Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA

TENTANG
DAMPAK PERINGATAN KE 60 KAA TERHADAP IKLIM
INVESTASI DI INDONESIA

Nama : Dian Ekawati


NBI

:221308560

Kelas : A

Kata pengantar
Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat ALLAH Swt. Yang telah melimpahkan
kepada umatnya, atas ridhonya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Shalawat
serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw, yang
mengantarkan kita dari jaman jahiliah menuju jaman ilmiah seperti sekarang ini.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas perekonomian Indonesia dan
sebagai persyaratan untuk mengikutiujian tengah semester.
Dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritiknya yang bersifat
membangun dan mendidik demi kesempurnaan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan pada umumnya dan penulis khususnya, Amin.

Surabaya,01 mei 2015

Dian ekawati

Latar belakang
Makalah ini dibuat untuk mengetahui sejarah terjadinya konferensi asia afrika pada saat itu dan
apa saja dampak yang diakibatkan dengan diselenggarannya konferensi tersebut terhadap iklim
investasi yang ada di Indonesia serta bagaimana strategi yang dilakukan pemerintah Indonesia
untuk memperkuat iklim investasi yang ada. Karena setelah berakhirnya Perang Dunia II pada
bulan Agustus 1945, tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di
dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan.

Rumusan masalah
1.
2.
3.
4.

Apakah KAA itu?


Bagaimana peran politik dalam perekonomian?
Bagaimana dampak KAA terhadap iklim investasi di Indonesia?
Bagaimana strategi penguatan iklim investasi yang dilakukan oleh pemerintah?

Tujuan penulisan makalah


1. Untuk mengetahui apa yang disebut KAA.
2. Untuk mengetahui peranan politik dalam perekonomian.
3. Untuk mengetahui dampak yang yang terjadi akibat KAA terhadap iklim investasi di
Indonesia.
4. Untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh pemerintah dalam penguatan investasi.

Pembahasan

1. Konferensi Asia Afrika


Konferensi Tingkat Tinggi AsiaAfrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga
disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika,
yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia,
Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh
Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April
1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama
ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika
Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.
Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu
mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai
ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang
keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka
mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Cina dan Amerika Serikat; keinginan mereka
untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan
pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Perancis di Afrika
Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan keinginan Indonesia untuk
mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat
Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu
mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai
ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang
keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka
mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat; keinginan mereka
untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan
pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Perancis di Afrika
Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan keinginan Indonesia untuk
mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.
Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung,
yang berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kerusuhan dan kerjasama dunia".

Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip
Nehru.
2. .Peran politik dalam perekonomian
Politik adalah kegiatan dalam suatu sistem pembanguanan negara melalui pembagian-pembagian
kekuasan atau pendapatan untuk mencapai tujuan yang telah di sepakati dan bagaimana
melaksanakan tujuan tersebut, kancah dunia politik di indonesia sangat berpengaruh besar
terhadap kemajuan ekonomi bangsa ini seperti kita ketahui dengan adanya campur tangan antara
dunia politik di pemerintahan akan menghasilkan suatu perjanjian atau kerjasama dengan dunia
internasional, sebenarnya dengan adanya dunia politik di indonesia bisa berdampak positif
maupun negatif untuk negara ini sebut saja organisasi PBB dengan bergabungnya indonesia
menjadi anggota PBB bisa berdampak positif dan bepengaruh sekali terhadap ekonomi bangsa
ini karena dengan bantuan pinjaman uang dari bank intrnasional yang bernaung di badan PBB
bisa membantu sedikit demi sedikit dampak ekonomi indonesia tidak hanya itu indonesia juga
bisa mengenal dunia internasional, tidak hanya ikut dalam organisasi PBB indonesia juga ikut
serta dalam organisasi G20 dengan ikutnya indonesia dalam organisasi tersebut sangat
berdampak positif sekali karena negara kita bisa menarik simpati para investor-investor asing
untuk menanamkan saham mereka di indonesia, tidak hanya itu dalam organisasi PBB maupun
G20 indonesia pun juga aktif dalam berbagai Hal di dalam kerajasama organisasi lainya, sebut
saja AFTA (Asean Free Trade Arena) yang artinya kawasan bebas asia yang terdiri dari 10 negara
asia termasuk indonesia, memang AFTA sangat berpengaruh sekali terhadap ekonomi rakyat
indonesia tetapi AFTA juga berdampak buruk untuk negeri ini karena dengan adanya AFTA
tersebut produk-produk indonesia kalah saing dengan negara-negara lain seperti yang di gemborgemborkan pada awal tahun 2010 ini mungkin kita semua tau bahwa china ikut bergabung
dengan organisasi AFTA, dampak bergabungnya china ke dalam organisasi tersebut sangatlah
meresahkan pengusaha-pengusaha lokal, karena produk-produk china memiliki kualitas yang
sama dengan produk-produk dalam negeri tapi harga yang mereka tawarkan jauh lebih murah
dari pada produk dalam negeri, itulah yang sangat meresahkan bagi pengusaha-pengusaha
indonsia terutama usaha kecil dan menengah yang masih sangat tergantung dengan kerja
pemerintahan. Indonesia tidak bisa mengelak lagi karena hal itu menjadi pengaruh terburuk
dalam persaingan produk-produk dalam negeri tapi ada beberapa cara untuk menyiasati hal

tersebut adalah dengan cara rakyat indonesia lebih suka atau mencinta produk-produk indonesia
dibanding produk luar negeri dan produk-produk indonesia harus lebih mementingkan kualitas
agar tidak terjepak oleh harga yang murah tapi kualitasnya rendah jadi intinya memperbaiki
kualitas agar mejadi produk-produk yang disukai oleh rakyat indonesia serta mencari jalan
alternatif lain untuk membuat produk yang sama tetapi mamakai bahan yang mudah didapat dan
lebih murah, hal itu juga menjadi dampak positif dari peranan dunia politik indonesia akan tetapi
kita patut bersyukur dengan adanya kerjasama-kerjasama tersebut akan meningkatkan hubungan
antar negara menjadi lebih baik lagi, meskipun akan berdampak negatif untuk bangsa indonesia.
3. Dampak KAA terhadap iklim investasi di Indonesia
Banyak peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan Indonesia selama penyelenggaraan KAA,
untuk Bandung sendiri misalnya sebagai kota tempat penyelenggaraan KAA seyogyanya dapat
lebih leluasa memperkenalkan produk unggulan mereka mulai dari kesenian, makanan, fesyen,
hingga infrastruktur. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan juga bagi daerah di luar
Bandung untuk mengambil momentum KAA sebagai ajang perkenalan potensi investasi yang
ada di daerahnya masing-masing terutama kabupaten yang ada di wilayah selatan yang unggul di
bidang pariwisatanya.
Tentu saja pada saat penyelenggaraan KAA tingkat kunjungan wisatawan domestik akan
meningkat tajam, selain tentunya secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan
daerah Bandung, meningkatnya jumlah wisman (wisatawan mancanegara) juga akan menambah
pundi-pundi cadangan devisa Indonesia. Sebagai tambahan, selama ini Jepang menjadi salah satu
negara di Asia yang paling besar berinvestasi di negeri ini, oleh karena itu momentum KAA ini
harus dapat dioptimalkan agar investor asing selain Jepang dapat tertarik berinvestasi di dalam
negeri.
Pastinya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menggelar Forum Komunikasi
Bisnis Asia Afrika (AABS) pada 21 April 2015 di Jakarta Convention Center. Ajang tersebut
merupakan kesempatan dalam menjalin relasi bisnis antar negara agar dapat meningkatkan
neraca perdagangan di Tanah Air. Melalui acara khusus pebisnis ini diharapkan bidang
infrastruktur dan industri strategis bisa tersentuh investasi.

Dalam forum bisnis ini Indonesia memiliki kepentingan untuk berupaya mengurangi defisit
neraca perdagangan, dan Afrika dinilai dapat menjadi pasar baru yang potensial. Selama ini,
negara-negara di benua Afrika memang cenderung dilupakan dalam bisnis. Pasalnya image
Afrika sudah terlanjur negatif sehingga banyak pebisnis yang ragu untuk berinvestasi. Padahal,
Afrika memiliki peluang bisnis yang menjanjikan karena jumlah penduduknya besar.
Setelah pertemuan, biasanya tahun pertama pebisnis melakukan penjajakan terlebih dahulu,
kemudian tahun kedua dimulai transaksi, dan tahun ketiga sudah bisa dihitung hasilnya. Selama
ini volume perdagangan antara Indonesia dengan 54 negara di Afrika jumlahnya masih
cenderung kecil, yakni sekitar 10,7 miliar dolar per tahun. Sedangkan volume perdagangan
antara Tiongkok dengan negara-negara Afrika sudah mencapai 200 miliar dolar AS per tahun.
Sebagai tuan rumah peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA) Indonesia dituntut mampu
menjadi "motor" bagi negara-negara anggota untuk menghasilkan kesepakatan politik dan
ekonomi yang mampu mengubah arah kebijakan ekonomi global. Indonesia di bawah
kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla jangan hanya terjebak
dalam nostalgia peringatan konferensi bersejarah itu. Alih-alih hanya meningkatkan nilai
perdagangan dan investasi saja, Indonesia juga harus dapat membangun kepercayaan bangsa di
Asia dan Afrika untuk menjalin kerja sama guna memperkuat pengaruh tataran ekonomi global.
4. Strategi penguatan iklim investasi yang dilakukan oleh pemerintah
Peranan pemerintah dalam pengembangan investasi nasional sangat luas, bukan hanya dalam
bentuk perizinan usaha, melainkan yang lebih mendasar adalah bagaimana menjadikan investasi
nasional, bermanfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Secara umum, peran
tersebut dapat dibuat dalam beberapa kelompok.
Peran pengatur adalah peran pemerintah sebagai penyelenggara negara di bidang investasi.
Karena strategisnya fungsi pemerintah sebagai penyelenggara negara, pemerintah perlu
menetapkan prioritas yang jelas dan konsisten mengenai: investasi yang diperbolehkan, investasi
apa yang dianjurkan, investasi yang dilarang,investasi yang dapat dilakukan asing, investasi yang
hanya boleh untuk UKM dan koperasi, investasi yang hanya boleh untuk BUMN,investasi yang
harus ada kemitraan dengan usaha lokal atau negara,dan seterusnya.

Berbagai keluaran dari peran pengaturan ini perlu ditinjau secara berkala sesuai dengan
perkembangan ekonomi nasional.Tujuan peninjauan ini semata-mata untuk kepentingan
nasional, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat di negara tersebut Peran
pengarah adalah tugas pemerintah dalam mengalokasikan atau mengarahkan pemanfaatan
sumber daya nasional secara efisien dan efektif.
Peran pengarah ini diwujudkan dalam bentuk pengarahan untuk: mengelompokkan investasi apa
saja yang perlu dilindungi (protected) oleh negara dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi
nasional, investasi mana saja yang perlu dibantu (assisted) oleh negara dalam rangka
pemberdayaan kelompok masyarakat tertentu demi keadilan dan pemerataan pembangunan
nasional, sehingga negara perlu menyediakan sarana atau prasarananya, investasi mana saja yang
perlu didorong (promoted)pengembangannya, karena memberikan dampak (multiplier effect)
positif yang besar bagi ekonomi nasional sehingga perlu diberi insentif.
Peran ini bertujuan agar investasi nasional dapat memberikan kesejahteraan yang optimal bagi
masyarakat. Seperti halnya peran pengaturan, maka keluaran dari peran pengarah ini,juga perlu
ditinjau secara berkala agar sesuai dengan perkembangan ekonomi masyarakat, dan tujuannya
adalah semata- mata untuk kepentingan nasional, khususnya yang berkaitan dengan
kesejahteraan rakyat di negara tersebut. Peran pengawas adalah peran dan tugas pemerintah
dalam mengawasi penggunaan sumber daya investasi nasional secara efisien dan efektif.
Disisi lain secara kursial peran Pemerintah untuk mengkondisikan dan memfasilitasi tumbuh dan
berkembangnya iklim yang mendukung kegiatan usaha yang sehat.:
1. Menciptakan stabilitas iklim politik, sosial dan ekonomi. Banyak studi mengenai
penanaman modal asing di sejumlah negara menunjukkan bahwa faktor politik
merupakan faktor yang selalu signifikan dalam mempengaruhi besarnya investasi.
2. Memperbaiki kondisi/ menyediakan infrastruktur dasar (listrik,telekomunikasi dan
prasarana jalan dan pelabuhan)
3. Membuat berfungsinya sektor pembiayaan dan pasar tenaga kerja (termasuk isu-isu
perburuhan), regulasi dan perpajakan.

4. Menciptakan good governance termasuk pemberantasan korupsi.


5. Di Sektor Birokrasi, membuat peraturan perizinan investasi yang mudah tidak berteletele, transparan dan saling menguntungkan antara Pemerintah Investor.
6. Menciptakan kepastian dalam kebijakan ekonomi pemerintah yang langsung maupun
tidak langsung mempengaruhi keuntungan neto atas biaya resiko jangka panjang dari
kegiatan investasi, dan hak milik mulai dari tanah sampai kontrak.
7. Menyederhanakan perijinan.
8. Transparansi biaya perijinan
9. Penurunan berbagai pungutan liar yang tumpang tindih.
Di dalam suatu laporan Bank Dunia mengenai iklim investasi (World Bank, 2005a), di antara
faktor-faktor tersebut, stabilitas ekonomi makro, tingkat korupsi, birokrasi, dan kepastian
kebijakan ekonomi merupakan empat faktor terpenting.

Kesimpulan
Konferensi Asia-Afrika atau leih sering disebut KAA adalah sebuah konferensi antara negaranegara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan pada waktu itu.
Terjadinya KAA juga berpengaruh terhadap peran politik dalam perekonomian di Indonesia
karena Politik adalah kegiatan dalam suatu sistem pembanguanan negara melalui pembagianpembagian kekuasan atau pendapatan untuk mencapai tujuan yang telah di sepakati.
Pemerintah juga harus mempunyai strategi yang kuat untuk tetap mempertahankan iklim
investasi yang ada agar tetap stabil. Sebagai tuan rumah peringatan ke-60 Konferensi AsiaAfrika (KAA) Indonesia dituntut mampu menjadi "motor" bagi negara-negara anggota untuk
menghasilkan kesepakatan politik dan ekonomi yang mampu mengubah arah kebijakan ekonomi
global. Peranan pemerintah dalam pengembangan investasi nasional sangat luas, bukan hanya
dalam bentuk perizinan usaha, melainkan yang lebih mendasar adalah bagaimana menjadikan
investasi nasional, bermanfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat

Daftar pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Asia%E2%80%93Afrika
http://id.wikipedia.org/wiki/Dasasila_Bandung
http://yuliastutiksponz.blogspot.com/2013/02/makalah-konfersi-asia-afrika.html
http://vibiznews.com/2015/04/20/forum-bisnis-kaa-jadi-promosi-investasi-besar-besaran/
http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/04/19/388206/kaa-2015-indonesia-dituntut-jadimotor-ekonomi-asia-afrika
https://afrizalwszaini.wordpress.com/2012/01/13/peran-penerintah-dalam-mewujudkanketahanan-investasi-indonesia/