Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH LAPORAN PRAKTIKUM

FENOMENA DASAR MESIN

ALAT UJI GAYA GESEK

Nama

: Bayu Kristianto

NIM

: 41312320003

Prodi

: Teknik Mesin

Tugas

: Praktikum Fenomena Dasar

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MERCU BUANA
CIBUBUR
2014
Makalah Fenomena Dasar Teknik Mesin Universitas Mercu Buana

Page 1

GAYA GESEKAN
Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah
kecenderungan benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda
bersentuhan. Benda-benda yang dimaksud di sini tidak harus berbentukpadat,
melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda
padat misalnya adalah gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan gaya antara benda
padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes. Di mana suku pertama adalah gaya
gesek yang dikenal sebagai gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan suku kedua dan
ketiga adalah gaya gesek pada benda dalam fluida.
Gaya gesek dapat merugikan dan juga bermanfaat. Panas pada porosyang
berputar, engsel pintu dan sepatu yang aus adalah contoh kerugian yang disebabkan
oleh gaya gesek. Akan tetapi tanpa gaya gesek manusia tidak dapat berpindah tempat
karena gerakan kakinya hanya akan menggelincir di atas lantai. Tanpa adanya gaya
gesek antara ban mobil dengan jalan, mobil hanya akan slip dan tidak membuat mobil
dapat bergerak. Tanpa adanya gaya gesek juga tidak dapat tercipta parasut.
Gaya gesek merupakan akumulasi interaksi mikro antar kedua permukaan yang saling
bersentuhan. Gaya-gaya yang bekerja antara lain adalah gaya elektrostatik pada
masing-masing permukaan. Dulu diyakini bahwa permukaan yang halus akan
menyebabkan gaya gesek (atau tepatnya koefisien gaya gesek) menjadi lebih kecil
nilainya dibandingkan dengan permukaan yang kasar, akan tetapi dewasa ini tidak lagi
demikian.

Konstruksi

menyebabkan

mikro

gesekan

(nano

menjadi

tepatnya)

minimum,

pada
bahkan

permukaan
cairan

benda

tidak

lagi

dapat
dapat

membasahinya (efek lotus) pada permukaan daun (misalnya setetes air di atas daun
keladi).
1. Gaya gesek statis
Gaya gesek statis adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak
relatif satu sama lainnya. Seperti contoh, gesekan statis dapat mencegah benda
meluncur ke bawah pada bidang miring. Koefisien gesek statis umumnya dinotasikan
Makalah Fenomena Dasar Teknik Mesin Universitas Mercu Buana

Page 2

dengan

s, dan

pada

umumnya

lebih

besar dari koefisien

gesek kinetis.

Gaya gesek statis dihasilkan dari sebuah gaya yang diaplikasikan tepat sebelum benda
tersebut bergerak. Gaya gesekan maksimum antara dua permukaan sebelum gerakan
terjadi adalah hasil dari koefisien gesek statis dikalikan dengan gaya normal f = s Fn.
Ketika tidak ada gerakan yang terjadi, gaya gesek dapat memiliki nilai dari nol hingga
gaya gesek maksimum. Setiap gaya yang lebih kecil dari gaya gesek maksimum yang
berusaha untuk menggerakkan salah satu benda akan dilawan oleh gaya gesekan yang
setara dengan besar gaya tersebut namun berlawanan arah. Setiap gaya yang lebih
besar dari gaya gesek maksimum akan menyebabkan gerakan terjadi. Setelah gerakan
terjadi, gaya gesekan statis tidak lagi dapat digunakan untuk menggambarkan kinetika
benda, sehingga digunakan gaya gesek kinetis.
2. Gaya gesek Kinetis
Gaya gesek kinetis (atau dinamis) terjadi ketika dua benda bergerak relatif satu
sama lainnya dan saling bergesekan. Koefisien gesek kinetis umumnya dinotasikan
dengan k dan pada umumnya selalu lebih kecil dari gaya gesek statis untuk material
yang sama.
Yang memperngaruhi gaya gesek adalah sebagai berikut :

1. Koefisien gesekan ( ) adalah tingkat kekasaran permukaan yang bergesekan.


Makin kasar kontak bidang permukaan yang bergesekan makin besar gesekan
yang ditimbulkan.

Jika bidang kasar sekali , maka = 1.

Jika bidang halus sekali , maka = 0.


2. Gaya normal (N) adalah gaya reaksi dari bidang akibat gaya aksi dari benda.
Makin besar gaya normalnya makin besar gesekannya.
Cara merumuskan gaya normal adalah dengan memakai persamaan hukum I
Newton, yaitu ; Benda di atas bidang datar ditarik gaya mendatar
N = w = m.g
Benda di atas bidang datar ditarik gaya membentuk sudut
Benda di atas bidang miring membentuk sudut
Koefisien Gesekan

Makalah Fenomena Dasar Teknik Mesin Universitas Mercu Buana

Page 3

Gambar 1.
Gambar 1. Melukiskan percobaan untuk menentukan koefisien gesekan statis dan
kinetis dengan teknik bidang horizontal menggunakan sebuah dynamometer.
Mulai dari gaya P kecil, perbesarlah tarikan anda sampai suatu saat anda
merasa benda tepat akan bergerak. Pada saat itu, bacalah angka yang yang di
tunjukkan oleh skala dinamometer. Angka menunjukkan besar gaya gesekan statis
maksimum. dengan demikian, koefisien gesekan statis dapat di hitung dengan :

; dengan N =berat benda


Ketika benda bergerak, aturlah besar gaya P sedemikian rupe sehingga benda bergerak
debgab kecepatan tetap. ketika benda bergerak dengan kecepatan tetao, bacalah skala
dinamometer. Angka ini menunjukkan besar gaya gesekan kinetis. Dengan demikian, koefisien
gesekan kinetis dapat di hitung :

; dengan N =berat benda

Kemudian dalam percobaan sebuah balok dengan berat W ditarik ke kanan oleh
gaya P dengan kelajuan tetap di atas permukaan mendatar yang kasar.Gaya normal
yang dikerjakan oleh permukaan pada balok (N). arah gaya gesekan fr yang selalu
melawan gerakan relatif Gaya geseknya dapat diukur secara tidak langsung, yaitu
Makalah Fenomena Dasar Teknik Mesin Universitas Mercu Buana

Page 4

Dengan menghubungkan neraca pegas dengan balok tertentu dan mengukur gaya P.
oleh karena P itu bergerak dengan kelajuan tetap, maka gaya P itu besarnya sama
dengan gaya gesekan.

Gambar 2.

Sekarang sebuah balok kedua berat W di


letakkan di atas balok yang pertama
seperti gambar diatas. Berat totalnya sekarang adalah w + w, dan jelaslah pula bahwa
gaya keatas akan lebih besar dari pada yang dahulu (gambar 1) yaitu sama dengan w
+w, dengan percobaan ternyata bahwa pertambahan gaya gesekan sebanding dengan
gaya normal.
fr /fr = N/N ,atau fr/N = fr/N = konstan.
apabila untuk menyatakan gaya konstan itu dipergunakan hurup yunani , kita
dapatmenuliskan:
fr/N = ,atau fr = .N
perbandingan konstan , itu disebut dengan koefisien gesek yang harganya tergantung
dari sifat-sifat permukaan-permukaan benda itu.

Data Percobaan
Tujuan Percobaan

Makalah Fenomena Dasar Teknik Mesin Universitas Mercu Buana

Page 5

Menentukan Koefisien gesek dari material yang berbeda


Mendemontrasikan gaya gesek yang terjadi pada benda uji dengan kecepatan
berbeda

Alat yang digunakan


-

Motor
Balok kayu, besi atau asbes
Benang
Anak Timbangan (Beban)
Katro
Dinamometer
Papan Luncur
Bidang kerja

Langkah-langkah percobaan
Untuk pengukuran dan penentuan koefisien gesekan pada bidang datar
Atur papan luncur dengan dengan posisi mendatar ( = 0)
Letakkan balok kayu , besi atau asbes pada diatas bidang tersebut
Berikan beban pada material benda uji
Dengan perlahan-lahan motor bergerak sampai saat balok mulai akan bergerak
catatlah harga
Ulangi percoban sebanyak 5 kali
Lakukan percobaan yang sama dengan beban yang berbeda dan balok yang
berbeda.

Langkah-langkah percobaan
Data uji gaya gesek antara besi dengan asbes
Dengan rumus
=

F
, dimana :
m.g

F = Gaya
m = Masa
g = Gravitasi
Hail pengamatan setelah dilakukan Uji
Data percobaan uji gesek menggunakan Asbes-Asbes
No

Massa

Gaya

Makalah Fenomena Dasar Teknik Mesin Universitas Mercu Buana

Page 6

1
2
3
4
5
6

100 gr
250 gr
350 gr
500 gr
450 gr
1250 gr

4N
12 N
24 N
34 N
30 N
88 N

Tabel 1. Data Hasil percobaan uji gesek (Asbes asbes)

ASBES - ASBES
100

88

80
60
GAYA (N)

40
20
0

24
4
100

Massa

34

30

500

450

12
250

350

1250

MASSA (gr)

Tabel 2. Data Grafik bar chart respons gaya


terhadap perubahan beban ( Asbes asbes)

Data percobaan uji gesek menggunakan Besi-Asbes

No
1
2
3
4
5
6

Massa
250 gr
300 gr
500 gr
700 gr
850 gr
1000 gr

Gaya
2N
4N
12 N
18 N
26 N
30 N

Makalah Fenomena Dasar Teknik Mesin Universitas Mercu Buana

Page 7

Tabel 3. Data Hasil percobaan uji gesek (Besi Asbes)

BESI- ASBES
35

30

30

26

25
18

20
GAYA (N) 15
10
5
0

Massa

12
2
250

4
300

500

700

850

1000

MASSA (gr)

Tabel 4. Data Grafik bar chart respons gaya


terhadap perubahan beban (Besi Asbes)

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan, dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien gesek d
apat ditentukan oleh massa yang berbeda-beda dan dengan kecepatan tetap.
Sebelum menentukankoefisien gesek, gaya gesek yang terjadi ditentukan terlebih
dahulu. Nilai koefisien gesek tergantung dari permukaan benda yang saling
bersinggungan.
Pentup
Demikian laporan prktikum fenomena dasar Teknik Mesin, saya ucapkan banyak
terima kasih terutama kepada Dosen yang telah memberikan kesempatan untuk

Makalah Fenomena Dasar Teknik Mesin Universitas Mercu Buana

Page 8

melaksanakan praktikum, dan para Asisten dosen yang telah berkenan memberikan
bimbingan dalam plaksanaan praktikum.
Maka dari itu mohon maaf bila ada kesalahan kata atau penempatan susunan laporan,
saya mohon kritik dan saran untuk menuju kesempurnaan.

Makalah Fenomena Dasar Teknik Mesin Universitas Mercu Buana

Page 9

Anda mungkin juga menyukai