) yang
menjadi salah satu tujuan umum syariat islam.
Dengan
demikian,
hukumnya HARAM!

penitipan

embrio

Pembuahan seperti itu merupakan kejahatan


keji, dosa besar, mempunyai substansi yang
sama dengan zina.