Anda di halaman 1dari 1

Regulasi Keseimbangan Asam-Basa

Regulasi dari keseimbangan ion hidrogen (H+) adalah sama seperti regulasi ion-ion lainnya di
dalam tubuh. Sebagai contoh, untuk mencapai homeostasis, harus ada keseimbangan antara
masuknya atau produksi dari H+ dan keluarnya atau hilangnya H+ dari tubuh. Dan, seperti ionion lainnya, ginjal memegang peranan penting didalam regulasi pengeluaran H +. Bagaimanapun,
control yang tepat dari konsentrasi cairan H+ ekstraselular terlibat lebih banyak daripada proses
eliminasi secara sederhana oleh ginjal. Terdapat juga mekanisme multiple acid-base buffering
yang terlibat dengan darah, sel, dan paru-paru yang juga sangat esensial dalam mempertahankan
konsentrasi normal H+ baik pada ekstraselular dan intraselular.
Konsentrasi ion Hidrogen di regulasi secara tepat
Ketepatan regulasi H+ sangatlah esensial karena hampir dari seluruh aktivitas dari system
enzyme di dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh konsentrasi H+. Karenanya, perubahan pada
konsentrasi hydrogen berarti berubah pula seluruh fungsi sel dan tubuh.
Dibandingkan dengan ion lainnya, konsentrasi H+ dari cairan tubuh normalnya berada pada lowlevel. Sebagai contoh, konsentrasi sodium di cairan ekstraselular (142 mEq/L) adalah 3,5 juta
kali lebih besar bila dibandingkan dengan konsentrasi H+, yang rata-rata hanya 0,00004 mEq/L.
Sistem keseimbangan menghadapi perubahan konsentrasi Ion Hidrogen.
Terdapat tiga system utama yang mengatur konsentrasi ion H di cairan tubuh untuk
mencegah terjadinya asidosis ataupun alkalosis:
1. Sistem buffer chemical acid-base di cairan tubuh
a. Sistem buffer bikarbonat
b. Sistem buffer fosfat
c. Sistem buffer protein
2. Sistem regulasi Respiratori
3. Sistem regulasi Renal