Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TUGAS AKHIR

TATA CARA PENERBITAN SURAT HIMBAUAN BER-NPWP


SEKSI EKSTENSIFIKASI PERPAJAKAN
KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA CILACAP

AJAR PARAMA ADHI


103060016554/830602215

PROGRAM ON THE JOB TRAINING PEGAWAI BARU/CPNS


KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA CILACAP
KANTOR WILAYAH JAWA TENGAH II
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
2015

LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN LAPORAN AKHIR OJT

Pada hari ini, Kamis, 12 Maret 2015


Mengesahkan,

.
TRI BUNIWATI, S.E., M.M.
NIP 196906261995032001
Kepala Seksi Ekstensifikasi Perpajakan KPP Pratama Cilacap

Menilai,

Nilai
(1-100)
LAPORAN TUGAS AKHIR
PRESENTASI WORKSHOP

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN LAPORAN AKHIR OJT ........... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
1. Kondisi Ideal ........................................................................... 1
2. Kondisi Saat Ini ....................................................................... 2
B. Sasaran ........................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Permasalahan .............................................................................. 3
B. Analisis Penyebab Timbulnya Permasalahan ............................. 3
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................. 4
B. Saran ........................................................................................... 4

iii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Direktorat Jenderal Pajak memiliki tugas untuk mengoptimalkan penerimaan
pajak demi tercapainya target penerimaan yang ditetapkan setiap tahunnya.
Besarnya target yang harus dicapai mengharuskan Direktorat Jenderal Pajak untuk
bekerja keras dengan berbagai macam upaya, salah satunya adalah dengan
melakukan ekstensifikasi perpajakan melalui penggalian Wajib Pajak (WP) baru
sebanyak mungkin, terutama bagi Wajib Pajak Orang Pribadi.
Penggalian Wajib Pajak bisa dilakukan dengan cara menerbitkan surat
himbauan ber-NPWP sehingga para subjek pajak yang sudah memenuhi syarat
namun diketahui belum memiliki NPWP, diminta agar segera mendaftarkan diri.

1. Kondisi Ideal
Kondisi yang diharapkan adalah prosedur kerja dilaksanakan sesuai dengan
Standard Operating Procedure (SOP) yang digunakan yaitu SOP Tata Cara
Penerbitan Surat Himbauan Untuk Ber-NPWP yaitu sebagai berikut:
1. Kepala Seksi Ekstensifikasi Perpajakan berdasarkan dokumen masuk yang
telah didisposisi Kepala Kantor Pelayanan Pajak, Nota Dinas dari Kepala Seksi
Pengawasan dan Konsultasi, data pihak ke tiga, laporan hasil penelitian
pendahuluan, dan/atau alat keterangan, menyusun dan menugaskan
Pelaksana Seksi Ekstensifikasi Perpajakan untuk mencetak konsep Surat
Himbauan NPWP.
2. Pelaksana Seksi Ekstensifikasi Perpajakan mencetak konsep Surat Himbauan
ber-NPWP dan menyampaikan konsep tersebut kepada Kepala Seksi
Ekstensifikasi Perpajakan.
3. Kepala Seksi Ekstensifikasi Perpajakan meneliti, menyetujui, dan memaraf
Surat Himbauan ber-NPWP serta meneruskannya ke Kepala Kantor Pelayanan
Pajak.

4. Kepala Kantor Pelayanan Pajak menelaah, menyetujui, dan menandatangani


Surat Himbauan ber-NPWP.
5. Pelaksana Seksi Ekstensifikasi Perpajakan menyiapkan pengiriman Surat
Himbauan yang telah ditandatangani dan menatausahakan arsipnya.
6. Proses dilanjutkan ke SOP Tata Cara Penyampaian Dokumen di KPP.
7. Proses selesai
Jangka waktu penyelesaian prosedur ini adalah 3 hari kerja. Sedangkan jangka
waktu subjek pajak merespon surat tersebut adalah 14 hari.

2. Kondisi Saat Ini


Prosedur kerja yang dilaksanakan Seksi Ekstensifikasai Perpajakan KPP
Pratama Cilacap pada dasarnya sudah sesuai dengan SOP. Data yang digunakan
untuk membuat surat himbauan ini bersumber dari alat keterangan (alket) transaksi
Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berasal dari Seksi Pengolahan Data
dan Informasi, dari alket tersebut dicari subjek pajak yang melakukan transaksi
lebih dari 60 juta rupiah kemudian ditindak lanjuti untuk diterbitkan surat himbauan
ber-NPWP. Selain dari alket, data bisa didapat dari pengamatan lapangan dan
penyisiran langsung tempat-tempat usaha yang berada di wilayah KPP Pratama
Cilacap, data-data ini bisa didapat dari Seksi Waskon dan Fungsional.

B. Sasaran
Sasaran dalam penulisan laporan ini adalah untuk lebih memahami tata cara
penerbitan surat himbauan untuk ber-NPWP serta bagaimana pelaksanaanya pada
dunia nyata, selain itu juga untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul dan
bagaimana cara mengatasinya. Diharapkan kedepannya prosedur tersebut dapat
berjalan lebih efektif dan efisien.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Permasalahan
Permasalahan yang dapat kami temukan dalam prosedur penerbitan Surat
himbauan ber-NPWP antara lain:
1. Kesulitan mendapatkan data yang valid sebagai dasar penerbitan surat
himbauan.
2. Banyak wajib pajak yang ternyata sudah memiliki NPWP
3. Rendahnya respon dari wajib pajak terhadap surat himbauan yang mereka
terima.
4. Alamat yang tidak lengkap atau salah sehingga sering kali surat himbauan
kembali pos.

B. Analisis Penyebab Timbulnya Permasalahan Utama


Data yang valid dan akurat sangat diperlukan untuk kelancaran proses
penerbitan surat himbauan ber-NPWP. Dalam prakteknya, banyak data yang
berasal dari alket maupun dari sumber lainnya memiliki nama yang tidak jelas dan
alamat yang tidak lengkap, meskipun data alamat subjek pajak yang ada di dalam
alket sudah lengkap, namun sering kali surat himbauan tetap kembali pos, hal ini
bisa disebabkan karena validitas data yang ada pada alket tidak bisa diuji terlebih
dahulu.
Berdasarkan tanya jawab dengan salah satu pegawai Seksi Ekstensifikasi KPP
Pratama Cilacap, banyak wajib pajak yang diberi himbauan ternyata sudah memiliki
NPWP, hal ini disebabkan karena data yang diberikan oleh Seksi Pengolahan Data
dan Informasi masih belum diolah lebih lanjut.
Rendahnya kesadaran dan kemauan dalam kewajiban perpajakan juga
mengakibatkan surat himbauan tidak direspon, karena setiap individu pasti
berusaha menghindari pajak, apalagi dengan adanya kasus korupsi di DJP yang
menyebabkan pandangan masyarakat terhadap instansi ini menjadi negatif.
Selain penyebab yang sudah dijelaskan di atas, Seksi Ekstensifikasi KPP
Pratama Cilacap juga mengalami kekurangan pegawai yang menyebabkan tidak
optimalnya pelaksanaan tugas lapangan.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penerbitan surat himbauan untuk ber-NPWP merupakan salah satu proses
penggalian pajak yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Surat himbauan
ini dikirimkan kepada subjek pajak yang berdasarkan data yang diperoleh telah
memenuhi syarat objektif dan subjektif namun diketahui belum memiliki NPWP,
sehingga mereka bisa segera mendapatkan NPWP dan dapat memenuhi
kewajiban perpajakan mereka.
Dalam pelaksanaanya, banyak terjadi hambatan seperti sulitnya mendapatkan
data yang valid sebagai dasar penerbitan surat himbauan sehingga sering kali
surat himbauan tidak sampai pada alamat yang dituju, masalah juga bisa timbul
dari subjek pajak itu sendiri dikarenakan rendahnya respon dari mereka terhadap
surat himbauan.

B. Saran
Saran yang dapat penulis berikan adalah:
1. Menjalin komunikasi dan hubungan yang lebih baik dengan pihak ketiga seperti
BPS, Dinas Pariwisata, Pemerintah Daerah, untuk mendapatkan data yang
dibutuhkan untuk penerbitan surat himbauan ber-NPWP serta bisa juga untuk
keperluan lainnya demi meningkatkan penerimaan pajak.
2. Memeriksa forum atau toko jual beli online terhadap subjek pajak yang
melakukan transaksi besar, seperti penjualan atau pembelian mobil, tanah,
rumah, dan barang mahal lainnya.
3. Perlunya tindak lanjut terhadap surat himbauan ber-NPWP yang tidak
ditanggapi dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
4. Sosialisasi tentang manfaat pajak bagi masyarakat, contohnya pada sektor
pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lainnya, agar masyarakat tergerak untuk
membayar pajak demi kesejahteraan bersama. Sosialisasi ini bisa melalui
media cetak seperti poster, spanduk, baliho, dan media lain seperti radio,
televisi, atau secara langsung berupa event yang bisa menarik perhatian
masyarakat.
4

5. Sebaiknya PPAT diminta untuk menyerahkan softcopy data transaksi agar bisa
lebih mudah diolah, dengan adanya softcopy data, pekerjaan untuk menyaring
wajib pajak yang hendak dihimbau akan lebih mudah dan cepat.
6. Memberdayakan anak magang dan PKL untuk membantu pekerjaan yang
membutuhkan banyak tenaga.